Blogroll

Mahasiswa Konsentrasi Moneter 2013

Perkuliahan terakhir TA 2015/2016 semester genap Mata Kuliah Ekonomi Moneter 2 bersama Bapak Adhitya Wardono SE., M.Sc., Ph.D

Moment Setelah UAS Semester Genap TA 2015/2016

Moment setelah Ujian Mata Kuliah Ekonomi Moneter 2 Selasa 14 Juni 2016

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Ade Linda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ade Linda. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2016

7-Day Repo Rate Bank Indonesia

7-Day Repo Rate Bank Indonesia
Ade Linda 
130810101076

Bank Indonesia merupakan bank sentral satu-satunya dimiliki oleh Indonesia. setiap negara memiliki Bank Sentral memiliki lembagany sendiri-sendiri tidak dipungkiri pula dengan Indoenesia sendiri yang memilikinya. Sepert halnya dengan Bank Sentral yang berkedudukan di manapun negara, bahwa Bank Sentral pada dasarnya memiliki fungsinya sendiri-sendiri tetapi pada intinya sama saja dengan Bank Sentral lainnya yaitu menstablikan jumlah uang beradar. Hal ini dilakukan agar memberikan dampak pada perekonomian negara sendiri. Kemudian apa sebanrnya yangharus dilkaukan oleh Bank Indonesia. selama tugas dari Bank Indonesia sendiri adalah menstabilkan Jumlah Uang Beredar melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh BI sendiri, dimana kebijakan ini dapat mempengaruhi pada sisi aspek perekonomian negraa Indonesoa. Untuk itu, BI harus benar-benar berhati-hati dalam menentukan serta menetapkan kebijakan. Perlu ada pertimbangan yang benar-benar matang hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan fatal. Kebijakan yang dikeluarkan oleh BI merupakan murni dari pengeluaran dari BI sendiri, karena BI sendiri di Indonesia kedudukannya berada pada posisi diluar pemerintah. Dimana artinya, bahwa BI merupakan lembaga independen atau lembaga yang tidak terikat dengan lembaga lain dan tanca terjadinya pencampuran, sehingga bebas dari intervensi pihak-pihak luar yang bernita butuk.
Instrumen-instrumen kebijakan Bank Indonesia ada 4 intrumen, intrumen tersebut adalah Operasi Pasar Terbuka, Fasilitas Diskonto, Rasio Cadangan Wajib dan imbauan moral. Ke empat intrumen kebijakan tersebut lah yang menjadi senjata dalam menstabilkan perekonomian yang dilakukan oleh BI.

