Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

INVESTASI DAN PENGANGGURAN

INVESTASI DAN PENGANGGURAN
Indonesia merupakan satu-satunya negara yang dikaruniai sumber daya yang melimpah baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Indonesia termasuk dalam kategori negara yang memiliki penduduk terbanyak ke empat setelah Amerika Serikat dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Pada saat ini, jumlah penduduk usia produktif Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan penduduk berusia non produktif yang menjadikan Indonesia memiliki peluang sangat besar dalam mendorong perekonomian. Pemerintah memiliki peran penting dalam menghadapi kondisi demografi seperti ini. Kebijakan yang dikeluarkan terutama masalah regulasi dan birokrasi pemerintah menjadi poin utama dalam mengalokasikan sumber daya manusia yang melimpah untuk dijadikan sebuah faktor pendorong perekonomian nasional.
            Indonesia yang dikaruniai jumlah penduduk yang melimpah harusnya dapat mengantisipasi ancaman yang muncul dan memaksimalkan peluang yang ada. Tingginya tingkat pengangguran merupakan suatu ancaman yang harus diwaspadai oleh semua pihak terutama pemerintah. Jumlah lapangan kerja yang lebih rendah dari pada jumlah penduduk angkatan kerja merupakan faktor utama yang melatarbelakangi tingginya tingkat pengangguran. Peluang yang muncul dari banyaknya jumlah penduduk adalah tingginya tingkat output yang dihasilkan namun dengan syarat penduduk yang produktif terserap seluruhnya pada pasar kerja. Apabila semua tenaga kerja terserap, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan menyebabkan tingginya pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, keadaan ini tidak memungkinkan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan minimnya permintaan tenaga kerja tersebut sehingga terdapat celah yang sangat jauh antara permintaan dan penawaran tenaga kerja.
            Faktor lain yang menyebabkan kurangnya penyerapan tenaga kerja juga disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia. Tingkat pendidikan Indonesia terbilang masih minim. Hal ini dapat dibuktikan oleh tingginya angka buta aksara di Indonesia walaupun sudah terjadi penurunan di setiap tahunnya. Kondisi fasilitas pendidikan dan pengajar yang kurang merupakan hal yang sangat penting dalam memajukan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Faktor pendidikan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas manusia. Selain meningkatkan tingkat intelektual, pendidikan juga berfungsi sebagai pengembang potensi yang terdapat dalam masing-masing indovidu. Keterampilan masyarakat juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya nasional. Pengembangan keterampilan melalui lembaga-lembaga seperti balai diklat sangat dibutuhkan untuk menambah jumlah penduduk terampil sehingga dapat bersaing dalam pasar kerja.
            Investasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran. Investasi baik lokal maupun asing memiliki multiplier effect yang sangat besar terutama bagi terserapnya tenaga kerja Indonesia. Tingkat investasi yang tinggi akan menyebabkan perputaran yang cepat pada perekonomian nasional. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah output karena adanya investasi baik investasi untuk meningkatkan produktivitas atau investasi dalam mengekspansi usaha maupun investasi untuk membuka usaha atau pabrik baru. Investasi dalam mengekspansi usaha dilakukan suatu perusahaan karena jumlah permintaan yang tinggi. Untuk mengejar keuntungan lebih maka perusahaan memutuskan untuk memperluas usahanya melalui peningkatan produktivitas. Produktivitas ini dapat ditingkatkan melalui penambahan kapasitas produksi dan pasti akan membutuhkan input produksi yang lebih terutama kebutuhan akan input sumber daya manusia.
