Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Inflasi Dan Pengangguran Menjadi Faktor Penting Dalam Perkembangbangan Ekonomi
Inflasi merupakan faktor penting dalam penentuan stabilitas harga maupun keuangan, opada bulan februari 2016 di prediksi inflasi akan menurun dan Menurunya angka inflasi disebabkan banyak faktor yang mengiringnya. Menurut para ekonom pada bulan februai ini baik deflasi maupun inflasi masih dalam titik rendah. Inflasi yang masih dibawah standar target inflasi membuat harga–harga tidak melambung tinggi sehingga masyarakat tidak merasa keberatan dengan harga bahan bahan pokok. Bagi masyarakat menengah kebawah inflasi ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan mereka sehari-sehari mereka, karena inflasi sangat nerpengaruh terhadap barang kebutuhan pokok yang dimana barang kebutuhan pokok adalah barang utama bagi para mereka berbeda bagi orang menengah keatas dimana inflasi tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan mereka karena berapapun harga yang di patok maka mereka mampu membeli jadi inflasi tidak terlalu mempengaruhi kehidupan sehari-sehari bagi masyarakat kelas atas namun dengan inflasi yang masih wajar bukan hyperinflasi. Inflasi yang terjadi disebabkan banyak faktor yang dimana inflasi menyebabkan konsumsi masyarakat cenderung naik dan perputaran uang akan semakin cepat dan memyebabkan perekonomian stabil.
            Dari penyataan kepala ekonom bank central asia (BCA) diperkirakan bahwa deflasi pada bulan februai 2016 akan mencapai 0,11 persen. angka tersebut didapat dari pertimbangan data pergerakan harga bahan pangan bahan pangan dan tren penurunan harga barang yang diatur pemerintah. Harga bahan pangan cenderung menurun dan menyebabkan deflasi namun deflasi masih dalam di batas kewajaran dan cenderung rendah. Pemerinta ikut ambil alih dalam keadaan menurunya inflasi dan rendahnya deflasi karena melalui pemerintah dapat dengan mudah mempengaruhi atau mengatur harga dengan mengeluarkan kebijakan. Melalui kebijakan seperti opersi pasar akan mudah mengontrol harga-harga terutama kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.Agar inflasi terus terjaga maka pemerintah dan daya masyarakat tidak menurun harus sering mengontrol harga di pasar agar tidak adanya penimbunan yang nantinya akan menyebabkan kenaikan harga dan menimbulkan inflasi. Penimbunan barang-barang ini merupakan tindakan ilegal yang dilakukan para pedagang nakal dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat luas dan menyebabkan usaha pemerintah dalam menstabilkan harga menjadi sia-sia, dikarenakan penimbunan ini dilakukan saaat harga turun dan pedagang menimbun barang dengan jumlah banyak dan akan menjual saat harga naik. Saat  pemebelian barang-barang dengan jumlah banyak menyebabkan stok habis dan menyebabkan harga secara perlahan naik, ketika harga naik ini maka para penimbun akan menjual kembali.
Deflasi yang disebabkan dari stabilisasi harga bahan pangan dipasar akibat normalisai paska harga-harga melambung di januari 2016, pada januari 2016 sebagian bahan pangan naik paska natal dan tahun baru, untuk menormalkan harga pemerintah melakukan operasi pasar bahan pokok terutama pada bahan pangan seperti daging ayam dan telur ayam dan jagung. Penormalisasian ini dilakukan untuk menjaga harga agar  tetap stabil. Penuruna harga pangan juga merupakan dampak dari turunya harga minyak bumi yang menyebabkan bahan bakar minyak juga ikut turun, elpiji 12 kg, tarif dasar listrik, serta penguatan nilai tukar rupiah yang selama beberpa bulan kebelakang mengalami pelemahan. Menurunya BBM, TDL dan elpiji inflasi pun dalam keadaan yang stabil karena trend masyarakat dalam berkonsumsi stabil. Daya beli masyakat yang meningkat karen apenurunan beberpa baang pokok dapat membuat alokasi dana belanja tumah tangga konsumsi dapat dihgunakan untuk lain dan masyarakat cendeung akan lebih sejahtera.