Beberapa hari, telah dipublikasikan oleh Bank Indonesia atas keluarnya kebijakan moneter yang baru. Kebijakan tersebut adalah diharapkan kebijakan tersebut bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh Bank Indoensia, dalam hal ini tujuan utamanya adalah mendukung laju pertumbuhan ekonomi di Indoensia di masa yang akan mendatang. Itulah merupakan harapan serta kebijakan yang tujuannya seperti ini. kebijakan yang baru sebenarnya hampir sama dnegan ekbaijakan Bank Indonesia lainnya. Kebijakan ini pada dasarnya belum terlalu matang, sebab dari pihak BI sendiri masih belum banyak dalam membeberkan detail mengenai kebijakan ini. jika dilihat kebijakan baru ini, seperti dalam penggunaan acuan bunga Reverse Repurchase Agreement (Repo). Repo ini sendiri sebenarnya sudah dikenal oleh bebrapa pembaca, nama Repo tidak terlalu asing. Repo sendiri merupakan transaksi dalam penjualan Surat Utang Negara (SUN) dimana transaksi dari BI diberikan kepada perbankan tetapi hal ini terjadi persyaratan yang diberikan BI kepada perbankan dalam jangka waktu tertentu, hal tersebut merupakan persyaratan yang diberikan BI kepada perbankan. Pada dasarnya, Repo rate dan BI rate hampir sama yaitu dalam penentuan tingkat bunga yang diterapkan. Untuk saat ini tingkat bunga acuan Repo saat ini di angka 5,5 persen, sedangkan BI rate di 6,75 persen. Lalu ketika melihat ini apa yang menjadi perbedaan anatara Repo rate dan BI rate sendiri. Sebenarnya hampir sama saja kegunaannya. Pada dasarnya Repo Rate ini merupakan kegesaran dari suku bunga acuan yang dilakukan BI. Hal yang paling menonjol perbedaaanya adal dalam tenornya BI Rate diberlkaukan dalam 365 hari sedangkan Repo Rate hanya 7 hari. Sampai hari Repo rate masih belum bisa diterapkan kebijakannya mengingat menurut BI sendiri intrumen kebijakan moneter Repo rate akan dilaknsanakan di bulan Mei. Jadi untuk sekrang ini, suku bunga yang dipakai masih BI Rate sampai bulan agustus ke depan. Maka, masyarakat harus mengetahui bahwa adanya Repo rate bukan berarti Bank Indonesia ingin menghapus BI Rate, hanya saja melakukan pergeserandalam penggunaan suku bunga. Dalam penggunaan Repo memberikan dampak psoitif bagi Industri perbankan utamanya disini yang dilakuakn adalah mendorong penurunan suku bunga baiik tingkat suku bunga tabungan, dampak positif lainnya adalah akan terjadinya likuiditas pada perbankan dalam tanah Air.  Disini apabila terjadi .Artinya, likuiditas yang banjir akan mendorong perbankan dalam menyalurkan kredit lebih optimal dengan tingkat suku bunga kredit yang lebih rendah dari sebelumnya atau bisa menawarkan tingkat suku bunga single digit. Pada ujungnya, alur itu akan mampu menggairahkan aktivitas ekonomi di Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Jadi diharapkan dengan adanya perubahan pada tingkat bunga yang beralih BI Rate menjadi 7-Day Repo Rate diharapkan akan lebih banyak memicu pertumbuhan moneter yang baik. Dan diharpakan hal ini langsung di respon oleh masyarakat dengan sebaik agar terwujud yang diharapkan oleh Bank Sentral Indonesia.

Jumat, 10 Juni 2016

Rupiah Menjadi Kebanggan Indonesia



Rupiah Menjadi Kebanggan Indonesia
Ade Linda 
(130810101076)

