Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

HOT MONEY

HOT MONEY
Oleh : Eka Wahyu Utami
Fakultas Ekonomi , Universitas Jember

            Seperti yang telah dijelaskan dalam berita yang telah diliput oleh liputan 6, bahwa rupiah terus menguat seiring berjalannya waktu. Dari angka yang mencapai angka Rp 14.000. Sekarang angka rupiah telah mencapai angka Rp 13.328. Nilai tukar rupiah sendiri menurut saya adalah sejumlah uang rupiah yang harus kita miliki untuk mendapatkan mata uang asing. Namun ada beberapa pendapat menurut para ahli mengenai nilai tukar. Menurut Nazir (1988 : 38) kurs adalah harga satu satuan mata uang asing dalam uang dalam negeri. Dengan kata lain kurs adalah harga suatu mata uang jika ditukarkan dengan mata uang lainnya. Nilai tukar yang sering digunakan adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar. Karena dollar adalah mata uang yang relatif stabil dalam perekonomian.
            Menurut Musdholifah & Tony (2007) , nilai tukar atau kurs adalah perbandingan antara harga mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain. Misal kurs rupiah terhadap dollar Amerika menunjukkan berapa rupiah yang diperlukan untuk ditukarkan dengan satu dollar Amerika.
            Menurut Triyono (2008) , kurs (exchange rate) adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, yaitu merupakan perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut.
            Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan atau penurunan terhadap nilai tukar rupiah. Menurut Sukirno, (2004:402) perubahan tersebut disebabkan oleh hal – hal berikut ini :
1.      Adanya perubahan dalam cita rasa masyarakat
            Nilai kurs dapat berubah berdasarkan cita rasa masyarakat. Cita rasa atau keinginan masyarakat dalam mengkonsumsi suatu barang berbeda – beda. Ada saat ketika kualitas barang –barang dalam negeri membaik maka keinginan masyarakat untuk mengimpor barang akan berkurang dan ekspor dalam negeri akan meningkat. Sebaliknya, ketika kualitas barang – barang luar negeri baik maka keinginan masyarakat untuk mengimpor barang akan ikut meningkat dan ekspor akan turun. Perubahan itulah yang menyebabkan terjadinya penurunan atau peningkatan nilai tukar.
2.      Perubahan harga barang ekspor dan impor
            Harga suatu barang sangat menentukan permintaan dan penawaran suatu barang terutama dalam ekspor dan impor. Ketika harga barang – barang dalam negeri turun atau murah, maka akan menyebabkan ekspor lebih tinggi dan impor akan berkurang. Begitupun kebalikannya, ketika harga barang – barang luar negeri relatif lebih murah maka impor akan meningkat. Harga barang  ekspor dan impor itulah yang menyebabkan adanya perubahan dalam nilai tukar.
3.      Kenaikan harga umum (inflasi)
            Kenaikan harga umum ini sebenarnya berhubungan dengan harga barang ekspor dan impor. Ketika inflasi meningkat maka akan cenderung meningkatkan harga barang – barang dalam negeri, itu artinya bahwa orang – orang akan lebih memillih untuk membeli barang – barang ekspor ketimbang barang dalam negeri. Begitupula sebaliknya, ketika inflasi turun maka harga barang – barang dalam negeri akan ikut menurun. Hal ini menyebabkan orang – orang lebih memilih untuk membeli barang – barang dalam negeri ketimbang memberi barang – barang impor. Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya peningkatan dan penurunan nilai tukar.
4.      Perubahan suku bunga dan tingkat pengembalian investasi
            Perubahan suku bunga dan tingkat pengembalian investasi juga berpengaruh terhadap  naik turunnya sebuah nilai tukar. Pengembalian investasi artinya menurut saya adalah sebuah imbalan atau feedback yang kita berikan kepada sebuah negara lain yang telah menginvestasikan uangnya ke dalam negeri. Hal tersebut dilakukan karena ada peristiwa – peristiwa tertentu yang terjadi didalam negeri dan menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan kebijakan tentang perubahan tingkat suku bunga.