Pada inflasi bulan februari diramalkan akan sebesar 0,05% lebih rendah dari inflasi pada bulan januari sebesar 0,51% menurut kepala ekonom Bank Internasional Indonesia (BII), seperti yang di ungkapkan oleh kepala ekonom Bank Cenral Asia bahwa penurunan inflasi ini disebabkan salah satunya pemerinya sebagai administer prices. Inflasi yang rendah dipicu karena penurunan bahan kebutuhan pook seperti bawang merah, cabai, minyak goreng, dan telur ayam, dan juga didorong oleh penurunan tarif dasar listrik. Keputusan pemerintah untuk menurunkan TDL sangat tepat sekali mengingat harga minyak bumi di dunia juga terus mengalami pelemahan belum lagi dengan melemahnya harga komoditas yang terjadi beberapa waktu lalu. Walapun akan terjadi indikasi kenaikan inflasi namun dalam batas yang rendah keadaan ini disebabkan adanya kenaikan dibeberpa kebutuhan pokok seperti kenaikan harga beras, daging, harga makan jadi, taarif kontrakan rumah yang naik, naiknya harga mobil akibat melemahnya niali kurs rupiah pada tahun lalu.
Penurunan inflasi juga disebabkan karena adanya panen raya beras yang terjadi pada bulan maret, walupun curah hujan tinggi dan menyebabkan banjir diharapkan diharapkan tidak mengahambat panen. Jadi dapat diprediksi bahwa inflsi akan terus menurun .
Banyak ekonom yang mempredisikan bahwa inflasi pada bulan februari mengalmi penurunan. Dengan terkendalinya inflasi pada 4,0±1 persen yang menjadi target inflasi pada bulan ini. Target inflasi dalam suatu negara di rencanakan melalui kerangka kebijkan moneter melalui kerangka kerja yang dinamakan dengan ITF (Inflasi Targeting Framework) dengan ITF pemerintah memberitahukan pada masyarakat tentang target inflasi secara eksplisit dan kebijakan yang dilakukan mengarah pada target yang ditetapkan. Fokus untuk mengarahkan kebijakan guna mencapai target inflasi yang ditetapkan adalah dengan mengatur BI rate, penetapan suku bunga diharapkan akan mempengaruh suku bunga perbankan, deposito, dan kredit perbankan yang nantinya akan mempengaruhi output dan inflasi.
Tercatatnya deflasi pada februari 2016 melalui IHK (Indeks Harga Konsumen) mencatat sebebsar 0,09%(mtm), penurunan harga secara umum ini disebabkan oleh deflsi komponen barang yang diatur pemerintah dan bahan makanan. Deflasi ini disebabkan karena dampak dari normalisasi harga pasca hari natal dan tahun baru sehingga bahan keburuhan pokok cenderung normal dan berimbas pada bulan berikutnya. Dan juga inflasi yang turun ini disebabkan karena menurunya harga berbagai bahan pokok. Pada akhir tahun dan berkanjut pada 2016 harga minyak bumi mengalami penurunan yang signifikan dan menyebabkan harga-harga cenderung turun walaupun tidak turun secara signifikan. Dari melemahnya harga minyak bumi menyebabkan penurunan harga bahan bakar contoh BBM, tarif daftar listrik, dan juga menurunya tarif angkutan udara. Menurunya beberpa kebutuhan pokok menyebabkan daya beli masyarakat naik dan produksi kan terus meningkat. Diharapkan dari rendahnya inflasi dapat mensejahterkan masyarakat khususnya masyarakat kelas menengengah kebawah.
Penurunan minyak dunia tidak hanya berdampak pada turunya angka inflasi namun banyak manfaat yang dapat dirasakan. Turunya harga minyak dunia dapat menyebabkan neraca perdagangan indonesia tidak membengkak akibat impor minyak dunia. Untuk jangka pendek anjloknya minyak dunia dapat menurunkan harga-harga pokok namun dampak panjangnya dapat menyebabkan investasi di sektor migas menurun dan dapat menyebabkan perlambatan ekonomi. Disamping inflasi yang rendah dibarengi juga dengan deflasi  yang bersumber penurunan harga komositas pangan, kecuali harga beras,, harga beras tidak mengalami penurunan karena mengingat Indonesia sekarang berada pada musim hujan sehingga menyebabkan banyak sawah tergenang dan panen hasil produksi menurun.
