Harga Pangan Stabil, Inflasi Di
Februari Diramal Rendah
Menurunya
angka inflasi disebabkan banyak faktor yang mengiringnya. Menurut para ekonom
pada bulan februai ini baik deflasi maupun inflasi masih dalam titik rendah.
Inflasi yang masih dibawah standar target inflasi membuat harga–harga tidak
melambung tinggi sehingga masyarakat tidak merasa keberatan dengan harga bahan
bahan pokok. Bagi masyarakat menengah kebawah inflasi ini sangat berpengaruh
terhadap kehidupan mereka sehari-sehari mereka, karena inflasi sangat
nerpengaruh terhadap barang kebutuhan pokok yang dimana barang kebutuhan pokok
adalah barang utama bagi para mereka berbeda bagi orang menengah keatas dimana
inflasi tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan mereka karena berapapun
harga yang di patok maka mereka mampu membeli jadi inflasi tidak terlalu
mempengaruhi kehidupan sehari-sehari bagi masyarakat kelas atas namun dengan
inflasi yang masih wajar bukan hyperinflasi.
Inflasi yang terjadi disebabkan banyak faktor yang dimana inflasi menyebabkan
konsumsi masyarakat cenderung naik dan perputaran uang akan semakin cepat dan
memyebabkan perekonomian stabil.
Dari penyataan kepala ekonom bank
central asia (BCA) diperkirakan bahwa deflasi pada bulan februai 2016 akan
mencapai 0,11 persen. angka tersebut didapat dari pertimbangan data pergerakan
harga bahan pangan bahan pangan dan tren penurunan harga barang yang diatur
pemerintah. Harga bahan pangan cenderung menurun dan menyebabkan deflasi namun
deflasi masih dalam di batas kewajaran dan cenderung rendah. Pemerinta ikut
ambil alih dalam keadaan menurunya inflasi dan rendahnya deflasi karena melalui
pemerintah dapat dengan mudah mempengaruhi atau mengatur harga dengan
mengeluarkan kebijakan. Melalui kebijakan seperti opersi pasar akan mudah mengontrol
harga-harga terutama kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan utama
masyarakat.Agar inflasi terus terjaga maka pemerintah dan daya masyarakat tidak
menurun harus sering mengontrol harga di pasar agar tidak adanya penimbunan
yang nantinya akan menyebabkan kenaikan harga dan menimbulkan inflasi.
Penimbunan barang-barang ini merupakan tindakan ilegal yang dilakukan para
pedagang nakal dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat luas dan menyebabkan
usaha pemerintah dalam menstabilkan harga menjadi sia-sia, dikarenakan
penimbunan ini dilakukan saaat harga turun dan pedagang menimbun barang dengan
jumlah banyak dan akan menjual saat harga naik. Saat pemebelian barang-barang dengan jumlah banyak
menyebabkan stok habis dan menyebabkan harga secara perlahan naik, ketika harga
naik ini maka para penimbun akan menjual kembali.
Deflasi
yang disebabkan dari stabilisasi harga bahan pangan dipasar akibat normalisai
paska harga-harga melambung di januari 2016, pada januari 2016 sebagian bahan
pangan naik paska natal dan tahun baru, untuk menormalkan harga pemerintah
melakukan operasi pasar bahan pokok terutama pada bahan pangan seperti daging
ayam dan telur ayam dan jagung. Penormalisasian ini dilakukan untuk menjaga
harga agar tetap stabil. Penuruna harga
pangan juga merupakan dampak dari turunya harga minyak bumi yang menyebabkan
bahan bakar minyak juga ikut turun, elpiji 12 kg, tarif dasar listrik, serta
penguatan nilai tukar rupiah yang selama beberpa bulan kebelakang mengalami
pelemahan. Menurunya BBM, TDL dan elpiji inflasi pun dalam keadaan yang stabil
karena trend masyarakat dalam berkonsumsi stabil. Daya beli masyakat yang
meningkat karen apenurunan beberpa baang pokok dapat membuat alokasi dana
belanja tumah tangga konsumsi dapat dihgunakan untuk lain dan masyarakat
cendeung akan lebih sejahtera.
Pada
inflasi bulan februari diramalkan akan sebesar 0,05% lebih rendah dari inflasi
pada bulan januari sebesar 0,51% menurut kepala ekonom Bank Internasional
Indonesia (BII), seperti yang di ungkapkan oleh kepala ekonom Bank Cenral Asia
bahwa penurunan inflasi ini disebabkan salah satunya pemerinya sebagai administer prices. Inflasi yang rendah
dipicu karena penurunan bahan kebutuhan pook seperti bawang merah, cabai,
minyak goreng, dan telur ayam, dan juga didorong oleh penurunan tarif dasar
listrik. Keputusan pemerintah untuk menurunkan TDL sangat tepat sekali
mengingat harga minyak bumi di dunia juga terus mengalami pelemahan belum lagi
dengan melemahnya harga komoditas yang terjadi beberapa waktu lalu. Walapun
akan terjadi indikasi kenaikan inflasi namun dalam batas yang rendah keadaan
ini disebabkan adanya kenaikan dibeberpa kebutuhan pokok seperti kenaikan harga
beras, daging, harga makan jadi, taarif kontrakan rumah yang naik, naiknya
harga mobil akibat melemahnya niali kurs rupiah pada tahun lalu.
Penurunan
inflasi juga disebabkan karena adanya panen raya beras yang terjadi pada bulan
maret, walupun curah hujan tinggi dan menyebabkan banjir diharapkan diharapkan
tidak mengahambat panen. Jadi dapat diprediksi bahwa inflsi akan terus menurun
.






0 komentar:
Posting Komentar