            Meningkatnya jumlah penduduk Indonesia juga merupakan suatu keuntungan bagi perusahaan-perusahaan dalam berbagai sektor. Peningkatan jumlah penduduk ini dianggap sebuah peluang bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah penduduk berimbas pada peningkatan permintaan serta perluasan pasar yang menstimulus perusahaan untuk meningkatkan keuntungan. Berkembangnya kebutuhan dan keinginan masyarakat juga akan menumbuhkan usaha-usaha baru melalui suatu inovasi. Perkembangan usaha-usaha baru ini juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian. Dengan dibukanya usaha baru, lapangan kerja akan semakin luas. Pengangguran akan berkurang dikarenakan kebutuhan sumber daya manusia sangat tinggi. Selain mengurangi pengangguran, usaha baru tersebut juga akan meningkatkan output agregat yang akan berdampak positif terhadap pendapatan nasional dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
            Pemerintah harus bergerak selaras dengan perusahaan maupun pemilik modal. Untuk menstimulus pergerakan ekonomi melalui peningkatan investasi, pemerintah harus mengundang perusahaan maupun pemilik modal untuk ambil bagian dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk menggapai tujuan ini, pemerintah harus menciptakan iklim investasi yang memadai diantaranya berupa regulasi dan birokrasi serta membangun infrastruktur yang memadai. Dalam mengatur regulasi, pemerintah pada saat ini sudah mulai merombak melalui paket ekonomi jilid I. Dalam paket ekonomi jilid I, pemerintah akan merombak banya peraturan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri, menghilangkan gap daya saing antar industri serta  menciptakan industri nasional yang berkembang pada pasar domestik maupun pasar ekspor.
            Peran birokrasi dalam menstimulus investasi sangat dibutuhkan. Efisiensi pada izin usaha sangat dibutuhkan untuk memanjakan para investor untuk membuka usaha baru yang akan memiliki dampak signifikan terhadap berkurangnya pengangguran di Indonesia. Pada paket kebijakan ekonomi jilid I juga diatur masalah debirokratisasi. Birokrasi usaha pada saat ini sudah disederhanakan melalui program Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Program ini dibutuhkan untuk memotong mata rantai perizinan yang menyebabkan ketidakefisienan. Pemerintah juga menciptakan perizinan melalui sistem elekronik karena pemerintah menganggap pelayanan perizinan manual masih sangat tidak efisien.
            Penyediaan infrastruktur yang memadai juga merupakan faktor penting bagi investasi. Tersedianya barang-barang publik seperti fasilitas umum terutama keadaan jalan sangat menentukan besarnya investasi. Keadaan jalan yang memadai akan menentukan panjangnya distribusi barang ke masyarakat. Distribusi ini akan berkaitan dengan besarnya biaya yang akan ditanggung perusahaan. Jika keadaan jalan memadai, maka distribusi barang kepada masyarakat akan lancar dan biaya yang timbul untuk distribusi tersebut akan terjangkau. Pemerintah pada saat ini juga memprioritaskan pada keadaan infrastruktur Indonesia. Pemerintah telah membangun banyak mega proyek untuk menciptakan keadaan infrastruktur yang memadai. Banyaknya pembangunan jalan seperti tol lintas Sumatera akan meningkatkan ketertarikan investor untuk berinvestasi di Indonesia.
            Pendirian pabrik ban pada berita yang dipaparkan di atas menunjukkan bahwa pemerintah pada saat ini cukup berhasil dalam menciptakan iklim investasi yang nyaman. Pendirian pabrik baru yang kabarnya bisa menyerap 2000 tenaga kerja ini mempunyai banyak keuntungan bagi perekonomian Indonesia. Selain pengangguran yang berkurang drastis, tingkat kesejahteraan masyarakat yang diukur dengan pendapatan per kapita akan meningkat seiring meningkatnya pendapatan nasional juga akan meningkat. Implementasi dari beberapa paket kebijakan ekonomi sudah cukup berhasil dan dapat menunjukkan adanya indikator keberhasilan dalam membangun perekonomian nasional. Dalam jangka panjang diharapkan para investor akan semakin tertarik untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

            Pemerintah juga menstimulus para investor melalui kebijakan moneter. Pada saat ini, Bank Indonesia telah mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan dan giro wajib minimum. Kebijakan ini memiliki sasaran untuk memperbesar aliran kredit kepada masyarakat dengan harapan dapat digunakan oleh masyarakat untuk berinvestasi. Kebijakan ini sangat dibutuhkan para pengusaha dalam negeri yang sangat membutuhkan modal mengingat Indonesia merupakan negara berkembang yang sebagian usahanya bersifat padat karya. 

0 komentar:

Posting Komentar