DILEMA
PROYEK JALUR LINTAS SELATAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEREKONOMIAN
Kita
tentu sudah tidak asing lagi dengan jalur lintas selatan yang beberapa waktu
lalu gencar dibicarakan sebagai icon
yang dapat membantu pengembangan perekonomian di wilayah selatan pulau jawa.
Jalur lintas selatan merupakan jalur yang menghubungkan wilayah selatan pulau
jawa dari Kabupaten Pacitan di Jawa Barat sampai Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur. Tujuan utama dibangunnya jalur
lintas selatan ini adalah untuk mempermudah distribusi barang dan jasa di
wilayah selatan pulau jawa.
Pembangunan
proyek jalur lintas selatan ini menghabiskan dana APBN sebesar 7,5 triliun
rupiah, angka yang cukup fantastis memang. Namun dibalik besarnya anggaran yang
dikeluarkan untuk proyek jalur lintas selatan ini terbesit banyak harapan untuk
pengembangan sektor-sektor perekonomian yang nilai ekonomisnya ditaksir lebih
dari anggaran yang dikeluarkan. Jalur lintas selatan ini bisa dikatakan sebagai
nvestasi jangka panjang yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Namun
pembangunan proyek jalur lintas selatan ini tak kunjung usai hingga saat ini.
Tahun 2016 ini, pembangunan jalur lintas selatan sudah berjalan kurang lebih 14
tahun terhitung sejak tahun 2002 lalu. Empat belas tahun memang bukan waktu
yang sebentar, apalagi keberlangsungan proyek ini sudah melewati beberapa
pergantian presiden yang menjabat. Janji yang awalnya diberikan sebelum proyek
ini dibangun hanya menjadi isapan jempol belaka. Proyek yang digencarkan akan
memperbaiki perekonomian justru keberlangsungannya masih dipertanyakan.
Salah
satu wilayah yang menjadi orientasi pembangunan proyek jalur lintas selatan
adalah kabupaten jember, tepatnya di wilayah taman nasional meru betiri. Proyek
jalur lintas selatan yang ada di wilayah taman nasional meru betiri baru
setengah jadi dan keberlanjutan pembangunannya masih menjadi sebuah misteri.
Betapa tidak, jika mendengar istilah taman nasional tentu kita mengetahui bahwa
wilayah taman nasional adalah wilayah yang steril dari pembangunan apapun yang
di luar konteks pendukung dari keberlangsungan kegiatan taman nasional itu
sendiri. Dari situ, banyak aktivis yang menyuarakan pendapatnya mengenai
ketidak setujuannya atas pembangunan proyek jalur lintas selatan di wilayah
taman nasional meru betiri.
Pendapat
kontra para aktivis lingkungan tersebut tentu bukan tanpa alasan, mereka tentu
mengkhawatirkan dampak negatif yang akan ditimbulkan dengan adanya proyek jalur
lintas selatan ini. Pembangunan proyek jalur lintas selatan yang melewati
wilayah taman nasioal meru betiri ini tentunya akan mengubah wilayah taman
nasional secara fisik maupun secara fungsional. Dan jika dibiarkan maka
keberadaan taman nasional meru betiri ini bisa saja akan musnah di masa yang
akan datang.
Kecaman
dari para aktivis lingkungan ini ternyata memiliki dampak yang cukup
berpengaruh, hingga pemerintah berpikir ulang mengenai akan meneruskan
pembangunan proyek jalus lintas selatan ini atau memberhentikan dengan asumsi
mencari jalur lain di luar wilayah taman nasioan meru betiri. Namun kedua
pilihan tersebut tentunya memiliki resiko tersendiri yang sama-sama besar. Jika
pemerintah salah sedikit saja dalam menentukan keberlanjutan pembangunan proyek
jalur lintas selatan ini tentu saja akan memiliki dampak yang berkelanjutan di
masa yang akan datang.
Jika
pemerintah melanjutkan pembangunan proyek jalur lintas selatan dengan melewati
wilayah taman nasional meru betiri, tentu dampak yang akan ditimbulkan adalah
rusaknya kawasan taman nasional meru betiri yang ada di wilayah kabupaten
jember. Jika taman nasional meru betiri rusak maka akan berdampak pada rusaknya
keseimbangan ekosistem lingkungan yang ada di wilayah taman nasional meru
betiri. Dan akan banyak buruk bagi lingkungan yang akan ditimbulkan.
Namun
di sisi lain jika pembangunan proyek yang ada di wilayah taman nasional meru
betiri tersebut diberhentikan, maka akan membuang anggaran negara yang sudah
dikeluarkan sebelumnya. Tentu saja akan membengkakkan anggaran jika harus
membangun alternatif jalan lain. Karena anggaran yang disiapkan sudah cukup
untuk penyelesaian jalur yang ada, bukan untuk membangun jalur alternatif baru.
Sayangnya,
pemerintah tidak tanggap menyikapi hal ini. Pemerintah belum mengeluarkan
kebijakan yang tanggap dan cepat mengenai keberlangsungan pembangunan proyek
jalur lintas selatan. Saat ini yang terjadi justru proyek setengah jadi yang
ada di wilayah taman nasional meru betiri dibiarkan begitu saja tanpa ada
kejelasan apapun. Hal tersebut tentu menghapus semua harapan masyarakat tentang
perbaikan perekonomian akibat adanya jalur lintas selatan ini.
Saat
ini masyarakat hanya bisa menunggu keputusan yang akan dikeluarkan oleh
pemerintah terkait keberlangsungan pembangunan proyek jalur lintas selatan. Masyarakat
pun juga tidak mengetahui apakah akan mendapatkan hasil yang memuaskan dari
hasil penantiannya. Besar harapan masyarakat pemerintah akan lebih bijaksana
lagi menanggapi permasalahan ini.






0 komentar:
Posting Komentar