Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Harga Pangan Stabil, Inflasi Di Februari Diramal Rendah
Menurunya angka inflasi disebabkan banyak faktor yang mengiringnya. Menurut para ekonom pada bulan februai ini baik deflasi maupun inflasi masih dalam titik rendah. Inflasi yang masih dibawah standar target inflasi membuat harga–harga tidak melambung tinggi sehingga masyarakat tidak merasa keberatan dengan harga bahan bahan pokok. Bagi masyarakat menengah kebawah inflasi ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan mereka sehari-sehari mereka, karena inflasi sangat nerpengaruh terhadap barang kebutuhan pokok yang dimana barang kebutuhan pokok adalah barang utama bagi para mereka berbeda bagi orang menengah keatas dimana inflasi tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan mereka karena berapapun harga yang di patok maka mereka mampu membeli jadi inflasi tidak terlalu mempengaruhi kehidupan sehari-sehari bagi masyarakat kelas atas namun dengan inflasi yang masih wajar bukan hyperinflasi. Inflasi yang terjadi disebabkan banyak faktor yang dimana inflasi menyebabkan konsumsi masyarakat cenderung naik dan perputaran uang akan semakin cepat dan memyebabkan perekonomian stabil.
            Dari penyataan kepala ekonom bank central asia (BCA) diperkirakan bahwa deflasi pada bulan februai 2016 akan mencapai 0,11 persen. angka tersebut didapat dari pertimbangan data pergerakan harga bahan pangan bahan pangan dan tren penurunan harga barang yang diatur pemerintah. Harga bahan pangan cenderung menurun dan menyebabkan deflasi namun deflasi masih dalam di batas kewajaran dan cenderung rendah. Pemerinta ikut ambil alih dalam keadaan menurunya inflasi dan rendahnya deflasi karena melalui pemerintah dapat dengan mudah mempengaruhi atau mengatur harga dengan mengeluarkan kebijakan. Melalui kebijakan seperti opersi pasar akan mudah mengontrol harga-harga terutama kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.Agar inflasi terus terjaga maka pemerintah dan daya masyarakat tidak menurun harus sering mengontrol harga di pasar agar tidak adanya penimbunan yang nantinya akan menyebabkan kenaikan harga dan menimbulkan inflasi. Penimbunan barang-barang ini merupakan tindakan ilegal yang dilakukan para pedagang nakal dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat luas dan menyebabkan usaha pemerintah dalam menstabilkan harga menjadi sia-sia, dikarenakan penimbunan ini dilakukan saaat harga turun dan pedagang menimbun barang dengan jumlah banyak dan akan menjual saat harga naik. Saat  pemebelian barang-barang dengan jumlah banyak menyebabkan stok habis dan menyebabkan harga secara perlahan naik, ketika harga naik ini maka para penimbun akan menjual kembali.
Deflasi yang disebabkan dari stabilisasi harga bahan pangan dipasar akibat normalisai paska harga-harga melambung di januari 2016, pada januari 2016 sebagian bahan pangan naik paska natal dan tahun baru, untuk menormalkan harga pemerintah melakukan operasi pasar bahan pokok terutama pada bahan pangan seperti daging ayam dan telur ayam dan jagung. Penormalisasian ini dilakukan untuk menjaga harga agar  tetap stabil. Penuruna harga pangan juga merupakan dampak dari turunya harga minyak bumi yang menyebabkan bahan bakar minyak juga ikut turun, elpiji 12 kg, tarif dasar listrik, serta penguatan nilai tukar rupiah yang selama beberpa bulan kebelakang mengalami pelemahan. Menurunya BBM, TDL dan elpiji inflasi pun dalam keadaan yang stabil karena trend masyarakat dalam berkonsumsi stabil. Daya beli masyakat yang meningkat karen apenurunan beberpa baang pokok dapat membuat alokasi dana belanja tumah tangga konsumsi dapat dihgunakan untuk lain dan masyarakat cendeung akan lebih sejahtera.
Pada inflasi bulan februari diramalkan akan sebesar 0,05% lebih rendah dari inflasi pada bulan januari sebesar 0,51% menurut kepala ekonom Bank Internasional Indonesia (BII), seperti yang di ungkapkan oleh kepala ekonom Bank Cenral Asia bahwa penurunan inflasi ini disebabkan salah satunya pemerinya sebagai administer prices. Inflasi yang rendah dipicu karena penurunan bahan kebutuhan pook seperti bawang merah, cabai, minyak goreng, dan telur ayam, dan juga didorong oleh penurunan tarif dasar listrik. Keputusan pemerintah untuk menurunkan TDL sangat tepat sekali mengingat harga minyak bumi di dunia juga terus mengalami pelemahan belum lagi dengan melemahnya harga komoditas yang terjadi beberapa waktu lalu. Walapun akan terjadi indikasi kenaikan inflasi namun dalam batas yang rendah keadaan ini disebabkan adanya kenaikan dibeberpa kebutuhan pokok seperti kenaikan harga beras, daging, harga makan jadi, taarif kontrakan rumah yang naik, naiknya harga mobil akibat melemahnya niali kurs rupiah pada tahun lalu.

Penurunan inflasi juga disebabkan karena adanya panen raya beras yang terjadi pada bulan maret, walupun curah hujan tinggi dan menyebabkan banjir diharapkan diharapkan tidak mengahambat panen. Jadi dapat diprediksi bahwa inflsi akan terus menurun .

0 komentar:

Posting Komentar