Inflasi
Dan Pengangguran Menjadi Faktor Penting Dalam Perkembangbangan Ekonomi
Inflasi
merupakan faktor penting dalam penentuan stabilitas harga maupun keuangan,
opada bulan februari 2016 di prediksi inflasi akan menurun dan Menurunya angka
inflasi disebabkan banyak faktor yang mengiringnya. Menurut para ekonom pada
bulan februai ini baik deflasi maupun inflasi masih dalam titik rendah. Inflasi
yang masih dibawah standar target inflasi membuat harga–harga tidak melambung
tinggi sehingga masyarakat tidak merasa keberatan dengan harga bahan bahan
pokok. Bagi masyarakat menengah kebawah inflasi ini sangat berpengaruh terhadap
kehidupan mereka sehari-sehari mereka, karena inflasi sangat nerpengaruh
terhadap barang kebutuhan pokok yang dimana barang kebutuhan pokok adalah
barang utama bagi para mereka berbeda bagi orang menengah keatas dimana inflasi
tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan mereka karena berapapun harga yang
di patok maka mereka mampu membeli jadi inflasi tidak terlalu mempengaruhi
kehidupan sehari-sehari bagi masyarakat kelas atas namun dengan inflasi yang
masih wajar bukan hyperinflasi.
Inflasi yang terjadi disebabkan banyak faktor yang dimana inflasi menyebabkan
konsumsi masyarakat cenderung naik dan perputaran uang akan semakin cepat dan
memyebabkan perekonomian stabil.
Dari penyataan kepala ekonom bank
central asia (BCA) diperkirakan bahwa deflasi pada bulan februai 2016 akan
mencapai 0,11 persen. angka tersebut didapat dari pertimbangan data pergerakan
harga bahan pangan bahan pangan dan tren penurunan harga barang yang diatur
pemerintah. Harga bahan pangan cenderung menurun dan menyebabkan deflasi namun
deflasi masih dalam di batas kewajaran dan cenderung rendah. Pemerinta ikut
ambil alih dalam keadaan menurunya inflasi dan rendahnya deflasi karena melalui
pemerintah dapat dengan mudah mempengaruhi atau mengatur harga dengan
mengeluarkan kebijakan. Melalui kebijakan seperti opersi pasar akan mudah
mengontrol harga-harga terutama kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan utama
masyarakat.Agar inflasi terus terjaga maka pemerintah dan daya masyarakat tidak
menurun harus sering mengontrol harga di pasar agar tidak adanya penimbunan
yang nantinya akan menyebabkan kenaikan harga dan menimbulkan inflasi.
Penimbunan barang-barang ini merupakan tindakan ilegal yang dilakukan para
pedagang nakal dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat luas dan menyebabkan
usaha pemerintah dalam menstabilkan harga menjadi sia-sia, dikarenakan
penimbunan ini dilakukan saaat harga turun dan pedagang menimbun barang dengan
jumlah banyak dan akan menjual saat harga naik. Saat pemebelian barang-barang dengan jumlah banyak
menyebabkan stok habis dan menyebabkan harga secara perlahan naik, ketika harga
naik ini maka para penimbun akan menjual kembali.
Deflasi
yang disebabkan dari stabilisasi harga bahan pangan dipasar akibat normalisai
paska harga-harga melambung di januari 2016, pada januari 2016 sebagian bahan
pangan naik paska natal dan tahun baru, untuk menormalkan harga pemerintah
melakukan operasi pasar bahan pokok terutama pada bahan pangan seperti daging
ayam dan telur ayam dan jagung. Penormalisasian ini dilakukan untuk menjaga
harga agar tetap stabil. Penuruna harga
pangan juga merupakan dampak dari turunya harga minyak bumi yang menyebabkan
bahan bakar minyak juga ikut turun, elpiji 12 kg, tarif dasar listrik, serta
penguatan nilai tukar rupiah yang selama beberpa bulan kebelakang mengalami
pelemahan. Menurunya BBM, TDL dan elpiji inflasi pun dalam keadaan yang stabil
karena trend masyarakat dalam berkonsumsi stabil. Daya beli masyakat yang
meningkat karen apenurunan beberpa baang pokok dapat membuat alokasi dana
belanja tumah tangga konsumsi dapat dihgunakan untuk lain dan masyarakat
cendeung akan lebih sejahtera.
