Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Pengangguran masalah klasik yang sulit terselesaikan

Pengangguran masalah klasik yang sulit terselesaikan
Oleh
Moch fitroh Kardiansuyah
Univ Jember
Masalah Pengangguran diibaratkan penyakit ganas yang menggerogoti sendi-sendi perekonomian negeri ini, bagamana tidak pengangguran menjadi sesosok hantu yang sangat mengerikan dan membayang-bayangi serasa ingin menintai dan memangsa ruang lingkup kehidupan negeri ini. Masalah pengangguran yang terjadi bukanlah sebuah masalah yang  masih terdengar baru, andai kata dapat dikiaskan pengangguran merupakan salah satu aspek kehidupan yang tak bisa terlepaskan oleh sendi-sendi kehidupan rakyat indonesia.
Bertambahnya jumlah angkatan kerja dalam setiap tahunnya merupakan sebuah tantangan sekaligus harapan bagi negera ini, dengan banyaknya  angkatan kerja siap menyongsong pertumbuhan ekonomi , namun yang menjadi permasalahan kompleksnya adalah membeludaknya angkatan kerja tidak mampu diimbangi secara maksimal jumlah penawaran  lapangan kerja yang tersedia akibatnya banyak terjadi pengangguran terpaksa yang mana mereka tidak mampu bertahan dalam dunia persaingan tenaga kerja dan kebanyakan dari mereka tersingkir dari dunia yang  menjanjikan kehiduoan yang selayaknya. Jika terus-menerus dibiarkan maka dampak terhadap perekonomian akan semakin parah.
Bagaimana tidak dengan banyaknya pengangguran yang terjadi maka akan memperburuk kondisi ekonomi indonesia,  melambatnya perekonomian indonesia akan berdampak negatif terhadap kehidupan perekonomian. Pemerintah dengan harus dengan segera membuka lapangan kerja secara luas agar tingkat pengangguran dapat segera ditekan. Dalam setiap melambatnya pertumbuhan ekonomi satu persen maka dampaknya cukup signifikan terhadap penambahan pengangguran, 
Pertumbuhan ekonomi indonesia masih tergolong bagus ijika dibandingkan dengan beberapa negara lainnya, namun jika dikaitkan dengan pengangguran yang ada. Angka pertumbuhan ekonomi yang  masih berada dibawah 5 % tidak diimbangi dengan penurunan pengangguran yang ada malahan angka pengangguran masih terus bertambah. Lagi-lagi ini menjadi sebuah tantangan yang harus kita hadapi bersama  jika tidak akan berakibat pada penyakit ekonomi yang akut dan sulit untuk menemukan obat penyembuhnya.
Pemerintah seharusnya mempersiapkan sektor industri  di dalam mengurangi jumlah produksinya agar masyarakat yang notabene adalah konsumtif dapat mengurangi jumlah konsumsimya dan produk yang diperjual belikan dalam negeri haruslah sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat itu senidiri jangan sampai keinginan tidak sepadan dengan kemampuan yang dimiliki akan berbahaya terhadap kondisi perekonomian yang terjadi.
Tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal I dan II tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 0,4 %, dimana pada kauratal pertama tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 4,71 % sedangkan pada kuartal kedua hanya berkisar pada angka 4,67 % tentu saja ekonomi indonesia ditahun 2015 mengalami cobaan yang cukup serius mengingat terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengganguran menjadi beban tersendiri bagi perekonomian indonesia.
Penyebab dari pengangguran itu sendiri adalah belum adanya koordinasi dan kerjasama yang tepat antara pihak pemerintah dan penyedia lapangan kerja dalam hal ini industri swasta yang dimaksud, keahlian khusus yang masih belum memadai dimiliki oleh sebagian tenaga kerja sehingga menyulitkan para pencari kerja untuk bersaing dengan angkatan kerja lainnya, industri swasta yang selektif dalam memilah dan memilih angkatan kerja yang dibutuhkan perusahaan, dukungan pemerintah dalam bentuk kredit murah serta kemudahan izin usaha terhadap Usaha Kecil dan menengah yang belum diterapkan secara maksimal menjadi salah satu penghambat gagalnya pengentasan pengangguran,  peraturan pemerintah terhadap izin industri yang menitikberatkan kepada industri padat karya secara merata, pemanfaatan sumber daya alam (pariwisata, perkebunan, pertanian, perikanan, tambang dll) belum dikelola secara optimal.
Untuk mengatasi masalah tersebut langkah pasti yang harus dilakukan adalah dengan memberikan pengarahan dan kerjasama antara pemerintah  serta industri swasta di dalam menyediakan tempat yang layak terhadap peningkatan tenaga kerja  setiap tahunnya, memberikan suatu metode pelatihan terhadap para angkatan kerja agar mempunyai bekal sebelum memasuki dunia kerja,  memberikan pengarahan tentang penyeleksiaan angkatan kerja kepada industri swasta agar tidak terlalu selektif di dalam merekrut angakatan kerja yang masih menganggur, pemberian kredit murah serta pendampingan terhadap UMKM di dalam mengembangkan usahanya agar diharapkan bisa meciptakan lapangan kerja yang luas serta memberikan persyaratan yang mudah terhadap izin usaha, memberikan sebuah kebijakan yang tegas terhadap para pemilik usaha khususnya industri swasta untuk lebih mengedepankan industri pada karya dibandingkan dengan indusrtri padat modal,  memanfaatkan potensi alam yang belum dikelola dengan baik tujuannya multiplier efect yang dihasilkan menjadi ladang usaha masyarakat untuk mengangkat derajatnya.
Seperangkat kebijakan yang mungkin dapat dicanangkan pemeritah sendiri sangat diperlukan untuk menggenjot perekonomian kearah yang lebih baik kedepannya. Masalah pengangguran yang terjadi bukanlah salah pemrintah maupun rakyat indonesia, tidak terlalu penting jika mencari siapa yang salah terhadap peningkatan pengangguran dan penurunan pertumbuhan ekonomi dan yang patut digaris bawahi adalah bagaimana upaya untuk memberantas pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terciptanya kesejahtraan rakyat indonesia menjadi tujuan akhir yang harus dipenuhi untuk menggapai cita-cita dan angan hajat hidup orang banyak.


0 komentar:

Posting Komentar