Blogroll

Mahasiswa Konsentrasi Moneter 2013

Perkuliahan terakhir TA 2015/2016 semester genap Mata Kuliah Ekonomi Moneter 2 bersama Bapak Adhitya Wardono SE., M.Sc., Ph.D

Moment Setelah UAS Semester Genap TA 2015/2016

Moment setelah Ujian Mata Kuliah Ekonomi Moneter 2 Selasa 14 Juni 2016

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Handayani Novika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Handayani Novika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2016

Ketika Utang Luar Negeri Menjadi Emas Perekonomian

Ketika Utang Luar Negeri Menjadi Emas Perekonomian

Indonesia adalah Negara yang temasuk golongan Negara berkembang, golongan ini menyebabkan pembangunan didalam segala bidang yang betujuan untuk meningkatkan perekonomian menuju kemakmuran menjadi suatu keharusan yang dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga – lembaga pemerintahan.  Negara berkembang juga memiliki kewajiban untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat menuju kesejahteraan. Keharusan dalam hal ini, menjadi tolak ukur Negara sedang berkembang untuk bisa lebih maju. Dapat dikatakan bahwa Negara yang memiliki masyarakat bertaraf hidup lebih baik dari standart kemampuan atau semakin lama semakin meningkat dan pelaksanaan pembangunan semakin lancer, maka Negara itu merupakan Negara dengan golongan negara maju, seperti halnya Negara Amerika. Negara Amerika merupakan Negara yang terkeal sebagai Negara adidaya dan pusat dalam perekonomian dunia. Semua acuan perekonomian Negara berpacu pada keadaan perekonomian di Negara adidaya tersebut. Sebaliknya, bahwa Negara yang memiiki masyarakat bertaraf hidup rendah dan pelaksanaan pembangunan memiliki banyak kendala, maka Negara itu merupakan Negara dengan goongan Negara berkembang.

Dari asumsi diatas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwasannya pembangunan ekonomi sangatlah membantu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadkan pertumbuhan ekonomi semakin lancar. Dengan kata “ keharusan “ tersebut, dikatakan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu Negara adalah kewajiban. Keharusan tersebut diperlukan perencanaan – perencanaan untuk kedepan nya agar pembangunan dan pertumbuhan seimbang dan tercapai. Dan peranan pemerintah sangatlah diperlukan untuk menyusun perencanaan pembangunan ini.

Untuk upaya mencapai kemakmuran dan melaksanakan peningkatan pembangunan dalam  suatu negara berkembang diperlukan banyak usaha, seperti usaha meningkatkan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan penduduk. Pendapatan perkapita disini yaitu besarnya pendapatan rata – rata penduduk disuatu Negara yang diperoleh dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu Negara dengan jumlah penduduk Negara tersebut. Pendapatan perkaita disebt dengan Produk Domestik Bruto ( PDB ). Fungsi dari PDB ini digunakan untuk mengukur seberapa  kemakmuran  sebuah Negara. Pengukuran kemakmuran tersebut daapat menggolongkan sebuah Negara termasuk dalam Negara maju atau Negara berkembang.

Negara Indonesia yang termasuk  Negara berkembang, dalam meningkatkan pendapatan perkapita Indonesia  selalu berhadapan dengan persoalan kebutuhan akan pembiayannya yang rendah. Rendahnya kemampuan masyarakat dalam  menyisihkan pendapatannya, yaitu tabungan.untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut sehingga menyebaabkan terjadinya kesenjangan tabungan dalam  negeri. kesenjangan tabungan tersebut menandakan suatu jumah dana yang diperlukan untuk melengkapi kekurangan – kekurangan tabungan dalam negeri. namun, dari dalam  negeri tidak dapat menutupi kekurangan – kekurangan tabungan dalam negeri dan tidak mungkin dapat mengganti kekurangan tersebut. Maka hal ini menimbulkan suatu yang dikatakan sebagai alternative pemecahan masalah oleh pemerintah untuk bisa menutupi kekurangan – kekurangan  dalam hal pembiayaan tersebut dengan system menari bantuan sumber dana. Bantuan ini berupa bantuan luar negeri, yang dikrnal dengan utang luar negeri. Bantuan ini mempunyai fungsi sebagai pelengkap tabungan dalam  negeri. bantuan ini pastinya akan menimbulkan dampak negative maupun positive. Munculnya utang luar negeri ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.
           
Utang luar negri atau pinjaman luar negeri merupakan sebagian dar total utang suatu Negara yang diperoleh dari para kreditor diluar Negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah perusahaan atau perorangan. Bentuk utang luar negeri ini dapat berupa uang yang diperoleh dr bank swasta pemerintah Negara lain atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. dari  terakhir. Sejalan dengan disparitas suku bunga perbankan domestic dengan suku  bunga perbankan di luar negeri yang masih lebar. Pada akhir November 2015, total utang luar negeri Indonesia 304,59 milliar dollar AS. Utang ini tumbuh selama 3,2 persen dalam setahun. Perkembangan peningkatan utang luar negeri membuat masyarakat harus waspada. Masyarakat yang nantinya akan membayar efek dari utang tersebut dengan membayar pajak.

Peningkatan utang luar negeri kepada pemerintah, diharapkan dapat berefek baik kepada masyarakat sehingga dapat melakukan proses perekonomian Indonesia jauh lebih sehat dari saatn ini.  Karena utang luar negeri yang tidak terkendalisme, artinya mengambil hak – hak generasi mendatang. Dari permasalahan diatas apakah Negara Indonesia bearti aman jika kita terus berutang karena angka – angka rasio menunjukkan  penurunan ? tentu saja tidak, karena Negara maju  saja menghadapi  situasi ekonomi tidak menentu akibat utang apalagi Indonesia. Isi
Utang luar negeri pasti sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, karena  dengan adanya utang secara otomatis akan ketergantungan. Karena setiap negara yang utang keluar negeri pastinya bertujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki kondisi pertumbuhan perekonomian agar semakin sehat.