Angka inflasi mengalmi penurunan berbeda dengan angka pengangguran, Peningkatan pengangguran yang dicatat oleh BPS ( badan Pusat statistik) terjadi pada agustus 2015 dibandingkan dengan agustus 2014. Pada agustus 2015 tercatat pengangguran terbuka sebesar 6,18 persen sedangkan pada agustus 2014 mencapai 5,94 persen. peningkatan pengangguran disebabkan oleh beberapa faktor dan ini merupakan keadaan ekonomi yang memerlukan perhatian besar karena pengangguran merupakan indikator pertumbuhan ekonomi suau negara. Apabila pengangguran tinggi akan berdampak buruk pada suatu perekonomian. Pengangguran di Indonesia tergolong tinggi mengingat jumlah penduduk Indonesia yang menempati posisi ke empat mencapai 254.454.778 jiwa setelah Amerika, India dan China, membuat persaingan untuk mencari pekerjaan semakin ketat. Tercatat penganggguran muda pada rantan  umur 15-24 mencapai 22,4 persen pada tahun 2014 dan mencatat kenaikan atas tahun sebelumnya yang tercatat 22,3 persen. pengangguran yang bertambah 320 jiwa menyebabkan semakin rendahnya daya serap perusahaan dalam ppenyerapan tenaga kerja. Pengangguran dapat mempengaruhi perekonomian di suatu negara tak terkecuali Indonesia, dengan tingkat pengangguran yang tinggi akan banyak bermunculan pekerjaan yang nonformal yang lebih mengarah pada pekerjaan yang merugikan orang lain seperti tindak kejahatan akan semakin tinggi sehingga menyebabkan situasi yang kurang nyaman pada masyarakat.
            Meningkatnya pengangguran terbuka di Indonesia akan berfampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Pengangguran memilii hubungan negatif dengan inflasi yang berarti bahwa apabila terjadi kenaikan pada pengangguran maka inflasi akan turun dan sebaliknya jika pengangguran turun maka inflasi akan naik. Ini disebabkan karena saar inflasi naik akan meningkatkan harga jual prosuk dan meningkatkan produksi, saat produksi naik maka perusahaan akan berkecenderunagan untuk menambah tenaga kerja dan menyebabkan tingkat pengangguran turun., saat terjadi inflasi rendah maka perusahaan akan berkecenderungan untuk mengurangi tenaga kerjanya inin disebabkan karena saaat inflasi rendah maka harga jual produk rendah tmaka perusahaan tidak dapat merasakan surplus produsen sehingga kecenderungan untuk menambah tenaga kerja berkurang. Dalam keadaan perusahaan tidak dapat lagi menutupi biaya produksi yang semakin membengak maka keputusan perusahaan adalah mem-PHK (pemutusan Tenaga Kerja). Pada tahun 2015 banyak perudsahaan yang Mem-PHK pekerjaanya dikarenakan situasi perekonomian memburuk yaitu dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang berakibat semakin rendahnya daya beli perusahaan terhadap barang impor dan mengurabgi produksinya yang berdampak pada pemutusan hubungan tenaga kerja. Perusahaan yang tergantung dengan impor akan lebih rentan mengalami dampak gejolak perekonomian seperti yang terjadi pada kebanyakan perusahaan di Indonesia yang rentan sekali mengalami gangguan dalam produksi akibat dari gejolak ekonomi. Dengan menghemat ongkos prosuksi yang merupakan dampak dari daiknya harga barang impor sebagai bahan dasar pembuatan produk suatu perusahaan akan mengakibatkan PHK dan  jumlah pengangguran akan meningkat.
Pengangguran di Indonesia yang di urutkan sesuai dengan tingkat pendidikan, pengangguran yang tertinggi tercata pada tingkat pendidikan SLTA umum dimana mencapai 1.962.756 jiwa ini disebabkan pada SLTA umum tidak memiliki ketrampilan dalam bekerja sehingga pengangguran dalam tingkat pendidikan ini tidak dapat memasuki dunia kerja begitu juga dengan SLTA kejuruan dwalaupun diberikan ketrampilan dalam memasuki dunia kerja SLTA kejuruan masih mencatat pengangguran pada tingkat SLTA ini masih sangat tinggi yaitu 1.332.521 jiwa ini disebabkan karena  SLTA kejuruan hanya dibekali ketrampilan sesuai dengan jurusan yang dipilih maka membuat mereka tidak dapat memasuki sektor lain yang tidak sesuai dengan ketrampilan yang mereka miliki.
