Pengangguran
masalah klasik yang sulit terselesaikan
Oleh
Moch
fitroh Kardiansuyah
Univ Jember
Masalah
Pengangguran diibaratkan penyakit ganas yang menggerogoti sendi-sendi
perekonomian negeri ini, bagamana tidak pengangguran menjadi sesosok hantu yang
sangat mengerikan dan membayang-bayangi serasa ingin menintai dan memangsa
ruang lingkup kehidupan negeri ini. Masalah pengangguran yang terjadi bukanlah
sebuah masalah yang masih terdengar
baru, andai kata dapat dikiaskan pengangguran merupakan salah satu aspek
kehidupan yang tak bisa terlepaskan oleh sendi-sendi kehidupan rakyat
indonesia.
Bertambahnya
jumlah angkatan kerja dalam setiap tahunnya merupakan sebuah tantangan
sekaligus harapan bagi negera ini, dengan banyaknya angkatan kerja siap menyongsong pertumbuhan
ekonomi , namun yang menjadi permasalahan kompleksnya adalah membeludaknya
angkatan kerja tidak mampu diimbangi secara maksimal jumlah penawaran lapangan kerja yang tersedia akibatnya banyak
terjadi pengangguran terpaksa yang mana mereka tidak mampu bertahan dalam dunia
persaingan tenaga kerja dan kebanyakan dari mereka tersingkir dari dunia
yang menjanjikan kehiduoan yang
selayaknya. Jika terus-menerus dibiarkan maka dampak terhadap perekonomian akan
semakin parah.
Bagaimana
tidak dengan banyaknya pengangguran yang terjadi maka akan memperburuk kondisi
ekonomi indonesia, melambatnya
perekonomian indonesia akan berdampak negatif terhadap kehidupan perekonomian.
Pemerintah dengan harus dengan segera membuka lapangan kerja secara luas agar
tingkat pengangguran dapat segera ditekan. Dalam setiap melambatnya pertumbuhan
ekonomi satu persen maka dampaknya cukup signifikan terhadap penambahan
pengangguran,
Pertumbuhan
ekonomi indonesia masih tergolong bagus ijika dibandingkan dengan beberapa negara
lainnya, namun jika dikaitkan dengan pengangguran yang ada. Angka pertumbuhan
ekonomi yang masih berada dibawah 5 %
tidak diimbangi dengan penurunan pengangguran yang ada malahan angka
pengangguran masih terus bertambah. Lagi-lagi ini menjadi sebuah tantangan yang
harus kita hadapi bersama jika tidak
akan berakibat pada penyakit ekonomi yang akut dan sulit untuk menemukan obat
penyembuhnya.
Pemerintah
seharusnya mempersiapkan sektor industri
di dalam mengurangi jumlah produksinya agar masyarakat yang notabene
adalah konsumtif dapat mengurangi jumlah konsumsimya dan produk yang diperjual
belikan dalam negeri haruslah sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat itu
senidiri jangan sampai keinginan tidak sepadan dengan kemampuan yang dimiliki
akan berbahaya terhadap kondisi perekonomian yang terjadi.
Tingkat
pertumbuhan ekonomi kuartal I dan II tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 0,4
%, dimana pada kauratal pertama tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 4,71 %
sedangkan pada kuartal kedua hanya berkisar pada angka 4,67 % tentu saja
ekonomi indonesia ditahun 2015 mengalami cobaan yang cukup serius mengingat
terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengganguran menjadi
beban tersendiri bagi perekonomian indonesia.
Penyebab
dari pengangguran itu sendiri adalah belum adanya koordinasi dan kerjasama yang
tepat antara pihak pemerintah dan penyedia lapangan kerja dalam hal ini
industri swasta yang dimaksud, keahlian khusus yang masih belum memadai
dimiliki oleh sebagian tenaga kerja sehingga menyulitkan para pencari kerja
untuk bersaing dengan angkatan kerja lainnya, industri swasta yang selektif
dalam memilah dan memilih angkatan kerja yang dibutuhkan perusahaan, dukungan
pemerintah dalam bentuk kredit murah serta kemudahan izin usaha terhadap Usaha
Kecil dan menengah yang belum diterapkan secara maksimal menjadi salah satu
penghambat gagalnya pengentasan pengangguran,
peraturan pemerintah terhadap izin industri yang menitikberatkan kepada
industri padat karya secara merata, pemanfaatan sumber daya alam (pariwisata,
perkebunan, pertanian, perikanan, tambang dll) belum dikelola secara optimal.
Untuk
mengatasi masalah tersebut langkah pasti yang harus dilakukan adalah dengan
memberikan pengarahan dan kerjasama antara pemerintah serta industri swasta di dalam menyediakan
tempat yang layak terhadap peningkatan tenaga kerja setiap tahunnya, memberikan suatu metode
pelatihan terhadap para angkatan kerja agar mempunyai bekal sebelum memasuki
dunia kerja, memberikan pengarahan
tentang penyeleksiaan angkatan kerja kepada industri swasta agar tidak terlalu
selektif di dalam merekrut angakatan kerja yang masih menganggur, pemberian
kredit murah serta pendampingan terhadap UMKM di dalam mengembangkan usahanya
agar diharapkan bisa meciptakan lapangan kerja yang luas serta memberikan
persyaratan yang mudah terhadap izin usaha, memberikan sebuah kebijakan yang
tegas terhadap para pemilik usaha khususnya industri swasta untuk lebih mengedepankan
industri pada karya dibandingkan dengan indusrtri padat modal, memanfaatkan potensi alam yang belum dikelola
dengan baik tujuannya multiplier efect yang dihasilkan menjadi ladang usaha
masyarakat untuk mengangkat derajatnya.
Seperangkat
kebijakan yang mungkin dapat dicanangkan pemeritah sendiri sangat diperlukan
untuk menggenjot perekonomian kearah yang lebih baik kedepannya. Masalah
pengangguran yang terjadi bukanlah salah pemrintah maupun rakyat indonesia,
tidak terlalu penting jika mencari siapa yang salah terhadap peningkatan
pengangguran dan penurunan pertumbuhan ekonomi dan yang patut digaris bawahi
adalah bagaimana upaya untuk memberantas pengangguran dan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, terciptanya kesejahtraan rakyat indonesia menjadi tujuan
akhir yang harus dipenuhi untuk menggapai cita-cita dan angan hajat hidup orang
banyak.






0 komentar:
Posting Komentar