Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Menguak Harapan BI rate Sevendays

Menguak Harapan BI rate Sevendays
Oleh
Moch Fitroh Kardiansyah
Univ. Jember
Tak bisa dipungkiri memang setiap bangsa seluruh dunia mempunyai sebuah kebijakan masing-masing dalam menentukan dan menjalankan sistem perekonomiannya. Mulai dari negara berkembang sampai dengan negara maju mempunyai sama-sama berkonsentrasi dalam menggerakkan sistem perekonomian yang tepat dan sesuai dengan kondisi serta kemampuan yang dimilikinya. Tak pelak seperti halnya negara yang berjuluk Adikuasa Amerika Serikat yang mempunyai peran yang cukup signifikan dalam perekonomian dunia, tak hanya itu juga seperti halnya Inggris dan Kanada merupakan negara yang cukup berhasil dalam mengatur dan menjalankan perekonomiannya sehingga menjadi sebuah panutan dan  tolok ukur bagi negara-negara dunia.
Keberhasilan suatu negara pasti tidak terlepas dari kinerja sistem otoritas moneter yang baik dan sistem fiskal yang menjadi pendukung dibelakangnya. Keduanya merupakan sebuah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Hal ini bukan tanpa alasan otoritas moneter maupun fiskal harus sejalan dan seirama seseuai dengan konsep dan teori yang ada, tujuannya agar keduaanya mempunyai sebuah pedoaman yang kokoh dalam menjalankan tugasnya dengan sesuai dan tidak tumpang tindih satu sama lain. Apabila salah satunya mempunyai kelemahan dalam menjalankan tugas masing-masing maka tidak dapat dipungkiri hal ini akan menjadi sebuah kepincangan dalam perekonomian suatu negara.
Pokok pembahasan yang akan diulas adalah Kinerja Otoritas Moneter dan Fiskal dalam menjalankan sistem ekonomi sebuah negara. Mungkin banyak yang bertanya mengapa banyak negara didunia mengandalkan peran serta Bank sentral dalam mengatur sistem finasial dalam negeri, tidakkah otoritas fiskal saja yang mampu memanage hal tersebut. hal ini menjadi pertanyaan klasik yang timbul oleh khalayak banyak orang di dunia. Namun yang patut diperhatikan adalah apakah semua negara dapat megatur seluruh kebijakan moneter dengan pemerintah sendiri yang menjalankannya. Tidak semua dapat tertata dengan rapi sesuai dengan konsep yang diharapkan. Banyak negara di dunia merasa bahwa kinerja keuangan dalam negeri sulit untuk dijalankan dan diawasi akibat dari tidak adanya lembaga keuangan negara yang khusus untuk mengaturnya. Oleh karenanya hal inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Bank Sentral di suatu negara yang bertugas mengatur dan mengawasi kinerja sistem keuangan negara ditinjau dari otoritas moneter.
Jika meninjau dari keberhasilan yang ada seperti halnya Amerika yang mempunyai sistem yang kuat dalam menjalankan perekonomian dengan sangat tertata dan terstruktur baik tentu saja sangat menarik untuk dibahas. Otoritas moneter yang mampu bertindak sebagai lembaga yang paling independen di dunia menjadi sebuah cerminan bahwasanya Amerika menjadi salah satu negara percontohan bagi negara-negara lain untuk berjuang dalam meningkatkan perekonomiannya. The Fed yang merupakan nama lain Bank Sentral Amerika telah mampu  membuktikan peranannya sebagai lembaga negara yang independen dalam menjalankan otoritas moneter sesuai dengan konsep awal dan keputusan yang diambil. Kinerja The Fed dalam hal ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata karenanya The Fed mampu membuktikan bahwa dirinya menjadi Bank Sentral yang merdeka  tanpa dipengaruhi oleh lembaga negara lainnya.
Begitu pula dengan Bank Of England yang mampu mensinergikan antara sistem negara kerajaan dengan perekonomian yang berjalan mulus hampir tidak ada masalah yang berarti dalam menggerakkan perekonomiannya. Bank sentral yang menjalankan otoritas moneter menjadikan dirinya independen dalam terfokus pada kinerja ekonomi yang ingin dicapai. Terbukti Bank of England mampu menciptakan pertumbuhan yang tinggi, pengangguran yang rendah. Kebijakan yang diterapkan oleh Inggris merupakan sebuah transparansi kebijakan dimana Bank Sentral diberi keleluasaan dalam menjalankan Otoritas Moneter dengan kekuatan moneter masih dipegang teguh oleh Kanselir. Hal ini terbukti dapat mengangkat kinerja perekonomian yang lebih baik.
