Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Efisiensi dan Optimalisasi Investasi Portofolio

Efisiensi dan Optimalisasi Investasi Portofolio

Rachma Priasti Ramadhani
130810101154
Fakultas Ekonomi / S1 IESP

Kegiatan investasi pada saat ini bukan merupakan suatu kegiatan yang asing lagi bagi masyarakat pada era globalisasi pada sekarang ini. Investasi diperlukan sebagai suatu alasan untuk memenuhi kebutuhan modal dan sebagai sarana penanaman modal. Investasi juga memiliki peran penting dalam perekonomian. Seperti yang kita ketahui, besar kecilnya investasi akan berpengaruh pada perkembangan suatu negara. Negara dapat dikatakan mengalami perkembangan secara dinamis apabila investasi yang dikeluarkan memiliki tingkat jauh lebih besar daripada nilai penyusutan pada masing faktor – faktor produksi. Sedangkan pada negara yang memiliki tingkat investasi yang kecil, daripada penyusutan di masing – masing faktor produksinya akan cenderung mengalami perekonomian yang stagnasi. Stagnasi disini merupakan suatu keadaan dimana kondisi laju pertumbuhan perekonomian berjalan sangat lambat atau bahkan bisa mencapai nilai nol. Sebagai dampak akan adanya stagnasi tersebut adalah terjadinya pengangguran yang semakin meningkat hingga kemudian akan diikuti adanya inflasi. Sebagai negara berkembang, negara Indonesia saat ini memiliki tingkat investasi yang masih rendah. Rendahnya tingkat investasi ini dikarenakan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah keadaan perekonomian Indonesia yang masih sulit berada dalam keadaan stabil. Kegiatan investasi di Indonesia saat beragam, diantaranya adalah investasi langsung (direct investment), investasi tidak langsung (indirect investment. Kegiatan investasi langsung diantaranya adalah investasi pada aset riil seperti pendirian pabrik, pertambangan dan sebagainya. Sedangkan investasi tidak langsung adalah kegiatan investasi pada pasar uang dan investasi pada pasar modal. Kemudian sumber pendanaan atas investasi dapat berasal dari tabungan, pinjaman dari pihak lain, maupun dari asset yang dimiliki pada saat ini. Dana investasi yang ada disini juga tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga berasal dari luar negeri. Penerimaan modal investasi dari luar negeri tentunya bukan tanpa suatu alasan. Kegiatan investasi luar negeri disini juga memiliki manfaat dan tujuan bagi masing – masing negara yang bersangkutan. Manfaat tersebut diantaranya adalah untuk menambah devisa negara, pemasukan modal yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur negara, hingga manfaat dalam perlindungan politik dan keamanan wilayah.
Investasi merupakan variabel makro yang merupakan salah satu faktor penentu dalam pertumbuhan ekonomi. Kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi adalah melalui tingkat pendapatan nasional yang diperoleh dari sektor investasi. Secara umum dapat dikatakan bahwa investasi memiliki korelasi yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Apabila tingkat investasi meningkat, maka dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi juga meningkat, begitu pula sebaliknya. Aktivitas investasi yang telah dilakukan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor penentu dalam kegiatan investasi diantaranya adalah suku bunga, pendapatan nasional perkapita, stabilitas politik dan keamanan, nilai tukar, tingkat inflasi, hingga perilaku konsumen dalam mempengaruhi harga pada pasar. Pada tahun lalu keadaan iklim investasi sempat mengalami penurunan dikarenakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Shikawa (1994) menyatakan bahwa pengaruh nilai tukar terhadap investasi sebenarnya adalah tidak pasti. Hal ini dikarenakan perubahan nilai tukar pada investasi berlangsung melalui dua jalur, yaitu dari sisi permintaan dan dari sisi penawaran domestik. Dalam waktu jangka pendek, penurunan nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatif pada expenditure reducing effect. Hal ini dikarenakan penurunan pada tingkat kurs akan menyebabkan nilai tukar riil aset masyarakat yang disebabkan oleh adanya kenaikan tingkat harga – harga secara umum kemudian selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Keadaan tersebut pada tingkat perusahaan nantinya akan direspon dengan adanya penurunan pengeluaran atau alokasi modal pada sektor investasi. Sedangkan dari sisi penawaran yaitu pengaruh dari pengalihan pengeluaran (expenditure switching) mengenai perubahan tingkat kurs pada sektor investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik ini justru akan menaikkan produk – produk impor yang diukur dengan mata uang domestik dan dengan demikian nantinya akan meningkatkan harga pada barang – barang yang diperdagangkan / barang – barang ekspor (traded goods) yang relatif terhadap barang – barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga akan didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik dapat mendorong ekspansi sektor investasi pada barang – barang perdagangan tersebut. Terlepas dari pengaruh nilai tukar, diharapkan iklim investais tetap stabil agar dapat meningkatkan pertumbuhan nasional.
Saat ini kegiatan investasi portofolio sangat diminati oleh berbagai perusahaan, alasannya adalah karena pada investasi kemungkinan memberikan return yang lebih besar daripada biaya produksinya. Investasi portofolio merupakan kegiatan investasi yang penanaman modalnya dilakukan oleh para investor melalui jalur pasar modal baik berupa saham maupun berupa surat hutang seperti obligasi. Sedangkan menurut Sukirno (2005 : 381), investasi portofolio (portofolio investment) adalah pembelian atas saham dan obligasi yang semata – mata memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil atas dana yang diinvestasikan oleh para investor melalui pasar modal. Atau dapat juga diartikan bahwa investasi portofolio merupakan investasi dalam bentuk finansial yang tergolong paling high risk – high return investment. Artinya adalah peluang dalam memperoleh keuntungan di investasi portofolio sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan, namun juga harus diimbangi dengan perkiraan mengenai adanya kemungkinan kerugian yang besar apabila kegiatan investasi tidak dikelola dengan baik. Dengan asumsi keuntungan tersebut maka sekarang ini cukup banyak perbankan di Indonesia yang melakukan investasi portofolio. Kegiatan pada investasi portofolio pada dasarnya harus memahami dasar keputusan untuk berinvestasi, memahami risiko – risiko yang mungkin akan terjadi, serta yang lebih penting adalah memahami langkah – langkah untuk berinvestasi. Banyak kasus yang terjadi mengenai kerugian investasi, padahal penyebab utama dari kerugian itu adalah bersumber dari investor itu sendiri dimana mereka sebenarnya kurang paham mengenai kebijakan serta langkah – langkah dalam berinvestasi. Mereka hanya memandang dari kecukupan modal saja, tidak memperhatikan tentang risiko yang kemungkinan akan terjadi.
Investasi portofolio dapat berupa saham ataupun reksadana, hal ini tergantung dari selera para investor. Namun kedua jenis portofolio ini tentunya juga memiliki kelebihan dan kelemahan masing – masing. Misalnya saja pada portofolio saham, dapat diketahui bahwa saham memiliki tingkat risiko, namun hal ini tergantung dari masing – masing alokasi saham. Dengan adanya saham, investasi dapat dilakukan secara periodik. Dan apabila telah memilih cara tersebut, maka investor dapat membeli saham setiap bulan bahkan hingga harian. Pagi masuk pasar dengan membeli, siang atau sorenya keluar dengan cara menjual dengan berharap memperoleh selisih positif harga beli dan harga jual. Selisih positif ini dikenal dengan sebutan capital gain. Sedangkan caratrading pagi masuk-sore keluar biasa disebut short term atau day trade. Kemudian pada reksadana umumnya ditujukan bagi investor pemula dan individual dimana ia tidak tergabung dalam sebuah institusi tertentu. Dalam reksa dana ini, memungkinkan seorang investor dalam peluang memperoleh return yang tinggi melalui dana yang kecil maupun terbatas karena dana tersebut bersifat terbuka. Reksadana itu sendiri merupakan suatu kumpulan dana banyak  investor yang nantinya akan diinvestasikan paga begrbagai lapisan instrumen investasi. Kemudian uang tersebut diperoleh dengan cara menjual unit dari penyertaan reksadana. Unit reksadana dapat dibeli pada harga yang telah ditetapkan. Untuk selanjutnya investor memiliki hal secara proporsional pada reksadana berdasarkan adanya jumlah unit dari penyertaan yang ia miliki.

