Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

INVESTASI INDONESIA

INVESTASI INDONESIA
            Faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi sebagian besar ditentukan oleh besarnya pendapatan nasional. Determinan pendapatan nasional yang dilihat dari sisi pengeluaran salah satu diantaranya adalah jumlah investasi. Jumlah investasi ini merupakan akumulasi investasi dari investasi domestik maupun investasi luar negeri melalui penanaman modal asing di Indonesia. Investasi ini dapat berbentuk investasi langsung (FDI) ataupun berbentuk investasi portofolio pada surat-surat berharga. Dari investasi tersebut akan terbentuk multiplier yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi melalui penambahan output. Investasi yang meningkat akan mengakibatkan produktivitas juga meningkat. Jika produktivitas meningkat maka jumlah output yang dihasilkan akan bertambah dan mengakibatkan Produk Domestik Bruto meningkat. PDB yang meningkat mengindikasikan adanya pertumbuhan ekonomi. Investasi yang tinggi juga menggambarkan adanya kegiatan ekonomi yang meningkat.
            Indonesia yang dapat bertahan pada saat krisis keuangan global menjadikan dunia memandang positif perekonomian Indonesia. Hingga saat ini pemerintah masih melakukan berbagai reformasi untuk meningkatkan sentimen positif global tersebut. Reformasi ini dilakukan melalui banyak aspek. Dimulai dari aspek politik dengan menciptakan keadaan politik yang stabil sampai menciptakan perekonomian yang sehat melalui kebijakan fiskal maupun moneter. Pada pemerintahan saat ini, sedang dilakukan pembangunan besar-besaran pada bidang infrastruktur. Pembangunan ini memiliki tujuan menstimulus investor asing agar merasa nyaman berinvestasi di Indonesia. Paket-paket kebijakan ekonomi juga merupakan salah satu cara pemerintah meningkatkan investasi di Indonesia. Banyak kebijakan yang sangat mendukung bagi pertumbuhan investasi Indonesia diantaranya adalah adanya deregulasi dan debirokratisasi serta penyederhanaan pajak. 
Sentimen positif global tentang perekonomian Indonesia sangat diperlukan mengingat Indonesia merupakan negara berkembang dan memiliki modal ataupun investor yang terbatas. Jika sentimen positif global didapatakan, maka akan dipastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat. Jumlah investor domestik yang minim menyebabkan Indonesia masih sangat tergantung pada investasi asing. Oleh karena itu, pemerintah harus menciptakan iklim investasi yang nyaman agar dapat mendatangkan investasi asing ke Indonesia. Jika iklim investasi telah dibuat sedemikian rupa sehingga menciptakan kenyamanan bagi investor, maka para investor akan meningkatkan investasinya dan menambah lebih banyak lagi multipiler yang diciptakan. Banyak faktor yang menyebabkan investor memiliki keinginan besar untuk berinvestasi di Indonesia. Prospek pasar yang sangat luas menjadi faktor utama mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar sehingga kesempatan memperoleh keuntungan yang lebih besar sangat memungkinkan.
Pada saat ini investasi asing rupanya sedang deras-derasnya mengalir ke Indonesia terutama pada portofolio investment dan yang menjadi sasarannya adalah Surat Utang Negara dan Sertifikat Bank Indonesia yang menjanjikan return yang besar. Capital inflow yang terjadi saat ini disebabkan oleh tingginya tingkat bunga yang diberlakukan Indonesia. Derasnya investasi pada surat-surat berharga (securities) ini tidak hanya memiliki dampak positif bagi perekonomian nasional namun juga memiliki dampak negatif. Di satu sisi, aliran modal ini akan menguntungkan Indonesia karena akan memperbaiki nilai tukar mata uang rupiah yang melemah beberapa tahun terakhir melalui penambahan stok devisa Indonesia. Namun, aliran modal masuk tersebut juga memiliki sisi negatif apabila aliran modal tersebut tidak disikapi secara tepat dan bijaksana karena aliran modal masuk tersebut sebagian besar bersifat jangka pendek.
Aliran modal masuk ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2008 dimana negara berkembang menjadi bidikan untuk menanamkan modal dari negara-negara maju termasuk pula Indonesia. Namun seperti yang diutarakan sebelumnya bahwa aliran modal tersebut hanya bersifat investasi portofolio yang membidik Surat Utang Negara dan Sertifikat Bank Indonesia. Secara langsung, aliran modal tersebut mempengaruhi nilai tukar rupiah yang semakin menguat. Buktinya pada tahun 2010, aliran investasi portofolio di Indonesai mencapai 13,2 juta dollar Amerika dan menyebabkan terapresiasinya nilai tukar rupiah menjadi 9.080 rupiah per dolar Amerika. Terapresiasinya nilai tukar rupiah tersebut membawa angin segar bagi para pelaku industri yang sebagian bahan baku utamanya berasal dari hasil impor. Nilai tukar yang terapresiasi menyebabkan turunnya biaya produksi yang disebabkan turunnya bahan baku impor dan mengakibatkan harga-harga komoditas hasil industri tersebut menjadi lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat.
Kabar buruknya adalah aliran modal tersebut hanya bersifat jangka pendek atau para ekonom menyebutnya dengan istilah hot money. Diistilahkan dengan hot money karena aliran modal asing yang masuk tersebut dapat diambil oleh sang pemilik kapan saja sehingga dapat mengakibatkan adanya sudden reversal atau pengembalian secara tiba-tiba yang mengancam terjadinya gejolak ekonomi nasional. Misalnya sudden reversal dari capital inflow yang terjadi pada pertengahan tahun 2012 yang mencapai 2,9 miliar dolar Amerika dan memiliki dampak yang besar pada nilai tukar rupiah. Keadaan tersebut mengancam kestabilan nilai tukar rupiah dan berimbas pada kinerja neraca pembayaran yang akan menurun secara drastis. Jika sudden reversal tersebut terjadi tentunya akan berdampak secara langsung terhadap nilai tukar rupiah terutama akan terjadi depresiasi mata uang. Hal ini sangat membahayakan perekonomian Indonesia. terdepresiasinya mata uang tentu akan mengakibatkan biaya impor mahal dan berimbas pada meningkatnya biaya produksi. Pada akhirnya, harga komoditas hasil industri akan meningkat dan menurunkan persaingan produk tersebut di dalam pasar internasional. Turunnya persaingan dalam pasar global tersebut akan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap pendapatan ekspor nasional dan berkurangnya pendapatan nasional.

