Dorong Aliran Modal
Ade
Linda
130810101076
Nilai status dari Bank Sentral merupakn lembaga yang tidak
di campuri oleh pemmerintah maupun pihak-pihak yang berkaitan. Lembaga keuangan
ini dalam posisinya di pemerintahan memiliki posisi berdiri sendiri, tidak
seperti lembaga lainnya yang ada di Indonesia. Tugas dari Bank Indonesia
sendiri, memiliki kedudukan sebagai lembaga yang mengatur dan menstabilkan
keuangan negara dengan melalui kebijakan-kebijakan yang ditetapkan dan
dikeluarkan. Dimana kebijakan-kebijakan yang ditetapkan atau dikeluarkan akan
memberikan dampak bagi perekonomian negara. sehingga sedikit saja gerakan dari
Bank Indonesia atau maksudnya kebijakan dari Bank Indonesia akan mempengaruhi
jalannya perekonomian negara. untuk Bank Indonesia sangat berhati-hati sekali
dalam pengeluaran kebijakan agar tidka merugikan bagi fundamentak perekonomian
negara Indonesia. Seperti kebijakan yang baru-baru ini kelaur adalah penurunan
suku bunga acuan, penurnan ini memberikan angin segar bagi para pengusaha.
Pada
bulan ini maret
di tahun 2016 Bank Indonesia sudah mengeluarkan beberapa kali kebijakan dalam penrunan suku
bunga, seperti halnya yang baru-baru ini terjadi penrunan BI Rate sebesar 75
basis poin. Dimana penurunan ini memberikan sinyal positif bagi para investor
hingga mendorong aliran masuk modal asing. Terjadi pemangkasan ini saja
memberikan dampak positif yaitu keyakinan dari para investor, dengan hal itu
sesuai dengan tujuan dari bank Indonesia dimana tugas mereka adalah menstabilkan
perekonomian melalui sisi keuangan. Meskipun terjadi perekonomian yang
bergejolak tetapi dengan adanya pemangkasan BI Rate memberikan sinyal kuat bagi
investor, terbukti dengan adanya aliran modal asing sebesar 46 triliun yang
memasuki pasar modal Indonesia. meskipun terjadi ekonomi global yang memburuk,
rasa kepercayaan terhadap investasi di Indonesia masih di nikamti oleh para
investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. sudah barang tentu, ini
menjadi hal positif yang diterima pemerintah. Dengan melihat ini, maka
pemerintah harus benar-benar memberikan perhatian terhadap bagaimana caranya
mempertahankan tingkat kepercayaan yang terjadi di investasi. Disini terlihat
terjadi optimisme pasar global terhadap prospek yang ada di Indonesia.
Dengan
diturunnya suku bunga acuan yang diturunkan dengan memangkas sebesar 25 basis
poin yang artinya penurunan suku bunga menjadi 6,75% dengan sebelumnya 7%.
Memberikan tingkat kepercayaan bagi Indonesia sendiri untuk mendapatkan target
pertumbuhan ekonomi yang di inginkan Indonesia serta dengan adanya hal ini
memberikan dasar keyakinan bagi para investor asing atas fundamental yang ada
di Indonesia. dimana fundamental ekonomi Indonesia yang membaik sehingga
tingkat kepercayaan dari para investor semakin meningkat dan berefek pada
perkenomian Indonesia sendiri.
Dengan
tingkat kepercayaan para investor yang terlihat dari fundamental yang baik
memberikan suatu gambaran bahwa perekonomian Indonesia sedang membaik
deibandingkan dengan negara lain yang justru kebalikan dari Indonesia sendiri.
Seperti halna kondisi ekonomi dunia yang kini tidak membaik akibat dari
berbagai hal. Tetapi Indonesia justru memberikan angin positif sehingga ekonomi
Indonesia membaik dan berada di titik keseimbangan. Hal ini juga menjadikan
rasa optimisme terhadap target produk domestik bruto ( PDB ) yaitu dengan
tumbuh 5,2 persen sampai dengan 5,6 perse pada tahun ini atau dengan kata lain
meningkat menjadi 0,4 persen pada tingkat PDB. Sementara hal itu, pada posisi
kuartal 1/2016 Bank Indonesia menyiratkan mengenai pertumbuhhan ekonomi
Indoensia mencapai 5,1 persen sedangkan pada kuartal II sendiri ada pada level
5.2 persen sampai 5,3 persen. Dari sisi saham gabungan sendiri, pada
perdagangan sendiri indeks saham gabungan ( IHSG ) ditutup dnegan stagnan
dimana berada pada level 4.885,71 di lantai hijau bursa pasifik dengan IHSG
snediri mengalami penguatan 1,49 persen kedalam sebesar 71,93 poin. Dalam
sepanjang tahun mengalami kenaikan indeks sebesar 6,37 persen.
