Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

DILEMA PROYEK JALUR LINTAS SELATAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEREKONOMIAN



DILEMA PROYEK JALUR LINTAS SELATAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEREKONOMIAN

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan jalur lintas selatan yang beberapa waktu lalu gencar dibicarakan sebagai icon yang dapat membantu pengembangan perekonomian di wilayah selatan pulau jawa. Jalur lintas selatan merupakan jalur yang menghubungkan wilayah selatan pulau jawa dari Kabupaten Pacitan di Jawa Barat sampai Kabupaten Banyuwangi di  Jawa Timur. Tujuan utama dibangunnya jalur lintas selatan ini adalah untuk mempermudah distribusi barang dan jasa di wilayah selatan pulau jawa.
Pembangunan proyek jalur lintas selatan ini menghabiskan dana APBN sebesar 7,5 triliun rupiah, angka yang cukup fantastis memang. Namun dibalik besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk proyek jalur lintas selatan ini terbesit banyak harapan untuk pengembangan sektor-sektor perekonomian yang nilai ekonomisnya ditaksir lebih dari anggaran yang dikeluarkan. Jalur lintas selatan ini bisa dikatakan sebagai nvestasi jangka panjang yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Namun pembangunan proyek jalur lintas selatan ini tak kunjung usai hingga saat ini. Tahun 2016 ini, pembangunan jalur lintas selatan sudah berjalan kurang lebih 14 tahun terhitung sejak tahun 2002 lalu. Empat belas tahun memang bukan waktu yang sebentar, apalagi keberlangsungan proyek ini sudah melewati beberapa pergantian presiden yang menjabat. Janji yang awalnya diberikan sebelum proyek ini dibangun hanya menjadi isapan jempol belaka. Proyek yang digencarkan akan memperbaiki perekonomian justru keberlangsungannya masih dipertanyakan.
Salah satu wilayah yang menjadi orientasi pembangunan proyek jalur lintas selatan adalah kabupaten jember, tepatnya di wilayah taman nasional meru betiri. Proyek jalur lintas selatan yang ada di wilayah taman nasional meru betiri baru setengah jadi dan keberlanjutan pembangunannya masih menjadi sebuah misteri. Betapa tidak, jika mendengar istilah taman nasional tentu kita mengetahui bahwa wilayah taman nasional adalah wilayah yang steril dari pembangunan apapun yang di luar konteks pendukung dari keberlangsungan kegiatan taman nasional itu sendiri. Dari situ, banyak aktivis yang menyuarakan pendapatnya mengenai ketidak setujuannya atas pembangunan proyek jalur lintas selatan di wilayah taman nasional meru betiri.
Pendapat kontra para aktivis lingkungan tersebut tentu bukan tanpa alasan, mereka tentu mengkhawatirkan dampak negatif yang akan ditimbulkan dengan adanya proyek jalur lintas selatan ini. Pembangunan proyek jalur lintas selatan yang melewati wilayah taman nasioal meru betiri ini tentunya akan mengubah wilayah taman nasional secara fisik maupun secara fungsional. Dan jika dibiarkan maka keberadaan taman nasional meru betiri ini bisa saja akan musnah di masa yang akan datang.
Kecaman dari para aktivis lingkungan ini ternyata memiliki dampak yang cukup berpengaruh, hingga pemerintah berpikir ulang mengenai akan meneruskan pembangunan proyek jalus lintas selatan ini atau memberhentikan dengan asumsi mencari jalur lain di luar wilayah taman nasioan meru betiri. Namun kedua pilihan tersebut tentunya memiliki resiko tersendiri yang sama-sama besar. Jika pemerintah salah sedikit saja dalam menentukan keberlanjutan pembangunan proyek jalur lintas selatan ini tentu saja akan memiliki dampak yang berkelanjutan di masa yang akan datang.
Jika pemerintah melanjutkan pembangunan proyek jalur lintas selatan dengan melewati wilayah taman nasional meru betiri, tentu dampak yang akan ditimbulkan adalah rusaknya kawasan taman nasional meru betiri yang ada di wilayah kabupaten jember. Jika taman nasional meru betiri rusak maka akan berdampak pada rusaknya keseimbangan ekosistem lingkungan yang ada di wilayah taman nasional meru betiri. Dan akan banyak buruk bagi lingkungan yang akan ditimbulkan.
Namun di sisi lain jika pembangunan proyek yang ada di wilayah taman nasional meru betiri tersebut diberhentikan, maka akan membuang anggaran negara yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Tentu saja akan membengkakkan anggaran jika harus membangun alternatif jalan lain. Karena anggaran yang disiapkan sudah cukup untuk penyelesaian jalur yang ada, bukan untuk membangun jalur alternatif baru.
Sayangnya, pemerintah tidak tanggap menyikapi hal ini. Pemerintah belum mengeluarkan kebijakan yang tanggap dan cepat mengenai keberlangsungan pembangunan proyek jalur lintas selatan. Saat ini yang terjadi justru proyek setengah jadi yang ada di wilayah taman nasional meru betiri dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan apapun. Hal tersebut tentu menghapus semua harapan masyarakat tentang perbaikan perekonomian akibat adanya jalur lintas selatan ini.
Saat ini masyarakat hanya bisa menunggu keputusan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah terkait keberlangsungan pembangunan proyek jalur lintas selatan. Masyarakat pun juga tidak mengetahui apakah akan mendapatkan hasil yang memuaskan dari hasil penantiannya. Besar harapan masyarakat pemerintah akan lebih bijaksana lagi menanggapi permasalahan ini.

0 komentar:

Posting Komentar