Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

MENEROPONG LAHIRMNYA KEBERHASILAN EKONOMI (MEA)

MENEROPONG LAHIRMNYA KEBERHASILAN EKONOMI (MEA)
Oleh
Moch Fitroh Kardiansyah
Univ Jember
Asean Economic Community atau yang biasa disebut dengan masyarakat ekonomi ASEAN mungkin tidak aneh lagi ditelinga kita semua hampir semua kalangan mengetahui maksud adanya MEA sendiri. Tak bisa dipungkiri kabar mengenai masyarakat ekonomi Asean menyebar dengan cepat secara luas diseluruh penjuru negeri ini, Bak seperti halnya virus yang dengan cepat menyebar keseluruh organ tubuh manusia dan menggerogotinya. Daya tarik yang ditimbulkan pun tidak main-main banyak sekali para himpunan pengusaha dan pemerintah sendiri membahas masalah yang lagi booming dipermukaan.
Pada kalangan pengusaha menyambut dengan suka cita dengan adanya kabar mengenai masyarakat ekonomi Asean (MEA) akhir 2015, meskipun ditinjau dari segi kesiapan sendiri sejatinya negeri ini belumlah siap untuk menghadapi kompetisi yang sesungguhnya, MEA diibaratkan sebuah perang dingin diantara anggota negara ASEAN bagaimana tidak setiap negara berlomba-lomba untuk menjadi siapa yang paling baik diantaranya tak pelak mau tidak mau indonesia harus siap dalam kondisi apapun yang kemungkinan akan terjadi saat pelaksanaan MEA sendiri. Mungkin salah satu pendorong mengapa indonesia harus benar-benar siap dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean yaitu liberalisasi perdagangan di Asia tenggara dinilai akan memberikan sinyal positif terhadap investasi maupun nilai tukar rupiah.
Sebagai negara yang mempunyai penduduk yang terbesar di kalangan Asia tenggara, Indonesia seharusnya menjadi sebuah potensi daya tarik para investor asing. Bagaimana tidak dengan jumlah penduduk yang besar dan di dukung oleh sumber daya alam yang memadai menjadi sebuah ujung tombak yang tajam bagi perekonomian, namun kenyataannya hingga saat ini ujung tombak yang dimaksud masih tumpul seakan tidak berdaya di dalam menembus rongga-rongga perekonomian domestik maupun Asia Tenggara. Sungguh miris melihat fenomena yang terjadi serasa tak percaya dengan apa yang sedang terjadi dan nyata dialami negeri pertiwi ini.
MEA akan membuka peluang bagi indonesia untuk menguatkan nilai tukar rupiah jika pemerintah benar-benar jeli di dalam memanfaatkan potensi yang ada. Jumlah penduduk yang padat akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor negara tetangga untuk menanamkan modalnya di negeri ini. Pemerintah harus membuat sebuah kebijakan yang tepat untuk mendorong masuknya investasi asing. Langkah selanjutnya adalah pemerintah juga harus memberikan sebuah wacana di dalam mewajibkan aliran modal yang masuk ditempatkan di dalam aset berdominasi rupiah. Aliran tersebut bukan hanya dalam bentuk portofolio, namun juga dalam bentuk aliran modal secara langsung (PMA) seperti hal nya pendirian pabrik dan jaringan distribusi. Jika program tersebut dapat berhasil bukan tidak mungkin permintaan rupiah dalam jumlah besar lambat laun akan berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah. Masyarakat ekonomi Asean dapat membuka peluang bagi perbaikan iklim investasi dan infrastruktur indonesia melalui pemanfaatan program kerjasama regional.
Dengan adanya masayarakat ekonomi Asean para pengusaha indonesia juga akan meraup keuntungan dengan  adanya peningkatan kerjasama oleh para pangusaha negara-negara tetangga lainnya. Kerjasama antar wilayah region perlu ditingkatkan oleh pemerintah sebagai pemangku kebijakan perekonomian negeri ini tujuannya tidak lain tidak bukan sebagai pendongkrak pembangunan infrastruktur dalam negeri, MEA bisa membuka peluang bagi perbaikan iklim investasi dan infrastruktur indonesia melalui pemanfaatan program kerjasama regional,“terangnya. Peranan MEA terhadap pergerakan barang produksi yang dihasilkan oleh beberapa negara anggota negara Asia tenggara akan lebih fleksibel dengan terbentuknya suatu sistem atau wadah yang dapat menampung segala aspek barang yang akan bertukar tempat tidak hanya berkutat pada satu titik negara saja melainkan akan bertukar tempat dengan beberapa negara di Asia Tenggara.
Masyarakat ekonomi Asean bukan berarti indonesia terus menerus menjadi bulan-bulanan negara ASEAN lainnya dimana dengan potensi sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa besar dengan perilaku konsumtif diantara mereka membuat indonesia menjadi sasaran empuk bagi negara ASEAN lainnya untuk mengembangkan pundi-pundi keuntungan yang diperoleh oleh adanya sistem perdagangan bebas ini melainkan lebih dikembangkan menjadi sebuah potensi yang dapat menjadi sebuah cikal bakal tumbuhnya perekonomian di negeri ibu pertiwi. Yang menjadi sebuah syarat mutlak terciptanya pertumbuhan yang di damba-dambakan adalah dengan menjaga bagaimana para investor baik asing maupun domestik tidak berpindah haluan dengan segenap keinginan memperoleh keuntungan yang besar menyebabkan hasrat lain yang berkeiinginan untuk lebih memilih berinvestasi di negara ASEAN lainnya, tentu saja ini menjadi sebuah ancaman yang dapat membuat perekonomian semakin memburuk bukan malah membaik namun semakin lama perekonomian negeri tambah bobrok dengan segala keterbatasan yang ada.
Upaya dan kinerja yang efektif menjadi sebuah batu loncatan yang dapat menggerakkan suatu perekonomian yang lesu, sehingga negeri ini tidak selamnaya menjadi sebuah benalu dibawah bayang-bayang negara kecil tetangganya. Investasi lansung maupun portofolio mungkin menjadi pendongkrak keberhasilan perekonomian dalam negeri namun yang patut diwaspadai adalah dengan menjaga para investor baik asing maupun domestik untuk tetap mempunyai keterikatan dengan negeri ini seraya tidak mau untuk meninggalkan negeri tercinta indonesia. Sehingga dengan adanya sebuah keterikatan dan kenyamanan dalam berinvestasi di negara indonesia oleh para investor tentu saja akan membuat program yang menjadi trending topic akan berhasil dilaksanakan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.


0 komentar:

Posting Komentar