Pada
inflasi bulan februari diramalkan akan sebesar 0,05% lebih rendah dari inflasi
pada bulan januari sebesar 0,51% menurut kepala ekonom Bank Internasional
Indonesia (BII), seperti yang di ungkapkan oleh kepala ekonom Bank Cenral Asia
bahwa penurunan inflasi ini disebabkan salah satunya pemerinya sebagai administer prices. Inflasi yang rendah
dipicu karena penurunan bahan kebutuhan pook seperti bawang merah, cabai,
minyak goreng, dan telur ayam, dan juga didorong oleh penurunan tarif dasar
listrik. Keputusan pemerintah untuk menurunkan TDL sangat tepat sekali
mengingat harga minyak bumi di dunia juga terus mengalami pelemahan belum lagi
dengan melemahnya harga komoditas yang terjadi beberapa waktu lalu. Walapun
akan terjadi indikasi kenaikan inflasi namun dalam batas yang rendah keadaan
ini disebabkan adanya kenaikan dibeberpa kebutuhan pokok seperti kenaikan harga
beras, daging, harga makan jadi, taarif kontrakan rumah yang naik, naiknya
harga mobil akibat melemahnya niali kurs rupiah pada tahun lalu.
Penurunan
inflasi juga disebabkan karena adanya panen raya beras yang terjadi pada bulan
maret, walupun curah hujan tinggi dan menyebabkan banjir diharapkan diharapkan
tidak mengahambat panen. Jadi dapat diprediksi bahwa inflsi akan terus menurun
.
Banyak
ekonom yang mempredisikan bahwa inflasi pada bulan februari mengalmi penurunan.
Dengan terkendalinya inflasi pada 4,0±1 persen yang menjadi target inflasi pada
bulan ini. Target inflasi dalam suatu negara di rencanakan melalui kerangka
kebijkan moneter melalui kerangka kerja yang dinamakan dengan ITF (Inflasi Targeting Framework) dengan ITF
pemerintah memberitahukan pada masyarakat tentang target inflasi secara
eksplisit dan kebijakan yang dilakukan mengarah pada target yang ditetapkan.
Fokus untuk mengarahkan kebijakan guna mencapai target inflasi yang ditetapkan
adalah dengan mengatur BI rate, penetapan suku bunga diharapkan akan mempengaruh
suku bunga perbankan, deposito, dan kredit perbankan yang nantinya akan
mempengaruhi output dan inflasi.
Tercatatnya
deflasi pada februari 2016 melalui IHK (Indeks Harga Konsumen) mencatat
sebebsar 0,09%(mtm), penurunan harga secara umum ini disebabkan oleh deflsi
komponen barang yang diatur pemerintah dan bahan makanan. Deflasi ini
disebabkan karena dampak dari normalisasi harga pasca hari natal dan tahun baru
sehingga bahan keburuhan pokok cenderung normal dan berimbas pada bulan
berikutnya. Dan juga inflasi yang turun ini disebabkan karena menurunya harga
berbagai bahan pokok. Pada akhir tahun dan berkanjut pada 2016 harga minyak
bumi mengalami penurunan yang signifikan dan menyebabkan harga-harga cenderung
turun walaupun tidak turun secara signifikan. Dari melemahnya harga minyak bumi
menyebabkan penurunan harga bahan bakar contoh BBM, tarif daftar listrik, dan
juga menurunya tarif angkutan udara. Menurunya beberpa kebutuhan pokok
menyebabkan daya beli masyarakat naik dan produksi kan terus meningkat.
Diharapkan dari rendahnya inflasi dapat mensejahterkan masyarakat khususnya
masyarakat kelas menengengah kebawah.
Penurunan
minyak dunia tidak hanya berdampak pada turunya angka inflasi namun banyak
manfaat yang dapat dirasakan. Turunya harga minyak dunia dapat menyebabkan
neraca perdagangan indonesia tidak membengkak akibat impor minyak dunia. Untuk
jangka pendek anjloknya minyak dunia dapat menurunkan harga-harga pokok namun
dampak panjangnya dapat menyebabkan investasi di sektor migas menurun dan dapat
menyebabkan perlambatan ekonomi. Disamping inflasi yang rendah dibarengi juga
dengan deflasi yang bersumber penurunan
harga komositas pangan, kecuali harga beras,, harga beras tidak mengalami
penurunan karena mengingat Indonesia sekarang berada pada musim hujan sehingga
menyebabkan banyak sawah tergenang dan panen hasil produksi menurun.
