Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Permintaan Uang Meroket


Tingginya permintaan uang biasanya terjadi hanya karena sebuah faktor ekonomi tertentu atau karena adanya gejala atau shock tertentu dalam perekonomian. Tetapi yang lebih tenar saat ini adanya tingginya permintaan akan uang karena datangnya bulan ramadhan dan menjelang hari raya idul fitri.
Memang pada hakikatnya masyarakat cenderung akan memilih memegang uangnya saat menjelang hari raya idul fitri. Hal ini di karenakan kebutuhan saat ramadhan dan menjelang hari raya meningkat. Permintaan akan uang saat ini akan di proyeksikan terus meningkat sampai setelah arus mudik selesai. Menurut Bank Indonesia, kebutuhan uang tunai diperkirakan meningkat sebesar 14,5%, selain itu untuk transaksi non tunai diperkirakan juga akan meningkat sebesar  7 - 10%. Selain itu, diperkirakan juga bahwa permintaan uang tertinggi berada di Pulau Jawa yaitu sebesar 33%, kemudian Sumatera sebesar 20%, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 11%, serta Kalimantan sebesar 7%.
Kemudian, kenaikan permintaan uang maupun meningkatnya jumlah uang beredar tidak hanya di pengaruhi oleh bulan ramadhan dan idul fitri saja. Melainkan hal ini juga bebarengan dengan masuknya siswa – siswi baru atau masuknya ajaran baru. Sehingga kebutuhan akan uang akan terus meningkat. Bukan hanya itu, tetapi juga karena adanya gaji yang double yaitu gaji sekaligus THR (Tunjangan Hari Raya). Karena hal inilah makanya permintaan uang akan meningkat.
Dalam menghadapi kenaikan transaksi tunai maupun non tunai pihak BI bekerja sama dengan perbankan untuk menyediakan tempat penukaran uang keliling. Ini di lakukan tidak lain untuk mencegah beredar luasnya uang palsu. Setiap permintaan akan uang meningkat, ini akan membuka peluang bagi oknum – oknum kejahatan untuk memanfaatkan kondisi sekarang ini untuk lebih medah mengedarkan uang palsu. Sehingga untuk meminimalisir banyaknya kejadian penemuan uang palsu BI menyediakan pelayanan tukar uang keliling.
Tingginya permintaan uang ini juga menyebabkan kredit meningkat, mengingat kebutuhan yang semakin banyak dengan beberapa persiapan menjelang hari raya idul fitri membuat masyarakat berfikir untuk berkredit demi mencukupi kebutuhannya. Dengan adanya kemauan masyarakat yang lebih untuk mengambil kredit PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan BJB untuk pemberian kredit jangka pendek. Dengan adanya kerja sama ini diharapkan pihak pegadaian mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dalam berkredit. Memang pada tahun ini permintaan uang akan terus meningkat pada beberapa bulan kedepan. Hal ini mengingat bahwa kebutuhan rumah tangga akan semakin meningkat seiring dengan datangnya hari raya idul fitri dan kebutuhan akan uang akan meningkat juga seiring datangnya tahun ajaran baru yang tentu akan membutuhkan banyak uang dalam pendaftaran siswa maupun siswi baru.

Hal ini dilakukan oleh pihak pemebri kredit bukan hanya semata – mata menjaga likuiditas namun juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Nur Bidayah, Ekonomi Moneter 2013 Universitas Jember

0 komentar:

Posting Komentar