Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Say Hello Ramadhan, Welcome Inflasi


Bulan Ramadhan akan berlangsung pada bulan Juni mendatang. Seperti biasa, inflasi merupakan momok tahunan yang akan terus menghantui masyarakat seiring datangnya bulan puasa dan lebaran. Keadaan ini sama seperti tahun - tahun sebelumnya, setiap menjelang ramadhan bahan pokok akan mengalami kenaikan harga, terutama pada beras, daging sapi, daging ayam, minyak, bawang putih dan cabai.
Pada hari Jumat (6/5) harga beras medium mencapai harga Rp. 10.620 per kg. Jika dibandingkan bulan lalu, harga beras medium mengalami penurunan, sebelumnya pada bulan april harga beras medium sebesar Rp 10.790 per kg. Penurunan ini relatif kecil, sehingga dampaknya tidak begitu di rasakan oleh masyarakat. Selain itu penurunan terjadi pada harga bahan pokok lain yaitu harga daging sapi pada bulan Mei sebesar Rp. 104.341,- per kg lebih rendah di bandingkan bulan april yakni sebesar Rp. 110.000 per kg. Meskipun mengalami penurunan namun penurunan ini tidak sampai pada harga ideal daging sapi, harga ideal daging sapi adalah sebesar Rp. 99.000,-. Harga cabai pada bulan Mei sebesar Rp.28.650,- lebih rendah dari April lalu sebesar Rp.29.800,-. *Harga – harga bahan pokok yang dicantumkan adalah wilayah Surabaya. Perubahan harga bisa berbeda di setiap wilayah. Penurunan beberapa harga bahan pokok disebabkan oleh adanya deflasi yang terjadi bulan februari 2016 dan berlanjut sampai saat ini.
Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Senin (2/5) Suryamin mengumumkan di bulan april deflasi mencapai 0,45%, ini merupakan deflasi terbesar sepanjang tahun 2000. Tiga penyebab adanya deflasi yang cukup besar, yang Pertama, beberapa bahan pangan mengalami penurunan harga seperti beras, daging,telur, dan bumbu – bumbu masak. Kedua, adanya penurunan Tarif Dasar Listrik (TDL). Ketiga, seiring dengan harga BBM yang turun kelompok transportasi juga mengalami deflasi sebesar 1,6 persen.
Bank Indonesia mencatat, pada April 2016 inflasi sebesar 3,60 persen lebih rendah dari bulan Maret sebesar 4,45 persen. Dan setelah adanya deflasi pada kuartal pertama tahun 2016, pada kuartal kedua di perkirakan inflasi akan mengalami kenaikan. Hal ini di karenakan seiring datangnya bulan ramadhan, permintaan bahan pokok diperkirakan mengalami kenaikan sehingga harga bahan pokok juga akan mengalami kenaikan. Pada bulan ramadhan, daya beli masyarakat akan meningkat sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat dua kali lipat dari biasanya. Sesuai dengan teori bahwa jumlah uang beredar yang meningkat akan menyebabkan inflasi yang meningkat pula. Sehingga dengan berdasarkan teori ini pada bulan juni mendatang diperkirakan inflasi akan mengalami peningkatan, terutama pada bahan – bahan pokok.
Sisi Lain
Ketika deflasi terjadi, hal ini dilatar belakangi oleh usaha pemerintah di bulan – bulan sebelumnya dalam memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat. Namun, disisi lain faktor lain yang mempengaruhi deflasi adalah pada saat yang bersamaan terjadi penurunan permintaan yang disebabkan turunnya daya beli masyarakat. Saat daya beli masyarakat turun, jumlah uang yang beredar ikut turun. Dampaknya akan banyak perusahaan yang akan mengurangi faktor produksinya dan efek selanjutnya ialah banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan. Sehingga kebutuhan permintaan juga akan menurun.
Jika dilihat dari sisi penawaran, pemerintah menjaga kestabilan harga komoditas dengan jalan menambah impor. Hal ini memang solusi yang baik, bila hanya dalam waktu jangka pendek. Namun dalam jangka panjang adanya impor yang berlebihan akan membunuh barang domestik. Saat ini saja, banyak sekali barang impor yang menghuni pasar dalam negeri termasuk buah – buahan. Buah dalam negeri jarang diminati oleh pasar domestik dan buah impor lebih di minati oleh pasar domestik. Jika keadaan ini terus berlangsung bisa saja pasar impor akan menggeser pasar dalam negeri. Dan pada saat pasar dalam negeri terancam keberadaannya, maka akan terjadi banyak pengangguran. Itu jelas terjadi, seperti yang telah diketahui bahwa banyak orang yang menggantungkan kehidupan mereka di pasar domestic. 
Solusinya?
1.    Sejak sekarang, pemerintah sebisa mungkin untuk menyiapkan stok bahan – bahan pangan yang diperkirakan akan mengalami kenaikan permintaan pada bulan ramadhan. Sehingga pada bulan ramadhan mendatang, inflasi akan stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
2.    Mengurangi impor ; maka barang dalam negeri akan ‘hits’ kembali. Setelah sekian lama barang impor membanjiri Indonesia barang dalam negeri kehilangan kepopulerannya.
3.    Perbaikan infrastruktur dipercepat mungkin, sehingga di inflasi yang dikarenakan faktor distribusi akan menurun.

Penulis : Nur Bidayah, Ekonomi Moneter 2013 Universitas Jember


0 komentar:

Posting Komentar