Kini Ketidak pastian Yuan

 Kini Ketidak pastian Yuan
Negara Cina yang semakin berkembangnya zaman semakin modern dikenal dengan Negara adidaya atau Negara superpower yang akan menyaingi Amerika. Sebagaimana Negara yang semakin memiliki power diatas dunia, maka selain bahasa dan budaya, mata uangnya juga akan  ingin dipakai dalam proses perdagangan tingkat nasional maupun internasional. Maka dari itu, mungkin penting sekali mencoba mengenal apa dan bagimana mata uang ini sebenarnya.
Sering kali timbul beberapa pertayaan apa sebenernya mata uang dari Negara Cina? Yuan atau Renminbi. Ketika mendapatakan pertayaan tersebut beberapa dari orang akan menjawab bahwa mata uang Negara Cina adalah Yuan. Beberapa lagi akan mengatakan bahwa mata uang Negara cina adalah Renminbi. Atau bahkan yang lain tidak ingin tau apakah mata uang yang sebenarnya ada, mereka hanya menggunakan sesuai dengan fungsi.
Nama mata uang Negara cina adalah Yuan atau Renmibi. Pengenalan mata uang Renmibi menurut Merrian – Webster terdiri dari kata renmi = rakyat, sedangkan bi = mata uang. Jadi renmibi adalah mata uang rakyat. Sedangkan yuan berasal dari kata yuán; Wade-Giles: yüan. Dalam bahasa yuan, merupakan bahasa tionghoa yang artinya satuan dasar mata uang, seperti contoh  Dollar AS adalah Mei Yuan, tetapi dalam konteks Internasional Yuan menjadi kata Inggris yang mengacu kepada mata uang Republik Rakyat Tiongkok yaitu Renminbi ( RMB ). Penggunaan bahasa Indonesia dilalfalkan “ yen ” walaupun dalan bahasa tionghoa berbeda penguapannya dan merupakan perbedaan satuan bunyi. Yuan secara harfiah dalam bahasa tionghoa bearti “ Obyek bundar “ atau “ Koin bundar “. Mata uang di nefara Cina yang berwenang utnuk mencetak uang adalah The People’s Bank Of China. Uang yuan memiliki pecahan uang kertas atau banknotenya terdiri dari 1 RMB, 5 RMB, 10 RMB, 20 RMB, 50 RMB, 100 RMB. Sedangkan dalam mata uang yuan kode currency di bank untuk uang cina ini ada CNY, singkatan dari Chinese Yuan.
            Dalam era perkembangan zaman, seiring dengan semakin majunya teknologi dan semakin besarnya ekonomi perdagangan internasional akhir – akhir ini mata uang Negara China memang semakin menarik perhatian duia. Tidak saja bagi para pelaku ekonomi saja melainkan pemimpin politik Negara adidaya itu pun juga mempertanyakan nya. Konon, dalam ceritanya Negara adidaya ini mampu melewati krisis ekonomi global yang baru menerjang dan membuat ketidak keseimbangan dunia ekonomi global adalah mengenai kebijakan nilai tukar mata uang Negara nya. Pemerintahan Negara cina juga dikatakan sebagai pemerintah yang tidak fair dalam menentukan kebijakan mata uangnya karena selalu menjaga  ke mata uang Yuan selalu murah nilainya atau “ Undervalued “.
            Nilai tukar atau kurs mata uang china seauh ini diatok sebesar 6,77 per US Dollar. Dengan kebijkaan tadi, tak heran bila dalam perdagangan internasional Chin selalu menang, terutama dalam segi penawaran. Barang – barang yang tergolongkan murah dalalm timgkat produksi di Negara – Negara lain. Kebijakan mata uang Cina ini dapat dikatakan melengkapi keunggulan biaya produksi yang murah termasuk juga dalam biaya tenaga kerjanya. Waluupun biaya tenaga kerja yang rendah di negara China ini akan berdampak pada tidak adanya upah tenaga kerja yang murah lagi. Hal in dipicu dari tuntutan para tenaga kerja untuk menaikkan kenaikan upah buruh dan aksi pemogokan buruh di negra China akhir – akhir ini. Dengan kebijakan yang dikenal dengan istilah “ kebijakan paket “. Kebijakan ini membuat kebanyakan orang tak heran dengan terjadinya perdagangan Negara China yang mencatat selalu surpus sedangkan negaea Amerika Serikat ( AS ) mencatat terjadi defisit. Kejadian surplus ini akibat dari banyaknya proses ekspor yang dilakukan oleh Negara China dibandingkan proses Impor ( membeli barang ) dari negara lain. Tak heran bila adagan devisa yang ada membuat Negara China memiliki cadangan devisa yang terus menumpuk hingga saat ini mencapai 2,45 trilliun US Dollar dan 70 % nya konon dalam demonasi US Dollar. Proses kejadian ini dikenal dengan proses yang sungguh mengagumkan dikalangan Negara – Negara lain karena cadangan devisa ini termasuk dalam kategori besar. Indonesia saja hanya memiliki 76 milliar US Dollar pada saat yang sama. Fakta yang terjadi, besarnya jumlah cadagan devisa Negara China yang seagian besar ditanamkan dalam surat utang AS ini dapat dikatakan bahwa Negara Chinalah yang membiayai Negara Amerika Serikat ( AS ) ini, sekaligus membuat jadi tergantung pada Negara Amerika Serikat. Suatu saat ini dalam hal perekonomian AS runtuh dan nilai mata uang nya merosot maka tidak dapat diungkiri bahwa Negara China jug akan mengalami kerugian yang luar biasa. Sebaliknya keadaan ini dapat berbanding terbalik ktika Negara Cina tidak mau membeli surat utang AS, maka Amerika Serikat akan kelabakan karena biaya utangnya dalam proses jangka panjang akan meonjak dan harga surat utang utangnya anjlok.
            Keadaan ini membuat sering nya terjadi perseterruan dua Negara adidaya ini. Bukan hanya perseturuan saja, saling ketergantungan dua Negara adidaya ini membuat beberapa pihak mengatakna bahwa Negara ini dikatakan sebagai “ Negara Chicken game “. Negara dengan sebutan ini terjadi karena dua Negara ini tidak mungkin akan saling menyerang karna akan mengalami kehancuran yang sama bila itu terjadi. Hal ini biasanya dilakukan dengan satu Negara akan menggertak dan Negara lain akan berpura – pura mengalah.
            Proses pertumbuhan ekonomi yang dilakukan Negara China membuat akhirnya mata uang Negara China yaitu yuan ditetapkan sebagai mata uang dunia. Penetepan ini disahkan oleh Rapat Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional ( IMF ) di Washington DC, Amerika Serikat ( AS ) tanggan 1 Desember 2015. Penetapan mata uang renminbi sejajar dengan mata uang utama dunia yaitu dollar As, Poundstreling, Euro, dan yen akan efektif berlaku  pada tanggal 1 oktoer 2016 ( berita IMF terbaru ).
            Managing Director IMF Christine Lagarde menyebut masuknya renmini dalam kerangkang SDR menandai milestone penting integrasi ekonomi Cina ke dalam system keuangan global. “ ini juga otoritas bentuk pengakuan atas supaya otoritas Cina selama beberapa tahun terakhir untuk mereformasi system  oneter dan system keuangannya,’ katanya dalam siaran pers IMF. Masuknya renminbi ke dalam dunia SDR akan meneguhkan pegakuan dunia terhadap dominan nya pengaruh perekonomian Cina. Perekonomian Cina yang semakin besar menunjukkan bahwa Negara ini akan menjadi Negara nomor satu pusat perekonomian internasionalnya.
           
Lembaga SDR merupakan asset simpanan internasional yag diciptakan IMF pada tahun 1969, dengan visi dan misi menopang system nilai tukar  tetap “ Bretton Woods “ pasca – Perang Dunia II. Peran SDR sempat meredup setelah system Bretton Woods runtuh pada tahun 1973 yang mengakiatkan banyak Negara bebas bergerak sesuai dinamika pasar.
Peran SDR sempat meredup setelah sistem Bretton Woods runtuh tahun 1973 dan banyak negara membiarkan mata uangnya bergerak bebas sesuai dengan dinamika pasar. Namun, SDR tetap bisa eksis setiap kali terjadi badai krisis keuangan global karena bisa melengkapi simpanan mata uangnya.  Dalam kutipan yang ada CNBC, Ekonomi Senior ANZ Raymond Yeung menilai masuknya renminbi ke dalam SDR akan berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia. Bank sentral yang cendenrung menyimpan cadangan devisanya dalam dollar atau euro isa memiliki alternative simpanan mata uang berupa renminbi. Terutama bagi  Negara banyak Negara berkembang yang punya hubungan dagang sangat erat dengan Cina.
Tahapan masuknya mata uang Negara cina sebagai mata uang ekonomi global akan berefek pada perekonomian tidak dalam jangka pendek. Persoalan ini dikarenakan instrument keuangan dan investasi Cina belum go international.


Posisi Fundamen Rupiah

Posisi Fundamen Rupiah
Negara Indonesia merupakan negara yag sedang berkembang. Hal ini menyebabkan nilai mata uang rupiah akan sangat mengikuti perekonomian internasioal, Selma ini acuan dari mata uang negraa yang sedang berkembang menggunakan mata uang dollar AS. Beberapa taun terakhir ketika perekonomian Indonesia mengalami banyak perubahan, dapat dikatakan perekonomian indoensia kadang semakin membaik dan kadang pula makin lama menurun. Pelemahan perekonomin ini juga berdampak pada nilai mata uang rupiah yag semakin melemah.
Penguatan nilai mata uang rupiah terjadi apabila kondisi fundamental ekonomi kuat, antara lain pertumbuhan ekonomi sehat dan defiisit transaksi berjalan tidak terlalu bengkak.  Pelaku pasar meminta pemerintah. Posisi kurs rupiah yang sedang mengalami perlemahan, sejalan dengan sentiment global hampir dialami seluruh mata uang negara yag sedang berkembang. Untuk itu, pemerintah perlu membutuhkan dan merumuskan kebijakan yang “ prudent “ seagai antisipasi melemahnya nili mata uang rupiah.
Hal ini juga membuat para pelaku pasar penunjang perekonomian meminta pemerintah memperaiki fundamental perekonomian untuk mengembalikan keprecayaan pasar. Semakin lama perekonomian ini menuju yang lebih sehat, tidak ada seorang pun menyangka ahwa kurs rupiah bisa mencapai level Rp 12.900,00 per dolar AS pada awal desember tahun 2014, hingga saat ini terakhir nilai kurs rupiah yaitu Rp 13.778,- er dollar AS pada januari 2016. Dihitung dari awal 2014 hingga Desember 2014, kurs rupiah “hanya” terdepresasi sekitar 1,7%. Depresiasi rupiah sepanjang tahun 2014 memang terkesan kecil lantaran basis kurs rupiah di awal tahun sudah di kisaran Rp 12.010 per dolar AS. Berkembangnya nilai mata uang  rupiah ini membuat pereonomian Indonesia tidak pernah stabil.
Belum hilang dari ingatan kita ketika pemerintah menempuh kebijakan tidak populer dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 18 Nopember 2014 silam, kini giliran pelemahan rupiah yang tajam harus dihadapi masyarakat dan dunia usaha. Pelemahan mata uang memang tidk hanya dialami rupiah saja, tetapi juga hampir seluruh mata uang regional Asia Pasifik. Penyebab dari pelemahan ini adalah penguatan dollar AS menyusul pulihnya perekonomian yang berada di Amerika Serikat yang akal dikikuti oleh normalisasi kebijakan The Fed pada pertengahn tahun 2015. Pelemahan nilai mata uang negara – negara lain ini seiring dengan melemahnya harga minyak dunia. Pelemahan mata uang dunia memang tidak bisa dilepaskan dari kebijakan moneter yang dilakukan
The Federal Reserve AS. Ketika krisis moneter melanda negeri itu pada 2008, dikenal dengan krisis subprime mortgage, pemerintahan George W. Bush waktu itu mengeluarkan kebijakan yang disebut Troubled Asset Relief Program (TARF). Tidak tanggung-tanggung, pemerintah AS menyiapkan dana hingga 700 miliar dolar AS untuk mengambil alih aset-aset yang bermasalah. Dana yang akhirnya dikucurkan tercatat 475 miliar dolar AS. Ternyata dana yang “disuntikkan” melalui perbankan itu tidak semuanya dipakai untuk mengambil alih aset bermasalah di AS. Sebagian melimpah ke pasar modal dan pasar uang di seluruh dunia, termasuk emerging economies. Itulah yang kemudian dikenal sebagai quantitative easing.( antarnews.com)
Sebagai negara berkembang yang atraktif, Indonesia pun menikmati masuknya uang panas (hot money) itu. Pasar modal lokal kebanjiran dana jangka pendek karena mampu memberi imbalan yang tinggi. Beberapa tahun terakhir ini Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu menjadi salah satu pasar modal yang paling menarik di Asia Pasifik. Keadaan ini mengharapkan semua pihakdi tuntut untuk pandai – pandai membaca sutuasi dan kecenderugan yang akan terjadi kedepan. Dengan kecenderungan ini semua negara yang berkembang dapat menganstispasi dengan mengeluarkan kebijakn – kebijakan sesuai keadaan perekonomian yang terjadi.
Melemahnya  nilai mata uang rupiah utamanya berassal dari faktor eksternal, namun bukan berarti perekonomian nasional bakal aman-aman saja. Efek berantai dikhawatirkan akan timbul dan bisa memperlemah ekonomi Indonesia. Salah satu yang membuat posisi Indonesia rawan ialah besarnya nilai utang luar negeri (ULN) swasta dalam bentuk valuta asing yang melampaui ULN pemerintah dan Bank Indonesia (BI).
Upaya BI dan pemerintah melalui kebijakan moneter dan fiskal direspon positif pelaku pasar. Ini tampak dari keseriusan pemerintah untuk memberi perhatian terhadap depresiasi rupiah. Tetapi dengan fundamental ekonomi dan perbaikan ruang fiskal yang berjelanjutan, diharapkan pelemahan rupiah tidak berjalan lama. Sebagai otoritas moneter, BI telah membeli surat berharga negara (SBN) senilai Rp1,7 triliun untuk meredam gejolak rupiah di pasar keuangan. Selain itu, bank sentral juga menambah intensitas intervensi di pasar valuta asing secara terukur. Dengan dua jurus penyelamat tadi, BI berharap pelemahan rupiah cepat ditangkal dan berbalik ke posisi fundamentalnya. Namun, langkah baik  menjaga rupiah ke depan  dengan penguatan fundamental ekonomi, yaitu dengan cara menggenjor ekspor manufaktur (nonmigas) dan mengembangkan industri nasional.
Pelemahan nilai tukar rupiah jangan hanya dilihat sebagai masalah, tetapi juga kesempatan. Ini merupakan kesempatan untuk melakukan substitusi impor dan sekaligus mendorong ekspor nonmigas. Pelemahan nilai tukar rupiah membuat produk nasional seharusnya menjadi lebih kompetitif di pasar global.


Inflasi Daerah Relatif Tinggi

Inflasi Daerah Relatif Tinggi
                Indonesia adalah negara berkembang dan negara yang terkenal memiliki banyak kepulauan dan sumber daya alam yang sungguh melimpah. Jakarta adalah ibu kota dari Indonesia. Negara yang terkenal dengan kepulauan ini memeliki dampak positif dan negative. Dampak dari positif negara indonesia adalah negara dengan kepualaun memiliki jalur perdagangan yang sangat bagus, dumber daya alam yang melimpah dan masih banyak lagi. Dampak negative dari negara kepualaun adalah masih berkembangnya negara Indonesia sehingga masih lemahnya pengawasan dan kepedulian  negara terhadap pulau – pulau timur yang jauh dari kota metropolitan dan pengawan pemerintaha pusat. Seperti yang terjadi dalam  pulau – pulau yang berada di timur negara Indonesia. Pengawasan yang kurang membuat lambatnya jalan perekonomian disana sehingga seringnya terdapat inflansi didaerah. Padahal sumber daya alam yang melimpah itu berasal dari kepulauan – kepulaun di timur Indonesia.
            Dampak dari seringnya terjadi inflansi daerah,  secara umum dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

            Dengan adanya fenomena ini pemerintah harus menindak lanjuti apa saja penyebab dari terdapatnya inflansi di daerah timur tersebut, bagaimana cara menganggulanginya. Proses kenaikan inflansi secara terus – menerus yang terjadi di daerah timur dapat berefek jangka panjang pada kestabilan ekonomi dan membuat inflansi meningkat. Dengan progam pengawasan harga dan peningkatan pendapat dapat membuat laju pertumbuha ekonomi didaerah timur meningkat. Peningkatan faktor – faktor non moneter seperti, peningkatan kualitas pendidikan dan banyak sosialisasi prtumbuhan teknologi yang ada seperti internet lebih ditingkatkan. Dengan adanya pergerakan antara kebijakan moneter dan non moneter berjalan secara seimbang maka kejadian fenomena ekonomi “ peningkatan angka inflansi “ tidak akan terjadi lagi. Dalam efek jangka panjang darah timur akan merasakan kesejahteraan masyarakat yang sma dengan masyarakat yang berada di kota dekat dnegan proses jalannya pemerintahan. 

