Bulan Ramadhan akan
berlangsung pada bulan Juni mendatang. Seperti biasa, inflasi merupakan momok
tahunan yang akan terus menghantui masyarakat seiring datangnya bulan puasa dan
lebaran. Keadaan ini sama seperti tahun - tahun sebelumnya, setiap menjelang
ramadhan bahan pokok akan mengalami kenaikan harga, terutama pada beras, daging
sapi, daging ayam, minyak, bawang putih dan cabai.
Pada hari Jumat (6/5)
harga beras medium mencapai harga Rp. 10.620 per kg. Jika dibandingkan bulan
lalu, harga beras medium mengalami penurunan, sebelumnya pada bulan april harga
beras medium sebesar Rp 10.790 per kg. Penurunan ini relatif kecil, sehingga
dampaknya tidak begitu di rasakan oleh masyarakat. Selain itu penurunan terjadi
pada harga bahan pokok lain yaitu harga daging sapi pada bulan Mei sebesar Rp.
104.341,- per kg lebih rendah di bandingkan bulan april yakni sebesar Rp.
110.000 per kg. Meskipun mengalami penurunan namun penurunan ini tidak sampai
pada harga ideal daging sapi, harga ideal daging sapi adalah sebesar Rp.
99.000,-. Harga cabai pada bulan Mei sebesar Rp.28.650,- lebih rendah dari
April lalu sebesar Rp.29.800,-. *Harga – harga bahan pokok yang dicantumkan
adalah wilayah Surabaya. Perubahan harga bisa berbeda di setiap wilayah. Penurunan
beberapa harga bahan pokok disebabkan oleh adanya deflasi yang terjadi bulan
februari 2016 dan berlanjut sampai saat ini.
Kepala BPS (Badan Pusat
Statistik) Senin (2/5) Suryamin mengumumkan di bulan april deflasi mencapai
0,45%, ini merupakan deflasi terbesar sepanjang tahun 2000. Tiga penyebab
adanya deflasi yang cukup besar, yang Pertama,
beberapa bahan pangan mengalami penurunan harga seperti beras, daging,telur,
dan bumbu – bumbu masak. Kedua,
adanya penurunan Tarif Dasar Listrik (TDL). Ketiga,
seiring dengan harga BBM yang turun kelompok transportasi juga mengalami
deflasi sebesar 1,6 persen.
Bank Indonesia
mencatat, pada April 2016 inflasi sebesar 3,60 persen lebih rendah dari bulan
Maret sebesar 4,45 persen. Dan setelah adanya deflasi pada kuartal pertama
tahun 2016, pada kuartal kedua di perkirakan inflasi akan mengalami kenaikan.
Hal ini di karenakan seiring datangnya bulan ramadhan, permintaan bahan pokok
diperkirakan mengalami kenaikan sehingga harga bahan pokok juga akan mengalami
kenaikan. Pada bulan ramadhan, daya beli masyarakat akan meningkat sesuai
dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat dua kali lipat dari biasanya. Sesuai
dengan teori bahwa jumlah uang beredar yang meningkat akan menyebabkan inflasi
yang meningkat pula. Sehingga dengan berdasarkan teori ini pada bulan juni
mendatang diperkirakan inflasi akan mengalami peningkatan, terutama pada bahan
– bahan pokok.
Sisi
Lain
Ketika deflasi terjadi,
hal ini dilatar belakangi oleh usaha pemerintah di bulan – bulan sebelumnya
dalam memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat. Namun, disisi lain faktor lain
yang mempengaruhi deflasi adalah pada saat yang bersamaan terjadi penurunan
permintaan yang disebabkan turunnya daya beli masyarakat. Saat daya beli
masyarakat turun, jumlah uang yang beredar ikut turun. Dampaknya akan banyak
perusahaan yang akan mengurangi faktor produksinya dan efek selanjutnya ialah
banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan. Sehingga
kebutuhan permintaan juga akan menurun.
Jika dilihat dari sisi
penawaran, pemerintah menjaga kestabilan harga komoditas dengan jalan menambah
impor. Hal ini memang solusi yang baik, bila hanya dalam waktu jangka pendek. Namun
dalam jangka panjang adanya impor yang berlebihan akan membunuh barang domestik.
Saat ini saja, banyak sekali barang impor yang menghuni pasar dalam negeri
termasuk buah – buahan. Buah dalam negeri jarang diminati oleh pasar domestik
dan buah impor lebih di minati oleh pasar domestik. Jika keadaan ini terus
berlangsung bisa saja pasar impor akan menggeser pasar dalam negeri. Dan pada
saat pasar dalam negeri terancam keberadaannya, maka akan terjadi banyak
pengangguran. Itu jelas terjadi, seperti yang telah diketahui bahwa banyak
orang yang menggantungkan kehidupan mereka di pasar domestic.
Solusinya?
1. Sejak
sekarang, pemerintah sebisa mungkin untuk menyiapkan stok bahan – bahan pangan
yang diperkirakan akan mengalami kenaikan permintaan pada bulan ramadhan.
Sehingga pada bulan ramadhan mendatang, inflasi akan stabil dan tidak mengalami
kenaikan yang signifikan.
2. Mengurangi
impor ; maka barang dalam negeri akan ‘hits’ kembali. Setelah sekian lama
barang impor membanjiri Indonesia barang dalam negeri kehilangan kepopulerannya.
3. Perbaikan
infrastruktur dipercepat mungkin, sehingga di inflasi yang dikarenakan faktor
distribusi akan menurun.
Penulis : Nur Bidayah, Ekonomi Moneter 2013 Universitas Jember






0 komentar:
Posting Komentar