Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Selusin Kebijakan tidaklah cukup mendongkrak Perekonomian

Selusin Kebijakan tidaklah cukup mendongkrak Perekonomian
Oleh
Moch fitroh Kardiansyah
Univ Jember

Inisiatif dan rencana pertumbuan ekonomi menjadi sebuah harapan yang disematkan untuk melangkah kearah yang lebih maju. Dua belas kebijakan telah berhasil dikeluarkan oleh pemerintah bukanlah sebuah wacana belaka yang hanya menjadi sebuah himbauan untuk dilaksanakan atau malah diabaikan. Dukungan pemerintah dalam menciptakan sistem bisnis patut diacungi jempol. Serentetan kebijakan telah lahir dengan konsep yang terstruktur dengan rapi. Ekpektasi yang diharapkan bukanlah main-main untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Namun pada kenyataannya paket kebijakan yang jumlahnya selusin belum mampu berbicara banyak dalam kinerja pertumbuhan ekonomi negara ini. Mungkinkah paket kebijakan yang diluncurkan salah dalam melihat potensi yang ada ataukah sistem yang diberlakukan tidak sesuai sehingga dampak yang ditimbulkan setelah peluncuran paket kebijakan belum menunjukkan peranannya dalam peningkatan ekonomi.
Upaya yang dilakukan pemerintah sejatinya telah benar adanya. Sistem yang dijalankan pun sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan namun terdapat kendala yang menjadi penghambat mengapa paket kebijakan ini belum mampu berkiprah dalam kinerja perbaikan ekonomi. Hal ini dikarenakan daya beli masyarakat yang rendah sehingga menyebabkan investasi tidak bergerak kearah pertumbuhan. Meskipun terdapat sistem yang tepat dalam paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan tak bisa dipungkiri lemahnya daya beli masyarakat membuat kebijakan  yang telah diambil belum dapat berjalan maksimal dan menunjukkan keberasilannya. Berbagai unsur kemudahan telah ditawarkan untuk mewujudkan iklim bisnis yang cepat. Namun hal tersebut tidak didukung oleh daya beli masyarakat yang meningkat dan mengakibatkan kebijakan yang diberlakukan hampir dikatakan sia-sia.
Hal ini menjadi masalah klasik yang dihadapi oleh negara berkembang pada umumnya. Terlepas dari masalah pengangguran, inflasi dan sumber daya manusia tingkat daya beli masyarakat yang kurang menjadi batu sandungan tidak terciptanya unsur bisnis yang diinginkan. Pemerintah telah memberikan wadah untuk mendorong investasi namun apalah daya jikalau daya beli masyarakat rendah hal ini akan membebani para industri untuk mendapatkan laba. Tentu saja para investor berfikir bagaimana resiko yang akan mereka terima apabila kinerja daya beli masyarakat rendah akankah investasi akan tetap dilakukan. Tentu saja cukup tidak rasional mengingat keuntungan yang diperoleh tidak akan maksimal dan inilah yang menjadi cikal bakal pertumbuhan ekonomi masih tergolong melambat.
Berbagai kemudahan investasi telah ditawarkan oleh pemerintah dengan serentatan dua belas kebijakan yang ada. Namun yang menjadi permasalan utama lemahnya respon masyarakat akan itu sehingga daya beli masyarkat tidaklah membantu kemudahan tersebut. Entah mengapa daya beli masyarakat masih tergolong rendah mungkin dikarenakan pendapatan yang rendah ataukah masyarakat lebih suka memegang uang untuk persiapan jangka panjang dengan inisiatif berjaga-jaga. Tentu hal ini bukanlah inisiatif yang bagus dalam perekonomian suatu bangsa. Akselerasi perputaran uang yang lemah akan menghambat pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Persepsi yang salah akan pemanfaatan uang yang baik oleh masyarakat perlu diubah Pemikirannya agar perputaran uang dapat berlangsung cepat dan diikuti oleh perbaikan investasi sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat pula.
Jika permasalahan mengarah pada rendahnya pendapatan masyarakat seharusnya peran serta pemerintah dalam hal ini perlu diperhatikan. Dimana pemerintah berkoordinasi dengan industri padat karya untuk melihat berapa banyak peluang kerja yang dapat ditawarkan sehingga para angkatan kerja yang belum terserap dapat diminimalisasi jumlahnya. Meskipun dalam paket kebijakan tersebut salah satunya mewajibkan kepada industri padat karya untuk mendata jumlah karyawann untuk mendapat PPh murah hal ini tidak lantas memberikan peningkatan perubahan ekonomi rakyat kearah yang lebih baik.
Pengangguran terbuka yang tersedia masih cukup besar sehingga perlu ditindak lanjuti agar permasalaan yang terjadi dapat segera terselesaikan. Peningkatan pendapatan setiap individu akan membuat konsumsi mereka meningkat tentu hal ini yang sangat diharapkan dalam dunia usaha peningkatan pendapatan akan merespon positif terhadap perekonomian dan sektor usaha akan mengalami peningkatan yang pesat.
Kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah telah terkonsep dengan rapi sesuai dengan kebutuhan yang ingin dicapai. Namun sekali lagi perlunya kinerja ekstra untuk mewujudkan iklim usaha yang kondusif dengan investasi yang meningkat dengan ditopang dengan peningkatan daya beli masyarakat. Jika pemerintah jeli dalam melihat peluang dan berperan aktif mengurangi pengangguran bukan tidak mungkin kebijakan yang telah diambil akan terlaksana dengan baik. Serta apabila pemerintah dalam hal ini berperan aktif bahu-mabahu dalam merespon daya beli masyarakat dengan menawarkan berbagai produk investasi yang menarik sehingga masyarakat tertarik untuk melakukan investasi atau alternatif yang juga bisa diandalkan adalah dengan melakukan operasi pasar terbuka dengan mengontrol harga pasar sehingga memicu peningkatan konsumsi.  Hal ini akan berdampak positif terhadap dunia usaha dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi akan mengalaimi keberhasilan yang diharapkan.


0 komentar:

Posting Komentar