Blogroll

Rabu, 08 Juni 2016

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bagi Masyarakat



Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bagi Masyarakat
Ade Linda 
130810101076


        Setiap orang di dunia ini sudah tentu membtuhkan tempat tinggal, tempat tinggal digunakan sebagai tempat berlindung manusia dari panas, hujan, teriknya matahari dan sebagai tempat berlindung. Untuk itu, manusia perlu dan butuh tempat. Saat dulu, tempat tingggal manusia adalah dengan hidup berpindah-pindah atau bisa disebut dengan nomaden. Tapi saat ini, zaman sudah modern, manusia sudah hidup bukan dengan nomaden lagi tetapi sekarang sudah memiliki tempat yang sesuai untuk berlindung. Tempat tersebut adalah rumah. Rumah yang memiliki atap , tembok dan lain-lain sebagai berlindung. Rumah menjadi sesuatu kebutuhan yang benar-benar sangat dibutuhkan manusia, baik itu melalui ukuran rumah yang besar, medium dan ada pula tipe yang kecil.  Untuk mendapatkan rumah maka kita perlu mendirikannya, saat itu untuk membuat rumah masyarakat harus membuthkan waktu untuk membuatnya dan harus memiliki uang sangat banyak untuk membuat satu rumah. Tetapi masyarakt sekarang tidak perlu membebani pikiran pada konsep pertama. Karena di zaman sekarang yang modern, banyak bank-bank umum melakukan penawaran terhadap Kredit terhdap rumah. Program ini dinamakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah merupakan fasilitas yang diberikan kepada masyarakat berupa pembelia suatu rumah. Pada fenomena ini bank-bank umum memberikan penawaran terhadap nasbahnya.
Kebijakan makroprudensial merupakan salah satu  kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku lembaga keuangan Independen di Indonesia. Selain kebijakan moneter yang merupakan tugas Bank Indonesia, maka sebenarnya ada tugas kebijakan lain ynag harus dikleuarkan oleh Bank Indonesia. kebijakan tersebut adalah Kebijakan Makroprudensial, kebijakan makroprudensial ini merupakan kebijakan yang digunakan untuk menjaga stablilitas sistem keuangan. Untuk itu Bank Indonesia dalam kaitannya menjaga stabilitas sistem keuangan bisa dilakukan menggunakan pengetatan melalui penaikan atau penurunan suku bunga acuan ( BI Rate ). Jadi pada konsep makroprudensial ini adlaah apabila Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan ( BI Rate ) maka ini akan akan di pastika bahwa terjadi perubahan pada kredit pada perbankan atau bank-bank umum. Maka disini akan dipastikan kredit perbankan akan mengalami perlambatan atau penuruan akibat suku bunga acuan yang dinaikan. Ini dimaksudkan agar terdapat stabilitas sistem keuangan. Dan adapula alasan lain yaitu menstabilkan perkreditan agar stabil dan tidak tergunjang pada krisis ekonomi kedepannya.
Lalu bagaimana kasusnya dengan suku bunga acuan yang diturunkan, maka dapat dipastikan pekreditan di Indonesia akan meningkat. Karena orang-orang akan berbondong-bondong dalam memimnjam kredit kepada perbankan. Ini juga bermanfaat pula pada perbankan, yaitu mereka dapat menarik nasabah untuk melakukan kredit yaitu bisa pula dengan menggunakan kredit pemilikan rumah atau (KPR). Kredit pemilikan Rumah itu merupakan salah satu kebijakan dalam makroprudensial. Banyak dari perbankan melakuakn KPR ini ada sekitar 20 lembaga, utamnaya perbankan yang menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ini dharapkan aagar masyarakat mengarah ke arah kredit konsumtif.
Misalnya saja dibulan ini, suku bunga acuan dan Giro Wajib Minimum oleh bank Indonesia di umumkan bahwa terjadi penurunan suku bunga acuan dan GWM ini diharapkan agar perbankan memberikan penawaran yang menarik pada KPR yaitu dengan penurunan bunga kredit, dimana setiap perbankan berlomba-lomba dalam menarik nasabah, misalnya saja perbankan menurunkan bunga kredit menjadi sekian contohnya berdasarkan beita media online tribunnews.com bahwa Bank BCA menurunkan bunga kreditnya menjadi 9 persen ini diharapkan agar masyarakat mau membeli Kredit Pemilikan Rumah. Dengan hal seperti ini bermanfaat bagi perbankan itu sendiri dan juga dapat menstablikan perekonomian khususnya dalam menstabilkan keuangan di Indonesia.
Lalu apakah penrunan suku bunga memang perlu, jawabanya adalah tergantung pada diri masyarakat itu sendiri, sebanrnya program dari kebijakan makroprudensial ini sangat bermanfaat bagi masyarakat utamaya orang yang membuthkan rumah untuk ditinggali. Apalagi dengan bunga kredit nya diturunkan seperti. Lalu apakah dengan penuruna suu bunga KPR dapat menstabilkan keuangan, karena pada dasarnya kredit ini diarahkan ke konsumtif.
Menurut bank Indonesia ada terdapat manfaat yang dirasakan bagi nasabah yaitu nasabah tidak harus menydiakan dana secara tunai untuk memberli rumah, nasabah hanya perlu menyediakan uang muka, (2) karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang, angsuran yang dibayar dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan. Itulah tedapat bebrapa manfaat yang dirasakan bagi nasabah yang memilih KPR. Tapi adakah dampak negatif, jika dilihat orang akan mudah jika memilih KPR. Tetapi terkadang masyarakat tidak berhati-hati dalam memilih bank mana yang harus diambil, banyak iming-imingan kepada nasabah sehingga nasabah tergiur akan hal itu. Tanpa berpikir panjang masyrakat akan langsung menerima tanpa melihat seksama terlebih dahulu. Maka dari itu meskipun bunga kredit KPR sangat baik bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan rumah, tetapi perlu adanya pengawasan bagi pemerintah terutama Bank Indonesia selaku lembaga yang telah menetapkan suku bunga acuan agar lebih memperhatikan kepada Bank yang menurunkan bunga KPR nya terlalu rendah. karena bisa saja itu merupakan hal tindakan yang dapat merugikan bagi nasabah ataupun masyarakat. Jadi disini perlu adanya kahti-hatian bagi masyarakat dan pengwasan bagi lembaga yang bersangkutan.

2 komentar:

  1. Apakah Anda mencari pinjaman? Anda berada di tempat yang tepat untuk solusi pinjaman Anda di sini! Global Finance Terbatas memberikan pinjaman kepada perusahaan dan individu pada tingkat bunga rendah dan terjangkau dari 2%. silahkan hubungi kami melalui e-mail melalui marywilliam902@gmail.com

    BalasHapus
  2. ,,.,KISAH NYATA ,,,,,,,
    Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
    Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang, hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yng saya punya, akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta , saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan KI JAMBRONG hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KI JAMBRONG di No 0853-1712-1219. Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya, akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih KI JAMBRONG saya tidak akan melupakan jasa AKI. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB KI JAMBRONG DI 0853-1712-1219. (TANPA TUMBAL/AMAN).
    ;;;;;;;

    BalasHapus