Pena untuk Pemerintah

Pena untuk Pemerintah
                Kata inflansi merupakan kata yang tidak asing untuk didengar soleh masyrakat. Inflansi saat ini tidak hanya melanda ngara berkembang seperti negara Indonesia saja, hampir semua negara sedang mengalami kejadian gelombang pasang inflansi. Di dunia, sepertiga negara-negara berkembang rata-rata sudah pernah mengalami tingkat inflasi yang berada pada posisi dua digit, bahkan dibeberapa negara sudah mengalami hiperinflasi. Fenomena yang demikian ini diakibatkan ulah lonjakan harga minyak maupun komiditas lainnya dan tak lepas juga komoditas pangan. Kondisi demikian juga diakibatkan munculnya kenaikan harga pada tiap komoditas yang menyebabkan tingkat permintaan dan penawaran tidak stabil sebagimana mestinya.  Pengertian dari inflasi disetia negara adalah suatu keadaan di mana harga barang-barang secara umum mengalami kenaikan dan berlangsung dalam waktu yang lama terus-menerus. Harga barang yang ada mengalami kenaikan nilai dari waktu-waktu sebelumnya dan berlaku di mana-mana dan dalam rentang waktu yang cukup lama. Faktor – faktor secara garis besar yang menyebabkan munculnya inflansi adalah seperti kenaikan harga,bersifat umum, berlangsung secara terus – menerus.
            Fenomena berhasilnya negara indonesia mengurangi tingkat kenaikan laju inflansi ditahun 2015 seperti yang dikutip dalam berita diatas “Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi sepanjang 2015 (year on year/YoY) mencapai 3,35% dan menjadi yang terendah sejak 2010” telah membuktikan bahwa kebijakan – kebijakan pemerintah mengalami kemajuan dan keberhasilan. Keberhasilan ini dapat dikategorikan sebagai kejadian dimana permintaan dan penawaran terjadi secara seimbang, yang mengacu pada tingkat suku bunga nantinya dan dapat membuat laju pertumbuhan ekonomi semnakin meningkat. Dimulai dari harga – harga komoitas yang stabil, seimbangnya antara jumlah uang yang beredar dan masyarakat untuk berinvestasi dan konsumsi masyarakat yang wajar,sebanding dengan permintaan nya.

            Fenomena kejadian ini dapat menjadi acuan untuk tahun 2016 yang nantinya proses pertumbuhan ekonomi dapat mengalami kenaikan dan tanpa adanya kenaikan inflansi. Pemerintah sebaiknya lebih meningkatkan progam pengawasan harga. Dengan adanya progam ini, kebijakan pemerintah untuk menentukan harga maksimum suatu barang dapat megontrol laju pertumbuhan harga yang kadang dimainkan oleh pihak – pihak tertentu untuk mengambil keuntungan.  Dampak dari inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga,ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Kamis, 09 Juni 2016

