Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Ramadhan, Harga Sembako Naik Lagi



Ramadhan, Harga Sembako Naik Lagi
Oleh : Ika Wahyu Cahyani

Mungkin tak semua orang paham tentang inflasi. Tetapi, orang awam jangan pernah ditanya soal kenaikan harga sembako. Tentu mereka akan menggerutu bahkan bersuara paling keras saat tahu harganya naik lagi. Rasanya sudah menjadi tradisi, ketika hari-hari besar keagamaan dijadikan momentum sakral untuk menaikkan harga-harga tersebut. Toh, mau tidak mau barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok akhirnya akan laris juga meski harganya selangit.
Seperti ramadhan kali ini misalnya. Harga sembako dipastikan naik lagi. Kenaikan harga sembako pada ramadhan tahun ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, ketidakseimbangan antara pasokan barang dengan jumlah permintaan. Kedua, pasokan barang cukup namun ada permainan kotor dari pemain pasar yang sengaja menimbun barang. Beberapa pihak mungkin telah memperhitungkan akan kesempatan yang datang, sehingga akan menargetkan untung yang menjanjikan. Meskipun diliputi resah karena penghasilan dengan harga kebutuhan tidak seimbang, masyarakat pun menyerah dan membelinya juga.
Faktor lain yang tak kalah dominan selain karena tidak seimbangnya pasokan barang dan jumlah permintaan ataupun permainan pihak-pihak tertentu, beberapa barang sembako ternyata ada yang impor. Misalnya pada komoditas bawang putih, yang semula berharga Rp. 36.000 per kilogram kini mencapai Rp. 40.000 per kilogram. Pun beberapa komoditas lain seperti beras, telur dan daging juga mengalami kenaikan yang serupa.
Di Jawa Timur, khususnya wilayah Jember kenaikan harga sembako pada momentum lebarang cukup membuat pusing bukan kepalang. Pasalnya, beberapa komoditas yang telah disebutkan sebelumnya mulai merangkak naik pada saat bulan puasa. Kenaikannya pun cukup signifikan dengan kisaran kenaikan antara dua hingga lima ratus rupiah untuk komoditas beras semua jenis, dan seribu hingga lima ribu rupiah untuk komoditas lain, termasuk minyak goreng, telur dan gula pasir. Kenaikan semacam ini diperkirakan akan terus terjadi sepanjang ramadhan hingga menjelang lebaran, terlebih tidak adanya pasokan barang karena panen petani pun mulai habis.
Sebagai upaya antisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi, baik dari pemerintah maupun pelaku pasar lebih mengontrol pasokan barang dengan jumlah permintaan. Adanya upaya tindak lanjut dari pemerintah terhadap pemain pasar yang melakukan permainan kotor seperti menimbun barang yang menyebabkan pasokan barang berkuran. Pun, konsumen hendaknya lebih bijak dalam melakukan pembelian terhadap barang kebutuhan pokok untuk menekan dari sisi permintaan barang.

0 komentar:

Posting Komentar