Efisiensi dan Optimalisasi
Investasi Portofolio
Rachma Priasti
Ramadhani
130810101154
Fakultas Ekonomi
/ S1 IESP
Kegiatan investasi pada saat ini bukan
merupakan suatu kegiatan yang asing lagi bagi masyarakat pada era globalisasi
pada sekarang ini. Investasi diperlukan sebagai suatu alasan untuk memenuhi
kebutuhan modal dan sebagai sarana penanaman modal. Investasi juga memiliki
peran penting dalam perekonomian. Seperti yang kita ketahui, besar kecilnya
investasi akan berpengaruh pada perkembangan suatu negara. Negara dapat
dikatakan mengalami perkembangan secara dinamis apabila investasi yang
dikeluarkan memiliki tingkat jauh lebih besar daripada nilai penyusutan pada
masing faktor – faktor produksi. Sedangkan pada negara yang memiliki tingkat
investasi yang kecil, daripada penyusutan di masing – masing faktor produksinya
akan cenderung mengalami perekonomian yang stagnasi. Stagnasi disini merupakan
suatu keadaan dimana kondisi laju pertumbuhan perekonomian berjalan sangat
lambat atau bahkan bisa mencapai nilai nol. Sebagai dampak akan adanya stagnasi
tersebut adalah terjadinya pengangguran yang semakin meningkat hingga kemudian
akan diikuti adanya inflasi. Sebagai negara berkembang, negara Indonesia saat
ini memiliki tingkat investasi yang masih rendah. Rendahnya tingkat investasi
ini dikarenakan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah keadaan perekonomian
Indonesia yang masih sulit berada dalam keadaan stabil. Kegiatan investasi di
Indonesia saat beragam, diantaranya adalah investasi langsung (direct investment), investasi tidak
langsung (indirect investment. Kegiatan
investasi langsung diantaranya adalah investasi pada aset riil seperti
pendirian pabrik, pertambangan dan sebagainya. Sedangkan investasi tidak
langsung adalah kegiatan investasi pada pasar uang dan investasi pada pasar
modal. Kemudian sumber pendanaan atas investasi dapat berasal dari tabungan,
pinjaman dari pihak lain, maupun dari asset yang dimiliki pada saat ini. Dana
investasi yang ada disini juga tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi
juga berasal dari luar negeri. Penerimaan modal investasi dari luar negeri
tentunya bukan tanpa suatu alasan. Kegiatan investasi luar negeri disini juga
memiliki manfaat dan tujuan bagi masing – masing negara yang bersangkutan.
Manfaat tersebut diantaranya adalah untuk menambah devisa negara, pemasukan
modal yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur negara, hingga
manfaat dalam perlindungan politik dan keamanan wilayah.
Investasi merupakan variabel makro
yang merupakan salah satu faktor penentu dalam pertumbuhan ekonomi. Kaitannya
dengan pertumbuhan ekonomi adalah melalui tingkat pendapatan nasional yang
diperoleh dari sektor investasi. Secara umum dapat dikatakan bahwa investasi
memiliki korelasi yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Apabila tingkat
investasi meningkat, maka dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi juga meningkat,
begitu pula sebaliknya. Aktivitas investasi yang telah dilakukan juga
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor penentu dalam kegiatan investasi
diantaranya adalah suku bunga, pendapatan nasional perkapita, stabilitas
politik dan keamanan, nilai tukar, tingkat inflasi, hingga perilaku konsumen
dalam mempengaruhi harga pada pasar. Pada tahun lalu keadaan iklim investasi
sempat mengalami penurunan dikarenakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dollar AS. Shikawa (1994) menyatakan bahwa pengaruh nilai tukar terhadap
investasi sebenarnya adalah tidak pasti. Hal ini dikarenakan perubahan nilai
tukar pada investasi berlangsung melalui dua jalur, yaitu dari sisi permintaan
dan dari sisi penawaran domestik. Dalam waktu jangka pendek, penurunan nilai
tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatif pada expenditure reducing effect. Hal ini
dikarenakan penurunan pada tingkat kurs akan menyebabkan nilai tukar riil aset
masyarakat yang disebabkan oleh adanya kenaikan tingkat harga – harga secara
umum kemudian selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat.
Keadaan tersebut pada tingkat perusahaan nantinya akan direspon dengan adanya
penurunan pengeluaran atau alokasi modal pada sektor investasi. Sedangkan dari
sisi penawaran yaitu pengaruh dari pengalihan pengeluaran (expenditure switching) mengenai perubahan tingkat kurs pada sektor
investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik ini
justru akan menaikkan produk – produk impor yang diukur dengan mata uang
domestik dan dengan demikian nantinya akan meningkatkan harga pada barang –
barang yang diperdagangkan / barang – barang ekspor (traded goods) yang relatif terhadap barang – barang yang tidak
diperdagangkan (non traded goods),
sehingga akan didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik dapat
mendorong ekspansi sektor investasi pada barang – barang perdagangan tersebut.
Terlepas dari pengaruh nilai tukar, diharapkan iklim investais tetap stabil
agar dapat meningkatkan pertumbuhan nasional.