Dalam hal efisiensi portofolio, merupakan portofolio yang dapat memberikan return ekspektasi cukup besar dengan adanya tingkat risiko yang telah ada dengan nilai tertentu dan memberikan risiko yang kecil dengan tingkat return ekspektasu yang sudah tentu pula. Dengan adanya portofolio yang efisien, hal ini nantinya dapat ditentukan dengan cara memilih tingkat return ekspektasi tertentu untuk kemudian meminimumkan risikonya dengan menentukan tingkat risiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Seorang investor yang memiliki pemikiran rasional akan mencoba untuk memilih portofolio yang efisien karena hal tersebut merupakan portofolio yang sebenarnya dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari adanya dua dimensi, yaitu berupa return atau risiko portofolio. Selanjutnya investor juga diberi kewenangan untuk memilih kombinasi dari nilai aktiva – aktiva yang akan digunakan untuk membentuk portofolionya. Pada semua set yang diperkirakan memberikan kemungkinan portofolionya dapat dibentuk dari adanya kombinasi n – aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set atau attainable set. Keseluruhan titik dapat menyediakan semua portofolio baik yang efisien maupun tidak efisien yang nantinya dapat dilakukan pemilihan oleh investor. Sedangkan bagi investor yang memiliki tingkat rasional yang tepat tentunya tidak akan memilih portofolio yang tidak efisien. Karena sesungguhnya para investor hanya tertarik pada portofolio yang efisien. Setelah memilih portofolio yang efisien, pihak investor juga harus cermat dalam mengalokasikan dana investasi. Untuk itu kebijakan atau pemilihan portofolio pada dasarnya membahas tentang permasalahan bagaimana cara mengalokasikan penanaman modal yanng tepat agar dapat membawa keuntungan terbanyak namun memiliki risiko yang terkecil. Upaya dalam pembentukan ini mennyangkut tentang berbagai identifikasi saham – saham yang digunakan hingga nantinya dipilih dan berapa alokasi proporsi dana yang nantinya akan ditanamkan / disalurkan pada masing – masing saham tersebut. pemilihan portofolio yang banyak sekurias dimaksudkan untuk upya mengurangu risiko yang ditanggung. Sehingga pada teori optimalisasi sangatlah aplikatif pada permasalahan yang menyangkut pada pengoptimalan alokasi investasi tersebut. 

0 komentar:

Posting Komentar