Setiap hari dalam media massa pasti kita sering membaca
berita tentang inflasi, bukan? Mengapa inflasi menjadi berita yang paling
sering muncul. Adakah pengaruhnya dalam ekonomi?
Bagaimana masyarakat harus menyikapi keadaan ini.
Inflasi
memang sering dijadikan sebagai momok mengerikan bagi masyarakat, terlebih
apabila terjadi hyper Inflasi.
Harga-harga yang melambung tinggi akan menyebabkan masyarakat semakin tertekan.
Kesulitan mencari uang bagi masyarakat miskin akan semakin sulit lagi.
Pengeluaran menjadi sangat irit karena biaya untuk membeli barang mahal.
Kebutuhan masyarakat belum terpenuhi ditambah dengan naiknya harga akan semakin
sulit mencukupi kebutuhan mereka. Saat
ini inflasi diperkirakan meningkat dari 4,13 Februari. Selain inflasi
permasalahan lain dalam perekonomian yaitu deflasi. Deflasi merupakan kondisi ekonomi yang tidak umum dan
dalam waktu yang singkat. Berbeda dengan
inflasi yang kerapkali muncul dalam perekonomian. Bagaimana agar masyarakat
dapat bersikap dengan baik dan mengantisipasi keadaan ini merupakan PR bagi
pemerintah untuk memajukan perekonomian. Tetapi, sebenarnya inflasi dan deflasi
mempunyai sisi positif mauapun sisi negatif. Tidak seperti yang kita kira bahwa
inflasi dan deflasi hanya memberikan dampak negatif pada perekonomian.
Inflasi
dapat dikatakan baik apabila inflasi ini disebabkan oleh adanya
peningkatan permintaan barang kemudian tidak diimbangi dengan penawaran barang
tersebut (demand pull inflation).
Mengapa baik, hal ini dikarenakan oleh peningkatan daya beli. Apabila
permintaan masyarakat tinggi seketika itu
perusahaan kekurangan stock maka
akan meningkatkan harga barang tersebut. Oleh karena itu, sebuah perusahaan akan meningkatkan kapasitas
produksi untuk menyediakan barang yang diminta tersebut. Dengan adanya
peningkatan produktivitas tersebut pertumbuhan ekonomi semakin terlihat,
berarti inflasi malah mendorong pertumbuhan bukan? Namun perlu ditekankan juga inflasi harus berada dibawah 10% per tahun.
Setelah berbicara mengenai inflasi yang
berdampak positif, terdapat inflasi yang berdampak negatif yang disebabkan oleh
peningkatan biaya (cost push inflation). Inflasi ini disebabkan adanya
peningkatan biaya produksi sehingga akan meningkatkan harga-harga bahan baku.
Contoh lainnya terdapat kenaikan nilai tukar dan BBM. Dengan adanya kenaikan
nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang Indonesia akan mempengaruhi
perekonomian dalam negeri. Selain itu, hal lain yang kemungkinan terjadi pada
pengusaha nakal yang berusaha menimbun barang sehingga mengakibatkan kelangkaan
akibat hal tersebut. Seperti pada tahun 2008, terdapat inflasi yang menyebabkan
melambungnya harga BBM dunia yang tidak terkendali dan proses distribusi yang
tidak merata dan tidak dapat dikendalikan.suatu negara yang mengalami
peningakatan pada pertumbuhan ekonomi berarti inflasi berdampak positif terhadap
negara tersebut. Oleh karena itu, kebijak pemerintah sudah seharusnya dapat
mengendalikan penyebab inflasi yang berdampak negatif, mengurangi kecurangan,
menjaga kestabilan nilai rupiah dan sebagainya.
Setelah mengetahui apa itu inflasi dan
pengaruhnya pada perekonomian maka ada solusi yang ditawarkan kepada masyarakat
untuk mengantisipasi adanya inflasi. Pertama, apabila terjadi penurunan daya
beli masyarakat yang diakibatkan oleh infasi yang buruk maka masyarakat harus
menghemat. Dengan cara lebih produktif dibanding konsumtif. Secara
sederhananya, individu dalam suatu masykarakat harus menentukan barang apa yang mau dibeli. Mereka harus
membuat prioritas barang berdasar penting tidaknya serta mendesak tidaknya barang
tersebut untuk dibeli. Kedua, apabila terjadi inflasi yang disebabkan oleh
perubahan tingkat permintaan masyarakat mengartikan bahwa inflasi membawa
dampak baik bagi pertumbuhan negara tersebut.
Dalam hal ini, masyarakaan pertumbuhan ekonomi. Diharapakna dengan
adanya pertumbuhan ekonomi tersebut dapat meningkatkan pendapatan individu.
Namun, perlu diingat juga peningkatan konsumsi tidak boleh terlalu melambung
karena memungkinkan adanya kekurangan stock
yang berakibat pada kelangkaan.
Karena ada peristiwa kenaikan
harga-harga makan dilain waktu akan ada suatu penurunan harga-harga yang sering
disebut deflasi. Dimana deflasi ini terjadi saan aktifitat harga-harga
mengalami penurunan secara umum serta adanya penambahan nilai uang. Hal ini
akan menyebabkan perlambatan aktifitas ekonomi. Namun, seperti inflasi, deflasi
yang terjadi juga memiliki dampak negatif serta positif. Positifnya, deflasi
akan membuat orang akan semakin menghargai uang karena dalam kondisi deflasi
peredaran uang menjad langka. Orang cenderung akan berinvestasi untuk meningkatkan
penghasilan di masa yang akan datang. Negatifnya, deflasi akan membuat harga
barang menjadi turun terutama dalam bidang properti. Dimana kebanyakan orang
akan lebih menyukai penyimpanan uang dalam bentuk saham, obligasi dan surat
berharga lainnya sementara kurang dalambidang properti dikarenakan harga yang
jatuh tersebut. Karena harga terus turun maka perusahaan akan mengurangi
tingkat produksi yang akan berdampak pada pemutusan hubngan kerja yang
dilakukan oleh perusahaan dan kesempatan kerja pun berkurang. Hal ini
menyebabkan kemunduran perekonomian.
Solusi yang dapat ditawarkan untuk
mengatasi deflasi yaitu menurunkan tingkat suku bunga untuk meningkatkan jumlah
investasi dalammasyarakat serta untuk menambah jumlah uang beredar dalam
masyarakat. Keadaan deflasi tidak boleh didiamkan karena akan mengakibatkan
kemunduran ekonomi. Peningkatan kembali usaha-usaha yang sempat terhentiuntuk
menstimulus adanya peningkatan perekonomian.
Memang
perlu ditekankan kembali karena negara kita saling mempengaruhi dengan negara
lain, maka perlu adanya peran pemerintah dalam mengawasi dan mengatasi berbagai
permasalahan seperti inflasi dan deflasi yang juga disebabkan oleh negara lain.






0 komentar:
Posting Komentar