Yang harus diperhatikan pemerintah mencari investor untuk membuka lapangan pekerjaan di Indonesia dengan sistem padat karya bukan padat modal, karena dengan sistem padat karya maka banyak tenaga kerja yang akan diserap, serta menjaga kestabilan perekonomian yang lebih penting, karen akestabilan perekonomian memiliki dampak tidak langsung pada pengangguran dan juga menerbitkan peraturan tentang industri atau pabrik agar tidak berlebihan menggunakan teknologi untuk memproses produski mereka agar dapat menyerap tenaga kerja manusia lebih banyak.
Untuk menekan jumlah pengangguran yang ada di dalam negeri pemerintah berpikir kembali tentang pengriman TKI ke luar negeri. Dengan mengirim TKI keluaar negeri dapat megurangi pengangguran. Pengangguran di Indonesia disebabkan banyak faktor, dimulai dengan perlambatan ekonomi yang mengharuskan para pekerja dipulangkan karena pemutusan hubungan kerja, kurangnya kerampilan sehingga tidak tidak seesuai dengan  kebutuhan dunia kerja, dan lapangan kerja yang kurang. Pengiriman kembali Tenaga Kerja Indonesia dilakukan guna mengurangi pengangguran dalam negeri yang semakin tinggi akibat pemutusan hubungan kerja. Namun harus ada syarat yang dipenuhi mengingat banyak sekali kasus yang menimpa TKI bekerja di luar negeri. Sebagai penghasil devisa negara terbesar, tidak dipungkiri perlindungan tentang keselamatan TKI harus di utamakan. Kasus-kasus yang menimpa para TKI sangatlah tidak manusiawi dan membuat TKI yang bekerja di luar negeri tidak mendapatkan hak dasarnya sebagai seorang manusia, dimulai dengan kasus penganiyayaan oleh majikan, sebagai korban pelecehan seksual oleh majikannya. Hal-hal tersebut yang membuat pemerintah untuk merencanakan pemberhentian pengiriman TKI ke luar negeri pada tahun 2017 sesuai dengan yang di utarakan oleh menakertans. Namun pemberhentian ini hanya berlaku pada TKI yang bekerja pada sektor informal sedangkan pada sektor formal masih bisa dikirim. Kenapa sektor informal karena pada sektor ini sangat riska sekali terhadap kekerasan atau tindak-tindak yang tidak manusiawi, sampai kapan sektor ini akan diberhentikan sektor informal ke luar negeri akan di buka kembali apabila sudah ada peraturan yang jelas dan dapat mellindungi TKI dari tindakan kekerasan. Pengangguran di Indonesia masi sangat tinggi mencapai 120,5 juta jiwa, keputusan pemerintah boleh dibilang sangat berani karena banyak kalangan bawah yang bekerja di luar negeri dan bekerja pada sektor informal, apabila merka dipulangkan maka akan menambah angka pengangguran yang ada. Rencana pemerintah tersebut tidak mungkin tanpa rencana perbaikan lapangan kerja yang ada di indonesia. Pemerintah sudah menyiapkan road map untuk mendukung rencana tersebut. Pemerintah akan menyiapkan lapangan kerja yang untuk menampung para TKI yang di pulangkan sehingga para TKI ini tidak menganggur dan masih mendapatkan penghasilan sehingga dapat mengjhidupi keluarganya.
