Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Rupiah Membaik, Ekonomi Memulih



Seiring berjalannya waktu, perekonomian perlahan mulai pulih. Diindikasikan oleh perbaikan dalam berbagai sektor, salah satunya ialah rupiah yang terapresiasi sebesar 0,55% (ptp) pada bulan April 2016. Setelah sebelumnya, yaitu pada tahun 2015 rupiah cenderung mengalami tren yang terus menurun, kini ia menemukan gairahnya kembali kendatipun pemulihan perekonomian global belum pasti.
Rupiah menguat dengan beberapa alasan, salah satunya yaitu ekspektasi positif terhadap perekonomian domestik seiring dengan terjaganya stabilitas makroekonomi dan optimisme terhadap pertumbuhan di tengah tekanan pelemahan ekonomi global yang terjadi hampir sepanjang tahun 2015. Selain itu, penurunan BI Rate dan seperangkat paket kebijakan pemerintah dalam upaya memperbaiki iklim investasi serta akselerasi implementasi proyek infrastruktur juga mendukung penguatan rupiah.
Dari sisi pasar keuangan, pasokan valas korporasi domestik yang berorientasi ekspor menjadi penopang menguatnya nilai tukar rupiah. Pelonggaran moneter di beberapa negara maju menyebabkan aliran modal masuk ke negara berkembang. Hal ini mendorong iklim investasi yang lebih kondusif sehingga perbaikan kondisi perekonomian domestik terbantu.
Proyeksi Bank Indonesia pada tahun 2016 Indonesia akan mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari tahun 2015 yaitu sekitar 5,0% – 5,4%. Perekonomian domestik yang mulai membaik ditopang oleh iklim investasi yang membaik dan belanja pemerintah untuk kegiatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan penghasilan yang kemudian mendorong konsumsi.
Volatilitas rupiah juga mengalami peningkatan walaupun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara peers dan mata uang negara Real (Brazil), Rand (Afrika Selatan), Won (Korea Selatan), serta Ringgit (Malaysia).
Bank Indonesia berencana untuk tetap menjaga stabilitas rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya agar perlambatan ekonomi domestik dapat diatasi dengan baik. Ketika Rupiah membaik, maka itu pertanda bahwa perekonomian mulai pulih. Begitu pula sebaliknya, jika perekonomian memulih, rupiah cenderung akan relatif terapresiasi kendatipun tekanan dari sisi eksternal terus membayangi.

0 komentar:

Posting Komentar