Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

GWM, Makin Realistis Pengaruhi Kredit



Pertumbuhan ekonomi didefinisikan dalam beberapa pengertian dengan menggunakan bahasa berbeda oleh para ahli, namun maksunya tetap sama. Menurut Adam Smith pembangunan ekonomi merupakan proses perpaduan antara pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi (Suryana, 2000:55). Pertumbuhan ekonomi disebabkan adanya kemauan untuk memperbaiki keadaan dan meningkatkan pendapatan sehingga adanya kesejahteraan dalam masyarakat. Pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi ditargetkan berkisar 5,2-5,6 persen oleh Bank Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya ditargetkan 4,9-5 persen. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh banyak factor diantaranya dengan adanya kebijakan moneter yang mengatur jumlah uang beredar, dimana jumlah uang beredar sangat penting bagi perekonomian.
Menurut Kompas edisi (19/2) target 5,2 persen menjadi kian realistis dicapai setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate dan giro wajib minimum primer secara bersamaan. Mengapa suku bunga berpengaruh pada perekonomian? Karena suku bunga akan mempengaruhi penawaran dan permintaan uang. Apabila suku bunga tinggi maka permintaan akan uang turun karena masyarakat lebih memilih untuk menabung. Namun jika suku bunga rendah orang akan cenderung lebih senang memegang uangnya, akibatnya peredaran uang di masyarakat akan semakin banyak yang mengakibatkan timbulnya inflasi. Ketika suku bunga turun, maka penawaran uang akan naik, hal ini akan meningkatkan produktivitas industry untuk mengahasilkan barang.
Suku bunga dan giro wajib minimum merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter di Indonesia untuk mengatur jumlah uang beredar dalam masyaratkat. Suku bunga yang kecil akan berdampak pada kemungkinan terjadinya inflasi karena disebabkan oleh jumlah uang beredar yang semakn banyak. Selain suku bunga instrumen moneter lainnya seperti giro wajib minimum juga dapat mempengaruhi jumlah uang beredar dalam masyarakat. Giro wajib minimum wajib dijaga oleh setiap bank, karena apabila ada simpanan masyarakat yang ditarik sewaktu-waktu dapat terpenuhi.   Pegaruh suku bunga acuan atau BI Rate dan giro wajib minimum primer secara bersamaan dapat meningkatkan jumlah uang beredar.  Jika jumlah suku bunga turun dan terjadi pelonggaran giro wajib minimum dalam setiap bank maka akan meningkatkan investasi karena untuk membayar suku bunga rendah. Suatu bank akan mendapatkan pendapatan bunga dari kredit yang disalurkan masyarakat. Sehingga dengan adanya pengurangan suku bunga selain berdampak pada peningkatan investasi juga akan menambah pendapatan bank.
Pertambahan likuiditas yang disebabkan adanya penurunan giro wajib minimum primer dalam sistem perbankan memang menimbulkan dampak pada peningkatan kredit. Kredit yang semakin banyak di lakukan masyarakat karena adanya pengaruh suku bunga yang rendah, sehingga mereka menggunakan kredit tersebut untuk membiayai perusahaan agar tercipta produktivitas yang lebih besar sehingga akan membantu dalam pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat disebabkan oleh banyak hal salah satunya adalah melalui tabungan, investasi. Hal ini berkaitan dengan suku bunga karena dalam perbankan sendiri tidak bisa lepas dari adanya suku bunga acuan yang menjadi patokan dalam perekonomian. Sehingga kebikjakan yang dikeluarkanpun harus memperhatikan dampak ekonomi jangaka panjang .
Menurut kepala pusat studi ekonomi dan kebijakan publik UGM untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada tahun ini memerukakn kerja keras. Mengapa diperlukan kerja keras untuk mencapai pertumbuhan ekonomi ini, sebenarnya apa saja faktor yang menghambat perumbuhan negeri Indonesia yang tak kunjung pesat. Dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2 persen saja indonesia masih susah apalagi pertumbuhan yang lebih besar dari itu. Perlu kerja keras lagi seperti yang telah dituturkan oleh Tony, Jumat (19/2).
Menjadi sebuah pertanyaan apakah penunuran BI Rate dan GWM terbukti mampu merealisasikan pertumbuhan ekonomi menjadi 5,2 persen pada tahun ini atau sebaliknya makin memperparah pertumbuhan sehingga tidak dapat mencapai target pertumbuhan. Menurut koran diatas sudah dua kali adanya penurunan tapi lihat kondisi kita sekarang ini apakah benar akan dapat lebih mudah mencapai pertumbuhan 5,2 persen tersebut. Penurunan yang dilakukan dua kali oleh Bank Indonesia diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan di Indonesia.
Dalam koran BI memperkirakan pelonggaran ketentuan GMW primer itu akan menambah likuiditas pada industri perbankan sekitar 34 Triliun.  Artinya semakin banyak dana yang dapat bank salurkan kepada masyarakat. Apabila tidak melakukan pelonggaran GMW primer apa dampak yang akan terjadi pada perekonomian terutama pada likuiditas industri. Industri akan kekurangan uang karena kredit terbatas sedangkan suku bunga sedang turun. Pada konsisi ini akan semaki baik apabila pelonggaran GMW primer itu dilaksanakan.
Pelonggaran GMW dan penurunan tingkat suku bunga dapat meningkatkan modal untuk investasi. Jika alokasi dana untuk ekspansi atau investasi maka akan semakin banyak. terutama apabila investasi di bidang riil yang akan menumbuhkan produktivitas dan berdampak pada perekonomian. Permintaan kredit dipengaruhi keyakinan komsumen untuk berbelanja, dalam hal ini bukan hnaya belanja untuk konsumsi namun lebih condong belanja untuk investasi. Banyak sedikitnya jumlah permintaan kredit dipengaruhi oleh keadaan perekonomian itu sendiri, apabila kredit dapat meningkatkan investasi maka akan semakin baik apabila perusahaan semakin banyak melakukan kredit.

0 komentar:

Posting Komentar