Angka
inflasi mengalmi penurunan berbeda dengan angka pengangguran, Peningkatan
pengangguran yang dicatat oleh BPS ( badan Pusat statistik) terjadi pada
agustus 2015 dibandingkan dengan agustus 2014. Pada agustus 2015 tercatat
pengangguran terbuka sebesar 6,18 persen sedangkan pada agustus 2014 mencapai
5,94 persen. peningkatan pengangguran disebabkan oleh beberapa faktor dan ini
merupakan keadaan ekonomi yang memerlukan perhatian besar karena pengangguran
merupakan indikator pertumbuhan ekonomi suau negara. Apabila pengangguran
tinggi akan berdampak buruk pada suatu perekonomian. Pengangguran di Indonesia
tergolong tinggi mengingat jumlah penduduk Indonesia yang menempati posisi ke
empat mencapai 254.454.778 jiwa setelah Amerika, India dan China, membuat
persaingan untuk mencari pekerjaan semakin ketat. Tercatat penganggguran muda
pada rantan umur 15-24 mencapai 22,4
persen pada tahun 2014 dan mencatat kenaikan atas tahun sebelumnya yang
tercatat 22,3 persen. pengangguran yang bertambah 320 jiwa menyebabkan semakin
rendahnya daya serap perusahaan dalam ppenyerapan tenaga kerja. Pengangguran
dapat mempengaruhi perekonomian di suatu negara tak terkecuali Indonesia,
dengan tingkat pengangguran yang tinggi akan banyak bermunculan pekerjaan yang
nonformal yang lebih mengarah pada pekerjaan yang merugikan orang lain seperti
tindak kejahatan akan semakin tinggi sehingga menyebabkan situasi yang kurang
nyaman pada masyarakat.
Meningkatnya pengangguran terbuka di
Indonesia akan berfampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Pengangguran
memilii hubungan negatif dengan inflasi yang berarti bahwa apabila terjadi
kenaikan pada pengangguran maka inflasi akan turun dan sebaliknya jika
pengangguran turun maka inflasi akan naik. Ini disebabkan karena saar inflasi
naik akan meningkatkan harga jual prosuk dan meningkatkan produksi, saat
produksi naik maka perusahaan akan berkecenderunagan untuk menambah tenaga
kerja dan menyebabkan tingkat pengangguran turun., saat terjadi inflasi rendah
maka perusahaan akan berkecenderungan untuk mengurangi tenaga kerjanya inin
disebabkan karena saaat inflasi rendah maka harga jual produk rendah tmaka
perusahaan tidak dapat merasakan surplus produsen sehingga kecenderungan untuk
menambah tenaga kerja berkurang. Dalam keadaan perusahaan tidak dapat lagi
menutupi biaya produksi yang semakin membengak maka keputusan perusahaan adalah
mem-PHK (pemutusan Tenaga Kerja). Pada tahun 2015 banyak perudsahaan yang Mem-PHK
pekerjaanya dikarenakan situasi perekonomian memburuk yaitu dengan melemahnya
nilai tukar rupiah terhadap dollar yang berakibat semakin rendahnya daya beli
perusahaan terhadap barang impor dan mengurabgi produksinya yang berdampak pada
pemutusan hubungan tenaga kerja. Perusahaan yang tergantung dengan impor akan
lebih rentan mengalami dampak gejolak perekonomian seperti yang terjadi pada
kebanyakan perusahaan di Indonesia yang rentan sekali mengalami gangguan dalam
produksi akibat dari gejolak ekonomi. Dengan menghemat ongkos prosuksi yang
merupakan dampak dari daiknya harga barang impor sebagai bahan dasar pembuatan
produk suatu perusahaan akan mengakibatkan PHK dan jumlah pengangguran akan meningkat.
Pengangguran
di Indonesia yang di urutkan sesuai dengan tingkat pendidikan, pengangguran
yang tertinggi tercata pada tingkat pendidikan SLTA umum dimana mencapai
1.962.756 jiwa ini disebabkan pada SLTA umum tidak memiliki ketrampilan dalam
bekerja sehingga pengangguran dalam tingkat pendidikan ini tidak dapat memasuki
dunia kerja begitu juga dengan SLTA kejuruan dwalaupun diberikan ketrampilan
dalam memasuki dunia kerja SLTA kejuruan masih mencatat pengangguran pada
tingkat SLTA ini masih sangat tinggi yaitu 1.332.521 jiwa ini disebabkan karena SLTA kejuruan hanya dibekali ketrampilan
sesuai dengan jurusan yang dipilih maka membuat mereka tidak dapat memasuki
sektor lain yang tidak sesuai dengan ketrampilan yang mereka miliki.
