Penyakit
dan Cara Penyembuhannya”INFLASI”
oleh Habibi Firdaus Ash Shidiqi Syah,Ilmu
Ekonoi Studi Pembangunan
Universitas Jember
Inflasi merupakan suatu penyakit
finansial yang tidak diharapkan oleh negara manapun. Inflasi meupakan suatu prosesnaiknya harga-harga barang dan jasa secara
keseluruhan dan terus-menerus
serta.dimana hal tersebut
disebabkan kesalahan dalam mekasnisme pasar, seperti halnya konsumsi masyarakat
yang meningkat yang berabnding lurus dengan kenaikan pendapatan pada
masyarakat, jumlah uang yang beredar(uang kas) dimasyarakat terlalu timggi sehingga
membuat masyarakat melakukan konsumsi
atau bahkan spekulasi.meningkatnya harga barang dan jasa .harga barang dan jasa
yang tinggi belum tentu menunjukkan hal tersesbut dikatakan infalsi yang
terjadi pada saat hari raya idul fitri atau lebaran.diaman kenaikan harga
barang dan jasa hanya bersifat sementara yang terjadi pada saat sebelum hari
raya.yang dimaksudkan dengan inflasi itu sendiri jika kenaikan harga barang dan
jasa meningkat secara terus menerus dan
kenaikan harga tersebut tidak wajar dan saling memengaruhi satu dengan
yang lainnya.indikator untuk menetukan suatu Negara mengalami inflasi aitu
dengan indek harga konsumen(IHK).diamana indeks harga konsumen setiap waktu
berubah ubah fluktuasinya yang di ukur oleh tingkat konsumsi pada
masyarakat.dimana hal tersebut telah dilkukan suatu survey biaya hidup (SBH)
yang dilakukan oleh badan pusat statistik(BPS).disamping itu inflasi diartikan
sebagai terjadinya peningkatan uang
liquid dalam masyarakat.hal ini dikarenakan terjadi permintaan atas alat tukar
pembayaran (uang) yang terlalu tinggi.dalam hal ini bank sentral (Bank
Indonesia mempunyai kewenangan untuk mengatur jumlah uang beredar di
masyarakat.di samping itu bank Indonesia yang mengatur tingkat suku bunga(BI
Rate).dimana tingkat suku bunga yang di tentukan oleh bank indonesia di lihat
dari keadan perekonomian nasional.bank Indonesia merupakan dokter perekonomian
diman alangkah-langkah dalam menentukan kebijakan harus dengan tepat.dimana
inflasi merupakan sasaran pertama yang dilakukan oleh bank Indonesia.dimana
bank Indonesia menerapan kebijakan moneter dalam hal inflasi
khususnya(inflation Targeting Framwork).Bank
Indonesia merancang kebijakan tersebut dan mengumumkan target inflasi kepada
publik dimana kebijakan moneter dirancang untuk mencapai sasaran inflasi yang
telah ditetapkan oleh Pemerintah.Untuk
mencapai sasaran inflasi tersebut, kebijakan moneter yang ditetapkan bank
indonesia dilakukan secara forward
looking, artinya perubahan pada kebijakan moneter yang dilakukan melaui evaluasi apakah perkembangan
inflasi yang akan terjadi ke depan masih
sesuai dengan sasaran yang telah direncanakan sebelumnya.Dalam kerangka
kebjakan tersebut, kebijakan moneter juga ditandai harus transparan dan akurat
kepada public.karena kebijakan moneter yang di keluarkan oleh bank
Indonesia tentang penetapan suku bunga (BI Rate) diharapkan
dapat memengaruhi suku bunga pada pasar
uang ,suku bunga perbankan serta deposit. Sehingga perubahan pada suku
bunga ini akhirnya memengaruhi inflasi.bank Indonesia sebelumnya sudah
mempunyai patokan terhadap nilai tukar,jumlah uang beredar dan indeks harga
konsumen dalam rangka menjalankan kebijakan moneter untuk perencanaan terhadap
inflasi.dengan adanya patokan terhadap tersebut,bank Indonesia dapat
