Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Fluktuasi Harga Minyak Dunia


Pada bulan Februari lalu harga minyak dunia sempat mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan oleh dua hal yakni karena penemuan teknologi baru oleh amerika serikat yaitu teknologi shale oil dan shale gas. Dengan adanya teknologi baru ni negara maju dan besar ini tidak lagi memiliki ketergantungan terhadap impor minyak. Sedangkan negara Amerika Serikat sendiri merupakan negara konsumtif terhadap minyak di dunia. Selain adanya penemuan teknologi baru di Amerika Serikat (AS) hal lain yang menyebabkan harga minyak mentah dunia menurun adalah karena perekonomian China yang sempat lemah, hal ini ddi sebabkan olehmenurunnya pasar properti serta infrastruktur di negara tersebut. Sedangkan dari produksi minyak sendiri mengalami kelebihan produksi. Dan hal ini juga disebabkan oleh berkurangnya pasar ekspor minyak di Amerika Serikat yang disebabkan oleh adanya teknologi baru itu.
Jika dilihat secara agregat laba perusahaan minyak dunia mencapai titik penurunan terbesar salam kurun waktu satu tahun belakangan ini. Yang berdampak pada perusahaan memotong 2/3 dari investasi baik dari kegianan produksi maupun kegiatan eksplorasi.
Prospek minyak kedepan di proyeksikan akan tetap mengalami kelebihan pasokan. Apalagi mengingat ada pengurangan pasokan pada non OPEC seperti halnya AS yang telah mengurangi pasokan minyaknya karena telah menemukan teknologi baru. Pada semester kedua 2016 persediaan minyak di perkirakan akan melambat. Pasokan minyak yang masih banyak merupakan hasil timbunan pada tahun 2015. Cadangan tersebut cukup untuk menjaga stabilisasi harga minyak dunia dalam jangka pendek. Manfaat yang di dapatkan dari ini tidak lain adalah pemerintah dapat menghemat APBN.
Baru baru ini pada tanggal 7/6/16 kemarin, harga minyak dunia menyentuh 50 dollar AS per barrel. Adanya kenaikan harga minyak mentah dunia ini di sebabkan oleh adanya isu bahwa industri minyak di Nigeria akan di tutup. Nigeria merupakan negara penyuplai minyak mentah di Afrika. Dengan adanya penutupan industri minyak mentah di Nigeria ini akan berdampak besar pada perekonomian dunia.
Jika dikaitkan dengan adanya hukum permintaan bahwa permintaan yang terus meningkat dengan suplai barang yang tetap atau menurun akan mempengaruhi kenaikan harga. Dengan demikian, jika industri minyak di Nigeria di tutup ini akan memepengaruhi suplai minyak di beberapa negara. Nah, dikarenakan permintaan akan minyak mentah dunia yang diproyeksikan akan meningkat dengan berkurangnya satu penyuplai minyak mentah terbesar dunia maka harga dari minyak mentah dunia ini tentu akan terus meningkat jika industri minyak mentah di Nigeria ini benar – benar di tutup. Mengapa? Karena perekonomian dunia atau beberapa negara di dunia akan kehilangan satu penyuplai minyak mentah dunia. Yang mana kebutuhan minyak mentah dunia ini tidak ada habisnya justru dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia akan menambah banyak kebutuhan akan minyak. Sehingga perlu adanya negoisasi ulang mengenai di tutupnya industri minyak di Nigeria.
Dulunya, lonjakan harga pernah terjadi pada tahun 2008, dimana harganya telah mencapai 147 dollar per barrel, namun hal itu tidak bisa bertahan lama dan pada akhirnya turun dibawag 40 dollar per barrel di tahun 2009. Penurunan bahkan terjadi secara signifkan sekali, hal ini dikarenakan oleh naiknya pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang tinggi. Namun, setelah tahun 2009 harga minyak kembali merokat. Yang mendasari meroketnya harga minyak dan juga harga yang cenderung bertahan dalam harga yang lebih tinggi ini disebabkan oleh adanya isu kelangkaan pada minyak dunia. Apalagi mengingat bahwa pada saat itu terjadi kelangkaan pada pasokan minyak dunia yang terjadi akibat adanya kinflik di beberapa negara pemasok minyak. Negara tersebut di antaranya yaitu negara Timur Tengah, seperti Suriah, Mesir, dan juga Libya.
Penurunan harga minyak sejak kisaran tahun 1986 – 2000 dipicu oleh terjadinya kelebihan pasokan minyak. Apalagi ditambahnya oleh adanya industri pemasok baru yaitu Irak dan Iran. Saat ini harga minyak justru terus melemah, hal ini bisa terjadi sebab permintaan minyak kali ini terus menurun. Yang terjadi saat ini, fluktuasi harga pada minyak disebabkan oleh turunnya permintaan yang menyebabkan terjadinya kelebihan pasokan minyak.
Kedepannya di perkirakan situasi pasar minyak dunia akan memiliki potensi untuk mengalami kelebihan pasokan. Dalam artian bahwa siklus harga yang rendah saat ini akan cenderung bertahan lama. Terkecuali adanya faktor – faktor yang diluar kebiasaan terjadi misalkan perang maka harga akan sedikit kompetitif. Namun tentu kita tidak berharap akan terjadinya suatu perang. Untuk tahun – tahun selanjutnya kita harus tetap berantisipasi pada fluktuasi harga yang terjadi. Sehingga pemerintah dapat mengatasi hal – hal yang mungkin terjadi dan dapat mengatasinya dengan suatu kebijakan.
Nur Bidayah, Moneter 2013 Universitas Jember,


0 komentar:

Posting Komentar