Yang
harus diperhatikan pemerintah mencari investor untuk membuka lapangan pekerjaan
di Indonesia dengan sistem padat karya bukan padat modal, karena dengan sistem
padat karya maka banyak tenaga kerja yang akan diserap, serta menjaga
kestabilan perekonomian yang lebih penting, karen akestabilan perekonomian
memiliki dampak tidak langsung pada pengangguran dan juga menerbitkan peraturan
tentang industri atau pabrik agar tidak berlebihan menggunakan teknologi untuk
memproses produski mereka agar dapat menyerap tenaga kerja manusia lebih
banyak.
Untuk
menekan jumlah pengangguran yang ada di dalam negeri pemerintah berpikir
kembali tentang pengriman TKI ke luar negeri. Dengan mengirim TKI keluaar
negeri dapat megurangi pengangguran. Pengangguran di Indonesia disebabkan
banyak faktor, dimulai dengan perlambatan ekonomi yang mengharuskan para
pekerja dipulangkan karena pemutusan hubungan kerja, kurangnya kerampilan
sehingga tidak tidak seesuai dengan
kebutuhan dunia kerja, dan lapangan kerja yang kurang. Pengiriman
kembali Tenaga Kerja Indonesia dilakukan guna mengurangi pengangguran dalam negeri
yang semakin tinggi akibat pemutusan hubungan kerja. Namun harus ada syarat
yang dipenuhi mengingat banyak sekali kasus yang menimpa TKI bekerja di luar
negeri. Sebagai penghasil devisa negara terbesar, tidak dipungkiri perlindungan
tentang keselamatan TKI harus di utamakan. Kasus-kasus yang menimpa para TKI
sangatlah tidak manusiawi dan membuat TKI yang bekerja di luar negeri tidak
mendapatkan hak dasarnya sebagai seorang manusia, dimulai dengan kasus
penganiyayaan oleh majikan, sebagai korban pelecehan seksual oleh majikannya.
Hal-hal tersebut yang membuat pemerintah untuk merencanakan pemberhentian
pengiriman TKI ke luar negeri pada tahun 2017 sesuai dengan yang di utarakan
oleh menakertans. Namun pemberhentian ini hanya berlaku pada TKI yang bekerja
pada sektor informal sedangkan pada sektor formal masih bisa dikirim. Kenapa
sektor informal karena pada sektor ini sangat riska sekali terhadap kekerasan
atau tindak-tindak yang tidak manusiawi, sampai kapan sektor ini akan
diberhentikan sektor informal ke luar negeri akan di buka kembali apabila sudah
ada peraturan yang jelas dan dapat mellindungi TKI dari tindakan kekerasan.
Pengangguran di Indonesia masi sangat tinggi mencapai 120,5 juta jiwa,
keputusan pemerintah boleh dibilang sangat berani karena banyak kalangan bawah
yang bekerja di luar negeri dan bekerja pada sektor informal, apabila merka
dipulangkan maka akan menambah angka pengangguran yang ada. Rencana pemerintah
tersebut tidak mungkin tanpa rencana perbaikan lapangan kerja yang ada di indonesia.
Pemerintah sudah menyiapkan road map untuk
mendukung rencana tersebut. Pemerintah akan menyiapkan lapangan kerja yang
untuk menampung para TKI yang di pulangkan sehingga para TKI ini tidak
menganggur dan masih mendapatkan penghasilan sehingga dapat mengjhidupi
keluarganya.
Perlambatan
ekonomi yang terjadi membuat banyak perushaan manufactur mempulangkan
karyawanya karena tidak mampu lagi menutup biaya produksi mereka sehingga
meenyumbang angka pengangguran. Untuk mengatasi pengangguran yang semakin meningkat
anggota DPR komisi IX Adang Sudrajat untuk segera mempercepat pembahasan revisi
Undang-Undang TKI (RUU TKI) No 39 tahun 2004, yang berisi tentang hak
perlindungan TKI yang ada diluar negeri agar merasa aman dan perlindungan
secara penuh pada TKI dan terutama TKW (Tenaga Kerja Wanita). Sebagai wanita
yang pada dasarnya di nafkahi oleh seorang suami harus bekerja membanting
tulang di negeri orang lain dan juga rentan terhadap hal-hal buruk menjadi
salah satu fokus poin tenatang RUU ini. Untuk mencegah meningkatnya TKW sngat
dibenarkan bahwa peluang pekerjaan harus lebih di perbanyak pada angkatan kerja
laki-laki, karena laki-laki adalah sebagai kepala keluarga yang harus menafkahi
keluarganya. Sektor pekerjaan yang menyerap tenaga laki-laki harus diperbanyak
sehinggapara wanita tidak harus bekerja keras demi menghidupi keluarganya.