Perlambatan ekonomi yang terjadi membuat banyak perushaan manufactur mempulangkan karyawanya karena tidak mampu lagi menutup biaya produksi mereka sehingga meenyumbang angka pengangguran. Untuk mengatasi pengangguran yang semakin meningkat anggota DPR komisi IX Adang Sudrajat untuk segera mempercepat pembahasan revisi Undang-Undang TKI (RUU TKI) No 39 tahun 2004, yang berisi tentang hak perlindungan TKI yang ada diluar negeri agar merasa aman dan perlindungan secara penuh pada TKI dan terutama TKW (Tenaga Kerja Wanita). Sebagai wanita yang pada dasarnya di nafkahi oleh seorang suami harus bekerja membanting tulang di negeri orang lain dan juga rentan terhadap hal-hal buruk menjadi salah satu fokus poin tenatang RUU ini. Untuk mencegah meningkatnya TKW sngat dibenarkan bahwa peluang pekerjaan harus lebih di perbanyak pada angkatan kerja laki-laki, karena laki-laki adalah sebagai kepala keluarga yang harus menafkahi keluarganya. Sektor pekerjaan yang menyerap tenaga laki-laki harus diperbanyak sehinggapara wanita tidak harus bekerja keras demi menghidupi keluarganya. Undang-Undang ini diharapkan dapat mengurangi beban negara dan menurnkan angka pengangguran. Perbaikan Undang-Undang tentang keselamatan tenaga kerja di luar negeri memberikan mafas lega bagi para TKI karena mereka merasa di lindungi hak-haknya, namun yang perlu diperhatikan adalah undang-undang ini akan melindungi TKI yang melewati jalur resmi bukan TKI ilegal, oleh karena itu pemerintah juga harus fokus terhadap biro-biro penyaluran TKI yang tidak memiliki ijin resmi sehingga TKI yang dikirim ke luar negeri memiliki jalur yang berhukum. Apabila ini tidak di diperjatikan akan sama saja undang-undang perlindungan TKI tidak berlaku pada TKI illegal.
Pengiriman TKI ini tentu saja mempunyai sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif dari pengiriman TKI adalah sebagai salah satu sumber pendapatan negara berupa devisa yang dimana jumlahnya sangat besar mengingat jumlah TKI yang dikirim ke luar negeri juga banyak, mengurngi jumlah penganggugaran yang ada di Indonesia, mengurangi tingkat kemiskinan, namun sisi negatif dari pengiriman TKI ini adalah menyangkut harga diri sebuah bangsa karena sebagian besar TKI yang dikirim ke luar negeri bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), dan juga merugikan negara karena banyak TKI yang mendapatkan perlakukan yang tidak semestinya disana sehingga membuat miris bagi seluruh masyarakat di Indonesia.
            Pengangguran disebabkan banyak faktor salah satunya adalah over graduated yang menyebabkan banyak pengangguran terdidik dalam kasus lain pemerintah khususnya Kemenristekdikti menerbitkan moratorium terhadap prodi baru dala, bidang kependidikan. Kemenristekdikti mengeluarkan moratorium atau pemberhentian semenatara penerbitan izin program studi baru atau prodi, hal tersebut terjadi karena Lapangan pekerjaan yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan pekerjaan para lulusan perguruan negeri. Semakin banyak lulusan perguruan negeri sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Dapat dilihat dari tahun ke tahun peningkatan angka pengangguran lulusan perguruan tinggi pada agustus 2013 mencapai 434,185 jiwa sedangkan pada agustus 2014 mencapai 495,143 jiwa. Dapat dikatakan persaingan yang terjadi antara angkatan sangtlah ketat. Antara Jumlah lulusan perguruan negeri yang lulus dengan lapangan kerja yang tersedia sangatlah berbanding daya serap dari lapangan pekerjaaan masih sangat rendah. Pengangguran meruupakan masalah yang sangat crucial. Pengangguran merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteran suatu negara. Terlebih lagi pengangguran terdidik yang dimana sudah dibekali dengan ilmu yang mumpuni untuk masuk dalam dunia kerja tidak dapat terserap, paradigma seperti ini akan menyebabkan bahwa percuma sekolah tinggi-tinggi dan pada akhirnya nasib sama dengan mereka yang tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.
Tidak imbangnya jumlah lulusan dan kebutuhan pasar akan kerja menimbulkan banyak lulusan tidak terserap ke dunia kerja. Di Indonesia spesifikasi pekerjaan maih belum diterapkan dengan baik, karena banyak para pekerja yang bekerja bukan di bidangnya seperti banyak pegawai bank yang lulusan di luar ilmu ekonomi dan masih bnayak lagi, banyak kerugian yang ditimbulkan akibat ketidaksesuaian pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki. Yang pertama tidak adanya efisiensi, suatu pekerjaan akan lebih maksimal apabila yang mengerjakan mengetahui bidang yang dikerjakan, jika pekerjaan yang dilakukan bukan dengan orang yang dalam bidangnya maka akan menyebabkan inefisienitas, yang kedua kemampuan yang dimiliki apabila sesuai dengan pekerjaan yang dimiliki maka akan teori-teori yang diajarkan pada masa perkuliahaan akan diaplikasikan ke dunia nyata walaupun terkadang teori yang kita pelajari tidak relevan dengan keadaan yang ada. Hal tersebut membuktikan bahwa lapangan pekerjaan yang tersedia tidak seimbang dengan kebutuhan pasar, misal banyaknya lulusan perawat atau bidan tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang tersedia sehingga banyak dari lulusan ini tidak terserap dalam dunia kerja.