mengarahkan dengan tujuan yang telah terstruktur.dimana bank Indonesia dalam
melakukan hal tersebut harus konsisten dengan kebijakan yang telah di
tetapkan.bank Indonesia merupakan lembaga independen yang mempunyai hak
preogatif untuk mengeluarkan kebijakan yang mana dengan tujuan untuk
stabilisasi perekonomian Indonesia.dengan adanya transparansi tersebut
masyarakat dapat mengetahui jalannya suatu kebijakan yang telah di tetapkan.dengan
patokan yang telah ditetapkan dimana dengan inflation targeting framework
dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi yang akurat tenytang kondisi
perekonomian Indonesia.bank Indonesia mempunyai instrument tersendiri yang
telah dirancang.jika kebijakan moneter yang telah direncanakan yang melampaui
batas maka bank Indonesia telah mempersiapkan jurus selanjutnya dengan
pengetatan moneter dimana jurus tersebut diumukan kepada publik dan menjelaskan
bagaimana inflasi apat tercapai dengan langkah-langkah yang telah dipersipkan
sebelumnya agar mencapai sasaran yang mana sasaran tersebut menyangkut nasib
perekonomian Indonesia.
Bank Indonesia berpedoman terhadap
indeks harga konsumen (IHK) dimana dengan itu bank Indonesia dapat melihat
fluktuasi konsumsi terhadap barang dan jasa yang dilakukan oleh
masyarakat.infalsi yang dpat di ukur oleh indeks harga konsumen(IHK) di
kelompokkan menjadi beberapa bagian.diantaranya yaitu pengeluaran terhadap
barang makanan,makanan jadi dan minuman,tembakau,perumahan,kesehatan,sandang,transportasi,komunikasi
serta pendidikan dan olahraga.disamping itu bank Indonesia juga mempunyai acuan
yang menggambarkan secara umum yang bersifat mendasar.pertama yaitu inflasi
inti.diaman inflasi inti dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran,nilai tukar
dan harga komoditas internasional serta fluktuasi terhadap inflasi dari
perdagangan.dan yang kedua yaitu inflasi non iti.diamana harga berfluktuasi
pada periode tertentu yang dipengaruhi oleh perkembangan harga komoditas pangan
internasional.kestabilan terhadap inflasi merupakan syarat pertumbuhan ekonomi
secara terus menerus diamana hal tersebut memberikan dampak terhadap
kemaslahatan masyarakat.dimana inflasi yang tinggi akan menurunkan pendatan
rill terhadap masyarakat.inflasi yang tidak stabil akan berdampak terhadap
masyarakat untuk mengambil keputusan dalam melakukan hal konsumsi,investasi dan
produksi dimana hal tersebut akan berdampak terhadap inflasi domestik yang
tinggi dibandingkan dengan negara tetangga sehingga rupiah akan mengalami
depresiasi terhadap mata uang asing.dimana tujuan bank Indonesia untuk mencapai
serta memelihara nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dan kestabilan
mata uang terhadap barang dan jasa.disamping itu inflasi dipengaruhi oleh
faktor permintaan dan penawaran.untuk mencapai sasaran inflasi yang telah
direncanakan .Bank Indonesia dan pemerintah memerlukan kerjasama melalui
kebijakn makroekonomi yang terstuktur dengan baik dari kebijakan fiscal dan
moneter.untuk itu bank Indonesia membentuk tim yang tugas dan fungsinya
memantau laju inflasi seperti Tim Koordinasi Penetapan Sasaran(TKPS) dan
Pemantauan dan Pengendalian Inflasi(TPI)untuk tingkat pusat.dimana dengan
dibentuknya tim tersebut dapat menjadikan perencanaan berjalan dengan baik dan
terwujudkan.Tim Pengendalian Inflasi Daerah(TPID)sebagai subsistem pemerintah
