Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Instrumen-Instrumen Bank Sentral


Seperti yang telah diketahui bahwa bank sentral merupakan suatu lembaga yang memiliki independensi yang kuat. Dengan sifat kelembagaan yang berdiri sendiri tersebut, membuat bank ini memiliki kedudukan paling tinggi dan penting dalam mengatur segala urusan perbankan di negaranya. Bank sentral dari berbagai negara tentu saja akan berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut terletak pada tujuan atau target yang ingin dicapai oleh bank sentral tiap negara tersebut. tidak hanya terletak pada perbedaan target dan tujuan, adanya peredaan bank sentral dari satu negara dan negara lainnya juga terletak pada instrument-instrumen kebijakan yang dipakai oleh bank sentral tersebut. dimana instrument-instrumen tersebut nantinya akan dibahas dalam artikel ini.

Instrument-instrumen kebijakan bank sentral digunakan oleh bank untuk dapat mencapai tujuan atau target yang ingin dicapai oleh perekonomian suatu negara. Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya perekonomian dalam suatu negara sangat erat kaitannya dengan kebijakan dari bank sentral di negaranya yang disebut juga dengan kebijakan moneter. Dimana kebijkan moneter disini memiliki beberapa instrument yang digunakan dalam menjalankan tugasnya. Namun pada dasarnya instrument-instrumen tersebut dibuat karena untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang ada. sehingga dengan adanya instrument tersebut, perekonomian diharapkan akan semakin membaik dan masalah perekonomian dapat teratasi. Masalah perekonomian yang dimaksud tentu saja seperti yang telah kita ketahui, seperti pengangguran, rendahnya nilai tukar tingkat suku bunga dan sebagainya.

Baiklah, sekarang kita akan membahas mengenai apa saja dan bagaimana instrument-instrumen yang dipakai oleh suatu negara. Karena kita bertempat tinggal dan hidup di negara kepulauan Indonesia ini, maka yang akan kita bahas disini lebih terfokus kepada instrument kebijakan moneter yang ada di Indonesia. Namun sebelum kita membahas instrument-instrumen tersebut, alangkah baiknya jika kita mengetahui bagaimana perekonomian yang ada di Indonesia saat ini serta apa saja permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh Indonesia.

Jika kita perhatikan, permasalahan yang dihadapi Indonesia dari dulu hingga saat ini tidaklah jauh berbeda. Dimana masalah-masalah tersebut antara lain:

  1. Inflasi
    Seperti yang kita ketahui, bahwa harga barang-barang dan jasa yang ada di negara ini selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Jarang sekali terjadi penurunan harga di negara ini. Hal ini membuktikan bahwa di Indonesia permasalahan inflasi selalu meningkat dari waktu ke waktu. Seperti saja misalnya harga nasi, kurang lebih 12 tahun yang lalu dengan hanya memegang uang senilai tiga ratus rupiah kita sudah dapat mendapatkan satu piring nasi beserta lauk-pauknya. Namun saat ini, di tahun ini harga nasi tersebut sudah berkisar tiga ribu rupiah hingga lima ribu rupiah dengan lauk pauk yang sejenis. Tentu saja inflasi selama 12 tahun tersebut telah mengalami peningkatan sebesar 1000% atau bahkan lebih. Tentu saja bagi masyarakat awam hal ini terjadi karena harga bahan baku meningkat karena adanya peningkatan harga dari pemerintah dan k arena naiknya harga BBM. Tentu saja mereka tidak banyak yang berfikir hal ini terjadi diakibatkan juga karena jumlah uang yang beredar di tangan-tangan mereka meningkat dari waktu ke waktu. Pemerintah beserta Bank Sentral telah melakukan berbagai kebijakan dalam mengatasi hal ini. Sehingga banyak muncul berbagai instrument yang akan dibahas pada artikel kali ini.
  2. Pengangguran
    Permasalahan kedua yang sering dialami oleh negara Indonesia adalah pengangguran yang tak kunjung dapat teratasi. Pemerintah telah melakukan berbagai macam program untuk mengatasi permasalahan ini mulai dari program dua anak cukup hingga wajib sekolah 12 tahun, namun permasalahan ini tak kunjung selesai. Memanglah sulit untuk mengatasi masalah yang satu ini, dimana berdasarkan teori kuva Philips apabila pengangguran diturunkan maka inflasi akan meningkat begitu pula sebaliknya apabila pengangguran dibiarkan meningkat inflasi dapat menurun. Ditambah lagi bahwa Indonesia lebih terfokus dalam mengatasi tingkat inflasi, dengan kata lain mempertahankan tingkat inflasi agar tidak meningkat. Walaupun negara ini leboh memilih terfokus pada tingkat inflasi, bukan berarti masalah yang satu ini terabaikan, pemerintah beserta Bank Sentral juga tidak henti-henti berusaha untuk dapat mengatasi permasalahan ekonomi satu ini dengan kebijakan yang telah mereka buat.

