Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Dorong Aliran Modal





Dorong Aliran Modal
Ade Linda 
 130810101076

Nilai status dari Bank Sentral merupakn lembaga yang tidak di campuri oleh pemmerintah maupun pihak-pihak yang berkaitan. Lembaga keuangan ini dalam posisinya di pemerintahan memiliki posisi berdiri sendiri, tidak seperti lembaga lainnya yang ada di Indonesia. Tugas dari Bank Indonesia sendiri, memiliki kedudukan sebagai lembaga yang mengatur dan menstabilkan keuangan negara dengan melalui kebijakan-kebijakan yang ditetapkan dan dikeluarkan. Dimana kebijakan-kebijakan yang ditetapkan atau dikeluarkan akan memberikan dampak bagi perekonomian negara. sehingga sedikit saja gerakan dari Bank Indonesia atau maksudnya kebijakan dari Bank Indonesia akan mempengaruhi jalannya perekonomian negara. untuk Bank Indonesia sangat berhati-hati sekali dalam pengeluaran kebijakan agar tidka merugikan bagi fundamentak perekonomian negara Indonesia. Seperti kebijakan yang baru-baru ini kelaur adalah penurunan suku bunga acuan, penurnan ini memberikan angin segar bagi para pengusaha.
Pada bulan ini maret di tahun 2016 Bank Indonesia sudah mengeluarkan beberapa kali kebijakan dalam penrunan suku bunga, seperti halnya yang baru-baru ini terjadi penrunan BI Rate sebesar 75 basis poin. Dimana penurunan ini memberikan sinyal positif bagi para investor hingga mendorong aliran masuk modal asing. Terjadi pemangkasan ini saja memberikan dampak positif yaitu keyakinan dari para investor, dengan hal itu sesuai dengan tujuan dari bank Indonesia dimana tugas mereka adalah menstabilkan perekonomian melalui sisi keuangan. Meskipun terjadi perekonomian yang bergejolak tetapi dengan adanya pemangkasan BI Rate memberikan sinyal kuat bagi investor, terbukti dengan adanya aliran modal asing sebesar 46 triliun yang memasuki pasar modal Indonesia. meskipun terjadi ekonomi global yang memburuk, rasa kepercayaan terhadap investasi di Indonesia masih di nikamti oleh para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. sudah barang tentu, ini menjadi hal positif yang diterima pemerintah. Dengan melihat ini, maka pemerintah harus benar-benar memberikan perhatian terhadap bagaimana caranya mempertahankan tingkat kepercayaan yang terjadi di investasi. Disini terlihat terjadi optimisme pasar global terhadap prospek yang ada di Indonesia.
Dengan diturunnya suku bunga acuan yang diturunkan dengan memangkas sebesar 25 basis poin yang artinya penurunan suku bunga menjadi 6,75% dengan sebelumnya 7%. Memberikan tingkat kepercayaan bagi Indonesia sendiri untuk mendapatkan target pertumbuhan ekonomi yang di inginkan Indonesia serta dengan adanya hal ini memberikan dasar keyakinan bagi para investor asing atas fundamental yang ada di Indonesia. dimana fundamental ekonomi Indonesia yang membaik sehingga tingkat kepercayaan dari para investor semakin meningkat dan berefek pada perkenomian Indonesia sendiri.
Dengan tingkat kepercayaan para investor yang terlihat dari fundamental yang baik memberikan suatu gambaran bahwa perekonomian Indonesia sedang membaik deibandingkan dengan negara lain yang justru kebalikan dari Indonesia sendiri. Seperti halna kondisi ekonomi dunia yang kini tidak membaik akibat dari berbagai hal. Tetapi Indonesia justru memberikan angin positif sehingga ekonomi Indonesia membaik dan berada di titik keseimbangan. Hal ini juga menjadikan rasa optimisme terhadap target produk domestik bruto ( PDB ) yaitu dengan tumbuh 5,2 persen sampai dengan 5,6 perse pada tahun ini atau dengan kata lain meningkat menjadi 0,4 persen pada tingkat PDB. Sementara hal itu, pada posisi kuartal 1/2016 Bank Indonesia menyiratkan mengenai pertumbuhhan ekonomi Indoensia mencapai 5,1 persen sedangkan pada kuartal II sendiri ada pada level 5.2 persen sampai 5,3 persen. Dari sisi saham gabungan sendiri, pada perdagangan sendiri indeks saham gabungan ( IHSG ) ditutup dnegan stagnan dimana berada pada level 4.885,71 di lantai hijau bursa pasifik dengan IHSG snediri mengalami penguatan 1,49 persen kedalam sebesar 71,93 poin. Dalam sepanjang tahun mengalami kenaikan indeks sebesar 6,37 persen.