Tak berbeda jauh dengan negara Canada yang dinilai cukup berhasil menciptakan sistem otoritas moneter dengan sistem birokrasi yang terkoordinir dengan baik antara Pemerintah selaku penggerak kebijakan fiskal dengan Bank Sentral yang mempunyai peran dalam segi moneter. Target inflasi dimasa depan menjadi sebuah acuan bagaimana sistem perekonomian negara dapat berjalan dengan baik.
Ketiga negara tersebut merupakan negara maju di dunia yang berhasil menciptakan otoritas moneter dengan baik. Target operasi yang dianut oleh ketiga negara hampir mempunyai kesamaan satu sama lain dimana peranan suku bunga menjadi sebuah acuan dalam mempengaruhi tingkat inflasi. Fluktuasi ekonomi menjadi sebuah tantangan dan sekaligus harapan dalam mengukur kinerja otoritas moneter dalam menjalankan peranannya. Amerika, UK, Canada menjadi sebuah cerminan perekonomian dunia. fluktuasi ekonomi yang terjadi pada ketiga negara menyebabkan munculnya  inovasi baru dalam melahirkan kebijakan moneter untuk mengantisipasi flutuatif ekonomi akibat adanya gejolak ekonomi yang terjadi.
Oleh karenanya untuk mengatasi fluktuatiatif ekonomi yang terjadi tentu tidak dapat dipastikan dan diprediksi secara akurat bagaimana kondisi yang akan terjadi akibat gejolak ekonomi. Maka kebijakan yang diambil adalah menatapkan bunga acuan bank sentral overnight loan sebagai alternatif kebijakan yang diambil untuk mengantisipasi adanya flutuasi ekonomi yang terjadi.
Berbicara dengan Indonesia mungkin tidak lepas dari Bank Indonesia yang menjadi lembaga independen yang menjalankan otoritas moneter. Gejolak ekonomi yang sering terjadi membuat permasalahan yang hadapi pun cukup beragam membuat bank sentral selaku pemangku kebijakan dengan dibantu oleh pemerintah berupaya agar menjaga stabilitas ekonomi yang terjadi. gejolak ekonomi yang sering terjadi dalam kondisi pasar barang menyebabkan shock pada pasar barang berimbas teradap pasar uang. Hal ini akan berdampak pada permainan suku bunga dalam mengantisipasi masalah yang terjadi.  Bank Sentral akan menetapkan suku bunga konstan dalam pasar uang agar kekacauan yang terjadi dapat diminimalisir.
Jika melihat pada negara maju Bank of England, Bank of Canada, dan The Fed mereka menetapkan bunga acuan Overnigt Loan untuk mengantisipasi fluktuasi ekonomi yang tidak menentu. Dan yang menjadi permasalahnya adalah bagaimana Bank Indonesia dalam menetapkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate. Penetapan suku bunga dalam setiap negara tentu saja tidak semerta-merta sama antar negara, apalagi Indonesia bukanlah negara yang maju dengan tingkat perputaran uang yang tinggi. Oleh karenanya kebijakan moneter yang diambil adalah dengan menetapkan BI rate Sevendays. keputusan yang diambil tentunya bukan tanpa alasan, dengan menetapkan suku bunga sevendays bertjuaan untuk mengantisipasi fluktuasi ekonomi yang terjadi. Pada awalnya Bunga Acuan yang diperbarui sebulan sekali dan dinilai tidak efektif dalam mengantisipasi gejolak ekonomi yang terjadi. besar kecilnya investasi akan dipengarui oleh tingkat suku bunga.
Maka dengan sistem pembaharuan suku bunga acuan tidaklah efektif apabila dilakukan setiap bulan karena perputaran uang yang terjadi relatif cepat hal ini berakibat pada tinggi rendahnya daya beli masyarakat dan tingkat investasi. Tentu saja dengan penetapan suku bunga acuan sebulan sekali maka tidak relevan dilakukan dalam otoritas moneter. Investasi yang berpotensi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi akan mengalami kendala apabila tingkat suku bunga acuan tidak dapat serta merta berubah tingkat investasi. Apabila suku rendah maka secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan investasi sehingga kebijakan Otorotas moneter yang lama akan mengambat pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

Tentu saja negara kita tidak bisa menetapkan suku bunga acuan setara dengan dengan maju lainnya dikarenkan perputaran uang yang terjadi masih relatif rendah dibandingkan negara maju lain. Oleh karenanya harapan kebijakan moneter yang baru dengan menetapkan bunga acuan Sevendays akan berdampak positif dalam menggerakkan kelesuan ekonomi yang terjadi sehingga pertumbuan ekonomi dapat terwujud.  

0 komentar:

Posting Komentar