BI Rate terhadap BI – 7 Day Rate Repo



BI Rate terhadap BI – 7 Day Rate Repo   
Setiap negara pasti memiliki sebuah bank Sentral . Bank Sentral ini banyak mengatur tentang kebijakan – kebijakan tentang keuangan negara. Instrumen – instrumen keuangan yang akan dikeluarkan oleh Bank Sentral akan disesuaikan dengan bank – bank Komersial yang ada. Kebijakan bank sentral akan sesuai dengan kebijakan pemerintahan. Kebijakan – kebijakan moneter yang akan dikeluarkan oleh Bank sentral akan disesuaikan dengan perekonomian negara yang terjadi. Saya akan memulai dengan membahas Bank Sentral di  negara Indonesia, yang dikenal  dengan Bank Indonesia (BI). Mata uang negara Indonesia dikenal dengan nama rupiah. Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah adalah tujuan Bank Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia.Dalam kapasitasnya sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia mempunyai tujuan utama tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan niai rupiah. Dalam hal ini, kestabilan nilai rupiah mengandung dua spek, yang dikenal dengan asepek pertama kestabilan nilai mata uang rupiah terhadap barang dan  jasa, dan aspek kedua menjaga kestabilan terhadap mata uang negara lain.
            Sebagai Bank sentral, Bank Indonesia merupakan satu – satunya lembaga yang memiliki kewenangan untuk mngeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah, bukan hanya mengerdarkan Bank Indonesia dapat menarik dan memusnahkan uang dari peredaran.  Terkait dengan peran Bank Indonesia dalam mengeluarkan dan mengedarkan uang terdapat tugas lain dari Bank Indonesia, yaitu memenuhi kebutuhan uang kartal di masyarakat baik dalam bentuk nominal yang cukup, dalam jenis pecahan yang sesuai oleh waktu beredar dan kondisi keadaan uang kartal yang layak edar ( clean money policy ). Untuk mewujudkan clean  money policy tersebut, pengelolaan  pengedaran  uang yang dilakukan oleh  Bank Indonesia dimulai dengan pengeluaran uang, pengedaran uang, pencabutan dan penarikan yang sampai dengan pemusnahan uang. 
Bank Indonesia berperan dalam mengatur jumlah uang yang beredar dimasyarakat sekaligus dalam hal konsumtif  masyarakat terhadap barang yang dikonsumsi. Peredaran Rupiah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia selanjutnya akan di distribusikan atau diedarkan  diseluruh wilayah Kantor Bank Indonesia. Pendistribusian rupiah terhadap kantor Bank Indonesia dilakukan sesuai dengan kebutuhan.  Kebutuhan ini dihitung dari nilai jumlah persediaan, penukaran dan pengggantian uang, dan keperluan  pembayaran sesuai dengan tempo waktu tertentu. Pendistibusian rupiah dilakukan melalui sarana angkutan darat, laut, maupun udara.  Penjaminan jalur distribusi uang senantiasa dilakukan baik dalam  pengawalan yang sempurna oleh aparat yang bertanggung jawab.
Dalam hal pendistribusin, pengeluaran uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia  terlebih dahulu dilakukan proses perencanaan dengan tujuan agar uang yang akan dikeluarkan memiliki kualitas sempurna dan baik sehingga kepercayaan masyarakat akan tetap terjaga. Sebagai Bank sentral,  Bank Indonesia  yang dikenal sebagai otoritas moneter dan merupakan lembaga yang juga mengatur dan menjaga kelancaran SPN. Kelancaran SPN dibuat dengan menberlakukan  dan pembuatan kebijakan – kebijakan tentang SPN.
Beberapa fungsi dan peranan Bank Indonesia, peraturan baru yang dikeluarkan  Bank Indonesia dalam pengelolaan suku bunga bank yang digunakan. Suku bunga acuan yang dikenal dengan BI rate kini menjadi BI 7 – Day Rate Repo. Adapun pengertian dari  Repo rate adalah tingkat di mana bank sentral suatu negara (Reserve Bank of India dalam kasus India) meminjamkan uang kepada bank-bank komersial dalam hal apapun kekurangan dana. repo rate digunakan oleh otoritas moneter untuk mengendalikan inflasi.  
Dalam perekonomian, masalah inflansi yang terjadi merupakan  tugas Bank Sentral untuk mencari solusi.  Solusi yang digunakan salah satunya, dengan  meningkatkan tingkat repo karena ini bertindak sebagai disinsentif bagi bank untuk meminjam dari bank sentral. Hal ini pada akhirnya akan mengurangi jumlah uang beredar dalam perekonomian dan dengan demikian membantu dalam menangkap inflasi. Bukan hanya inflansi keseimbangan likuidutas akan terwujud.
Fenomena dalam perkonomian terbaru datang dari Bank Sentral. Sebagai perbandingan, pemotongan BI rate sejak awal tahun ini lebih dari 300 bps penurunan tingkat antar bank 7 hari dari 8,7% pada akhir 2015 menjadi sekitar 5,5% saat ini. Setelah front-loading 75 bps suku bunga BI rate di kuartal I-2016, dia memperkirakan bank sentral kemungkinan akan tetap pada pelonggaran bisa dalam beberapa bulan mendatang tetapi kemungkinan untuk tetap ditahan selama masa transisi. Sebagai informasi Bank Indonesia akan memberlakukan BI-7 Day Repo Rate sebagai acuan suku bunga mulai 19 Agustus. .Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transmisi kebijakan moneter ke suku bunga pasar uang. Dengan fokus pada mendorong pertumbuhan kredit di dalam negeri, BI mungkin melihat ini memiliki efek sinyal yang lebih besar pada suku bunga kredit.
            Setelah sekian lama acuan suku bunga yang digunakan Bank Indonesia menggunakan BI – rate kini Bank Indonesia memulai mengunakan acuan baru yang dikenal dengan BI 7 – day Repo Rate. Senin, 25 april Bank Indonesia baru saya mengumukan perubahan bunga acuan  menjadi BI 7 –  Day Rate  Repo. Acuan baru itu akan berlaku efektif oleh Bank Indoensia pada tanggal 19 Agustus 2016. Dengan demikian sampai dengan sebelum tanggal 19 Agustus 2016, suku bunga kebijakan moneter yang digunakan Bank Indonesia masih menggunakan BI rate. Dalam periode yang sama, BI akan mulai mengumumkan BI 7 – day Repo Rate sebagai bagian dari suku bunga operasi moneter atau term structure. Namun begitu, bank sentral menegaskan tidak menghapus suku bunga kebijakan. Adapun yang dilakukan BI adalah memperkenalkan suku bunga kebijakan baru yang menggantikan BI Rate.
            Perbedaan penggunaaan BI Rate dan BI 7 – day Repo Rate berada pada waktu tenor dan posisi suku bunga, BI Rate saat ini berada pada posisi 6,75 persen. Ini setara dengan suku bunga 12 bulan dalam struktur suku bunga operasi moneter. Adapun BI 7-day Repo Rate saat ini berada pada level 5,5 persen yang setara dengan suku bunga operasi moneter 7 hari. Dengan ini dapat diketahui bahwa dalam struktur tenor operasi moneter, suku bunga kebijakan akan bergeser. Sebelumnya, tenor operasi moneter adalah satu tahun atau 360 hari, namun tenor menjadi lebih pendek, yakni 7 hari.
                Reformasi kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dari BI rate menjadi BI 7 day Reserve Repo Rate diharapkan membuat suku bunga acuan dan suku bunga kredit maupun deposito dapat lebih sinkron. Kebijakan ini ditempuh, lantaran BI rate dinilai kurang responsif dalam mempengaruhi suku bunga jangka pendek di pasar uang, dilihat BI ratenya kemana, OJK ratenya (suku bunga jangka pendek) dan depositnya kemana. Semuanya pada mencar-mencar, jadi dengan adanya kebijakan baru ini diharapkan itu semua bisa lebih sinkron.
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, menjelaskan  “ kebijakan  BI 7 – Day Rate Repo merupakan bunga transaksi pembelian  bersyarat surat utang negara (SUN)   oleh Bank kepada BI dengan jangka waktu yang pembelian lebih singkat dengan waktu  7 hari dengan kewajiban penjualan kembali.
Sebelum menggunakan BI 7 – Day Rate Repo , Bank Indonesia menggunakan pedoman pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang bertenor selama 12 bulan sebagai acuan BI rate. Saat ini, posisi BI rate masih berada pada level 6,75 persen, sementara posisi BI – 7 Day Rate Repo berada di level 5,50 persen atau setara dengan suku bunga operasi moneter selama 7 hari. Posisi BI – 7 Day Rate Repo lebih kecil dibandingkan BI Rate.
            Penggunaan BI – 7 Day Rate Repo pada Bank Indonesia tidak akan menghapus suku bunga dalam kebijakan guna pelonggaran dalam moneter “ bayangan “. Dalam hal ini, masing masing tenor tigkat suku bunga BI ( rate ) dan  kebijakan BI 7 – Day Rate Repo akan berbeda. Kini sebelum kebijakan BI 7 – Day Rate Repo digunakan, Bank Indonesia masih menggunakan BI Rate sebagai acuan suku bunga. 
            Kebijakan BI 7 – Day Rate Repo sebagai acuan terbaru oleh Bank Indonesia didasari oleh bahwa BI 7 – Day Rate Repo lebih mencerminkan kondisi  keadaan pasar dan diberlakukan instrument keijakan ini adalah untuk dapat memperkecil tigkat  jarak antara suku bunga acuan BI , terhadap  tingkat suku bunga perbankan sehingga dapat mmeperbaiki efektivitas kebijakan  moneter , sedangkan BI Rate dinilai tidak mencerminkan bunga rill karena terbukti transmisinya ke suku bunga perbankan hampir tidak terlihat.  Penggunanan BI 7 – Day Rate Repo sebagai acuan suku bunga Bank Indonesia bukaknlah menjadi Bank pertama di dunia yang menggunakan, terdapat beberapa negara sudah  menerapkannya. Negara – negara tersebut adalah Malaysia (2004), Thailand (2006), Selandia Baru (2006), Korea Selatan (2008), dan Filipina (2015).  Penerapan kebijakan ini, akan sangat bergantung pada seberapa besar penyerapan transmisi ini diterapkan.
Penerapan kebijakan di India mengalami perlambatan  karena,  mekanisme transmisi yang berada saat penentuan suku bunga acuan bank snetral sampai diterjemahkan menjadi suku  bunga kredit memakan waktu 32 bulan. Sedangkan, untuk diterjemahkan menjadi tingkat suku bunga deposito memakan waktu 23 bulan. Salah satu penyebab lambatnya mekanisme transmisi ini adalah besarnya sektor keuangan informal. Tim Callen dan Jonathan Ostry, peneliti Dana Moneter Internasional (IMF), memaparkan dalam buku mereka Japan's Lost Decade: Policies for Economic Revival “, empat hal penting yang bisa membantu kebijakan ini untuk berhasil. Pertama, kesehatan sektor perbankan dan keuangan. Kedua, kesehatan sektor korporasi. Ketiga, efektivitas kebijakan fiskal. Keempat, efektivitas kebijakan moneter dan kebijakan nilai tukar.
Posisi BI 7 – Day Rate Repo yang berada pada 5,5 persen dinilai lebih mencerminkan keadaan pasar dan mendorong penurunan suku bunga bank lebih cepat. Keadaan ini akan membuat arah suku bunga bank dapat  searah dengan BI 7 – Day Rate Repo, yang dapat menimbulkan gairah sektrot rill.  Keadaan  ini ditinjau dari arah suku bunga bank BI selalu mengarah kebawah.
            Ketika sector rill dapat  bergairah mengalami peningkatan, membuat pemintaan kredit akan melonjak di periode – periode selanjutnya, membuat kinerja bank akan semakin membaik. Efek jangka panjang pertumbuhan ekonomi akan mengalami peningkatan. Penggunanan BI 7 – Day Rate Repo sebagai pengganti instrument suku  bunga acuan, diyakini bisa membuat efektif dan efisiensinya transmisi kebijakan moneter tehadap suku bunga perbankan. Dalam dunia perbankan selama ini yang terjadi, disparitas suku bunga antara special bunga deposit, pasar uang antar bank – bank (PUAB) dan lending facility tepaut terlalu besar. Hal ini disebabkan karena belum maksimalnya  pedalaman keadaan pasar.
            Perubahan kebijakan Bank Indonesia terhadap suku bunga acuan, diramalkan dapat meningkatkan pertumbuhan kredit perbankan. Pemakaian suku  unga acuan yang  memiliki tenor hanya 7 hari ini, dapat membuat suku bunga lebih rendah, turunnya suku bunga dapat menarik di dunia perbankan dan dapat menmepatkan dana di pasar uang antar bank dikemudian. Pembuatan  Kebijakan Bank Indonesia terbaru ini, sesuai dan sejalan dengan keinginan pemerintah dan regulator moneter untuk menekankan bunga perbankan sehingga meningkatkan laju kredit pada perbankan, peningkatan ini berdampak pada pertumbuhan kredit yang semakin meningkat dan diikuti oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi. Dengan penggunaan  kebijakan BI 7 – Day Rate Repo membuat suku bunga.
            Pengaruh kebijakan  7 – Day Rate Repo oleh Bank Indonesia dinilai dapat langsung mempengaruhi tingkat bunga karna tenor yang semakin singkat dan lebih memahami kondisi kenyataan keadaan pasar. Perubahan suku bunga cauan ini juga didasari transaksi dipasar.  Pengaruh langsung yang dibuat Bank Indonesia terhadapat perubahan suku bunga acuan ini ke tingkat bunga pasar khususnya karena perubahan policy rate ini dilihat dari transaksi pada pasar  yang dikenal dengan  transaski reserve  repo rate. Pelakasaan transaksi ini sebagai bentuk pelaksanaan operasi moneter yang lebih terasa untuk pasar keuangan Indonesia dan diharapakan dapat lebih konkret.  Direktur Keuangan & Treasury PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Pahala N Mansury mengatakan, “ perubahan kebijakan acuan suku bunga akan didasari transaksi di pasar, kondisi saat ini sebetulnya sudah dapat dikatakan bahwa transaksi telah  berjalan pelan –dan telah membaik, keadaan  inflansi menurun”, ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (21/4/2016).
            Sambil menunggu hingga bulan Agustus penggunanan acuan BI rate yang masih digunakan akan tetap bergantung pada angka inflansi serta defisit transaksi berjalan. Proses ini akan membuat ruang bagi BI untuk penurunan kembali suku bunga acuan ketika kondisi defisit transaksi berjalan semakin baik dan inflansi mengalami penurunan.
            Perubahan suku bunga BI mengalami banyak dampak yang sangat diharapkan oleh perbankan maupun peningkatan perekonomian  di Indonesia.  PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyatakan, beralihnya suku bunga acuan (BI rate) menjadi BI – 7 Day Rate Repo akan membuat bunga perbankan lebih kompetitif. Ketika tingkat bunga lebih rendah, suku bunga kredit yang ditetapkan perbankan akan mengalami keadaan lebih kompetitif. Suku bunga yang lebih kompertitif akan berhasil didukung dengan peran masing – masing bank di negara Indonesia dalam  penekanan biaya dana pendanaan perbankan, tanpa  mengorbankan margin bunga yang besar.  Industri perbankan masih dihadapi tantangan memperbaiki kinerja operasional. BOPO bank di Indonesia masih tinggi seiring NIM yang lebih tinggi dari negara-negara Asia Tenggara lainnya.
            Bila perhitungan BI rate berbasis tenor 12 bulan, sementara 7 day reverse repo akan menggunakan tenor tujuh hari. Lanjut dia dengan diberlakukannya BI-7 day Repo Rate pada 19 Agustus 2016, maka nantinya suku bunga lain tidak akan diperlukan seperti suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau LPS Rate?.
Sementara ini, bukan hanya suku bunga yang kompetitif  perubahan acuan  suku bunga BI 7-Day Repo Rate akan berpengaruh dalam  yield obligasi korporasi. Karena, tingkat bunganya akan dibandingkan dengan perbankan khususnya emiten yang menerbitkan sebagai alternatif pendanaan. Penekanan suku bunga yang lebih rendah akan berdampak pada suku bunga obligasi korporasi. Seperti yang diketahui, bahwa tenor obligasi koporasi sama dengan  banchmarking instrumen obligasi pemerintah.
Kebijakan Bank Indonesia selain berdampak pada suku bunga, BI 7-days Reverse Repo Rate diyakini akan mengurangi ketergantungan perbankan kepada dana deposito. Perbankan yang selama ini kerap berlomba menarik dana dengan suku bunga tinggi, aka mengalami penurunan. Menurut Head of Finance & Treasury PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Pahala N Mansury  "Reverse Repo sebagai bentuk daripada pendanaan bank yang dimilik bank, akan sering lebih aktif dan sering dilakukan. Maka bank-bank tidak perlu lagi tergantung deposito masyarakat." ujarnya di Gedung BEI, Kamis (21/4/2016).
Penurunan tingkat bunga kredit pada perbankan juga akan mempengarui tingkat bunga deposito. Keadaan ini akan perlahan – lahan merupakan salah sat upaya dalam penurunan tingkat suku bunga.  Penggunanaan suku bunga acuan yang terbaru Bank Indonesia (BI) akan memastikan suku bunga BI 7-days Repo rate akan diumumkan setiap satu bulan sekali, seperti suku b ungan acuan BI yang lama yaitu BI rate. Dengan masa tenor yang berbeda. Perubahan kebijakan pergantian suku bunga BI diyakini tidak akan mengubah arah kebijakan moneter yang ditetapkan Bank Indonesia masa sebelumnya. sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia dengan adanya perubahan suku bunga acuan ini maka suku bunga perbankan akan cepat mengalami penurunan.
Direktur Eksekutif Depertemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung berpendapat  "Penguatan operasi moneter ini akan memperkuat transmisi. Jadi BI kan kemarin sudah turunkan tiga kali BI rate 0,75%, GWM turun 150 basis point (bps). Dengan penguatan transmisi ini akan berdampak pada percepatan penurunan suku bunga deposit dan landing rate," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/4/2016).

Perubahan suku bung acuan ini akan berdampak pada menambahnya pasokan instrumen  keuangan oleh Bank Indonesia (BI). Yang selanjutnya akan berdampak pada stok Surat Utang Negara (SUN) secara gradual akan terus ditambah, kejadian ini jangka panjang akan terjadi   fully.  Bukan hanya SUN penggunanan Surat berharga Negara (SBN) pemerintah akan dijadikan landasan dama operasi moneter.
Perpindahan suku bunga acuan Bank indonesia menjadi BI 7-days Re‎verse Rate akan menimbulkan sedikit goncangan BI Rate. BI Rate akan mengalami penurunan sesuai dengan ramalan perkiraaan perhitungan BI yaitu sebesar 25 basis point. PenurunanBI Rate akan terjadi hingga penetapan BI 7-days Re‎verse Rate.






Keterpengaruh Investasi Reksadana terhadap sikuls bisnis yang semakin berkembang



Keterpengaruh Investasi Reksadana terhadap sikuls bisnis yang semakin berkembang
            Negara Indonesia merupakan negara berkembang, proses pertumbuhan ekonomi yang selalu diinginkan oleh pemerintah mengalami kenaikan setiap harinya. Terjadinya berbagai fenomena ekonomi, dapat mengidestivikasi bagaimana pertumbuhan ekonomi yang terjadi di negara Indonesia saat ini. Salah satu cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini, dengan memperbanyak investasi didalam negeri maupun luar negeri. semakin banyak investasi yang masuk maka pembangunan infrastruktur akan semakin meningkat dan dalam jangka panjang akan terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya di Indonesia negara – negara lain di dunia akan melakukan segala cara untuk meningkatkan laju perrtumbuhan. Di dunia ini hanya terdapat 2 negara sebagai patokan laju ekonomi seperti Amerika serikat dan Republik Rakyat Cina  yang dikenal dengan RRI. Kedua negara ini merupakan negara yang denga laju pertumbuhan yang amat maju dan akan selalu mengalami peningkatan. Negara ini terkenal dengan negara adidaya.
            Sebuah ekonomi di negara – negara merupakan proses awal sebuah bisnis yang sangat dinamis dan teratur. Pada saat satu  periode, laju bisnis mungkin akan bergerak kearah kenaikan dan di periode lain akan mengalami hal yang berbeda dari sebelumnya. proses kenaikan dan penurunan inilah yang menjadikan pergerakan ekonomi atau bisnis merupakan sebuah nama menjadi siklus. Selayaknya sebuah siklus, sudah tentu ada terdapat titik yang diatas ada pula titik yang berada di bawah. Dengan kata lain, didalam siklus ekonomi terdapat sikuls bisnis yang bergerak naik dan pasti ada pula yang bergerak turun. Dalam sikuls bisnis, tidak aka terjadi situasi dimana semua sector bisnis berada diatas atau dibawah secara bersamaan. Kejadian ini akan selalu mengalami perbedaan dan dan menimbulkan dampak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Apapun yang terjadi dalam pergerakan siklus bisnis pasti seorang investor menginginkan agar investasinya berada pada sector yang turu bergerak naik ketika sikuls bisnis sedag memuncak ( ekspansi ). Atau ketika siklus bisnis berada dalam keadaan menurun ( resesi ), paling tidak seorang investor berinvestasi pada sector industry yang paling defensive.
            Seiring dengan perkembangan zaman dan berlalunya waktum perkembangan bisnis menjadi berbeda dari kehidupan dan jalannya bisnis seperti biasanya. Seiring dengan berjalan nya sebuah waktu, timbul banyak faktor – faktor lain yang juga memainkan peran penting dalam sikuls bisnis. Perkembangan ini pasti akan mengalami dampak positif maupun negative dalam perjalanannya. Dalam hal perubahan sikuls bisnis mau tidak mau semua pembisnis wajib mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Dalam hal bisnis, perusahaan adalah hal yang paling menonjol. Sebuah perusahaan harus dapat memperhatikan bagaimana untuk dapat bertahan di pasaran, mecinptakan peluang bisnis terbaru, dan bertahan dalam berbagai macam saingan maupun masalah yang timbul daam bisnis. Seorang pembisnis harus mempunyai jiwa berani dan membuat suatu terbosan baru. Untuk menangkap pasar, bisnis harus melalui progam dan kebijakan yang membantu untuk mendapatkan popularitas yang ketat. Dengan diperkenalkannya bisnis di pasar, epenting untuk dapat mengimplementasikan perencanaan yang tepat dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan tepat demi pertumbuhan dan perkembangannya.
            Siklus Bisnis akan selalu menjelaskan bagaimana sebuah jalan maupun perkembangan bisnis yang ada. Bisnis menetapkan sendiri pedoman dan proses yang diranvang untuk dapat berfungsi secara efisien. Namun, dalam hal ini secara umum bisnis apapun akan dipengaruhi oleh berbagai faktor sepeeti permintaan dan penawaran, kepercayaan konsumen,dll.
            Faktor – faktor tersebut mempengaruhi keadaan bisnis sehingga mengalami kenaikan dan penurunan berkala. Pada dasarnya ada empat fase yang berbeda dalam sikuls hidup dari bisnis apapun, yaitu pertumbuhan, puncak, resesi dan penurunan.  
Pada fase pertumbuhan, banyak kebijakan harus dibingkai dalam fase awal ini. Sisebut sebagai fase ekspansi karena bisnis sedang berusaha untuk memiliki tempat di pasar. Pemilik usaha berusaha membangun identitas merek mereka dan menghasilkan loyalitas pelanggan.
Tahap ini ditandai kenaikan permintaan konsumen dan kebutuhan akibat input yang meningkat dalam produksi, manufaktur, dan operasi umum.
Pada fase kedua  timbul yang dinamakan puncak. Bisnis memasuki tiitk kematangan dan kemapanan di pasa. Basis pelayanan untuk pelanggan, investor, dan jaringan bisis pentingharus diatur pada saat ini.  Beberapa hal yang muncul dalam tahapan ini antara lain: permintaan yang tinggi, pasokan yang tinggi, pendapatan yang tinggi, pangsa pasar yang tinggi, kurangnya iklan, dan citra merek yang kuat.

Pada fase ketiga disebut dengan resesi, dimana dala masa ini keadaan dimana penjualan pasar mengalami penurunan bisnis. Bisa ada banyak faktor yang bertanggung jawab untuk degradasi bisnis. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah dalam pesaing baru yang kuat, masalah ketenagakerjaan yang masih belum menguntungkan. Pada tahapan ini perusahaan harus berjuang untuk menjaga pasar. Beberapa hal yang akan terlewati dalam tahap ini adalah: penurunan permintaan, kerugian dalam penjualan, penghasilan yang menurun, hilangnya pangsa pasar, dan kompetisi yang kuat.
            Bagian terakhir disebut dengan penurunan, saat bisnis mencapai tiitk terendah dalam hal pangsa penjualan. Harga dan keuntungan mulai jatuh, penjualan berkurang serta terjadi keadaan permintaan konsumen dan tingakt kepercayaan tetap rendah tanpa adanya perubahan kepuasaan Persaingan tinggi di pasar menyebabkan kejatuhan bisnis. Fitur yang ada pada umumnya adalah: pendapatan terendah, hilangnya kepercayaan pelanggan, pengangguran yang tinggi, pemotongan biaya dan pengurangan, dan kejatuhan di pasar.
            Keemapat tahapan sikuls bisnis tersebut, dapat dialami oleh setiap bisnis tanpa terkecualian meski dalam urutan yang sama. Kadang – kadang bisnis berkembang dan memperoleh keuntungan maksimal sementara pada ada pula bisnis menghadapi krisis besar . keadaan diatas mengajarkan kita harus memiliki sikap dan perspektif positif dari pengusaha yang membuat setiap bisnis akan melalui pasang surut, namun selalu bertujuan untuk sebuah puncak kesuksesan.
Setelah membicarakan bagaiman perkembangan sikuls bisnis.  Sikuls bisnis dengan pengaruh terhadap investasi portofolio ini memunculkan sebuah investasi terbaru yang dinamakan Reksa Danareksa Mawar Rotasi Sektor Stratergis  ( MARSS ).  MARSS adalah  Reksa Dana saham yang portofolionya difokuskan pada saham sektor-sektor unggulan dalam IHSG. Pengambilan keputusan investasi didukung oleh Danareksa Research Institute, sebuah lembaga riset ekonomi independen yang terkemuka di Indonesia. Dengan dukungan data dan riset yang sangat kuat, pemilihan sektor industri dapat dilakukan dengan tepat untuk memberikan imbal hasil investasi yang optimal. Rotasi sektor unggulan dilakukan oleh Manajer Investasi secara berkala dan bersifat antisipatif terhadap perubahan kondisi ekonomi global, regional maupun domestic. MARSS merupakan sebuah pasar saham dan obligasi yang dikelola oleh  PT Danareksa Investment Management (DIM).  Untuk bulan februari nilai investasi mencatat angka 10-17,5% mengikuti kebijakan makro. Diungkapkan Damhuri Nasution, Senior Economist Danareksa Research Institute bahwa instrumen investasi tahun ini sektor konsumsi menjadi kontributor 2/3 dari PDB setiap tahun. Artinya, strategi investasi fokus pada emiten terkait sektor konsumsi nasional yang diperkirakan akan terus meningkat seiring peningkatan segmen kelas menengah maupun angkatan kerja usia produktif.
Perkembangan Investasi yang dikenal sebagai reksa dana ini mengalami kenaikan maupun penurunan. Dalam investasi reksa dana, pastinya akan terjadi yang namanya sebuah resiko. Resiko ini akan menimbulkan masalah fenomenan ekonomi berkurangnya nilai pokok investor. Maka dari masyarakat akan muncul berbagai pertayaan, bagaimana sebaliknya investor beraksi atau keluar dari timbulnya resiko ? apakah sebaliknya dihindari atau dihadapi ?pertayaan – pertayaan ini akan sulit dijawab, jika kita tidak mengerti bagaimana proses reksa dana dan proses investasi yang benar dan tersusun. Sebaiknya kita mulai dari pertayaan tentang menghindari resiko. Apakah memungkinkan bagi investor untuk menghindari resiko ? jawabannya bisa. Sesuai dengan teori dan prosedur tetang investasi cara untuk menghidari resiko secara sempurna adalah dengan tidak berinvestasi. Namun keadaan ini tdapat mengurangi pertumbuhan ekonomi dan dampak – dampak lainya sampai jarak janka panjang. Tidak berinvestasi, berarti juga kehilangan kesempatan kenaikan jangka panjang yang berpotensi dihasilkan oleh reksadana. Cara lain untuk menghindari risiko adalah dengan melakukan market timing. Dalam bahasa sederhana market timing adalah melakukan investasi ketika harga sudah mencapai titik terendah dan menjualnya ketika harga sudah mencapai titik tertinggi.
            Permasalahan  market timing sangatlah sulit untuk dilakukan, berbagai cara telah dicoba. Anda dapat melakukan analisis dengan sangat mendalam mulai dari analisa fundamental, teknikal, ekonomi nasional, ekonomi global hingga perkembangan politik namun tetap tidak bisa mengetahui kapan waktu jual beli yang tepat secara konsisten. Bahkan dala keadaan dukungan sebuah data yang lengkap, alat analisa yang canggih serta SDM berkualitas yang kerjanya hanya memantau saham setiap hari sekalipun, yang namanya market timing juga bukan perkara mudah bagi para Manajer Investasi. Percobaan  menghindari dengan melakukan market timing dan belum tentu berhasil juga, maka opsi lain bagi investor yang dituntut untuk mendapatkan otensi keuntungan jangka panjang dari investasi adalah dengan menghadapinya. Dalam hal ini timbul pertayaan bagaiman acara  menghadapi risiko?  Jawaban ini akan menjelaskan apa makna dari munculnya koperas,  dll. Dalam  Menghadapi risiko adalah bagaimana bisa tetap bersikap tenang menghadapi penurunan pasar dan bahkan memiliki dana untuk menambah investasi ketika harganya sedang turun. Jadi dalam prosesnya investor pasti akan mengalami penurunan pada nilai investasi juga. Setelah terjadi fenomena ekonomi, ketika keadaan pasar domestic dalam keadaan semakin menurun tidak semua investor merasa sedih. dalam jumlah besar justru senang karena berkesempatan untuk berinvestasi di harga rendah. Jadi kuncinya adalah tetap memiliki kas.
Kondisi seperti ini  berlaku untuk investor yang baru maupun berinvestasi  dan untuk investor yang sudah berinvestasi sekalipun. Bagaimanapun caranya harus selalu memiliki cadangan kas yang cukup atau dalam perencanaan keuangan. Cadangan kas disebut dengan dana darurat. Dana darurat  ini dana yangs sering diebut sebagai dana yang memiliki banyak makna dan kegunaan.   Besaran dana darurat ini sangat relatif, bisa berkisar antara 3 bulan hingga 12 bulan pengeluaran tergantung kondisi masing-masing investor. Semakin tua usia, semakin banyak tanggungan keluarga maka sebaiknya dana darurat juga semakin besar.
Dalam kondisi sekarang, ketika melemahnya pertumbuhan ekonomi, membuat investasi dala hal reksa dana turun cukup dalam,  fenomena ekonomi yang terjadi  bahwa sebagian dari dana darurat ini dapat digunakan untuk membeli di harga murah. Selain itu, dengan tetap memegang kas, investor diharapkan dapat berpikir tenang dan mengambil keputusan secara rasional. Cara kedua dalam menghadapi risiko adalah menyusun portofolio yang terdiversifikasi. Atau dalam bahasa sederhana, jangan hanya berinvestasi pada satu reksa dana saja. Tapi berinvestasilah pada beberapa jenis reksa dana sesuai profil risiko. Apabila profil risikonya konservatif, investor bisa berinvestasi sebagian besar dananya pada jenis reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, baru bagian lainnya bisa dibagi pada reksa dana campuran dan saham dengan porsi yang lebih kecil.