Bank Indonesia merupakan lembaga keuangan yang bersifat independen artinya lembaga tersebut tidak terikat ikut campur oleh pihak lain yang berkepentingan termasuk Pemimpin Negara itu sendiri. Tugas dari Bank Indonesia adalah menciptkan dan mengedarkan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Salah satu tugas dari Bank Indonesia yang berkaitan mengenai uang yaitu mengedarkan uang ke masyarakat. Pengedaran uang ini bertujuan untuk memudahkan transaksi pembayaran yang layak di tangan masyarakat. Seperti di beberapa bulan teaptnya Februari 2016, telah di umumkan oleh Bank Indonesia mengeluarkan suatu kebijakan mengenai pengedaran uang yang beredar di masyarakat. Dimana untuk menjaga kelayakan uang beradar di masyarakat yaitu dengan melakukan peningkatan standar kelayakan uang yang beredar. Hal ini sangat diperlukan agar masyarakat merasa nyaman menggunakan mata uang rupiah karena hal ini sangat bermanfaat bagi perekonomian dalam negeri sendiri. Apabila, Bank Indonesia sendiri belum maksimal dalam  memperhatikan peredaran uang maka akan berdampak pada perekonomian, ini akan merugikan negara itu sendiri. Disini pula tidak hanya Bank Indonesia yang bekerja keras karena disini perlu suatu pembasahan yang mengenai JUB.
Saat ini marak sekali peredaran uang di masyarakat yang tidak layak dijadikan sebagai transaksi pembayaran misalnya ada beberapa kasus yaitu terjadi banyak uang yang mengalami kerusakan, tetapi dari masyarakat kurang mneyadari sendiri, dimana hal ini bisa dilihat dari masih menggunakannya uang tersebut untuk transaksi. Begitupun juga penjual yang masih saja juga menerima pecahan uang yang memiliki kerusakan seperti pada bagian sisi mengalami kerobekan, uang mengalami kelusutan, uang kucel, kotor dll. Bayangkan jika uang kucel atau lusut semua pasti enggan untuk memasukan uang tersebut di dompet. Selain dari peningkatan standar kelayakan, Bank Indonesia juga melakukan langkah-langkah dalam pengelolaan uang secara optimal ke tangan masyarakat. Maksudnya, agar uang tersebut bisa dipakai dengan secara sesuai. Dan juga Bank Indonesia mengintensifkan sosialisasi mengenai penggunaan dan pemeliharan rupiah dalam keseharian. Sosialiasasi yang dilakukan Bank Indonesia juga dilakukan melalui sosialiasasi kepada pelajar dengan melakukan kerjasama terhadap Kementreian Pendidikan. Diharapkan sosialiasasi kepada pelajar memberikan dampak yang positif mengenai penggunaan uang.
            Umumnya uang (uang kartal) yang sering dipakai di Indonesia koin dan juga kertas sama hal nya dengan negara lain, standar kelayakan uang Indonesia juga merupakan standar internasional. Kebijakan akan standar kelayakan uang sangat dibutuhkan dan memang perlu dilakukan utamanya Bank Indonesia yang secara garis besar merupakan lembaga yang berhak dalam penciptaan dan peredaran uang. Agar peredaran uang yang ada di tangan masyarakat dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kemudian, dengan hal ini akan memberikan kenyaman memakai rupiah.
            Setelah kita membahas mengenai fasilitas kenayamanan, selanjutnya adalah evolusi uang Indonesia. Uang adalah sesuatu yang diterima atau di percaya masyarakat sebagai ala pembayaran atau transaksi karena itu uang dapat berbentuk apa saja tetapi tidak berarti segala sesuatu itu adalah uang (Rahardja, Manurung: 2004). Uang yang ada di Indonesia memiliki perubahan dan perkembangan pada jenisnya. salah satu nya adalah uang kertas. Uang kertas memiliki macam-macam seperti dengan pecahan RP. 100.000, Rp. 50.000, Rp. 20.000, Rp. 10.000, Rp. 5.000, Rp. 2.000, dan yang terakhir adalah Rp. 1.000. semua yang sudah disebutkan tadi merupakan pecahan yang biasa dipakai oleh masyarakat. Tetapi terkadang uang yang berada di tangan masyarakat ada sebagian yang bisa yang rupiah layak edar dan ada pula Rupiah layak tidak edar. Menurut Bank Indonesia rupiah layak edar adalah rupiah asli yang memenuhi persyaratan untuk di edarkan berdasarkan standar kualitas yang ditetapkan