Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

BULAN MUNCULNYA INFLASI




BULAN MUNCULNYA INFLASI
Oleh Coniq Putri Andinata, Mahasiswi  S1 angkatan 2013, Konsentrasi Moneter Ilmu Ekonomi Universitas Jember.
Stabil dan rendahnya laju inflasi merupakan harapan setiap kota maupun negara guna meningatkan kesejahteraan pada setiap masyarakatnya. Dalam sektor keuangan naiknya laju inflasi akan mengakibatkna menurunnya nilai tukar mata uang negara tersebut. Di indonesia laju inflasi setiap minggunya dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan mengukur Indek Harga Konsumsi (IHK) dari setiap kota. Pengaruh Indeks Harga Konsumsi (IHK) terhadap inflasi dalam penyajian dari BPS disebut dengan disegigasi inflasi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui indikator yang mempengaruhi inflasi tersebut lebiih fundamental. BPS saat ini juga mempublikasikan inflasi berdasarkan pengelompokan yang lainnya yang dinamakan disagregasi inflasi. Disagregasi inflasi tersebut dilakukan untuk menghasilkan suatu indikator inflasi yang lebih menggambarkan pengaruh dari faktor yang bersifat fundamental. Fundamental disini yaitu seperti interaksi permintaan-penawaran, nilai tukar, harga komoditi barang secara global, serta perkiraan inflasi dari produsen dan konsumen. Inflasi dibagi menjadi Inflasi inti dan Inflasi Non Inti. Inflasi Non Inti terdiri yaitu inflasi yang disebabkan oleh faktor-faktor non fundamental, seperti inflasi yang disebabkan oleh harga komoditi yang diatur oleh pemerintah (administered Prices).
Bengkulu merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 1874,9. Jumlah ini termasuk sedikit jika kita bandingkan dengan jumlah penduduk kota surabaya yaitu sekitar 2608. Sehiingga tak heran jika lebih mudah mengatur laju perekonomian di wilayah tersebut. Dari nilai laju inflasi di  bengkulu dapat kita ketahui bahwa terjadi penurunan konsumsi dari masyarakat. Tidak adanya gejolak pasar seperti tingkat pertumbuhan seperti tingkat pembelanjaan pada akhir tahun, masa libur sekolah, sehingga sektor pariwisata tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laju inflasi di kota Bengkulu. Hal ini juga dikatakan oleh beberapa pengamat lajju inflasi dengan berakhirnya masa liburan, maka laju inflasi di sektor tersebut juga berakhir.
Jika laju inflasi selama beberapa bulan terus menerus rendah, maka deflasi mungkin terjadi. Dimana harga beberapa komoditi mengalami penurunan. Dan hal ini jelas akan direspon oleh para pihak produsen. Akan tetapi di sini pemerintah Bengkulu tetap harus berjaga-jaga agar ekspektasi seperti pengurangan para pekerja di perusahaan yaitu PHK tidak terjadi.
Dan jika kita cermati, inflasi dengan sebab kelebihan penawaran atau dapat kita sebut dengan Demand pull inflation yaitu diprediksi akan terjadi pada bulan juni dan juli mendatang. Hal ini terjadi karena pada bulan tersebut memasuki bulan puasa. Jika hal ini tidak kita waspadai sedari awal, maka akan ada kemungkinan laju inflasi meningkat tak terkendali. Dan biasanya harga hargad di pasaran mulai menyesuaikan dengan berbagai kota maupun wilayah. Sehingga laju inflasi di beberapa wilayah juga bermain penting dalam adanya inflasi.
Di indonesia, ketika harga dari suatu komoditi naik,  maka akan sulit ataupun jarang terjadi ketika kita megalami deflasi haraga tersebut mengalami penurunan. Hal ini disebut dengan shock inflasi. Biasanya shock inflasi. Terjadi ketika  harga bahan bakar minyak (BBM) naik, maka akan menyebabkan atau dapat kita katakan pasti akan memicu kenaikan harga komoditi lain di pasar. Akan tetapi, ketika harga BBM mengalai penurunan, para produsen maupun penjual di pasar enggan melakukan penurunan harga. Dan inilah sebabnya ketika terjadi deflasi, jarang sekali kita rasakan sepenuhnya sehingga yang selalu kita rasakan hanya ketika inflasi terjadi.
Pada musim puasa nanti inflasi tidak hanya berasal dari sektor primer saja, tetap juga di dorong oleh sektor sekunder maupun sektor tersier. Belanja masyarakat seperti pembelian baju, alat alat elektronik, maupun kendaraan bermotor pasti terjadi. Padahal seharusnya ketika memasuki bulan puasa jumlah asupan makanan yang kita cerna berkurang, tapi mengapa data yang dilaporkan oleh BPS yaitu indek harga konsumen (IHK) mengalami peningkatan. Keinginan untuk berkonsumsi masyarakat inilah yang seharusnya dapat dikendalikan. Dan puncaknya ketika memasuki hari idul fitri, harga cenderung tak bisa dikendalikan.
Dari sisi moneter,  pada bulan puasa perputaran uang terjadi begitu cepat di masyarakat. Banyak dari nasabah mengambil uang tabungannya maupun depositonya di setiap perbankan. Tak peduli lagi apakah suku bunga akan mengalami kenaikan atau penurunan, para nasabah mayoritas akan tetap mengambil uang yang selama ini disimpannya. Sehingga perlu adanya beberapa inovasi baru dari berbagai pihak seperti pemerintah maupun perbankan dalam pengendalian belanja masyarakat maupun peputaran uang pada bulan puasa nanti.
Tidak hanya itu, pada musim puasa nanti, liburan sekolah yang memasuki tahun ajaran baru pada sekitar bulan juli ataupun agustus mendatang juga akan mempengaruhi nilai laju inflasi di setiap wilayah. Setelah musim puasa selesai, periode ini akan menggantikan ataupun mengakibatkan nilai kenaikan beberapa harga komoditi di pasaran. Mulai dari mengalami kenaikannya peralatan seolah sampai naiknya tarif pada setiap tempat rekreasi juga akan terjadi. Sehingga perlu adanya beberapa kebijakan “siaga” pada bulan juni sampai agustus mendatang. Karena jika tidak maka laju inflasi di kota Bengkulu maupun kota lainnya akan sulit mengalami penurunan harga kembali.

0 komentar:

Posting Komentar