Undang-Undang ini diharapkan dapat mengurangi beban negara dan menurnkan angka
pengangguran. Perbaikan Undang-Undang tentang keselamatan tenaga kerja di luar
negeri memberikan mafas lega bagi para TKI karena mereka merasa di lindungi
hak-haknya, namun yang perlu diperhatikan adalah undang-undang ini akan
melindungi TKI yang melewati jalur resmi bukan TKI ilegal, oleh karena itu
pemerintah juga harus fokus terhadap biro-biro penyaluran TKI yang tidak
memiliki ijin resmi sehingga TKI yang dikirim ke luar negeri memiliki jalur
yang berhukum. Apabila ini tidak di diperjatikan akan sama saja undang-undang
perlindungan TKI tidak berlaku pada TKI illegal.
Pengiriman
TKI ini tentu saja mempunyai sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif dari
pengiriman TKI adalah sebagai salah satu sumber pendapatan negara berupa devisa
yang dimana jumlahnya sangat besar mengingat jumlah TKI yang dikirim ke luar
negeri juga banyak, mengurngi jumlah penganggugaran yang ada di Indonesia,
mengurangi tingkat kemiskinan, namun sisi negatif dari pengiriman TKI ini
adalah menyangkut harga diri sebuah bangsa karena sebagian besar TKI yang
dikirim ke luar negeri bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), dan juga
merugikan negara karena banyak TKI yang mendapatkan perlakukan yang tidak
semestinya disana sehingga membuat miris bagi seluruh masyarakat di Indonesia.
Pengangguran disebabkan banyak
faktor salah satunya adalah over
graduated yang menyebabkan banyak pengangguran terdidik dalam kasus lain
pemerintah khususnya Kemenristekdikti menerbitkan moratorium terhadap prodi
baru dala, bidang kependidikan. Kemenristekdikti mengeluarkan moratorium atau
pemberhentian semenatara penerbitan izin program studi baru atau prodi, hal
tersebut terjadi karena Lapangan pekerjaan yang tersedia tidak dapat memenuhi
kebutuhan pekerjaan para lulusan perguruan negeri. Semakin banyak lulusan
perguruan negeri sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Dapat dilihat dari tahun ke
tahun peningkatan angka pengangguran lulusan perguruan tinggi pada agustus 2013
mencapai 434,185 jiwa sedangkan pada agustus 2014 mencapai 495,143 jiwa. Dapat
dikatakan persaingan yang terjadi antara angkatan sangtlah ketat. Antara Jumlah
lulusan perguruan negeri yang lulus dengan lapangan kerja yang tersedia
sangatlah berbanding daya serap dari lapangan pekerjaaan masih sangat rendah.
Pengangguran meruupakan masalah yang sangat crucial.
Pengangguran merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat
kesejahteran suatu negara. Terlebih lagi pengangguran terdidik yang dimana
sudah dibekali dengan ilmu yang mumpuni untuk masuk dalam dunia kerja tidak
dapat terserap, paradigma seperti ini akan menyebabkan bahwa percuma sekolah
tinggi-tinggi dan pada akhirnya nasib sama dengan mereka yang tidak dapat
melanjutkan ke perguruan tinggi.
Tidak
imbangnya jumlah lulusan dan kebutuhan pasar akan kerja menimbulkan banyak
lulusan tidak terserap ke dunia kerja. Di Indonesia spesifikasi pekerjaan maih
belum diterapkan dengan baik, karena banyak para pekerja yang bekerja bukan di
bidangnya seperti banyak pegawai bank yang lulusan di luar ilmu ekonomi dan
masih bnayak lagi, banyak kerugian yang ditimbulkan akibat ketidaksesuaian
pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki. Yang pertama tidak adanya efisiensi,
suatu pekerjaan akan lebih maksimal apabila yang mengerjakan mengetahui bidang
yang dikerjakan, jika pekerjaan yang dilakukan bukan dengan orang yang dalam
bidangnya maka akan menyebabkan inefisienitas, yang kedua kemampuan yang
dimiliki apabila sesuai dengan pekerjaan yang dimiliki maka akan teori-teori
yang diajarkan pada masa perkuliahaan akan diaplikasikan ke dunia nyata walaupun
terkadang teori yang kita pelajari tidak relevan dengan keadaan yang ada. Hal
tersebut membuktikan bahwa lapangan pekerjaan yang tersedia tidak seimbang
dengan kebutuhan pasar, misal banyaknya lulusan perawat atau bidan tidak
diimbangi dengan lapangan kerja yang tersedia sehingga banyak dari lulusan ini
tidak terserap dalam dunia kerja.