di Indonesia. beberapa hal yang harus diperhatikan Rupiah di kategorikan layak edar adalah pecahan rupaih tersebut tidak memiliki kecacatan fisik pada uang, sehingga rupiah dapat segera dipakai oleh masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran. Kemudian pengertian Rupiah tidak layak edar berdasarkan pengertian Bank Indonesia adalah Rupiah asli yang tidak memenuhi persyaratan untuk diedarkan berdasarkan standar kualitas yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu rupiah lusuh, rupiah cacat, rupiah rusak yang telah di cabut dan di tarik dari peredaran. Ini sudah jelas bahwa pengertian Rupiah tidak layak edar seperti ini. Sehingga apabila ada pecahan Rupiah yang seperti itu masyarakat wajib menukarkannya kepada lembaga yang memiliki otoritas seperti ini yaitu Bank Indonesia. Maka Bank Indonesia akan menggantikan uang baru dengan nominal yang sama dengan uang pecahan tersebut. Tetapi pada kenyataannya ada banyak beberapa hal utamanya masyarakat yang belum mengetahui aturan seperti ini. Sehingga banyak sekali uang Rupaih tidak layak edar ini dipakai oleh masyarakat.  Jenis uang yang dapat di tukarkan harus dengan persyaratan yang sesuai dengan Bank Indonesia. Lalu mengapa masih banyak peredaran uang uang tidak layak edar masih berputar di indonesia dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ini. mungkin salah satu pencegahan tersebut adalah dengan menggantikan bahan uang yang dipakai di rupiah Indonesia. Karena apabila dilihat kualitas bahan uag yang dipakai di indonesia sangat berbeda dengan yang kualitas uang di negara lain misalnya saja Dollar amerika. Bahan yang dipakai pada dollar itu memiliki bahan yang lebih baik dibanding rupiah. Bahannya seperti campuran kertas dan plastik sehingga apabila uang tersebut dilipat oleh pengguna maka uang dollar tersebut tidak akan mengalami kerusakan, lusut, atau robek. Beda hal nya dengan Rupiah apabila dilipat atau terkena air maka rupiah akan mengalami perubahan seperti rusak, kotor dan juga berlipat atau lebih parahnya lagi bisa rupiah tersebut robek. Tapi meskipun begitu masih saja masyarakat melakukan transaksi dengan memakai Rupiah yang tidak layak edar. Terkadang ini membuat sebuah perasaan kecewa oleh sebagian masyarakat yang tidak menyukai uang yang rusak. kemudian dengan melihat fenomena tersebut bahwa kualitas uang yang dipakai harus lebih diperhatikan agar uang yang tidak layak edar dapat berkurang dan tidak merugikan bagi negara itu sendiri.
            Selain penggantian bahan uang yang dipakai kebijakan lain. Karena ada banyak sebagian masyarakat yang benar-benar belum mengetahui standar dalam penggunakan kelayakan uang, dimana hal ini bisa dilihat dari sekeliling kehidupan kita yaitu masyarakat bawah maka perlu adanya lebih intensif mengenai pemberian sosialiasasi yang uang. Maka kebijkan yang sudah dilakukan adalah sosialiasasi dengan pelajar maka perlu adanya kerjasama lagi dengan beberapa lembaga seperti bekerja sama dengan desa dnegan melakukan sosialiasasi di desa-desa kepada warganya. Ini memang mebutuhkan waktu yang banyak tetapi dirasa sistem ini sangat efektif di tengah masyarakat indonesia yang seperti ini. diharapkan dengan adanya hal ini warga dapat mengetahui bahwa selama ini uang kusut ynag sering dipakai kenyataannya adalah tidak layak edar dan ini sangat merugikan bagi si penerima dan juga negara. meskipun negara tidak bisa mengganti bahan rupiah yang dipakai karena mungkin saja bahan tersebut memiliki harga mahal mungkin cara ini lebih bisa dipakai. Dan juga hal yang utama perlu dilakukan kerjasama antar pihak untuk mengetaskan peredaran uang yang tidak layak.
Refernsi :
Rahardja,P, Manurung, M. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi edisi 3. Jakarta: Lembaga penerbit       fakultas ekonomi universitas Indonesia.
Judul Berita                 : BI Tingkatkan Standar Kelayakan Uang Beredar
Sumber berita               : media online liputan6.com (29 Februari 2016)


