Blogroll

Mahasiswa Konsentrasi Moneter 2013

Perkuliahan terakhir TA 2015/2016 semester genap Mata Kuliah Ekonomi Moneter 2 bersama Bapak Adhitya Wardono SE., M.Sc., Ph.D

Moment Setelah UAS Semester Genap TA 2015/2016

Moment setelah Ujian Mata Kuliah Ekonomi Moneter 2 Selasa 14 Juni 2016

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Diah Retno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diah Retno. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2016

Minyak dan Pangan



Minyak dan Pangan
            Pengaruh perubahan harga minyak dunia terhadap perubahan harga barang dan jasa nasional adalah ciri bahwa perekonomian Indonesia masih cukup berpotensial terus mengalami perubahan dikedepannya seiring perubahan harga minyak yang terjadi. Fluktuasi inilah yang nantinya akan menyumbang besaran inflasi dari naikknya harga-harga kebutuhan pokok di Indonesia. Mekanisme naikknya harga minyak dunia terhadap harga-harga di Indonesia terjadi karena proses distribusi barang-barang dan jasa tersebut membutuhkan kinerja dari bahan bakar minyak sebagai bahan utama kendaraan. Dengan begitu, kenaikkan harga minyak dunia akan mempengaruhi biaya distribusi barang-barang tersebut yang menjadikan harga dari barang-barang tersebut naik seiring kenaikkan harga minyak.
            Harga minyak memang masih menjadi komoditas utama perubahan harga pada beberapa komoditas tertentu, dikarenakan indonesia merupakan negara yang meiliki ketergantungan bahan bakar yang satu ini, sehingga jangankan harga komoditas dalam negeri kenaikkan harga minyak juga telah menggerus APBN negara sehingga terkadang untuk menangani masalah anggaran ini pemerintah perlahan mulai mengurangi subsidi atas Bahan Bakar Minyak tertentu. Hal ini dilakukan pemerintah, karena subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait  bahan bakar adalah yang tertinggi. Sehingga untuk mngurangi ketergantungan masyarakat akan kebutuhan bahan bakar pemerintah telah berkomitmen untuk mulai secara perlahan mengurangi jumlah subsdi bahan bakar tersebut.
            Dampak dari dicabutnya subsidi tersebut, jelas berimbas pada kenaikkan harga pada beberapa komoditas di Indonesia seperti bahan kebutuhan pokok sayur yang proses pendistribusiannya masih menggunakan truk dan alat transportasi lain pengguna bahan bakar minyak, sehingga tidak heran jika begitu terjadi kenaikan harga minyak harga-harga barang tersebut lantas berangsur naik pula. Dampak lain dari kenaikkan harga ini adalah berakibat pada inflasi yang ada sebagai akibat dari naiknya harga komoditas tersebut secara tidak lansung akan membuat jumlah uang yang beredar di masyarakat akan bertambah dan bertambahnya jumlah uang beredar di masyarkat mengindikasikan kebijakan lain terkait suku bunga untuk mengintervensi harga secara tidak langsung. Sehingga, dengan adanya intervensi jumlah uang beredar melalui suku bunga tersebut akan secara perlahan menurunkan harga yang berlaku. Sedikit lebih suit untuk menurunkan harga yang diakibatkan oleh kenaikkan harga minyak melalui mekanisme bunga, karena jika barang atau komoditas yang mengalami kenaikkan adalah jenis barang kebutuhan pokok maka dengan nilai berapapun akan terbeli oleh masyarakat, sehingga keefektifan dari penerapan kebijakan suku bunga dalam hal ini kurang efektif dan memerlukan tinadakan penanganan lain seperti operasi pasar oleh pemerintah untuk mngatasi lonjakan harga tersebut. Tindakan penanganan ini juga akan sangat efektif untuk menangani lonjakan harga yang terjadi karena adanya permintaan barang-barang yang berlebihan pada waktu tertentu, seperti hari raya, operasi pasar akan sangat efektif untuk menanggulangi masalah harga dalam jangka pendek. Untuk jangka panjang sendiri diperlukan strategi ketahanan pangan nasional untuk mengantisipasi dampak dari setiap perubahan harga yang dapat terjadi di kemudian hari.

Investasi yang membangun, pemerataan yang mensejahterakan.



Investasi yang membangun, pemerataan yang mensejahterakan.