dalam pengendali inflasi dituntut agar selalu siap dalam berbagai dampak
kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga inflasi dapat dikelola
secara baik.masaah inflasi di setiap daerah berbeda-beda.dan komikasi yang baik
antar daerah itu sangat penting dimana informasi tersebut kemudian dilaporkan
kepada pusat.semua
dilakukan dalam rangka menjaga laju pertumbuhan inflasi sehingga tidak menjadi
penyakit yang menakutkan bagi semua kalangan.inflasi yang tidak terkendali akan
berdampak terhadap kesengsaraan rakyat.namun jika inflasi dapat di tekan dan
seimbang dengan pereknomian nasional akan berdampak terhadap pertumbuhan
ekonomi itu sendiri.Bank indnesia dalam mencapai sasaran menerapkan kebijakan terhadap penetapan suku
bunga acuan(BI Rare).bank Indonesia selalu berusaha dan menjaga kebutuhan
likuiditas perbankan secara seimbang,agar dapat terbentuk suku bunga yang
stabil dan wajar.efektivitas moneter berbasis suku bunga tidak terlepas dengan
adanya informasi antara elemen pelaku pasar.dengan adanya informasi tentang
likuiditas akan membantu bank Indonesia dalam mengelolah likuiditas serta
meningkatkan pelaksanaan operasi moneter.diamana likuiditas meliputi dua hal.yang pertama
yaitu memperkirakan ketersediaan rupiah yang ada pada masyarakat dimana dengan
tujuan untuk menambah atau mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat.dan
yang kedua proyeksi memperkirakan saldo giro perbankan dan kewajiban
pemeliharaan wajib giro minimum(GWM).setiap bank mempunyai giro wajib
minimum,dimana dana tersebut merupakan dana minimum yang di tetapkan bank
Indonesia dan bank umum harus mengelolanya agar tidak terjadi defsit
anggaran.dana yang di tentukan setiap bank berbeda.dilihat dari asset perbankan
itu sendiri.semakin besar asset maka semakin besar pula.bank Indonesia dan
pemerintah bekerja sama untuk menanggulangi krisis yang tidak di inginkan.jika
peredaran uang di masyarakat tidak terkontrol akan mengakibatkan inflasi.Teori
tentang inflasi yang dikemukakan Keynes ini, berpendapat bahwa inflasi terjadi
karena masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonominya yang mana pada
hakekatnya manusia tidak mempunyai batas maksimal dalam konsumsi atau tidak
mempunyai kepuasan,rasa ingin menambah dan menambah itu ada sehingga
menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang-barang melebihi dari jumlah barang-barang yang
tersedia atau yang ditawarkan yang pada
akhirnya akan megakibatkan terjadinya inflasi Keterbatasan jumlah persediaan barang
yang ditawarkan ini terjadi karena dalam jangka pendek kapasitas produksi tidak
dapat dikembangkan dalam rangka untuk mengimbangi kenaikan permintaan dari
masyarakat. Oleh karenan itu hal ini sama seperti pandangan Keynesian.models ini lebih banyak
dipakai untuk menjelaskan fenomena ekonomi terhadap inflasi dalam jangka
pendek.dimana dengan keadaan daya beli antara yang ada di masyarakat tidak sama
satu dengan yang lainnya. maka selanjutnya akan terjadi pemindahan barang-barang yang tersedia dari yang
diperuntukkan masyarakat yang memiliki daya konsumsi yang lebih
rendah kepada golongan masyarakat yang memiliki daya konsumsi yang lebih
besar. hal ini akan terus terjadi di masyarakat. Sehingga, laju inflasi akan
berhenti jika salah satu golongan masyarakat tidak bisa lagi memperoleh modal
untuk melakukan konsumsi barang pada tingkat harga yang berlaku






0 komentar:
Posting Komentar