Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Gerak Gerik Inflasi dan Deflasi



     Setiap hari dalam media massa pasti kita sering membaca berita tentang inflasi, bukan? Mengapa inflasi menjadi berita yang paling sering muncul. Adakah pengaruhnya dalam ekonomi? Bagaimana masyarakat harus menyikapi keadaan ini.
       Inflasi memang sering dijadikan sebagai momok mengerikan bagi masyarakat, terlebih apabila terjadi hyper Inflasi. Harga-harga yang melambung tinggi akan menyebabkan masyarakat semakin tertekan. Kesulitan mencari uang bagi masyarakat miskin akan semakin sulit lagi. Pengeluaran menjadi sangat irit karena biaya untuk membeli barang mahal. Kebutuhan masyarakat belum terpenuhi ditambah dengan naiknya harga akan semakin sulit mencukupi kebutuhan mereka.  Saat ini inflasi diperkirakan meningkat dari 4,13 Februari. Selain inflasi permasalahan lain dalam perekonomian yaitu deflasi. Deflasi  merupakan kondisi ekonomi yang tidak umum dan dalam waktu yang singkat.  Berbeda dengan inflasi yang kerapkali muncul dalam perekonomian. Bagaimana agar masyarakat dapat bersikap dengan baik dan mengantisipasi keadaan ini merupakan PR bagi pemerintah untuk memajukan perekonomian. Tetapi, sebenarnya inflasi dan deflasi mempunyai sisi positif mauapun sisi negatif. Tidak seperti yang kita kira bahwa inflasi dan deflasi hanya memberikan dampak negatif pada perekonomian.
       Inflasi  dapat dikatakan baik apabila inflasi ini disebabkan oleh adanya peningkatan permintaan barang kemudian tidak diimbangi dengan penawaran barang tersebut (demand pull inflation). Mengapa baik, hal ini dikarenakan oleh peningkatan daya beli. Apabila permintaan masyarakat tinggi seketika itu  perusahaan kekurangan stock maka akan meningkatkan harga barang tersebut. Oleh karena itu,  sebuah perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi untuk menyediakan barang yang diminta tersebut. Dengan adanya peningkatan produktivitas tersebut pertumbuhan ekonomi semakin terlihat, berarti inflasi malah mendorong pertumbuhan bukan? Namun  perlu ditekankan juga inflasi harus  berada dibawah 10% per tahun.
       Setelah berbicara mengenai inflasi yang berdampak positif, terdapat inflasi yang berdampak negatif yang disebabkan oleh peningkatan biaya (cost push inflation). Inflasi ini disebabkan adanya peningkatan biaya produksi sehingga akan meningkatkan harga-harga bahan baku. Contoh lainnya terdapat kenaikan nilai tukar dan BBM. Dengan adanya kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang Indonesia akan mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Selain itu, hal lain yang kemungkinan terjadi pada pengusaha nakal yang berusaha menimbun barang sehingga mengakibatkan kelangkaan akibat hal tersebut. Seperti pada tahun 2008, terdapat inflasi yang menyebabkan melambungnya harga BBM dunia yang tidak terkendali dan proses distribusi yang tidak merata dan tidak dapat dikendalikan.suatu negara yang mengalami peningakatan pada pertumbuhan ekonomi berarti inflasi berdampak positif terhadap negara tersebut. Oleh karena itu, kebijak pemerintah sudah seharusnya dapat mengendalikan penyebab inflasi yang berdampak negatif, mengurangi kecurangan, menjaga kestabilan nilai rupiah dan sebagainya.
        Setelah mengetahui apa itu inflasi dan pengaruhnya pada perekonomian maka ada solusi yang ditawarkan kepada masyarakat untuk mengantisipasi adanya inflasi. Pertama, apabila terjadi penurunan daya beli masyarakat yang diakibatkan oleh infasi yang buruk maka masyarakat harus menghemat. Dengan cara lebih produktif dibanding konsumtif. Secara sederhananya, individu dalam suatu masykarakat harus menentukan  barang apa yang mau dibeli. Mereka harus membuat prioritas barang berdasar penting tidaknya serta mendesak tidaknya barang tersebut untuk dibeli. Kedua, apabila terjadi inflasi yang disebabkan oleh perubahan tingkat permintaan masyarakat mengartikan bahwa inflasi membawa dampak baik bagi pertumbuhan negara tersebut.  Dalam hal ini, masyarakaan pertumbuhan ekonomi. Diharapakna dengan adanya pertumbuhan ekonomi tersebut dapat meningkatkan pendapatan individu. Namun, perlu diingat juga peningkatan konsumsi tidak boleh terlalu melambung karena memungkinkan adanya kekurangan stock yang berakibat pada kelangkaan.
        Karena ada peristiwa kenaikan harga-harga makan dilain waktu akan ada suatu penurunan harga-harga yang sering disebut deflasi. Dimana deflasi ini terjadi saan aktifitat harga-harga mengalami penurunan secara umum serta adanya penambahan nilai uang. Hal ini akan menyebabkan perlambatan aktifitas ekonomi. Namun, seperti inflasi, deflasi yang terjadi juga memiliki dampak negatif serta positif. Positifnya, deflasi akan membuat orang akan semakin menghargai uang karena dalam kondisi deflasi peredaran uang menjad langka. Orang cenderung akan berinvestasi untuk meningkatkan penghasilan di masa yang akan datang. Negatifnya, deflasi akan membuat harga barang menjadi turun terutama dalam bidang properti. Dimana kebanyakan orang akan lebih menyukai penyimpanan uang dalam bentuk saham, obligasi dan surat berharga lainnya sementara kurang dalambidang properti dikarenakan harga yang jatuh tersebut. Karena harga terus turun maka perusahaan akan mengurangi tingkat produksi yang akan berdampak pada pemutusan hubngan kerja yang dilakukan oleh perusahaan dan kesempatan kerja pun berkurang. Hal ini menyebabkan kemunduran perekonomian.
       Solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi deflasi yaitu menurunkan tingkat suku bunga untuk meningkatkan jumlah investasi dalammasyarakat serta untuk menambah jumlah uang beredar dalam masyarakat. Keadaan deflasi tidak boleh didiamkan karena akan mengakibatkan kemunduran ekonomi. Peningkatan kembali usaha-usaha yang sempat terhentiuntuk menstimulus adanya peningkatan perekonomian.
Memang perlu ditekankan kembali karena negara kita saling mempengaruhi dengan negara lain, maka perlu adanya peran pemerintah dalam mengawasi dan mengatasi berbagai permasalahan seperti inflasi dan deflasi yang  juga disebabkan oleh negara lain.

0 komentar:

Posting Komentar