Pemerintah pada saat ini harus memberikan suatu kebijakan untuk memagari investasi portofolio yang masuk di Indonesia. investasi harus disalurkan pada hal-hal yang produktif. Produktif di sini memiliki arti memberi multiplier effect yang besar bagi perekonomian nasional. Misalnya pemerintah membatasi portofolio investment pada Surat Utang Negara ataupun Sertifikat Bank Indonesia dan dialihkan pada portofolio investment pada saham-saham perusahaan sehingga perusahaan tersebut memiliki tambahan modal untuk meningkatkan produktivitasnya. Peningkatan produktivitas pada perusahaan tersebut akan menciptakan multiplier terutama kebutuhan tenaga kerja meningkat untuk menunjang pertambahan modal tersebut. Pada akhirnya investasi tersebut akan mengakibatkan peningkatan output produksi dan meningkatkan pendapatan nasional.

1 komentar:

  1. Halo selamat Siang

    Perkenalkan nama saya Lauren, manajer afiliasi untuk InstaForex Group.

    Disini saya ingin menawarkan Anda untuk bergabung dalam program afiliasi yang memberikan Anda keuntungan komisi mulai dari 1.5 - 5.3 pip untuk Forex dan mencapai 20 - 26 pip untuk Gold.

    Selain keuntungan tersebut kami juga dapat menawarkan fasilitas lainnya untuk memfasilitasi deposit dan penarikan dana untuk klien-klien Anda.

    Saya menunggu kabar baik dari Anda segera.
    Silakan menghubungi saya melalui detil yang terdapat di bawah.
    Kami akan senang untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan Anda.


    Terima kasih.

    Hormat saya
    Laurent

    ID Skype: Lauren InstaFX
    Facebook: Lorenifx IFX
    Phone/WA: +628119105674

    www.instaforex.com

    BalasHapus