ARTIKEL
Hubungan Indikator
Investasi Portofolio dan Siklus Bisnis di Dalam Sutau Perekonomian
Investasi dalam arti
luas yaitu mengorbankan nilai dollar sekarang untuk nilai dollar di masa depan.
Ada dua komponen berbeda yang mempengaruhi yaitu resiko dan waktu. Pengorbanan
yang terjadi sekarang memliki kepastian dan hasil yang akan diperoleh kemudian
dengan jumlah yang tidak pasti. Di beberpa kasus, komponen waktu merupakan
faktor yang paling mendominasi (seperti obligasi pemerintah). Dan di kasus
lain, komponen resiko menjadi yang dominan (seperti option call pada saham
biasa). Kedua komponen waktu dan resiko sama-sama menjadi faktor yang penting
dalam melakukan penanaman investasi.
Perbedaan antara
investasi dan tabungan yaitu tabungan merupakan simpanan atau disebut sebagai
konsumsi yang tertunda. Sedangkan investasi didefinisikan sebagai Investasi Riil dimana di masa depan akan
meningkatkan pendapatan nasional. Terdapat perbedaan antara Investasi Riil (investasi nyata) dan Investasi Financial (investasi
financial). Secara umum Investasi Riil
(investasi nyata) yaitu investasi yang melibatkan asset nyata, seperti tanah,
mesin-mesin, atau pabrik.
Pada perekonomian
primitive, hampir semua investasi merupakan Investasi
Riil (investasi nyata). Investasi
Financial (investasi financial) yaitu investasi yang melibatkan
kontrak-kontrak tertulis seperti saham dan obligasi. Di dalam perekonomian
modern, semua investasi lebih banyak dilakukan Investasi Financial (investasi financial).
Hampir semua investasi
mengandung unsure ketidak pastian atau resiko. Pemilik modal tidak mengetahui
dengan pasti hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukan. Keadaan
semacam itu dapat dikatakan bahwa pemilik modal tersebut mengahdapi resiko
dalam investasi yang dilakukan. Yang dilakukan oleh pemilik modal yaitu
memperkirakan keuntungan yang diharapkan dari investasinya, dan mengukur
seberapa jauh hasil yang sebenarnya dari hasil yang diharapkan. Masalah pertama
ini bersangkutan dengan penghitungan nilai yang diharapkan dan masalah yang kedua menyangkut pengukuran
penyebaran nilai.
Karena pemilik modal
mengahadapi kesempatan investasi yang beresiko maka pilihan dalam investasi
tidak hanya mengandalkan dan mengaharapkan pada tingkat keuntungan saja.
Apabila pemilik modal mengharapkan untuk memperoleh tingkat keuntungan yang
tinggi,
maka pemilik modal
harus bersedia menanggung resiko yang tinggi pula. Salah satu karakteristik
investasi pada sekuritas (financial
assets) adalah kemudahan untuk membentuk protofolio investasi. Artinya
yaitu pemilik modal dapat dengan mudah menyebar atau melakukan diversifikasi
investasinya pada berbagai kesempatan investasi. Oleh karena itu perlu dipahami
proses investasi yaitu dimulai dari perumusan kebijakan investasinya sampai
dengan evaluasi kinerja investasi tersebut.
Investasi pada
sekuritas (financial assets)
merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak pemilik modal atau pihak yang
memiliki kertas tersebut untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan
organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut dan berbagai kondisi yang
memungkinkan pemilik modal tersebut menjalankan haknya. Apabila sekuritas
berjangka panjang dan merupakan instrument keuangan maka dapat diperjualbelikan
dan penerbitannya dilakukan di pasar yang disebut dengan pasar modal. Sedangkan
kegiatan perdagangannya dilakukan di bursa.
Instrument keuangan
jangka panjang yaitu meliputi obligasi dan saham. Dan yang menyangkut jangka
pendek pada investasi pada sekuritas (financial
assets) yaitu seperti deposito jangka pendek. Menjadi tugas analisis
investasi pada sekuritas (financial
assets) yaitu untuk memberikan saran kepada calon pemilik modal mengenai
sekuritas- sekuritas yang diperkirakan mispriced
artinya harganya terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, ataupun sekuritas- sekuritas yang sesuai dengan
karakteristik pemilik modal dalam hal resiko, pola penghasilan, maupun stastus
pajak yang menjadi tanggungan pemilik modal tersebut.
Jenis-jenis investasi
pada sekuritas (financial assets)
yaitu
a.
Surat Hutang Departemen Keuangan
(Treasury Bills)
Jenis
sekuritas yang melibatkan pemberian pinjaman uang alam jangka pendek. Pinjaman
seperti itu memilik resiko yang sangat kecil (jika ada) bahwa pinjaman tersebut
tidak akan terbayar sesuai dengan perjanjian.
b.
Obligasi jangka panjang
Merupakan
jenis sekuritas obligasi yang juga melibatkan pemberian pinjaman uang. Tiap jenis obligasi menunjukkan komitmen
dalam waktu yang relative lama dari pihak penerbit obligasi (peminjam) kepada
pihak investor (pemberi pinjaman).