Keputusan
yang diambil oleh kemerintekdikti sudah sangat tepat apabila tidak segera
dihentikan maka akan menyebabkan makin banyaknya lulusan yang tidak terserap
dunia kerja pada bidangnya. Monotorium pembukaan prodi baru akan berlaku pada
tahun 2016. Semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka prodi baru namun
tidak memperhatikan bahwa prosi tersebut di dunia kerja terdapat peluaang atau
tidak. Tidak mempungkiri alasan untuk masuk ke perguruan tinggi adalah untuk
mendapatkan pekerjaan yang baik. Sangat disayangkan apabila ekspektasi tersebut
tidak dapat dilakukan karena minimnya lapangan pekerjaan.
Pengangguran
bukan hanya masalah yang hanya dihadapi Indonesia namun banyak negara lain juga
menghadapi masalah yang sama namun dalam jumla yang berbeda. Pengangguran dapat
mempengaruhi perekonomian global, misal data pengangguran yang diterbirkan oleh
the Fed akan mempengaruhi perekonomian dunia, saat the Fed mempubliskan data
pengangguran yang terjadi di Amerika mengalami kenaikan maka kenaikan tersebut
akan di respon neagatif oleh pasar mengingat perdagangan internasional yang
menghubungakan negara satu dengan negara lain akan mempengaruhi negara lain tak
terkecuali negara berkembang. Peningkatan angka pengangguran yang terjadi di
Amerika mengisyaratkan bahwa perekonmian di Amerika tidak stabil sehingga
banyak PHK, saat pelemahan perekonomian yang terjadi di Amerika maka negara
lain akan merespon negatif, contoh Indonesia saat data pengangguran Amerika
meningkat maka bursa saham akan melemah dan mengakibatkan investasi berkurang.
Investasi berkurang kareana para investor enggan untuk menamkan uang mereka
karena perkonomian dalam keadaan tidak stabil dan apabila dilanjutkan akan
menimbulkan resiko yang lebih besar. Investor tidak mau rugi mereka menarik
investasi mereka dengan menjual saham yang mereka miliki sehingga aksi jual
meningkat dan menyebabkan kondisi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) melemah.
Investasi menurun maka yang terjadi adalah perlambatan perekonomian.
Perlambatan ekonomi yang berlarut-larut akan menjadi krisis ekonomi, krisis
ekonomi yang terjadi akan menyebabkan produkstifitas dan daya beli masyakat
akan rendah dampak dari inflasi dan yang terjadi saat prosuktifitas rendah dan
perusahaan tidak mampu membiayai produksi mereka sehingga PHK (Pemutusan
Hubungan Kerja) tidak dapat dihindari dan berakhir pada tingkat pengangguran
yang tinggi.
Monotorium
pemberhentian prodi ini ditunjukan pada prodi D-3 kebidanan dan keperawatan
serta fakulatas kedokteran. Mengapa monotoruim ini terjadi pada bidang
kesehatan, beberpa tahun terkahir tren masyarakat untuk masuk ke prodi ini
sangtlah besar dan banyak bermunculan
sekolah tinggi yang muncul pada bidang kesehatan. Karena banyaknya peminat dan masuk ke bidang kesehatan membuat
membludaknya lulusan yang berasal dari bidang ini, dan tidak di imbangi dengan
lapangan pekerjaan yang tersedia. Jadi monotorium penerbitan izin pembukaan
prodi baru ini adalah upaya pemerintah untuk menekan jumlah pengangguran yang
terdidik, bagi perguruan tinggi harus berhati-hati dalam mendirikan prodi baru
karena dapat menambah jumlah pengangguran yang ada. Peranpemerintah juga harus
berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan agar tidak terjdi penumpukan tenaga
kerja yang mempunyai skill pada
bidangnya seperti yang terjadi pada bidang kesehatan.






0 komentar:
Posting Komentar