Uang Tunai VS Uang Non Tunai



Uang Tunai VS Uang Non Tunai
Ade Linda
 130810101076

Uang merupakan suatu alat yang digunakan untuk melakukan transaksi oleh masyarakat. Sesuai dengan pengertian dari berbagai tokoh seperti hal dalam buku dari Sri Mulyani (1988) uang disini diartikan sebagai suatu alat atau komoditi yang memiliki beberapa fungsi yaitu uang digunakan sebagai alat tukar, satuan pengukur nilai, sebagai penyimpan nilai dan sebagai ukuran atau standar pembayaran yang dapat ditangguhkan. Jadi disini bisa dilihat bahwa uang menjadi suatu alat kehidupan bagi orang yang hidup di dunian. Lembaga yang bertugas dalam mengedar dan menciptakan uang adalah Bank Indonesia tujuan yang dilakukan adalah agar alat transaksi pembayaran untuk masyarakat dapat diterima di kalangan. Ini akan menjadi catatan dari bank Indonesia dalam menetapkan kebijakan. Kemudian dalam sejarah uang di dunia memiliki perubahan dalam alat pembayaran, yang pertama bahwa mata uang dulu muncul pertama kali adalah dengan menggunakan sistem pembayaran bartet, sistem pembayaran adalah sistem yang masih bersifat tradisional, dimana penggunaannya menggunakan sistem saling membutuhkan pihak satu dan pihak dua atau juga memiliki kelemahan yaitu syarat terjdinya barter bahwa harus “double concidence of want” ini menyebabkan perekonomian baerter tidak efisien ( sri mulyani : 1988). Setelah menggunakan sistem ini maka di jaman modern ini alat pembayaran semakin berbeda dari sebelumnya.
Sistem pembayaran Indonesia terdiri dari berbagai hal, seperti  nya alat transkasi yang biasa dipakai adalah uang dengan bentuk uang tunai dan uang non tunai. Uang tunai adalah uang yang berbentuk koin dan uang kertas yang biasa dipakai masyarakat untuk melakukan transaksi sehari-hari. Sedangkan pembahruan baru mengenai  pembayaran modern adalah uang non tunai. Uang non tunai ada beberapa jenis seperti kredit, debit, ATM dan uang elektrnonik.
Gerakan Nasional Non Tunai ( GNNT ) adalah suatu gerakan dimana programa kegiatannya adalah menggenjot pertumbuhan e-money atau uang elektronik sebab pertumbuhan transaksi elektronik domestik pada kenyataannya tidak di ikuti dengan penggunaannya. Padahal transaksi non tunai memiliki manfaat sangat baik karena akan membuat sistem keuangan lebih efisien dalam melakukan transaksi. Apalagi dengan kemajuan teknologi seperti ini. dimana kemudahan dalam hal apapun utamanya transaksi sangat dibutuhkan dalam ke praktisan, serta lebih efisien dan aman digunakam untuk masyarakat. Selain hal itu, dampak yang di rasa apabila Indonesia sudah lebih banyak melakukan transaksi dengan menggunakan uang elektronik adalah akan dapat mengurangi penggunaaan uang kartal dan lebih efisien dalam menghemat anggaran untuk percetakan dan penyimpan uang. Karena indonesia memiliki penduduk yang sangat banyak, sehingga perputaran uang yang harus di sediakan lebih besar dibanding dengan negara lain. jadi, anggran uang kartal untuk dikeluarkan atau di ciptkan oleh Bank Indonesia  sangat tinggi. Maka salah satu mengurangi anggaran ini yaitu dengan di ciptakannya uang dalam bentuk elektronik.
Kemudian, perbedaan dari pembayaran menggunakan uang tunai dan uang non tunai sebenarnya memiliki kesamaan yaitu sama-sama sebagi alat pembayaran dengan nominal yang sama yang membedakan adalah jika dengan uang tunai kita dapat memiliki fisik uang tetapi pembayaran non tunai disini uang dalam bentuk kartu atau sejenisnya. Jadi jika suatu saat digunakan maka pembayaran non tunai cukup memakai kartu tersebut yang isi nya sesuai dengan yang di tabungkan. Karena transaksi ini online maka secara otomatis pengguna akan menghemat waktu yang harus di pakai.
