Harmonisasi
Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter
Oleh
Zannatul Maulida
Konsentrasi
Moneter, Ekonomi Pembangunan, Universitas Jember
Makna harmonisasi dalam
implementasi kebijakan di suatu negara merupakan hasil keselarasan antara
kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam bentuk kebijkan fiscal dan
kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral selaku otoritas moneter yang
berbentuk kebijakan moneter. Dimana dalam suatu implementassinya saling
kertergantungan dan keterkaitan.
Pemerintah telah
menempuh berbagai hal dalam mencapai target seperti mencapai target penerimaan
tahunan, yang diiringi oleh pengeluaran belanja tahunan dan mengendalikan
dafisit anggaran di dalam batas yang aman. Instrument kebijakan fiscal yang
terkait yaitu pajak sebagai dimana pajak sebagai sumber penerimaan yang paling
besar. dan juga pengendalian peningkatan kualitas pengeluaran pemerintah atau
belanja negara diantara lain peningkatan belanja infrastruktur , penerapan
kebijakan subsidi yang diaharapakan lebih tepat sasaran terutama kepada
masyarakat yang dirasa sangat membutuhkan, peningkatan kualitas stabilitas
pertahanan dan keamanan nasional, mengalokasikan 5 persen dari dana APBN untuk
pembangunan yang telah diamanatkan di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009
mengenai pembangunan di bidang kesehatan, dan yang terakhir meningkatkan
pelaksanaan peningkatan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa. Dengan tujuan
mewujudkan pembangunan secara menyeluruh dan merata dibidang sumber daya alam,
sumber daya mnanusia, infrastruktur dan Teknologi yang terus meningkat.
Merupakan pondasi yang kuat dalam pembangunan jangka panjang yang mewujudkan
bangsa Indonesia menjasi makmur, adil, dan sentosa. Dan tujuan lain, supaya
bangsa Indonesia tidak lagi sebagai negara berkembang, akantetapi sebagai
negara maju.
Diakhir-akhir ini,
kondisi perekonomian nasional yang masih terkontaminasi oleh faktor eksternal
seperti berbagai tantangan gejolak serta ketidakpastian perekonomian global.
Dimana, telah member dampak langsung terhadap perekonomian nasional yang
mengalami perlambatan yang ditandai oleh pertumbuhan ekonomi dan melemahnya
kinerja ekspor yang berdampak langsung kepada neraca transaksi berjalan
(current account) yang mengalami defit semakin besar. Dalam memperkuat
fundamental perekonomian dengan upaya memberi stimulus fiscal dalam kegiatan perekonomian
dengan meningkatkan belanja atau pengeluaran yang lebih berproduktif dalam
upaya pembangunan, lebih memperhatikan dan meningkatkan peran swasta, BUMN dan
Pemerintah Daerah dengan tujuan mempercepat pembangunan infrastruktur yang
merupakan instrument dalam kebijkan fiscal. Dan juga dari instrument fiscal
sumber peneriman pajak.
Sedangkan kaitannya
dengan kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh Bank Sentral yaitu Bank
Indonesia dalam perekonomian adalah jumlah uang yang beredar, tingkat suku
bunga, nilai tukar rupiah dalam mengatasi gejolak perekonomian. Dalam
mewujudkan stabilitas ekonomi dan system keuangan, Bank Indonesia selaku
otoritas moneter bersekutu dengan Pemerintah dengan tujuan mengendalikan laju
inflasi, peningkatan pertumbuhan, dan pembangunan infratruktur secara
structural. Diperlukan suatu adanya keselarasan di antara keduanya. Dengan
mengikuti perkembangan ekonomi global yang dipengaruhi oleh faktor eksternal
yaitu pengaruh dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dalam mengatur
tingkat suku bunganya, gejolak harga minyak dunia, dan ditambah dengan kondisi
perekonomian Tiongkok yang saat ini mulai gencar. Dimana pertumbuhan
perekonomian global saat ini yang melambat.






0 komentar:
Posting Komentar