Secara umum, kedua masalah itulah yang menjadi dasar terjadinya masalah-masalah perekonomian yang lainnnya. Kedua masalah diatas juga dijadikan sebagai target oleh bank sentral dalam menentukan instrument ataupun kebijakan yang dapat mereka ambil. Lau bagaimana instrument yang telah dibuat oleh Bank Sentral Indonesia bekerja dalam mengatasi permasalahan-permasalahan di atas?.

  1. Operasi pasar terbuka
    Instrument pertama yang akan dibahas dalam artikel kali ini yaitu operasi pasar terbuka. Operasi pasar terbuka merupakan perdagangan surat berharga antara beberapa pihak. Tujuan diterapkannya operasi pasar terbuka ini sendiri yaitu untuk mengurangi dan menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Operasi pasar terbuka disini dilakukan oleh Bank Sentral dengan cara menjual SBI (Sertifikat Bank Indonesia) baik kepada pemerintah ataupun masyarakat public. Dalam melakukan penjualan SBI ini, tentu saja Bank Sentral harus menyediakan tingkat bunga yang akan didapatkan oleh si pembeli SBI tersebut. Operasi pasar terbuka sangat erat kaitannya dengan tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh BI selaku Bank Sentral.
    Pada saat ini telah dibuat suatu kebijakan baru dalam menetukan tingkat suku bunga Bank Indonesia. Suku bunga acuan baru tersebut dinamakan 7-Day Repo Rate, yang mana telah dibahas dalam artikel sebelumnya. BI menilai bahwa dengan menetapkan 7-Day Repo Rate, bunga terhadap deposito dan kredit akan lebih realistis. Dalam mekanismenya, 7-Day Repo Rate ini seperti halnya dengan pegadaian. Tidak lagi seperti cara kerja yang ditetapkan oleh BI-Rate, dalam suku bunga acuan baru ini bank-bank komersial yang ingin menyimpan uangnya di bank sentral dilakukan dengan membeli Surat Utang Negara (SUN). Bank-bank umum tersebut dapat memilih jangka waktu yang mereka inginkan, mereka bisa memilih jangka waktu selama tujuh hari atau bahkan satu tahun untuk mendapatkan uangnya kembali. Jadi secara tidak langsung, BI disini menggadaikan SUN kepada bank-bank umum untuk mendapatkan uang mereka dan kemudian BI wajib membayar dengan tingkat bunga yang telah ditentukan dengan 7-Day Repo Rate kepada bank pembeli SUN. jadi dengan jangka waktu yang singkat, yaitu selama tujuh hari tersebut bunga yang ditetapkan akan lebih terlihat.

  2. Reserve Requirement (Dana Cadangan)
    Intrumen kebijakan moneter yang kedua yaitu dana cadangan bank. Dimana dana ini wajib dimiliki oleh bank-bank komersial yang ada di Indonesia. Dana tersebut merupakan instrument yang dapat mempengaruhi jumlah uang beredar yang ada di masyarakat. Apabila dana cadangan yang ada di dalam suatu bank sentral ditingkatkan, maka berarti jumlah uang yang beredar di masayarkat akan terkurangi. Begitu pula sebaliknya, apabila dana cadangan suatu bank komersial dikurangi, maka jumlah uang yang beredar di masyarakat akan meningkat. Di Indonesia dana cadangan ini disebut sebagai GWM (Giro Wajib Minimum).

  3. Tingkat diskonto
    Tingkat diskonto merupakan suatu sku bunga dengan tingkat etrtentu yang ditetapkan oleh bank sentral dalam menaikkan atau menurunkan jumlah uang beredar si masyarakat. Apabila jumlah uang beredar yang ada di masyarakat mengalami keniakan dan berindikasi terjadi inflasi maka bank sentral dapat menaikkan tingkat diskonto. Hal ini yang nantinya akan berdampak pada pengurangan kredit yang dilakukan oleh bank komersial. Jadi apabila tingkat diskonto ditingkatkan maka bank komersial akan mengurangi kreditnya, karena mereka akan mempunyai tanggungan yang lebih besar. sehingga mendorong bank komersial untuk meningkatkan tingkat suku bunganya, sehingga menarik masyarakat untuk melakukan saving.

  4. Moral Suasion
    Yang dimaskud dengan moral solusion disini adalah suatu ajakan baik ajakan lewat pidato, sebaran ataupun seminar terhadap masyarakat untuk memberitahukan bagaimana keadaan bank sentral di waktu itu. Dengan ajakan tersebut biasanya bank sentral memberikan suatu pengertian terhadap masyarakat mengenai kapan harus melakukan pinjaman dan kapan ahrus menabung. Sehingga secara tidak langsung jumlah uang beredar di masayarkat dapat terpengaruhi.

Dari instrument-instrumen yang telah dibahas di atas, dapat diketahui bahwa, memanglah benar bahwa di Indonesia ini lebih terfokus terhadap tingkat inflasi. Kita dapat melihat bahwa instrument diatas lebih terfokus dalam mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat agar tidak terjadi inflasi. Seluruh instrument diatas juga tidak lepas kaitannya dengan tingkat suku bunga BI (BI-Rate) yang sekarang telah berubah menjadi 7-Day Repo Rate.

0 komentar:

Posting Komentar