Proses investasi,
menunjukkan bagaimana pemilik modal seharusnya melakukan investasi dalam
sekuritas, dalam sekuritas apa yang akan dipilih, seberapa banyak investasi
tersebut dan kapan investasi tersebut akan dimulai. Untuk mengambil keputusan
ada beberapa langkah yang dipertimbangkan yaitu sebagai berikut :
1.
Menentukan kebijakan investasi
Disini
pemilik modal perlu menentukan apa tujuan dari investasinya, dan berapa banyak
investasi tersebut dilakukan. Karena adanya hubungan yang positif antara resiko
dan keuntungan dari investasi itu sendiri, maka pemilik modal tidak bisa
mengatakan bahwa tujuan dari investasi yang dilakukan untuk mendapatkan
keuntungan sebesar-besarnya. Pemilik modal harus menyadari bahwa ada
kemungkinan untuk menderita rugi. Jadi tujuan dari investasi itu sendiri harus
dinyatakan bank dalam keuntungan maupun resiko.
Pemilik
modal yang bersedia menanggung resiko lebih besar (dengan harapan memperoleh
keuntungan yang lebih besar), akan mengalokasikan dananya pada sebagian besara
sekuritas yang lebih beresiko. Dengan demikian bentuk portofolio investasinya
mungkin akan terdiri dari saham, bukan obligasi. Saham yang dipilih biasanya
saham dari perusahaan yang mempunyai resiko tinggi. Sebaliknya bagi pemilik
modal yang tidak bersedia menanggung resiko yang tinggi mungkin akan memilih
sebagian besar investasinya pada obligasi dari perusahaan-perusahaan yang
dinilai aman. Dengan demikian refrensi resiko sangat diperlukan dalam
membertimbangkan proses investasi.
Dan
jumlah dana yang diinvestasikan mempengaruhi keuntungan yang diharapkan dan
resiko yang ditanggung. Pemilik modal yang meminjam dana dan menginvestasikan
pada berbagai saham, akan menanggung resiko yang lebih tinggi daripada pemilik
modal yang menggunakan modal sendri.
2.
Analisis Sekuritas
Tahap
ini melakukan analisis terhadap individual atau kelompok sekuritas. Ada dua
filosofi dalam melakukan analisis sekuritas. Pertama yaitu mereka berpendapat
bahwa adanya sekuritas yang mispriced
(harganya salah, mungkin terlalu tinggi dan mungkin terlalu rendah) dan
mendeteksi sekuritas-sekuritas tersebut. ada berbagai cara dalam analisis ini
secara garis besar ada dua cara yang bisa dikelompokkan dalam analisis ini
yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal yaitu
menggunakan data perubahan harga di masa lalu sebagai upaya untuk memperkirakan
harga sekuritas di masa yang akan datang. Analisis fundamental berupaya
mengidentifikasi prospek perusahaan melalui analisis terhadap faktor-faktor
yang mempengaruhinya untuk bisa memperkirakan harga saham di masa yang akan
datang.
Kedua,
adalah mereka berpendapat bahwa harga sekuritas adalah wajar. Kalaupaun ada
sekuritas yang mispriced dan analisis
tidak mampu untuk menditeksinya. Mereka yang menganut pendapat ini berpendapat
bahwa pasar modal efesien. Dengan demikian pemilihan sekuritas bukan didasarkan
oleh mispriced melainkan didasarkan
oleh preferensi resiko para pemilik modal, sesuai dengan resiko yang mereka
tanggung.
3.
Pembentukan portofolio
Portofolio
merupakan sekumpulan investasi. Tahap ini meliputi identifikasi sekuritas mana
yang akan dipilih, dan beberapa proporsi dana yang akan ditanamkan oleh
masing-masing sekuritas tersebut. Pemilik modal melakukakn diversifikasi dengan
maksud untuk mengurangi resiko yang ditanggung. Sebagaimana yang telah
disebutkan pemilihan sekuritas dipengaruhi oleh prefensi resiko, pola kebutuhan
kas, status pajak dan lain sebagainya.
4.
Melakukan revisi portofolio
Dengan
maksud kalo perlu melakukan perubahan terhadap portofolio yang telah dimiliki.
Kalau dirasa portofolio yang sekarang yang dimiliki tidak lagi optimal atau
tidak sesuai dengan prefensi resiko pemilik modal maka pemilik modal dapat
melakukan perubahan terhadap sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio
tersebut.
5.
Evaluasi kinerja portofolio
Dalam
hal ini pemilik modal harus melakukan penilaian terhadap kineja (performance)
portofolio, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh ataupun tingkat
resiko yang ditanggung.
Dengan
demikian langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami bagaimana
mengukur tingkat keuntungan yang diharapkan dan resiko investasi tersebut.