Keputusan yang diambil oleh kemerintekdikti sudah sangat tepat apabila tidak segera dihentikan maka akan menyebabkan makin banyaknya lulusan yang tidak terserap dunia kerja pada bidangnya. Monotorium pembukaan prodi baru akan berlaku pada tahun 2016. Semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka prodi baru namun tidak memperhatikan bahwa prosi tersebut di dunia kerja terdapat peluaang atau tidak. Tidak mempungkiri alasan untuk masuk ke perguruan tinggi adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Sangat disayangkan apabila ekspektasi tersebut tidak dapat dilakukan karena minimnya lapangan pekerjaan.
Pengangguran bukan hanya masalah yang hanya dihadapi Indonesia namun banyak negara lain juga menghadapi masalah yang sama namun dalam jumla yang berbeda. Pengangguran dapat mempengaruhi perekonomian global, misal data pengangguran yang diterbirkan oleh the Fed akan mempengaruhi perekonomian dunia, saat the Fed mempubliskan data pengangguran yang terjadi di Amerika mengalami kenaikan maka kenaikan tersebut akan di respon neagatif oleh pasar mengingat perdagangan internasional yang menghubungakan negara satu dengan negara lain akan mempengaruhi negara lain tak terkecuali negara berkembang. Peningkatan angka pengangguran yang terjadi di Amerika mengisyaratkan bahwa perekonmian di Amerika tidak stabil sehingga banyak PHK, saat pelemahan perekonomian yang terjadi di Amerika maka negara lain akan merespon negatif, contoh Indonesia saat data pengangguran Amerika meningkat maka bursa saham akan melemah dan mengakibatkan investasi berkurang. Investasi berkurang kareana para investor enggan untuk menamkan uang mereka karena perkonomian dalam keadaan tidak stabil dan apabila dilanjutkan akan menimbulkan resiko yang lebih besar. Investor tidak mau rugi mereka menarik investasi mereka dengan menjual saham yang mereka miliki sehingga aksi jual meningkat dan menyebabkan kondisi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) melemah. Investasi menurun maka yang terjadi adalah perlambatan perekonomian. Perlambatan ekonomi yang berlarut-larut akan menjadi krisis ekonomi, krisis ekonomi yang terjadi akan menyebabkan produkstifitas dan daya beli masyakat akan rendah dampak dari inflasi dan yang terjadi saat prosuktifitas rendah dan perusahaan tidak mampu membiayai produksi mereka sehingga PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tidak dapat dihindari dan berakhir pada tingkat pengangguran yang tinggi.
Monotorium pemberhentian prodi ini ditunjukan pada prodi D-3 kebidanan dan keperawatan serta fakulatas kedokteran. Mengapa monotoruim ini terjadi pada bidang kesehatan, beberpa tahun terkahir tren masyarakat untuk masuk ke prodi ini sangtlah  besar dan banyak bermunculan sekolah tinggi yang muncul pada bidang kesehatan. Karena banyaknya  peminat dan masuk ke bidang kesehatan membuat membludaknya lulusan yang berasal dari bidang ini, dan tidak di imbangi dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Jadi monotorium penerbitan izin pembukaan prodi baru ini adalah upaya pemerintah untuk menekan jumlah pengangguran yang terdidik, bagi perguruan tinggi harus berhati-hati dalam mendirikan prodi baru karena dapat menambah jumlah pengangguran yang ada. Peranpemerintah juga harus berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan agar tidak terjdi penumpukan tenaga kerja yang mempunyai skill pada bidangnya seperti yang terjadi pada bidang kesehatan.







0 komentar:

Posting Komentar