            Semakin tinggi tingkat suku bunga dan tingkat pengembalian investasi maka akan menyebabkan jumlah investor asing bertambah didalam negeri. Karena mereka akan lebih memilih menginvestasikan uangnya pada negara yang memiliki tingkat suku bunga yang tinggi. Sehingga negara tersebut akan mendapatkan peningkatan permintaan mata uang dalam negeri dan mendapat penawaran mata uang asing. Sehingga menyebabkan nilai tukar menguat.
            Namun apabila suku bunga dan tingkat pengembalian investasi rendah, maka banyak investor dalam negeri yang justru lebih memilih untuk menginvestasikan uangnya keluar negeri ketimbang didalam negeri untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Sehingga menyebabkan nilai tukar akan melemah dikarenakan permintaan akan mata uang rupiah berkurang.
5.      Pertumbuhan ekonomi
            Hal ini juga sangat berhubungan dengan kebijakan harga barang ekspor dan impor. Suatu negara yang memiliki ekspor lebih tinggi daripada impor, maka akan menyebabkan permintaan uangnya akan meningkat lebih pesat daripada penawarannya. Akan tetapi apabila impor justru lebih tinggi di bandingkan ekspor, maka jumlah penawaran mata uangnya lebih banyak daripada permintaannya.
            Dari penyebab – penyebab naik turunnya nilai tukar menurut Sukirno tersebut adalah saling berhubungan satu sama lain. Dan berita ini juga sangat berkaitan dengan teori yang disebutkan oleh Sukirno tersebut. Terutama pada pon ke empat yaitu mengenai perubahan suku bunga dan tingkat pegembalian investasi.
            Pada umunya, menguatnya nilai tukar rupiah karena didasarkan pada jumlah BI Rate yang tinggi, sehingga membuat para investor asing ataupun dalam negeri lebih tertarik untuk menyimpan atau menginvestasikan uangnya di dalam negeri. Para investor lebih memilih sebuah negara yang memiliki tingkat suku bunga tinggi karena akan mendapatkan keuntungan lebih banyak. Namun yang terjadi di Indonesia tidak demikian, yang terjadi sekarang adalah menguatnya nilai mata uang rupiah tersebut bukan disebabkan oleh tingginya tingkat suku bunga bank melainkan disebabkan oleh adanya hot money atau uang panas.
            Hot money menurut saya adalah sebuah investasi dalam bentuk saham jangka pendek, dimana para investor bebas memasukkan dan mengambil uangnya kapan saja. Hot money tersebut hanya sebentar saja masuk ke Indonesia dikarenakan tingkat suku bunga tinggi beberapa waktu yang lalu. Sehingga ada kemungkinan dalam beberapa waktu kedepan dana asing yang masuk tersebut akan ditarik kembali. Karena hot money ini hanya investasi sementara saja, ditambah adanya penurunan tingkat suku bunga atau BI Rate beberapa waktu lalu. Yang pastinya akan menyebabkan para investor pemilik dana asing tersebut untuk menarik uang mereka sebelum tingkat bunga bank di Indonesia merosot lebih jauh lagi.
            Hal ini memang membuat khawatir seluruh kalangan ekonom, apabila dana asing telah ditarik kembali. Ada kemungkinan rupiah kembali melemah karena dana tersebut telah diambil oleh pemiliknya. Akan tetapi menurut Boediono selaku Gubernur Bank Indonesia, aliran hot money yang masuk sudah bagus tidak perlu melihat sumbernya darimana. Dalam masa yang dialami Indonesia saat ini , yakni keterpurukan rupiah akibat krisis ekonomi di Amerika menyebabkan Indonesia mengalami ketidakstabilan ekonomi seperti melemahnya nilai kurs akibat kenaikan tingkat suku bunga di Amerika. Sehingga menurut Boediono, tidak ada masalah ketika dana dana asing tersebut keluar beberapa bulan lagi, karena dana dana tersebut sudah bisa menjadi pelicin untuk mendongkrak kegiatan ekonomi yang terjadi di Indonesia.


1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus