Konsekuensi
Gejolak ekonomi Kebijakan Moneter
Oleh
Moch
Fitroh Kardiansyah
Univ
Jember
Ketergantungan
akan suatu barang merupakan ciri khas karakter orang indonesia. Tak bisa
dipungkiri jumlah penduduk yang besar akan menjadi sebuah peluang yang besar
bagi pangsa pasar baik asing maupun domestik untuk mengembangkan sayap-sayap
usahanya. Kebiasaan mengkonsumsi barang menjadi satu kesatuan yang tak
terpisahkan bagi masyarakat kita. Anehnya keingingan konsumsi suatu barang
sulit sekali mengalami perubahan atau konsumsi masyarakat cendrung sama dan
sulit menerima barang deveratif lainnya. Hal ini akan sangat menyulitkan bagi
masyarakat nantinya apabila permintaan yang tinggi tidak disertai dengan
kemampuan produksi yang tinggi pula sehingga pemenuhan permintaan akan sebuah
barang akan mengalami kesulitan.
Perayaan hari besar seperti halnya hari raya
merupakan rutinitas wajib yang harus dilaksanakan. Meskipun tidak dipungkiri
indonesia bukanlah negara muslim seutuhnya namun mayoritas rakyatnya penganut
agama islam. Dalam perayaan hari raya tentu terdapat sebuah aktifitas yang
membudaya dimana menjelang hari raya masyarakat berbondong-bondong
membelanjakan pendapatannya untuk membeli kebutuhan pada hari raya tersebut.
Budaya memperlakukan tamu dengan baik menjadi sebuah kebiasaan yang tak
terlepaskan dalam kehidupan masyarakat. Oleh karenaya, memberikan makan menjadi
menu wajib yang tidak boleh dilewatkan.
Menginjak
ke permasalahan yang terjadi adanya budaya tersebut akan berdampak pada
permintaan akan kebutuhan barang pokok akan mengalami peningkatan yang cukup
pesat. Utamanya daging sapi yang menjadi barang wajid yang harus dihidangkan
dalam perayaan hari besar tersebut. Namun yang menjadi kendala saat ini stok
sapi dalam negeri masih jauh dari sempurna untuk mengantisipasi permintaan yang
ada. Kekurangan ini akan berdampak pada gejolak ekonomi yang terjadi dimana
permintaan terus mengalami peningkatan sedangkan pemenuhannya masih kurang.
Akibatnya
tentu akan berdampak pada gejolak ekonomi yang terjadi. Harga pasar tidak akan
terkendali mengingat barang yang diminta menjadi langkah dan para pelaku pasar
membuat kebijakan sendiri untuk menaikkan harga dengan ekspektasi keuntungan
mereka akan berlipat ganda apabila menaikkan harga pasar. Pelaku pasar akan
berfikir resiko kerugian yang akan diperoleh kecil sekali mengingat permintaan
pasar terus mengalami peningkatan akibat masyarakat pada umumnya tidak mau
apabila permintaan akan daging sapi diganti dengan produk lainnya. Budaya ini
akan memunculkan masalah baru dalam perekonomian dalam negeri apabila tidak
segara diatasi dan menemukan alternatif pemecahannya.
Gejolak
ekonomi yang terjadi pada pasar barang akan berakibat pada inflasi yang tinggi.
Hal ini akan direspon oleh pemerintah dan Bank sentral untuk melakukan
kebijakan ekspansi agar masalah yang terjadi tidak merambat secara meluas dan
segera teratasi. Instrumen yang diperlukan oleh pemerintah sendiri adalah
dengan melakukan kebijakan pasar terbuka. Pemerintah akan meninjau langsung
harga pasar dan menindak lanjuti apabila terdapat kecurangan dari pedagang yang
seenaknya memperlakukan harga sehingga harga dapat stabil. Namun itu bukanlah
hanyalah pemecahan masalah dalam jangka pendek, lantas bagaimana dengan jangka
panjang.
Pemerintah
sebagai pemangku kebijakan mempunyai hak dalam menentukan jalannya
perekonomian. Oleh karenanya, Kebijakan yang dilakukan adalah dengan impor sapi
tetapi bukanlah sapi yang siap untuk dikonsumsi melainkan sapi yang masih
mengalami proses pembesaran sehingga sapi-sapi yang diimpor akan diternakkan di
dalam negeri dan mengalami proses pembesaran. hal ini tentu positif mengingat
permintaan yang melonjak akan menyulitkan bagi pemerintah sendiri untuk
menyediakan kebutuhan daging sapi dalam negeri.
Tidak
hanya itu gejolak ekonomi yang terjadi juga merupakan tugas Bank Sentral
sendiri untuk melakukan kebijakan ekspansi. Adanya gejolak ekonomi akan
berdampak pada inflasi yang tinggi pula. Ketidakstabilan harga pasar dengan
permintaan yang tetap akan mempengaruhi kemampuan akan daya beli masyarakat
lemah. Tentu hal ini berbahaya jika tidak ditangani secara serius. Inflasi yang
tinggi akan berakibat pada krisis ekonomi sehingga mamaksa bank sentral untuk
mempengaruhi tingkat suku bunga. Penetapan tinkat suku bunga tetap akan
menstabilkan harga pasar. Fluktuasi ekonomi yang terjadi mungkin tidaklah mudah
untuk ditundukkan oleh karenya dengan penetapan suku bunga tetap akan berdampak
pada kestabilan harga pasar
Dalam
hal ini pemerintah maupun bank sentral harusnya selaras dalam menentukan
masing-masing kebijakannya. Sebuah bangsa akan berhasil apabila kebijakan
moneter dan fiskal saling mendukung satu sama lain sehingga dalam membentuk
kebijakan ekonomi tujuan yang akan dicapai dapat terealisasi dengan baik.
Koordinasi yang baik antara pemerintah selaku penentu kebijakan fiskal dan Bank
sentral selaku penentu kebijakan moneter haruslah berjalan harmonis sehingga
target kebijakan ekonomi dapat mencapai tigkat pertumbuhan ekonomi yang
diharapkan.






0 komentar:
Posting Komentar