Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Bertaruh dalam finansial aset



Bertaruh dalam finansial aset
Oleh M Rizqi Iskhaqi, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
UniversitasJember

Dalam beberapa investasi tengah di bagi menjadi beberapa bentuk salah satunya adalah investasi dalam bentuk finansial. investasi dalam bentuk finansial seperti saham, deposito dan masih banyak surat berharga juga memberikan beberapa dampak Dalam alokasi keuangan bagi beberapa masyarakat yang mempunyai banyak uang atau modal akan mengalokasikan uang tersebut dalam bentuk aset. Dari aset tersebut di harapkan mendapatkan imbal balik akan kepemilikan aset yang dimilikinya. Namun harus dipikirkan pula dampak yang akan di terima dalam investasi tersebut. Kondisi perekonomian yan tidak menentu akan menjadikan suatu keadaan yang tidak menentu pula bagi investasi aset finansial. Kondisi seperti ini hampir sama dengan siklus bisnis yang kadang kala mengalami trend positif dan trend yang negatif.
Pergerakan trend yang positif akan menggambarkan sebuah keuntungan yang akan diterima oleh investor. Peregerakan yang positif ini bisa di dasari dengan kinerja perusahaan yang semakin bagus. Hasilnya output yang di hasilkan sebagai salah satu indikator prospek perusahaan yang semakin meningkat. Tidak hanya dalam bentuk ini saja, arus permodalan yang semakin besar semakin menunjukkan kinerja perusahaan. Kepemilikan aset produksi yang semakin bertambah juga menjadi gambaran akan prospek perusahaan yang semakin membaik. Dari beberapa indikator tersebut akan mencerminkan nilai aset finansial yang semakin meningkat terkait perusahaan. Ini merupakan kode positif bagi para investor yang akan dalam posisi aman dalam aset finansial dalam investasinya.
Sedangkan sebuah trend negatif akan menggambarkan sebuah ancaman bagi seorang investor. Trend negatif ini dapat di gambarkan dari pergerakan proses produksi dalam perusahaan yang semakin menurun. Hasil produksi yang semakin meningkat akan semakin menurunkan keuntungan akan peruhaan tersebut juga menurun. Arus permodalan yang semakin menyempit dikarenakan keuntungan produksi yang semakin tergerus dalam pembiayaan operasional perusahaan. Sebagai akibatnya akan dilakukan beberapa penurunan penyerapan tennaga kerja dalam merespon kondisi seperti ini, semua ini masih tergambar dari internal perusahaan. Belum lagi dari eksternal perusahaan yang digambarkan dengan tekanan perekonomian global dengan persaingan yang semakin besar. Kegagalan persaingan dalam pasar merupakan salah satu penyebab terjadinya trend negatif dalam investasi finansial yang akan diterima oleh para investor.
Perubahan siklus dalam perekonomian akan berdampak dalam dunia investasi finansial. Seperti dalam bursa saham yang ada di indonesia ketika terjadi perubahan trend maka akan di respon dengan cepat oleh para investor dengan perubahan perilaku. Tak hayal investasi dalam bentuk finansial mempunyai resiko yang sangat besar, meski pada dasarnya besarnya resiko yang diterima datang seiring dengan keuntungan yang akan di terima. Banyak hal yang mempengaruhi seperti yang tenlah di sampaikan diatas. Namun dalam investasi di bidang finansial ini respon akan keuangan akan lebih cepat diterima dari pada dampak yang diterima oleh investasi di bidang riil.
Dalam  bursa saham indonesia yang di wadahi dalam index harga saham gabungan mengalami tekanan yang sangat berat dari perekonomian global. Tekanan tersebut berimbas dalam perusahaan yang tercantum dalam pasar saham yang ada dalam index harga saham gabungan tersebut. Tak elak sebesar 179 triliun rupiah menghilang tanpa bekas sebagai akibat dari pelemahan nilai invesasi di bidang finansial tersebut. Pergeseran nilai yang terjadi begitu sangat cepat karena yang di mainkan tidak melibatkan sektor riil yang masih banyak melibatkan beberapa pihak dalam opersionalnya. perubahan ini tidak hanya di akibatkan oleh tekanan global saja namu dari perekonomian indonesia sendiri yang juga mengalami perlambatan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
Kondisi yang tidak mendukung untuk investor ini di ikuti dengan penarikan akan investasi yang di tanamkan untuk di pindahakan dalam investasi yang lebih menguntungkan. Perpindahan ini menjadi salah satu faktor yang mendasari hilangnya uang di pasar investasi potofolio tersebut. Para inestor yang mulanya yakin akan investasinya di indonesia kini mulai ragu dengan kondisi yang tidak menentu seperti yang saat ini terjadi. Kebanyakan perpindahan investasi ini terjadi dalam berbagai bidang yang tidak memiliki siklus perekonomian secara global dalam artian masih dalam lokal. Para investor menganggap bahwa perusahaan yang tidak memiliki prospek siklus bisnis tidak memiliki daya tahan serta prospek yang bagus dalam jangka panjang.
Para investor mulai berbondong-bondong memindahkan investasinya dalam aset yang terkait dengan sklus global perekonomian dan investasi yang lebih aman di negara yang perekonomiannya lebih stabil. Ini ditujukkan dengan investasi yang meningkat dalam berbagai sektor sperti sektor pertambangan, perkebunan, penerbangan, dan mineral sumberdaya yang terangnya lebih aman dalam asetnya. Namun Kondisi seperti ini tidak akan berjalan tetap karena seiring dengan membaiknya perekonomian akan diikuti dengan kembalinya para investor dalam kondisi semula. Pergerakan ini hanya sebagai respon mencari aman para investor dalam menyelamatkan aset kekayaannya dalam perekonnomian yang tidak menentu ini.

0 komentar:

Posting Komentar