Kredit
Pemilikan Rumah (KPR) Bagi Masyarakat
Ade
Linda
130810101076
130810101076
Setiap
orang di dunia ini sudah tentu membtuhkan tempat tinggal, tempat tinggal
digunakan sebagai tempat berlindung manusia dari panas, hujan, teriknya matahari
dan sebagai tempat berlindung. Untuk itu, manusia perlu dan butuh
tempat. Saat dulu, tempat tingggal manusia adalah dengan hidup
berpindah-pindah atau bisa disebut dengan nomaden. Tapi saat ini, zaman sudah modern, manusia sudah hidup bukan dengan nomaden lagi tetapi
sekarang sudah memiliki tempat yang sesuai untuk berlindung. Tempat tersebut
adalah rumah. Rumah yang memiliki atap , tembok dan lain-lain sebagai
berlindung. Rumah menjadi sesuatu kebutuhan yang benar-benar sangat dibutuhkan
manusia, baik itu melalui ukuran rumah yang besar, medium dan ada pula tipe
yang kecil. Untuk mendapatkan rumah maka
kita perlu mendirikannya, saat itu untuk membuat rumah masyarakat harus
membuthkan waktu untuk membuatnya dan harus memiliki uang sangat banyak untuk
membuat satu rumah. Tetapi masyarakt sekarang tidak perlu membebani pikiran
pada konsep pertama. Karena di zaman sekarang yang modern, banyak bank-bank
umum melakukan penawaran terhadap Kredit terhdap rumah. Program ini dinamakan
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah merupakan fasilitas yang diberikan kepada
masyarakat berupa pembelia suatu rumah. Pada fenomena ini bank-bank umum
memberikan penawaran terhadap nasbahnya.
Kebijakan
makroprudensial merupakan salah satu
kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku lembaga keuangan
Independen di Indonesia. Selain kebijakan moneter yang merupakan tugas Bank
Indonesia, maka sebenarnya ada tugas kebijakan lain ynag harus dikleuarkan oleh
Bank Indonesia. kebijakan tersebut adalah Kebijakan Makroprudensial, kebijakan
makroprudensial ini merupakan kebijakan yang digunakan untuk menjaga stablilitas
sistem keuangan. Untuk itu Bank Indonesia dalam kaitannya menjaga stabilitas
sistem keuangan bisa dilakukan menggunakan pengetatan melalui penaikan atau
penurunan suku bunga acuan ( BI Rate ). Jadi pada konsep makroprudensial ini
adlaah apabila Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan ( BI Rate ) maka ini
akan akan di pastika bahwa terjadi perubahan pada kredit pada perbankan atau
bank-bank umum. Maka disini akan dipastikan kredit perbankan akan mengalami
perlambatan atau penuruan akibat suku bunga acuan yang dinaikan. Ini
dimaksudkan agar terdapat stabilitas sistem keuangan. Dan adapula alasan lain
yaitu menstabilkan perkreditan agar stabil dan tidak tergunjang pada krisis
ekonomi kedepannya.
Lalu
bagaimana kasusnya dengan suku bunga acuan yang diturunkan, maka dapat
dipastikan pekreditan di Indonesia akan meningkat. Karena orang-orang akan
berbondong-bondong dalam memimnjam kredit kepada perbankan. Ini juga bermanfaat
pula pada perbankan, yaitu mereka dapat menarik nasabah untuk melakukan kredit
yaitu bisa pula dengan menggunakan kredit pemilikan rumah atau (KPR). Kredit
pemilikan Rumah itu merupakan salah satu kebijakan dalam makroprudensial.
Banyak dari perbankan melakuakn KPR ini ada sekitar 20 lembaga, utamnaya
perbankan yang menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ini dharapkan aagar
masyarakat mengarah ke arah kredit konsumtif.
Misalnya
saja dibulan ini, suku bunga acuan dan Giro Wajib Minimum oleh bank Indonesia
di umumkan bahwa terjadi penurunan suku bunga acuan dan GWM ini diharapkan agar
perbankan memberikan penawaran yang menarik pada KPR yaitu dengan penurunan
bunga kredit, dimana setiap perbankan berlomba-lomba dalam menarik nasabah,
misalnya saja perbankan menurunkan bunga kredit menjadi sekian contohnya
berdasarkan beita media online tribunnews.com bahwa Bank BCA menurunkan bunga
kreditnya menjadi 9 persen ini diharapkan agar masyarakat mau membeli Kredit
Pemilikan Rumah. Dengan hal seperti ini bermanfaat bagi perbankan itu sendiri
dan juga dapat menstablikan perekonomian khususnya dalam menstabilkan keuangan
di Indonesia.
Lalu
apakah penrunan suku bunga memang perlu, jawabanya adalah tergantung pada diri
masyarakat itu sendiri, sebanrnya program dari kebijakan makroprudensial ini
sangat bermanfaat bagi masyarakat utamaya orang yang membuthkan rumah untuk
ditinggali. Apalagi dengan bunga kredit nya diturunkan seperti. Lalu apakah
dengan penuruna suu bunga KPR dapat menstabilkan keuangan, karena pada dasarnya
kredit ini diarahkan ke konsumtif.
Menurut
bank Indonesia ada terdapat manfaat yang dirasakan bagi nasabah yaitu nasabah
tidak harus menydiakan dana secara tunai untuk memberli rumah, nasabah hanya
perlu menyediakan uang muka, (2) karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang,
angsuran yang dibayar dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan.
Itulah tedapat bebrapa manfaat yang dirasakan bagi nasabah yang memilih KPR.
Tapi adakah dampak negatif, jika dilihat orang akan mudah jika memilih KPR.
Tetapi terkadang masyarakat tidak berhati-hati dalam memilih bank mana yang harus
diambil, banyak iming-imingan kepada nasabah sehingga nasabah tergiur akan hal
itu. Tanpa berpikir panjang masyrakat akan langsung menerima tanpa melihat
seksama terlebih dahulu. Maka dari itu meskipun bunga kredit KPR sangat baik
bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan rumah, tetapi perlu adanya
pengawasan bagi pemerintah terutama Bank Indonesia selaku lembaga yang telah
menetapkan suku bunga acuan agar lebih memperhatikan kepada Bank yang
menurunkan bunga KPR nya terlalu rendah. karena bisa saja itu merupakan hal
tindakan yang dapat merugikan bagi nasabah ataupun masyarakat. Jadi disini
perlu adanya kahti-hatian bagi masyarakat dan pengwasan bagi lembaga yang
bersangkutan.






Apakah Anda mencari pinjaman? Anda berada di tempat yang tepat untuk solusi pinjaman Anda di sini! Global Finance Terbatas memberikan pinjaman kepada perusahaan dan individu pada tingkat bunga rendah dan terjangkau dari 2%. silahkan hubungi kami melalui e-mail melalui marywilliam902@gmail.com
BalasHapus,,.,KISAH NYATA ,,,,,,,
BalasHapusAslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang, hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yng saya punya, akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta , saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan KI JAMBRONG hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KI JAMBRONG di No 0853-1712-1219. Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya, akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih KI JAMBRONG saya tidak akan melupakan jasa AKI. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB KI JAMBRONG DI 0853-1712-1219. (TANPA TUMBAL/AMAN).
;;;;;;;