Apabila profil risikonya moderat, maka porsi paling besar diletakkan dalam reksa dana campuran dan jika profil risikonya agresif maka bagian terbesar diletakkan dalam reksa dana saham.  Prinsip diversifikasi adalah investor membagi dana investasi ke dalam beberapa jenis reksa dana yang berbeda. Harapannya ketika pasar mengalami penurunan, ada jenis reksa dana yang penurunannya lebih sedikit atau bahkan bisa memberikan keuntungan Dalam setiap periodenya, investor dapat melakukan evaluasi. Apabila karena kenaikan atau penurunan harga sehingga komposisi sudah tidak seperti di bentuk pada awal pertama kali, maka investor dapat melakukan penyesuaian kembali. Periode evaluasi bisa 6 bulanan atau 1 tahunan.
Penggunaan cara dalam mengelola investasi dan menghadapi resiko  adalah dengan memiliki rencana investasi yang sistematis. Hal ini berlaku khususnya untuk investor besar yang berinvestasi secara lump sum dan jangka pendek. Dalam hal ini pengertian yang dimaksud dengan rencana investasi yang sistematis adalah rencana secara jelas pada harga berapa kegiatan seperti ;  profit taking dan cutloss akan dilakukan. Ketika harga tersebut tercapai, maka harus segera dieksekusi. Jangan menunda dengan berharap harga masih akan naik atau turun lagi.
Acara terakhir sekaligus cara ketiga ini memang tidak sesuai dengan prinsip investasi reksa dana yang mempercayakan pengelolaan ke Manajer Investasi dan periode investasi yang jangka panjang. Tapi suka tidak suka, banyak sekali investor terutama dari kalangan high net worth individual yang mungkin lebih cocok dengan cara ini. Hal ini dimungkinkan karena biasanya mereka memiliki akses informasi yang lebih baik meskipun dalam jangka panjang belum tentu hasilnya lebih baik dibandingkan buy and hold.
Reksadana juga telah mempunyai banyak anggota. Berinvestasi di reksa dana ibarat mempekerjakan orang untuk mengelola uang di pasar modal. Namanya juga mempekerjakan orang, selain cari yang ahli tentu cara kerjanya juga harus cocok supaya investor merasa nyaman mempercayakan investasi. Divisi pengelola investasi umumnya terdiri dari 3 bagian yang memiliki fungsi masing-masing.  Pertama, analis yang bertugas mengumpulkan dan melakukan analisa terhadap data-data perekonomian dan perusahaan. Pekerjaan analis ini juga sering disebut dengan riset. Bagian kedua yaitu manajer investasi, yang bertugas mengambil kesimpulan mengenai berapa bobot saham, obligasi dan pasar uang dalam membentuk portofolio reksa dana. Kebanyakan dari para manajer investasi memulai karirnya dari bagian riset, namun ada juga yang tidak.
Bagian ketiga yaitu dealer, yang bertugas mengeksekusi transaksi pembelian saham, obligasi dan pasar uang berdasarkan perintah dari manajer investasi.Mereka juga yang
menentukan alokasi transaksi ke masing-masing sekuritas jika manajer investasi bertransaksi menggunakan jasa beberapa perusahaan sekuritas sekaligus. Divisi pengelola investasi umumnya terdiri dari 3 bagian yang memiliki fungsi masing-masing.
Pertama, analis yang bertugas mengumpulkan dan melakukan analisa terhadap data-data perekonomian dan perusahaan. Pekerjaan analis ini juga sering disebut dengan riset. Bagian kedua yaitu manajer investasi, yang bertugas mengambil kesimpulan mengenai berapa bobot saham, obligasi dan pasar uang dalam membentuk portofolio reksa dana. Kebanyakan dari para manajer investasi memulai karirnya dari bagian riset, namun ada juga yang tidak. Bagian ketiga yaitu dealer, yang bertugas mengeksekusi transaksi pembelian saham, obligasi dan pasar uang berdasarkan perintah dari manajer investasi.Mereka juga yang menentukan alokasi transaksi ke masing-masing sekuritas jika manajer investasi bertransaksi menggunakan jasa beberapa perusahaan sekuritas sekaligus.
 Proses Pengelolaan Reksa Dana Oleh Manajer Investasi adalah Analisa Data Pasar Pekerjaan utama dari analis adalah melakukan analisa terhadap data-data dan memberikan kesimpulan. agar bisa mendapatkan informasi aksi perusahaan yang terkini. Dalam hal pembentukan Portofoli Reksa Dana, setelah seluruh informasi yang dibutuhkan dianggap sudah mencukupi,  manajer investasi akan melakukan transaksi pada saham, obligasi dan pasar uang untuk  membentuk portofolio reksa dana. Proses transaksi umumnya tergantung pada strategi investasi dan risiko likuiditas reksa dana
Strategi investasi inilah yang membedakan antara manajer investasi yang satu dengan manajer investasi yang lainnya. Ada berbagai strategi investasi, bahkan dalam perusahaan manajer investasi yang sama, antara reksa dana yang satu dengan reksa dana yang lain bisa memiliki strategi investasi yang berbeda.