            Sepanjang tahun ini bursa saham mengalami sentimen positif dari berbagai sisi, sentimen postif ini memberikan keyakinan prospek kedepannya ekonomi Indonesia membaik. Tidak dipungkiri ada beberapa sisi yang memberikan sumbangsih besar bagi perekonomian Indonesia. salah satunya bisa jadi diakibatkan karena suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang diturunkan sehingga memberikan sinyalir kuat bagi investor dan memberikan sentimen positif yang menyokong IHSG, kemudian selain disebabkan karena dalam negeri sendiri, ada sebab lainnya adalah batalnya federal reserve untuk menaikan menaikan suku bunga acuan. Feredaral reserve merupaka lembaga keuanga yang di miliki oleh negara Amerika Serikat. Dimana apabila terdapat kebijakan yang dikeluarkan oleh The Fed maka akan berpengaruh terhadap perekonomian di negara-negara lain termasuk Indonesia. kemudian selain itu adanya peningkatan cadangan devisa serta stabilitas kurs rupiah yang bisa dilihat bahwa kurs Indonesia terhadap dollar berada posisi sekitaran 13.000 serta rebound harga minyak mentah dunia. Dilihat dari sebab itu, maka pantas saja sentimen positif berada di Indonesia karena Indonesia memiliki prospek yang kuat dan dapat meberikan nilai positif bagi Indonesia.
Sedangkan berberda lagi dengan pendapat lainnya, yaitu sentimen posotof bagi Indonesia terhadap investasi disebabkan karena meninalai mayoritas bursa Asia menghijau kecuali negara jepang. Kemduian selain itu, sentimen postif Indonesia disebabkan karena adanya sokongan oleh penguatan minyak dengan mendekati US$40 per barel serta sentimen postif diakibatkan naiknya gairah properti di China. Kenakian gairah properti china disebabkan oleh pemberian kelonggaran pemerintah China dengan rencana pembuatak kebijakan yang mempermudah di dalam bagian perdagangan ekuitas sehingga ini memberikan sinyal kuat bagi harga biji yang berada di negeri china. Selain itu juga diakibatkan karena meningkatnya kuota pinjaman broker yang dilakukan negeri china terhadap pinjaman broker dimana hal ini memberikan atau memacu geliat pasar ekuitas di China, dengan melalui perpanjangan pinjaman kepada broker dalam perusahaan ekuitas.
Namun meskipun hal ini terjadi sentimen positif bagi Indonesia, jika dilihat dari nilai rata-rata bursa saham Indonesia hanya sebesar 5 triliun dibandingkan dengan periode tahun 2015 yang mencapai 6,5 triliun dilihat bahwa kendati terdapat sentimen posotof ini masih dibawah peridoe yang sebelumnya maka disini perlu perhatian lebih bagi pemerintah terhadap pasar keuangan. Agar para investor lebih giat dan bersemangat lagi dengan menginvestasikan modlanya kepada Indonesia. perhatian lebih itu bisa melalui pinjaman terhadap para invest, agar para investor lebih percaya pada keadaan perekonomian Indonesia. serta harus lebih mempertahankan fundamental di Indonesia, dengan bentuk fundamental yang baik maka tingkat kepercayaan lebih meningkat.
Seperti yang di ungkapkan oleh seorang ekonom gadjah mada yang mengatakan perlu adanya hot monet tetap perlu diwaspadai agar bertahan dengan menjaga variabel makroekonomi dalam konsiri yang kondusif seperti inflasi, iklim usaha. Jika dirasa ini diperlukan maka memang harus perlu adanya kewapadaan agar tidka terjadi hot money.

0 komentar:

Posting Komentar