Didalam
melakukan investasi protofolio investor (pemilik modal) melakukan rebalancing portofolio untuk
memeprtimbangkan jenis sector saham yang akan di pilih dalam menanam modalnya
nanti. Pengertian dari rebalancing portofolio merupakan alokasi penyesuaian kembali
strategi portofolio sesuai dengan karakteristik atau preferensi dari pemilik
modal atau investor, rebalancing portofolio
juga berfungsi sebagai solusi untuk mengurangi resiko investasi .
Siklus
bisnis biasa dikenal dengan sebagai siklus perekonomian. Siklus bisnis biasanya
digunakan sebagai indicator untuk menunjukkan naik turunnya dari suatu
pertumbuhan ekonomi. Siklus bisnis menggunakan siklus jangka pendek dan jangka
panjang. Dapat diketahui bahwa krisi perekonomian di suatu negara , jangka
waktu dari satu peristiwa dengan krisis keuangan berikutnya biasanya
ditunjukkan melalui siklus bisnis.
Siklus
bisnis merupakan suatud eretan masa resesi atau depresi dan masa kemakmuran
yang berulang kali dan teratur dan meluas ke mana-mana. Siklus bisni dibedakan
dari variasi musiman dan kecenderungan secular. Terdapat beberpa tahap dari
siklus bisnis itu sendiri, meliputi tahapan kulminasi, kontraksi, resesi,
nadir, perbaikan, dan ekspansi. Adanya siklus bisni dapat dengan mudah dilihat
dengan suatu kondisi perekonomian yang berada dalam titik terendah dan suatu
kondisi perekonomian yang berada di titik puncak.
Siklus
bisnis (business cycle) juga dapat
digunakan untuk melihat dan mengenal prospek kondisi perekonomian di suatu
negara. Bukan hanya dari prospek indicator-indikator moneter yang paa umumnya
digunakan.
Siklus
bisnis merupakan suatu peristiwa yang berualang-ulang dari suatu perekonomian
yang awalnya tidak bisa berekspansi secara terus menerus akan tetapi pada suatu
masa akan mempunyai masa untuk bisa berekspansi. Yang akan diikuti oleh kondisi
perkonomian yang melambat. Dan kemudian akan mencapai titik puncak dalam
perekonomian dan kemudian mengalami masa resesi atau depresi dalam suatu
perekonomian itu sendiri, dimana kondisi perekonomian dari titik puncak menjadi
titik terendah. Dan kemudian kondisi perkeonomian akan berekpansi kembali,
bertumbuh dengan cepat, dan melalui kondisi perelambatan perekonomian lagi dan
mencapai titik puncak perekonomian lagi dan kemudian menuju ketiitik terendah
kondisi perekonomian.
Dalam
suatu negara memiliki siklus bisnis (business
cycle) yang berbeda-beda. Panjang dan system siklus bisnis disuatu negara
juga berbeda-beda tergantung dari kondisi suatu negara tersebut dan para pelaku
ekonomi dinegara tersebut. semakin pandai dan pintar para pelaku ekonomi dan
penentu kebijakan ekonominya di suatu negara maka siklus bisnis (business cycle) dalam suatu negara tersebut akan semakin
panjang. Artinya bahwa., perekonomian di suatu negara tersebut dapat melakukan
ekspansi dalam jangka waktu yang cukup lebih lama. Hal ini menandakan bahwa
para pelaku ekonomi dan pembuat kebijakan berperan penting dalam perekonomian,
dan panjang waktu siklus bisnis (business
cycle) di suatu negara dapat dijadikan indicator untuk mengurukur suatu
kondisi perekonomian di suatu negara tersebut.
Di
dalam perekonomian Amerika Serikat (AS) panjang siklus bisnis (business cycle) di negara adidaya
tersebut bervariasi antara 7 sampai 10 tahun. Ketika kondisi perekonomian
Amerika Serikat (AS) berjalan dengan baik, maka kondisi siklus bisnis Amerika
Serikat bisa tumbuh selama 10 tahun. Dan sebaliknya jika kebijakan dalam
mengatur kondisi perekonomiannya kurang baik, maka kondisi siklus bisnis
Amerika Serikat (AS) hanya bisa tumbuh sepanjang 7 tahun dan setelahnya itu
kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) jatuh dalam keadaan resesi.
Terdapat
banyak teori-teori ekonomi yang dapat mencoba untuk menjelaskan penyebab dari
siklus bisnis itu terjadi. Meski, belum ada jawaban yang pasti mengenai
penyebab utamanya. Bahwa data-data terkini menunjukkan bahwa adanya pengaruh
yang signifikan dari kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh suatu Bank Sentral di suatu negara terhadap siklus bisnis (business cycle)
Pada
umumnya untuk mengukur dan melihat kondisi perekonomian di suatu negara
ditentukan oleh tingkat suku bunga. Jika tingkat suku bunga rendah maka
perekonomian cenderung tumbuh lebih cepat. Dan sebaliknya, jika tingkat suku
bunga yang dikeluarkan oleh Bank sentral di suatu negara itu tinggi maka
tingkat pertumbuhan perekonomian cenderung lebih lambat.






0 komentar:
Posting Komentar