Tingginya
permintaan uang biasanya terjadi hanya karena sebuah faktor ekonomi tertentu
atau karena adanya gejala atau shock tertentu dalam perekonomian. Tetapi yang
lebih tenar saat ini adanya tingginya permintaan akan uang karena datangnya
bulan ramadhan dan menjelang hari raya idul fitri.
Memang
pada hakikatnya masyarakat cenderung akan memilih memegang uangnya saat
menjelang hari raya idul fitri. Hal ini di karenakan kebutuhan saat ramadhan
dan menjelang hari raya meningkat. Permintaan akan uang saat ini akan di
proyeksikan terus meningkat sampai setelah arus mudik selesai. Menurut Bank
Indonesia, kebutuhan uang tunai diperkirakan meningkat sebesar 14,5%, selain
itu untuk transaksi non tunai diperkirakan juga akan meningkat sebesar 7 - 10%. Selain itu, diperkirakan juga bahwa
permintaan uang tertinggi berada di Pulau Jawa yaitu sebesar 33%, kemudian
Sumatera sebesar 20%, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 11%, serta Kalimantan
sebesar 7%.
Kemudian,
kenaikan permintaan uang maupun meningkatnya jumlah uang beredar tidak hanya di
pengaruhi oleh bulan ramadhan dan idul fitri saja. Melainkan hal ini juga
bebarengan dengan masuknya siswa – siswi baru atau masuknya ajaran baru.
Sehingga kebutuhan akan uang akan terus meningkat. Bukan hanya itu, tetapi juga
karena adanya gaji yang double yaitu
gaji sekaligus THR (Tunjangan Hari Raya). Karena hal inilah makanya permintaan
uang akan meningkat.
Dalam
menghadapi kenaikan transaksi tunai maupun non tunai pihak BI bekerja sama
dengan perbankan untuk menyediakan tempat penukaran uang keliling. Ini di
lakukan tidak lain untuk mencegah beredar luasnya uang palsu. Setiap permintaan
akan uang meningkat, ini akan membuka peluang bagi oknum – oknum kejahatan
untuk memanfaatkan kondisi sekarang ini untuk lebih medah mengedarkan uang
palsu. Sehingga untuk meminimalisir banyaknya kejadian penemuan uang palsu BI
menyediakan pelayanan tukar uang keliling.
Tingginya
permintaan uang ini juga menyebabkan kredit meningkat, mengingat kebutuhan yang
semakin banyak dengan beberapa persiapan menjelang hari raya idul fitri membuat
masyarakat berfikir untuk berkredit demi mencukupi kebutuhannya. Dengan adanya
kemauan masyarakat yang lebih untuk mengambil kredit PT Pegadaian (Persero)
menjalin kerja sama dengan BJB untuk pemberian kredit jangka pendek. Dengan
adanya kerja sama ini diharapkan pihak pegadaian mampu untuk mencukupi
kebutuhan masyarakat dalam berkredit. Memang pada tahun ini permintaan uang
akan terus meningkat pada beberapa bulan kedepan. Hal ini mengingat bahwa
kebutuhan rumah tangga akan semakin meningkat seiring dengan datangnya hari
raya idul fitri dan kebutuhan akan uang akan meningkat juga seiring datangnya
tahun ajaran baru yang tentu akan membutuhkan banyak uang dalam pendaftaran
siswa maupun siswi baru.
Hal
ini dilakukan oleh pihak pemebri kredit bukan hanya semata – mata menjaga
likuiditas namun juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Nur Bidayah, Ekonomi Moneter 2013 Universitas Jember






0 komentar:
Posting Komentar