Seiring berjalannya waktu, perekonomian perlahan
mulai pulih. Diindikasikan oleh perbaikan dalam berbagai sektor, salah satunya
ialah rupiah yang terapresiasi sebesar 0,55% (ptp) pada bulan April 2016. Setelah
sebelumnya, yaitu pada tahun 2015 rupiah cenderung mengalami tren yang terus
menurun, kini ia menemukan gairahnya kembali kendatipun pemulihan perekonomian
global belum pasti.
Rupiah menguat dengan beberapa alasan, salah satunya
yaitu ekspektasi positif terhadap perekonomian domestik seiring dengan terjaganya
stabilitas makroekonomi dan optimisme terhadap pertumbuhan di tengah tekanan
pelemahan ekonomi global yang terjadi hampir sepanjang tahun 2015. Selain itu,
penurunan BI Rate dan seperangkat paket kebijakan pemerintah dalam upaya
memperbaiki iklim investasi serta akselerasi implementasi proyek infrastruktur
juga mendukung penguatan rupiah.
Dari sisi pasar keuangan, pasokan valas korporasi
domestik yang berorientasi ekspor menjadi penopang menguatnya nilai tukar
rupiah. Pelonggaran moneter di beberapa negara maju menyebabkan aliran modal
masuk ke negara berkembang. Hal ini mendorong iklim investasi yang lebih
kondusif sehingga perbaikan kondisi perekonomian domestik terbantu.
Proyeksi Bank Indonesia pada tahun 2016 Indonesia
akan mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari tahun 2015 yaitu
sekitar 5,0% – 5,4%. Perekonomian domestik yang mulai membaik ditopang oleh
iklim investasi yang membaik dan belanja pemerintah untuk kegiatan pembangunan
infrastruktur serta peningkatan penghasilan yang kemudian mendorong konsumsi.
Volatilitas rupiah juga mengalami peningkatan
walaupun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara peers dan mata uang negara Real
(Brazil), Rand (Afrika Selatan), Won (Korea Selatan), serta Ringgit (Malaysia).
Bank Indonesia berencana untuk tetap menjaga
stabilitas rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya agar perlambatan ekonomi
domestik dapat diatasi dengan baik. Ketika Rupiah membaik, maka itu pertanda
bahwa perekonomian mulai pulih. Begitu pula sebaliknya, jika perekonomian
memulih, rupiah cenderung akan relatif terapresiasi kendatipun tekanan dari
sisi eksternal terus membayangi.






0 komentar:
Posting Komentar