            Nilai investasi asing yang masuk ke Indonesia dengan jumlah yang sangat besar akan sangat membentu permodalan atau kebutuhan dana pembangunan nasional. Berbagai proyek infrastruktur dasar seperti alat transportasi, jalan dan pelabuhan adalah beberapa dari proyek dasar yang penyelesaiannya harus dilakukan dan disiapkan terutama mengenai ketersediaan akses jalan. Implikasi keberadaan fasilitas tersebut terhadap besaran investasi sangatlah berpengaruh. Semakin banyaknya akses yang dapat disediakan maka aliran dana investasi asing yang masuk ke Indonesia juga akan semakin besar. Seperti yang diharapkan pemerintah, daya dukung infrastruktur dalam mendorong minat investor untuk berinvestasi di Indonesia harus selalu ditingkatkan melalui berbagai cara, salah satunya penyederhanaa ijin Investasi di negara ini. Selama ini ijin investasi di indonesia merupakan yang paling sulit,,jika dibabadingkan dengan Malaysia dan Thailand. Karena predikat itulah, kebanyakan investor yang berniat untuk melakukan investasi di indonesia terpaksa harus melalui “calo” untuk mengurus ijin investasi yang tidak bisa dibilang sebentar. Butuh waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan hanya untuk mnyelesaikan satu ijin investasi di Indonesia, dan itu bukan hal yang bisa dibanggakan. Melihat kondisi yang seperti itu, kemuadian muncullah peraturan baru dari pemerintah yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk paket kebijakan ekkonomi pemerintah sebagai sarana untuk menstimulus perekonomian nasional yang mengalami pelemahan beberapa waktu lalu. Dalam paket kebijakan tersebut banyak sekali perubahan, terutama yang berkaitan dengan ijin investasi. Melalui kebijakan tersebut saat ini ijin investasi di Indonesia bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam, lebih ekonomis dan praktis dengan metode pelayanan satu atap. Semenjak ditetapkannya pertauran ini para investor yang masuk di indonesia telah mengalami kenaikan yang signifikan, dan itu berarti permasalahan investasi di indonesia bukan pada masalah objeknya melainkan pada masalah perijinan.
            Terkait derasnya aliran dana investasi yang masuk ke Indonesia, hal selanjutnya yang jjuga harus diperhatikan adalah masalah alokasi sumber pendanaan yang tepat, karena akan berdampak pada percepatan pembangunan nasional. dengan rangsangan berupa regulasi kemudahan akan semakin efektif untuk meningkatkan jumlah investasi di Indonesia. Melihat dari prospek sumber daya, tenaga kerja, dan pangsa pasar Indonesia sudah memilikinya. Sehingga untuk merealisasikan jalannya proyek pembangunan melalui dana investasi akan sangat mudah diterapkan di Indonesia mengingat ketiga unsur penting yang menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi sudah terpenuhi. Ketiga unsur penting yang menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi di Indonesia adalah salah satu kelebihan dan keunggulan komparatif yang di miliki oleh Indonesia, namun kondisi dan kepemilikan tersebut masih memerlukan dukungan dari kondisi lain yang menentukan posisi ketiganya sebagai kelebihan komparatif. Faktor atau variabel lain dalam ekonomi yang ternyata juga menjadi pertimbangan banyak investor untuk melirik Indonesia sebagai tujuan Investasi yang menguntungkan adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang positif akan mengubah pandangan investor menjadi positif pula, karena adanya harapan pengembalian (return) yang menguntungkan nantinya. Dengan pembangunan yang diharapkan akan sustainble terhadap pertumbuhan ekonomi di masa depan lebih dari itu upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah lebih kepada arah pemerataan. Pemeretaan pembangunan di setiap daerah di seluruh Indonesia yang salah satu faktor pendorongnya adalah kemudahan akses masuknya barang dan jasa serta informasi ke daerah-daerah sehingga dengan itu pencapaian program pemerintah ini bukan hanya pada masalah perekonomian melalui harga tetapi juga kesejahteraan yang berasal dari konsep berjalannya pemerataan tersebut.

Portofolio merosot, apa yang harus dilakukan?



Portofolio merosot, apa yang harus dilakukan?
            Turunnya nilai investasi asing dipasar uang lebh disebabkan karena adanya pengaruh perekonomian global yang mengalami ketidakstabilan di tahun 2015. Kebijakan kenaikan suku bunga di Amerika telah membuat kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar pada pertengahan 2015 merosot ketitik terendahnya yang hampir mencapai level Rp15.000/ dollar Amerika. Dampak dari penahanan modal investor tersebut berimbas pada cadangan devisa negara yang ikut turun ke level 103 milyar dollar. efek inilah kemudian yang menjadi penyebab para investor untuk lebih baik memegang uangnya dan tidak melakukan investasi. Orientasi imbal hasil yang tinggi sejalan dengan bagaimana seorang investor melakukan diversifikasi investasi porofolio kedalam berbagai bentuk investasi ataupun ke berbagai tujuan negara investasi. Kestabilan ekonomi terutama ketahan sektor keuangan daam menghadapi berbagai guncangan/ shock akan juga berpengaruh terhadap bagaimana investor untuk menentukan pilihan investasinya. Indonesia, sebagai negara emerging ketahanan untuk menghadapi guncangan yang berasal dari berbagai kemungkinan kebijakan negara-negara yang memiliki kekuatan ekonomi kuat seperti Tiongkok dan Amerika, menjadi salah satu yang turut menyumbang sentimen atau pandangan dari investor. Ketahanan  terhadap guncangan inilah yang kadang secara lebih dini harus bisa dideteksi. Deteksi dini dari penurunan kinerja ekonomi melalui pasar uang terutama bursa saham atau dari sektor keuangan sebagai sektor yang paling mudah goyah terhadap sentimen negatif pasar global sangat diperlukan. Kedalaman finansial juga harusnya menjadi wacana baru sebagai target penguatan ekonomi dari sektor ini. Ketergantungan pembangunan terhadap investor asing juga harusnya menjadi alasan bahwa kita perlu dan harus mampu memperbaiki, menstabilkan dan juga memperkuat sektor ini sebagai bagian dari pentingnya mempertahankan kepercayaan investor melalui kkinerja sektor keuangan yang optimal. Optimalisasi kinerja sektor keuangan bukan hanya menjadi tugas dan wewenang otoritas moneter semata, BI dan OJK, dan sektor fiskal pemerintah juga harus hadir sebagai pihak yang mendukung upaya ini yang bisa berupa transparansi kebijakan fiskal terutama yang berrkaitan dengan pembiayaan yang dilakkukan pemerintah (pembangunan, transfer payment, Treasury bill, dll). Melalui transparansi tersebut berarti pemerintah mendukung upaya Bank Indonesia untuk memperbaiki sektor keuangan kita yang lebih tahan terhadap krisis ataupun guncangan-guncangan yang datang dari sektor internal maupun eksternal.