Sepanjang tahun ini bursa saham
mengalami sentimen positif dari berbagai sisi, sentimen postif ini memberikan
keyakinan prospek kedepannya ekonomi Indonesia membaik. Tidak dipungkiri ada
beberapa sisi yang memberikan sumbangsih besar bagi perekonomian Indonesia.
salah satunya bisa jadi diakibatkan karena suku bunga acuan yang ditetapkan
oleh Bank Indonesia yang diturunkan sehingga memberikan sinyalir kuat bagi
investor dan memberikan sentimen positif yang menyokong IHSG, kemudian selain
disebabkan karena dalam negeri sendiri, ada sebab lainnya adalah batalnya
federal reserve untuk menaikan menaikan suku bunga acuan. Feredaral reserve
merupaka lembaga keuanga yang di miliki oleh negara Amerika Serikat. Dimana
apabila terdapat kebijakan yang dikeluarkan oleh The Fed maka akan berpengaruh
terhadap perekonomian di negara-negara lain termasuk Indonesia. kemudian selain
itu adanya peningkatan cadangan devisa serta stabilitas kurs rupiah yang bisa
dilihat bahwa kurs Indonesia terhadap dollar berada posisi sekitaran 13.000
serta rebound harga minyak mentah dunia. Dilihat dari sebab itu, maka pantas
saja sentimen positif berada di Indonesia karena Indonesia memiliki prospek
yang kuat dan dapat meberikan nilai positif bagi Indonesia.
Sedangkan
berberda lagi dengan pendapat lainnya, yaitu sentimen posotof bagi Indonesia
terhadap investasi disebabkan karena meninalai mayoritas bursa Asia menghijau
kecuali negara jepang. Kemduian selain itu, sentimen postif Indonesia
disebabkan karena adanya sokongan oleh penguatan minyak dengan mendekati US$40
per barel serta sentimen postif diakibatkan naiknya gairah properti di China. Kenakian
gairah properti china disebabkan oleh pemberian kelonggaran pemerintah China
dengan rencana pembuatak kebijakan yang mempermudah di dalam bagian perdagangan
ekuitas sehingga ini memberikan sinyal kuat bagi harga biji yang berada di
negeri china. Selain itu juga diakibatkan karena meningkatnya kuota pinjaman
broker yang dilakukan negeri china terhadap pinjaman broker dimana hal ini
memberikan atau memacu geliat pasar ekuitas di China, dengan melalui
perpanjangan pinjaman kepada broker dalam perusahaan ekuitas.
Namun meskipun
hal ini terjadi sentimen positif bagi Indonesia, jika dilihat dari nilai
rata-rata bursa saham Indonesia hanya sebesar 5 triliun dibandingkan dengan
periode tahun 2015 yang mencapai 6,5 triliun dilihat bahwa kendati terdapat
sentimen posotof ini masih dibawah peridoe yang sebelumnya maka disini perlu
perhatian lebih bagi pemerintah terhadap pasar keuangan. Agar para investor lebih
giat dan bersemangat lagi dengan menginvestasikan modlanya kepada Indonesia.
perhatian lebih itu bisa melalui pinjaman terhadap para invest, agar para
investor lebih percaya pada keadaan perekonomian Indonesia. serta harus lebih
mempertahankan fundamental di Indonesia, dengan bentuk fundamental yang baik maka
tingkat kepercayaan lebih meningkat.
Seperti yang di
ungkapkan oleh seorang ekonom gadjah mada yang mengatakan perlu adanya hot
monet tetap perlu diwaspadai agar bertahan dengan menjaga variabel makroekonomi
dalam konsiri yang kondusif seperti inflasi, iklim usaha. Jika dirasa ini
diperlukan maka memang harus perlu adanya kewapadaan agar tidka terjadi hot
money.






0 komentar:
Posting Komentar