Saat ini kegiatan investasi portofolio
sangat diminati oleh berbagai perusahaan, alasannya adalah karena pada
investasi kemungkinan memberikan return yang lebih besar daripada biaya
produksinya. Investasi portofolio merupakan kegiatan investasi yang penanaman
modalnya dilakukan oleh para investor melalui jalur pasar modal baik berupa
saham maupun berupa surat hutang seperti obligasi. Sedangkan menurut Sukirno
(2005 : 381), investasi portofolio (portofolio
investment) adalah pembelian atas saham dan obligasi yang semata – mata
memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil atas dana yang diinvestasikan oleh para
investor melalui pasar modal. Atau dapat juga diartikan bahwa investasi
portofolio merupakan investasi dalam bentuk finansial yang tergolong paling high risk – high return investment. Artinya
adalah peluang dalam memperoleh keuntungan di investasi portofolio sangat besar
bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan, namun juga harus diimbangi dengan
perkiraan mengenai adanya kemungkinan kerugian yang besar apabila kegiatan
investasi tidak dikelola dengan baik. Dengan asumsi keuntungan tersebut maka
sekarang ini cukup banyak perbankan di Indonesia yang melakukan investasi
portofolio. Kegiatan pada investasi portofolio pada dasarnya harus memahami
dasar keputusan untuk berinvestasi, memahami risiko – risiko yang mungkin akan
terjadi, serta yang lebih penting adalah memahami langkah – langkah untuk
berinvestasi. Banyak kasus yang terjadi mengenai kerugian investasi, padahal
penyebab utama dari kerugian itu adalah bersumber dari investor itu sendiri
dimana mereka sebenarnya kurang paham mengenai kebijakan serta langkah –
langkah dalam berinvestasi. Mereka hanya memandang dari kecukupan modal saja,
tidak memperhatikan tentang risiko yang kemungkinan akan terjadi.
Investasi portofolio dapat berupa
saham ataupun reksadana, hal ini tergantung dari selera para investor. Namun
kedua jenis portofolio ini tentunya juga memiliki kelebihan dan kelemahan
masing – masing. Misalnya saja pada portofolio saham, dapat diketahui bahwa
saham memiliki tingkat risiko, namun hal ini tergantung dari
masing – masing alokasi saham. Dengan adanya saham, investasi dapat dilakukan
secara periodik. Dan apabila telah memilih cara tersebut, maka investor dapat
membeli saham setiap bulan bahkan hingga harian. Pagi masuk
pasar dengan membeli, siang atau sorenya keluar dengan cara menjual
dengan berharap memperoleh selisih positif harga beli dan harga jual. Selisih
positif ini dikenal dengan sebutan capital gain. Sedangkan caratrading pagi masuk-sore keluar
biasa disebut short term atau
day trade. Kemudian pada reksadana umumnya
ditujukan bagi investor pemula dan individual dimana ia tidak tergabung dalam
sebuah institusi tertentu. Dalam reksa dana ini, memungkinkan seorang investor
dalam peluang memperoleh return yang tinggi melalui dana yang kecil maupun
terbatas karena dana tersebut bersifat terbuka. Reksadana itu sendiri merupakan
suatu kumpulan dana banyak investor yang
nantinya akan diinvestasikan paga begrbagai lapisan instrumen investasi.
Kemudian uang tersebut diperoleh dengan cara menjual unit dari penyertaan
reksadana. Unit reksadana dapat dibeli pada harga yang telah ditetapkan. Untuk
selanjutnya investor memiliki hal secara proporsional pada reksadana
berdasarkan adanya jumlah unit dari penyertaan yang ia miliki.
Dalam hal efisiensi portofolio, merupakan portofolio yang
dapat memberikan return ekspektasi cukup besar dengan adanya tingkat risiko
yang telah ada dengan nilai tertentu dan memberikan risiko yang kecil dengan
tingkat return ekspektasu yang sudah tentu pula. Dengan adanya portofolio yang
efisien, hal ini nantinya dapat ditentukan dengan cara memilih tingkat return
ekspektasi tertentu untuk kemudian meminimumkan risikonya dengan menentukan
tingkat risiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya.
Seorang investor yang memiliki pemikiran rasional akan mencoba untuk memilih
portofolio yang efisien karena hal tersebut merupakan portofolio yang
sebenarnya dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari adanya dua dimensi, yaitu
berupa return atau risiko portofolio. Selanjutnya investor juga diberi
kewenangan untuk memilih kombinasi dari nilai aktiva – aktiva yang akan
digunakan untuk membentuk portofolionya. Pada semua set yang diperkirakan memberikan
kemungkinan portofolionya dapat dibentuk dari adanya kombinasi n – aktiva yang
tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Keseluruhan titik
dapat menyediakan semua portofolio baik yang efisien maupun tidak efisien yang
nantinya dapat dilakukan pemilihan oleh investor. Sedangkan bagi investor yang
memiliki tingkat rasional yang tepat tentunya tidak akan memilih portofolio
yang tidak efisien. Karena sesungguhnya para investor hanya tertarik pada
portofolio yang efisien. Setelah memilih portofolio yang efisien, pihak investor
juga harus cermat dalam mengalokasikan dana investasi. Untuk itu kebijakan atau pemilihan portofolio pada dasarnya
membahas tentang permasalahan bagaimana cara mengalokasikan penanaman modal
yanng tepat agar dapat membawa keuntungan terbanyak namun memiliki risiko yang
terkecil. Upaya dalam pembentukan ini mennyangkut tentang berbagai identifikasi
saham – saham yang digunakan hingga nantinya dipilih dan berapa alokasi
proporsi dana yang nantinya akan ditanamkan / disalurkan pada masing – masing
saham tersebut. pemilihan portofolio yang banyak sekurias dimaksudkan untuk
upya mengurangu risiko yang ditanggung. Sehingga pada teori optimalisasi
sangatlah aplikatif pada permasalahan yang menyangkut pada pengoptimalan
alokasi investasi tersebut.






0 komentar:
Posting Komentar