Bank indonesia selaku penyelenggara transaksi pembayaran mengharpakan bahwa terjadi kemajuan ini juga berdampak pada pembiayaan di aplikasikan bagi pemerintah yaitu pembiayaan aktivitas pengguna uang negara baik APBN (Anggran Pendapatan dan Belanja Negara) atau APBD ( Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah ).  Dalam hal ini juga pemerintah sudah memberikan anggaran besar untuk masyarakat yang kurang beruntung seperti memberikan bantuan sekolah ataupun lainnya. Serta dapat mencegah timbulnya korupsi oleh pihak-pihak yang berkepentingan mengenai dana.
Lalu apakah gerakan ini sebenarnya baik bagi masyarakat, dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang besar maka dilihat dari sisi anggaran penciptaan uang ini sangat bermanfaat dengan memperhatikan ke efesienan dalam anggaran pemerintah dalam menciptakan peredaran uang. Dana untuk melakukan penciptaan uang Indonesia memiliki jumlah yang banyak untuk  kebutuhan transaksi pembayaran di masyarakat Indonesia. jadi apabila, gerakan non tunai dapat di manfaatkan maka anggaran pemerintah untuk penciptaan uang akan lebih sedikit apabila sebelum adanya pembayaran non tunai, sisa anggaran tersebut bisa dipakai untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Pembayaran non tunai selain memiliki keuntungan ini juga, terdapat dampak lain yaitu dampak negatif, bila dilihat sebenarnya penciptaan non tunai memiliki maksud yang baik tapi bagaimana apabila penciptaan ini justru memberikan dampak negatif misalnya saja dengan menggunakan pembayaran non tunai maka masyarakat, terutama masyarakat bawah karena Indonesia memiliki penduduk banyak yang sebagian besar perekonomiannya berada di bawah garis kemiskikan. Pada bulan maret 2015 jumlah penduduk miskin yang berada di garis kemiskinan di Indonesia mencapai 28,59 juta orang atau sebesar 11,22 persen atau bisa juga bertambah besar di banding sebelumnya, kenaikan ini naik sebesar 0,86 juta orang di bandingkan dengan kondisi september 2014 yang sebesar 27,73 juta orang atau 10,96 persen ( sumber: bps.go.id). Penduduk miskin harus melakukan tindakan apa dalam melakukan pembayaran non tunai. Pembayaran non tunai mungkin akan bisa di manfaatkan benar-benar oleh beberapa kalangan saja. Ini akan menyebabkan persoalan bagi keseimbangan masyarakat. Kemudian apabila pemerintah menginginkan sistem pembayaran, pemerintah perlu lebih genjar dalam mensosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat. Agar masyarakat disini tidak merasa rugu atau kelewat informasi yang berkaitan dalam pembayaran non tunai. Selain itu pula, pemerintah harus lebih meningkatkan infranstruktur yang berkaitan dengan ini, jangan menginginkan kebijakan ini tetapi media perangkat nya justru tidak di tingkatkan. Kemudian apabila sistem ini dipakai ke pasar tradisional, tukang ojek maka setiap pedagang harus memiliki media untuk uang elektronik. Jadi mungkin penggunan uang non tunai elektronik bisa dapat dilakukan di berbagai titik yang tept untuk di kenakan seperti yang sudah sering dilihat yaitu di pusat perbelanjaan, kafe, restauran, market dll utamanya tempat-tempat yang semsetinya.
Berdasarkan sumber berita ini, hingga akhir 2015 nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp. 5,2 triliun atau meningkat di bandingkan dengan pada september lalu yaitu sebesar Rp. 4,3 triliun. Terlepas dari kebijakan tersebut, tentunya disini akan berdampak positif maupun negatif. Hal ini wajar, apabila sesuatu negara menginginkan perubahan dan ke efektifan, efisienan dalam apapun meskipun dalam pembayaran. Terutama dengan kemajuan dari teknologi itu sendiri. Maka otomatis perlu adanya sebuah perubahan yang lebih baik. Jadi dalam hal ini, penggunaan mata uang atau non tunai semua kembali kepada pengguna sendiri.

Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia



Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Ade Linda 
130810101076

Pertumbuhan ekonomi sudah menjadi topik yang khas untuk dibahas oleh negara baik itu pemerintah, akademisi maupun masayarakat. Pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa lepas dari pemikiran negara khsusunya pemerintah. Negara akan selalu memberikan perhatian lebih untuk bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi bisa menjadi penggambaran bagaimana keadaan dari kehidupan masyarakat di suatu negara. disini tidak hanya pada negara berkembang tetapi negara maju juga sangat memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Untuk meningkat kan pertumbuhan ekonomi ada banyak hal yang pemerintah lakukan, salah satu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan melakukan investasi. Apa yang menjadi tujuan adanya investasi? Jawabanya adalah dengan adanya investasi ini memberikan stimulus bagi para pengusaha-pengusaha yang ada disuatu negara terutama negara Indonesia. investasi disini merupakan suatu bagian dalam bentuk penyimpanan uang, dimana uang tersebut di investasikan dengan tujuan memiliki keuntungan atas modal yang telah kita taruhkan. Bentuk dalam investasi sendiri ada berbagai dalam bentuk intrumen, misalnya saja saham, obligasi deposito, investasi properti, investasi dalam bentuk emas. Ke semua intrumen tersebut merupakan tempat untuk mendapatkan keuntungan yang dimana menjadi tujuan utama dari atas modal yang telah kita simpan, dengan begitu uang yang masyarakat punya tidak sia-sia dihabiskan begitu saja, melainkan dapat dikelola melalui lembaga-lembaga penyedia investasi yang sudah berterbangan di Indonesia, baik itu dalam skala lokal maupun internasional.
Setelah mengetahui intrumen-intrumen dari investasi, hal yang harus diperhatikan bagaimana resiko yang akan akan diterima bagi para investor. Karena sudah barang terntu, tujuan utama investasi adalah meningkatkan atau memberikan keuntungan yang sebesar-besar mungkin. Maka dari itu para investor harus benar-benar bisa memilih. Dalam mewujudkan peningkatan investasi, pemerintah sudah banyak memberikan kemudahan dalam meningkatkan kegiatan investasi. Dimulai dari pembenahan sikap fundamental negara, kemudian akses, fasilitas dan kemudahan dalam berinvestasi memang harus dilakukan agar wujud dari investasi memang ada.
Perekonomian global pada tahun 2016 mengalami kelemahan, kelemahan perekonomian global akan sangat mempengarushi seluruh perekonomian yang ada di dunia ini. tidak hanya pada negara berkembang tetapi juga negara maju yang melakukan transaksi perdagangan internasional. Kelmahan perekonomian global ditandai dengan negara Amerika, dimana Amerika merupakan negara yang dapat sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu melakukan penjagaan pada posisi suku bunga dimana hal ini dilakukan oleh Amerika agar dapat menggairahkan atau menstimulus perekonomian mereka. Dengan sebab seperti ini saja, perekonomian global yang bisa lemah karena notabennya Amerika sendiri mulai memperbaiki perekonomian negaranya sendiri. Pengeluaran suku bunga ini dilakukan oleh Bank yang di Amerika yaitu The Fed, setiap negara tentunya mereka selalu memantau pergerakan Bank The Fed. Karena pergerakan mereka sedikit saja akan dapat mempengaruhi global khususnya negara yang melakukan kerjasama dengan Amerika. Kemudian selain karea penyebab dari Amerika, permsalahn ekonomi global lainnya yaitu dari bagian benua Asia yaitu Jepang, dimana kita ketahui bahwa Jepang merupakan negara dengan industri teknologi yang sangat besar jadi wajar saja bila pergerakan dari ekonomi jepang dapat mempengaruhi perekonomian negara lain atau dengan kata lain global secara luasnya. Dari jepang sendiri, Bank Japan telah mengeluarkan suatu kebijakan mengenai suku bunga negatif, yang mana merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk menstabilkan perekonomian jepang. Tetapi hal ini sangat mempengaruhi global. Kemudian untuk China juga merupakan salah satu penyebab adanya perekonomian global yang mengalami kelemahan, untuk tahun ini China mengalami kelemahan dibandingkan dengan ditahun sebelumnya pada tepaynya 2015. Dengan beberapa hal yang telah disebutkan dalam permsalahan ekonomi, itulah merupakan yang menjadi kemerosotan ekonomi global. Tetapi meskipun hal itu terjadi, perekonomian Indonesia sendiri tidak memberikan hal negatif atas kemerosatn global. Justru perekonomian Indonesia mengalami kenaikanyang dimana ditandai dengan nilai mata uang Indonesia terhadap Dollar Amerika mengalami penguatan di angka 13.000.
