Pertumbuhan ekonomi didefinisikan dalam beberapa pengertian dengan
menggunakan bahasa berbeda oleh para ahli, namun maksunya tetap sama. Menurut
Adam Smith pembangunan ekonomi merupakan proses perpaduan antara pertumbuhan
penduduk dan kemajuan teknologi (Suryana, 2000:55). Pertumbuhan
ekonomi disebabkan adanya kemauan untuk memperbaiki keadaan dan meningkatkan pendapatan sehingga adanya kesejahteraan dalam
masyarakat. Pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi ditargetkan berkisar 5,2-5,6
persen oleh Bank Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya
ditargetkan 4,9-5 persen. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh banyak factor
diantaranya dengan adanya kebijakan moneter yang mengatur jumlah uang beredar,
dimana jumlah uang beredar sangat penting bagi perekonomian.
Menurut Kompas edisi (19/2) target 5,2 persen menjadi kian realistis
dicapai setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate dan giro
wajib minimum primer secara
bersamaan. Mengapa suku bunga berpengaruh pada perekonomian? Karena suku bunga
akan mempengaruhi penawaran dan permintaan uang. Apabila suku bunga tinggi maka
permintaan akan uang turun karena masyarakat lebih memilih untuk menabung.
Namun jika suku bunga rendah orang akan cenderung lebih senang memegang
uangnya, akibatnya peredaran uang di masyarakat akan semakin banyak yang
mengakibatkan timbulnya inflasi. Ketika suku bunga turun, maka penawaran uang
akan naik, hal ini akan meningkatkan produktivitas industry untuk mengahasilkan
barang.
Suku bunga dan giro wajib
minimum merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter di Indonesia untuk
mengatur jumlah uang beredar dalam masyaratkat. Suku bunga yang kecil akan berdampak pada kemungkinan
terjadinya inflasi karena disebabkan oleh jumlah uang beredar yang semakn
banyak. Selain suku bunga instrumen moneter lainnya seperti giro wajib minimum
juga dapat mempengaruhi jumlah uang beredar dalam masyarakat. Giro wajib
minimum wajib dijaga oleh setiap bank, karena apabila ada simpanan masyarakat
yang ditarik sewaktu-waktu dapat terpenuhi.
Pegaruh suku bunga acuan atau BI Rate dan giro wajib minimum primer
secara bersamaan dapat meningkatkan jumlah uang beredar. Jika jumlah suku bunga turun dan terjadi
pelonggaran giro wajib minimum dalam setiap bank maka akan meningkatkan
investasi karena untuk membayar suku bunga rendah. Suatu bank akan mendapatkan
pendapatan bunga dari kredit yang disalurkan masyarakat. Sehingga dengan adanya
pengurangan suku bunga selain berdampak pada peningkatan investasi juga akan
menambah pendapatan bank.
Pertambahan likuiditas
yang disebabkan adanya penurunan giro wajib minimum primer dalam sistem
perbankan memang menimbulkan dampak pada peningkatan kredit. Kredit yang
semakin banyak di lakukan masyarakat karena adanya pengaruh suku bunga yang
rendah, sehingga mereka menggunakan kredit tersebut untuk membiayai perusahaan
agar tercipta produktivitas yang lebih besar sehingga akan membantu dalam
pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat disebabkan oleh banyak hal salah
satunya adalah melalui tabungan, investasi. Hal ini berkaitan dengan suku bunga
karena dalam perbankan sendiri tidak bisa lepas dari adanya suku bunga acuan
yang menjadi patokan dalam perekonomian. Sehingga kebikjakan yang
dikeluarkanpun harus memperhatikan dampak ekonomi jangaka panjang .
Menurut kepala pusat
studi ekonomi dan kebijakan publik UGM untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2
persen pada tahun ini memerukakn kerja keras. Mengapa diperlukan kerja keras
untuk mencapai pertumbuhan ekonomi ini, sebenarnya apa saja faktor yang
menghambat perumbuhan negeri Indonesia yang tak kunjung pesat. Dalam mencapai
pertumbuhan ekonomi 5,2 persen saja indonesia masih susah apalagi pertumbuhan
yang lebih besar dari itu. Perlu kerja keras lagi seperti yang telah dituturkan
oleh Tony, Jumat (19/2).
Menjadi sebuah pertanyaan
apakah penunuran BI Rate dan GWM terbukti mampu merealisasikan pertumbuhan
ekonomi menjadi 5,2 persen pada tahun ini atau sebaliknya makin memperparah
pertumbuhan sehingga tidak dapat mencapai target pertumbuhan. Menurut koran
diatas sudah dua kali adanya penurunan tapi lihat kondisi kita sekarang ini
apakah benar akan dapat lebih mudah mencapai pertumbuhan 5,2 persen tersebut.
Penurunan yang dilakukan dua kali oleh Bank Indonesia diharapkan dapat
meningkatkan pertumbuhan di Indonesia.
Dalam koran BI
memperkirakan pelonggaran ketentuan GMW primer itu akan menambah likuiditas
pada industri perbankan sekitar 34 Triliun.
Artinya semakin banyak dana yang dapat bank salurkan kepada masyarakat.
Apabila tidak melakukan pelonggaran GMW primer apa dampak yang akan terjadi
pada perekonomian terutama pada likuiditas industri. Industri akan kekurangan
uang karena kredit terbatas sedangkan suku bunga sedang turun. Pada konsisi ini
akan semaki baik apabila pelonggaran GMW primer itu dilaksanakan.
Pelonggaran GMW dan
penurunan tingkat suku bunga dapat meningkatkan modal untuk investasi. Jika
alokasi dana untuk ekspansi atau investasi maka akan semakin banyak. terutama
apabila investasi di bidang riil yang akan menumbuhkan produktivitas dan
berdampak pada perekonomian. Permintaan kredit dipengaruhi keyakinan komsumen
untuk berbelanja, dalam hal ini bukan hnaya belanja untuk konsumsi namun lebih
condong belanja untuk investasi. Banyak sedikitnya jumlah permintaan kredit
dipengaruhi oleh keadaan perekonomian itu sendiri, apabila kredit dapat
meningkatkan investasi maka akan semakin baik apabila perusahaan semakin banyak
melakukan kredit.






0 komentar:
Posting Komentar