Selusin
Kebijakan tidaklah cukup mendongkrak Perekonomian
Oleh
Moch
fitroh Kardiansyah
Univ
Jember
Inisiatif
dan rencana pertumbuan ekonomi menjadi sebuah harapan yang disematkan untuk
melangkah kearah yang lebih maju. Dua belas kebijakan telah berhasil
dikeluarkan oleh pemerintah bukanlah sebuah wacana belaka yang hanya menjadi
sebuah himbauan untuk dilaksanakan atau malah diabaikan. Dukungan pemerintah
dalam menciptakan sistem bisnis patut diacungi jempol. Serentetan kebijakan
telah lahir dengan konsep yang terstruktur dengan rapi. Ekpektasi yang
diharapkan bukanlah main-main untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang
diharapkan. Namun pada kenyataannya paket kebijakan yang jumlahnya selusin
belum mampu berbicara banyak dalam kinerja pertumbuhan ekonomi negara ini.
Mungkinkah paket kebijakan yang diluncurkan salah dalam melihat potensi yang
ada ataukah sistem yang diberlakukan tidak sesuai sehingga dampak yang
ditimbulkan setelah peluncuran paket kebijakan belum menunjukkan peranannya
dalam peningkatan ekonomi.
Upaya
yang dilakukan pemerintah sejatinya telah benar adanya. Sistem yang dijalankan
pun sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan namun terdapat kendala yang menjadi
penghambat mengapa paket kebijakan ini belum mampu berkiprah dalam kinerja
perbaikan ekonomi. Hal ini dikarenakan daya beli masyarakat yang rendah
sehingga menyebabkan investasi tidak bergerak kearah pertumbuhan. Meskipun
terdapat sistem yang tepat dalam paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan
tak bisa dipungkiri lemahnya daya beli masyarakat membuat kebijakan yang telah diambil belum dapat berjalan
maksimal dan menunjukkan keberasilannya. Berbagai unsur kemudahan telah
ditawarkan untuk mewujudkan iklim bisnis yang cepat. Namun hal tersebut tidak
didukung oleh daya beli masyarakat yang meningkat dan mengakibatkan kebijakan
yang diberlakukan hampir dikatakan sia-sia.
Hal
ini menjadi masalah klasik yang dihadapi oleh negara berkembang pada umumnya.
Terlepas dari masalah pengangguran, inflasi dan sumber daya manusia tingkat
daya beli masyarakat yang kurang menjadi batu sandungan tidak terciptanya unsur
bisnis yang diinginkan. Pemerintah telah memberikan wadah untuk mendorong
investasi namun apalah daya jikalau daya beli masyarakat rendah hal ini akan
membebani para industri untuk mendapatkan laba. Tentu saja para investor
berfikir bagaimana resiko yang akan mereka terima apabila kinerja daya beli
masyarakat rendah akankah investasi akan tetap dilakukan. Tentu saja cukup
tidak rasional mengingat keuntungan yang diperoleh tidak akan maksimal dan
inilah yang menjadi cikal bakal pertumbuhan ekonomi masih tergolong melambat.
Berbagai
kemudahan investasi telah ditawarkan oleh pemerintah dengan serentatan dua
belas kebijakan yang ada. Namun yang menjadi permasalan utama lemahnya respon
masyarakat akan itu sehingga daya beli masyarkat tidaklah membantu kemudahan
tersebut. Entah mengapa daya beli masyarakat masih tergolong rendah mungkin
dikarenakan pendapatan yang rendah ataukah masyarakat lebih suka memegang uang
untuk persiapan jangka panjang dengan inisiatif berjaga-jaga. Tentu hal ini
bukanlah inisiatif yang bagus dalam perekonomian suatu bangsa. Akselerasi
perputaran uang yang lemah akan menghambat pertumbuhan ekonomi yang terjadi.
Persepsi yang salah akan pemanfaatan uang yang baik oleh masyarakat perlu
diubah Pemikirannya agar perputaran uang dapat berlangsung cepat dan diikuti
oleh perbaikan investasi sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat pula.
Jika
permasalahan mengarah pada rendahnya pendapatan masyarakat seharusnya peran
serta pemerintah dalam hal ini perlu diperhatikan. Dimana pemerintah
berkoordinasi dengan industri padat karya untuk melihat berapa banyak peluang
kerja yang dapat ditawarkan sehingga para angkatan kerja yang belum terserap
dapat diminimalisasi jumlahnya. Meskipun dalam paket kebijakan tersebut salah
satunya mewajibkan kepada industri padat karya untuk mendata jumlah karyawann
untuk mendapat PPh murah hal ini tidak lantas memberikan peningkatan perubahan
ekonomi rakyat kearah yang lebih baik.
Pengangguran
terbuka yang tersedia masih cukup besar sehingga perlu ditindak lanjuti agar
permasalaan yang terjadi dapat segera terselesaikan. Peningkatan pendapatan
setiap individu akan membuat konsumsi mereka meningkat tentu hal ini yang
sangat diharapkan dalam dunia usaha peningkatan pendapatan akan merespon
positif terhadap perekonomian dan sektor usaha akan mengalami peningkatan yang
pesat.
Kebijakan
ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah telah terkonsep dengan rapi sesuai
dengan kebutuhan yang ingin dicapai. Namun sekali lagi perlunya kinerja ekstra
untuk mewujudkan iklim usaha yang kondusif dengan investasi yang meningkat
dengan ditopang dengan peningkatan daya beli masyarakat. Jika pemerintah jeli
dalam melihat peluang dan berperan aktif mengurangi pengangguran bukan tidak
mungkin kebijakan yang telah diambil akan terlaksana dengan baik. Serta apabila
pemerintah dalam hal ini berperan aktif bahu-mabahu dalam merespon daya beli
masyarakat dengan menawarkan berbagai produk investasi yang menarik sehingga
masyarakat tertarik untuk melakukan investasi atau alternatif yang juga bisa
diandalkan adalah dengan melakukan operasi pasar terbuka dengan mengontrol
harga pasar sehingga memicu peningkatan konsumsi. Hal ini akan berdampak positif terhadap dunia
usaha dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi akan mengalaimi keberhasilan
yang diharapkan.






0 komentar:
Posting Komentar