Perekonomian Indonesia membaik ditengah ekonomi global merosot, kemduian apa yang menjadi penyebab hal tersebut. Hal ini disebbakan karena terjadi sentimen positif bagi para investor atas fundamental Indonesia. dimana pada pemerintahan sekarang, terdapat kebijakan-kebijakan yang dikleuarkan mellaui beberapa paket yang hingga sekarang paket kebijakan pemerintah sendiri sudah dilakukan sebanyak 11 paket kebijakan. Dimana pada intinya dalam 11 kebijakan tersebut dilakukan atau dikeluarka untuk meningkatkan investasi di Indonesia. karena dengan hal itu target dari pertumbuhan Indonesia yang tujuh akan tercapai. Kebijakan Indonesia ini ternayata di respon positif oleh pasar. Karena jika diperjelas hal ini, memberikan peluang yang besar bagi para investor yang memiliki modal lebih dapat mensavingkan modal lebih mereka melalui investasi. Sudah jelas pula, bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap para investor.
Investasi memang memberikan angin segar bagi pertumbuhan suatu negara, investasi menjadi suatu jalan bagi peningkatan perekonomian suatu negara. kemudian di dalam investasi sendiri memiliki instrumen-instrumen yang berkiatan mengenai investasi portofolio adalh deposito, obligasi dan saham. Diantara ketiga instrumen tersebut memiliki resiko dan kelebihan berbeda-beda. Untuk itu seorang investor yang notabennya yang memiliki modal lebih harus lebih berhati-hati dalam menginvestasikan dana nya diantara ketiga instrumen tersebut. Berarti disini, investor harus mencari-cari informasi mengenai ketiga instrumen ini. sebenarnya ketiga instrumen memiliki resiko, tetapi karena tujuan dari investor adalah mendapatkan imbal hasil yang lebih maka sang investor harus mengambil resiko yang paling terkecil agar tidak rugi investor tersebut dalam menaroh dananya. Diantara ketiga instrumen investasi portofolio tersebut yang memiliki peluang untuk mendapatkan hasil yang baik adalah saham, karena setiap hari nya saham selalu bergerak dengan cepat. Tetapi meskipun saham memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan dua instrumen tersebut perlu di ingat saham juga memiliki resiko yang lebih besar karena bisa saja peregrakan saham mneurun. Begitu juga dengan obligasi yang sama-sama seperti saham. Jika di tingkatkan dianatara tiga instrumen tersebut yang pertama adalah saham, kemudian obligasi dan yang terakhir adalah deposit. Jika kita melihat tidak ingin mendapatkan resiko yang besar, deposito memang salah satu yang terbaik tetapi deposto memiliki keuntungan atau imbal haisl yang sedikit dibandingkan dengan kedua  nstrumen lainnya. Untuk itu bagi para investor harus benar-benar memilih dengan sebaik-baiknya agar tidak merugikan bagi bagi pemilik modal lebih. Dan disini kita perlu mengestimasi dengan tepat agar resiko yang didapat tidak terlalu besar. Seorang investor harus sering-sering melihat perkembangan dalam investasi portofolio, seperti misalnya berita mengenai perkembnagan saham, obligasi dan deposito ataupun yang lainnya.
Jika Indonesia menjadi negara lirikan investasi bagi investor maka Indonesia harus benar-benar menjaga kondisi perekonomian yang terjadi di negeri, ada perhatian lebih yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia, perlu ada kerjasama dari berbagai pihak atas sentimen positif agar tidak merugikan bagi Indonesia sendiri,tetapi meskipun hal tersebut memberikan sentimen positif Indonesia harus berhati-hati agar perekonomian Indonesia tetap membaik. Karena dengan hal itu maka pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan dan akan mengurangi angka pengangguran di Indonesia dan melakukan penyerapan tenaga kerja dan dapat menggairahkan aktivitas perekonomian negara Indonesia.