EVOLUSI BI RATE
Oleh,
Suci Arvilia
Monetary’13
Bank
Indonesia merupakan lembaga independen Negara Indonesia. Dimana berperan untuk
menetapkan kebijakan dalam sisi moneter melalui instrument – instrumennya baik
dalam kondisi ekonomi booming maupun pada saat perekonomian sedang berada pada
kondisi resesi. Melalui suku bunga bank Indonesia memiliki suku bunga acuan
yaitu BI Rate. BI Rate merupakan suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap
atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan
kepada publik. BI Rate di umumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap
Rapat Dewan Gubernur bulanan dan dimplementasikan pada operasi moneter yang
dilakukan bank Indonesia melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management)
di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter.
Sasaran
operasional kebijakan mencerminkan pada perkembangan suku bunga pasar uang antar overnight (PUAB O/N).
Pergerakan di suku bunga PUAB ini
diharapkan akan diikuti oleh perkembangan di suku bunga deposito, dan pada
gilirannya suku bunga kredit perbankan. Dengan mempertimbangkan pula faktor –
faktor lain dalam perekonomian, bank Indonesia pada umumnya akan menaikkan BI
Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan melampaui sasaran yang telah ditetapkan,
sebaliknya bank Indonesia akan menurunkan BI Rate apabila inflasi ke depan
diperkirakan berada di bawah sasaran yang telah ditetapkan.
Seperti
itu lah fungsi dari suku bunga acuan BI Rate dalam operasi moneter dan saat ini
berada pada level 6, 75% dimana sampai 19 Agustus 2016 Bank Indonesia masih
tetap menggunakan suku bunga acuan BI Rate. Evolusi telah dilakukan oleh bank
Indonesia pada bulan April 2016 yaitu mengubah suku bunga acuan BI Rate ke suku bunga kebijakan baru BI 7 Day Repo Rate,
artinya BI tetap tidak menghapus suku bunga kebijakan. Namun perbedaannya
misalnya saat ini suku bunga acuan BI Rate berada pada level 6,75% artinya
setara dengan suku bunga 12 bulan dalam struktur suku bunga dalam operasi
moneter. Sementara suku bunga BI 7 Day Repo Rate saat ini berada pada level
5,50% atau setara dengan suku bunga operasi moneter 7 hari, hal tersebut
memperlihatkan bahewa tenor suku bunga acuan yang lebih singkat. Dengan
demikian, suku bunga kebijakan akan bergerser dari tenor 1 tahun atau 360 hari
menjadi tenor yang lebih pendek yakni 7 hari.
Perlu
diketahui bahwa isu BI akan menurunkan bunga secara drastis merupakan
ketidakbenaran Karena yang dilkukan oleh BI adalah memperkuat kerangka operasi
moneter, bukan mengubah sikap kebijakan, BI tidak mengubah tingkat suku bunga
kebijakan melainkan mengubah tenor suku bunga. Perubahan terssebut ditujukan
untuk memperkuat efektifitas daari kebijakan moneter, sehingga setiap ada
perubahan tingkat suku bunga kebijakan, baik kenaikan maupun penurunan, dampaknya
terhadap suku bunga pasar uang dan perbankan, baik deposito maupun kredit, akan
menjadi semakin cepat.
Dalam
menentukan berbagai model kebijakan acuan suku bunga tentunya BI telah
melakukan berbagai pertimbangan baik secara mikro maupun makro dan menggunakan sejumlah
kriteria transaksional, memiliki pasa yang relative mendalam, dan memiliki
hubungan yang kuat dengan sasaran operasional kebijakan moneter oleh BI.
Sehingga BI akan lebih cepat dalam melihat fluktuasi akibat perubahan suku
bunga acuan terhadap perekonomian.
Sumber :
www.bi.go.id






0 komentar:
Posting Komentar