Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Harmonisasi Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter



Harmonisasi Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter
Oleh Zannatul Maulida
Konsentrasi Moneter, Ekonomi Pembangunan, Universitas Jember

Makna harmonisasi dalam implementasi kebijakan di suatu negara merupakan hasil keselarasan antara kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam bentuk kebijkan fiscal dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral selaku otoritas moneter yang berbentuk kebijakan moneter. Dimana dalam suatu implementassinya saling kertergantungan dan keterkaitan.
Pemerintah telah menempuh berbagai hal dalam mencapai target seperti mencapai target penerimaan tahunan, yang diiringi oleh pengeluaran belanja tahunan dan mengendalikan dafisit anggaran di dalam batas yang aman. Instrument kebijakan fiscal yang terkait yaitu pajak sebagai dimana pajak sebagai sumber penerimaan yang paling besar. dan juga pengendalian peningkatan kualitas pengeluaran pemerintah atau belanja negara diantara lain peningkatan belanja infrastruktur , penerapan kebijakan subsidi yang diaharapakan lebih tepat sasaran terutama kepada masyarakat yang dirasa sangat membutuhkan, peningkatan kualitas stabilitas pertahanan dan keamanan nasional, mengalokasikan 5 persen dari dana APBN untuk pembangunan yang telah diamanatkan di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 mengenai pembangunan di bidang kesehatan, dan yang terakhir meningkatkan pelaksanaan peningkatan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa. Dengan tujuan mewujudkan pembangunan secara menyeluruh dan merata dibidang sumber daya alam, sumber daya mnanusia, infrastruktur dan Teknologi yang terus meningkat. Merupakan pondasi yang kuat dalam pembangunan jangka panjang yang mewujudkan bangsa Indonesia menjasi makmur, adil, dan sentosa. Dan tujuan lain, supaya bangsa Indonesia tidak lagi sebagai negara berkembang, akantetapi sebagai negara maju.
Diakhir-akhir ini, kondisi perekonomian nasional yang masih terkontaminasi oleh faktor eksternal seperti berbagai tantangan gejolak serta ketidakpastian perekonomian global. Dimana, telah member dampak langsung terhadap perekonomian nasional yang mengalami perlambatan yang ditandai oleh pertumbuhan ekonomi dan melemahnya kinerja ekspor yang berdampak langsung kepada neraca transaksi berjalan (current account) yang mengalami defit semakin besar. Dalam memperkuat fundamental perekonomian dengan upaya memberi  stimulus fiscal dalam kegiatan perekonomian dengan meningkatkan belanja atau pengeluaran yang lebih berproduktif dalam upaya pembangunan, lebih memperhatikan dan meningkatkan peran swasta, BUMN dan Pemerintah Daerah dengan tujuan mempercepat pembangunan infrastruktur yang merupakan instrument dalam kebijkan fiscal. Dan juga dari instrument fiscal sumber peneriman pajak.
Sedangkan kaitannya dengan kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh Bank Sentral yaitu Bank Indonesia dalam perekonomian adalah jumlah uang yang beredar, tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah dalam mengatasi gejolak perekonomian. Dalam mewujudkan stabilitas ekonomi dan system keuangan, Bank Indonesia selaku otoritas moneter bersekutu dengan Pemerintah dengan tujuan mengendalikan laju inflasi, peningkatan pertumbuhan, dan pembangunan infratruktur secara structural. Diperlukan suatu adanya keselarasan di antara keduanya. Dengan mengikuti perkembangan ekonomi global yang dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu pengaruh dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dalam mengatur tingkat suku bunganya, gejolak harga minyak dunia, dan ditambah dengan kondisi perekonomian Tiongkok yang saat ini mulai gencar. Dimana pertumbuhan perekonomian global saat ini yang melambat.

0 komentar:

Posting Komentar