Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Target Pengendalian Inflasi, Kemiskinan dan Pengangguran



Target Pengendalian Inflasi, Kemiskinan dan Pengangguran
Pada Tahun 2015
Oleh Zannatul Maulida
Konsentrasi Moneter, Ekonomi Pembangunan, Universitas Jember

Menurut Bodie dan Marcus (2001: 331) inflasi merupakan suatu nilai dimana tingkat harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan. Inflasi merupakan masalah utama di negara berkembang termasuk di Indonesia. Tingkat inflasi yang tinggi menyebabkan daya beli masyarakat menurun sehingga menyebabkan perekonomian suatu negara tersebut mengalami depresi atau resesi. Terdapat definisi-definisi yang baku dari kemiskinan dan dapat diterima secara umum, hal ini menunjukkan bahwa masalah kemiskinan merupakan masalah yang sangat kompleks dan dalam pemacahannya pun tidak mudah.
Menurut para ahli kemiskinan itu bersifat multidimensional. Artinya karena kebutuhan manusia itu berbagai macam maka kemiskinan pun memliki banyak aspek . dari sisi lain kemiskinan dapat didefinisikan sebagai suatu situasi atau kondisi yang dialami oleh seseorang atau kelompok orang yang tidak mampu meyelanggarakan hidupnya sampai suatu taraf yang dianggap manusiawi (Bappenas, 2002). Masyarakat miskin selalu berada pada kondisi ketidakmampuan dan ketidakberdayaan mereka dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Definisi mengenai pengangguran :
Menurut Mankiw (2003 : 154) Pengangguran merupakan masalah makroekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan merupakan masalah berat.
Menurut Asyad (1997), menyatakan bahwa adanya hubungan yang erat di antara tingginya pengangguran dan kemiskinan. Sebagian masyarakat, yang tidak mempunyai pekerjaan tetap atau part time berada dikelompok masyarakat yang miskin. Sedangkan masyarakat yang bekerja dengan bayaran tetap diperintah atau swasta biasanya termasuk kelompok masyarakat menengah k atas. Dan masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan merupakan kelompok masyrakat miskin.
Ketiga hal ini merupakan target pemerintah untuk mendorong suatau kondisi perekonomian terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi stabil dan berkelajutan. Dengan perncanaan pembangunan yang meliputi reformasi yang sudah berjalan sangat perlu untuk diteruskan, pembangunan ekonomi yang mencakup di dalam hal segala bidang yang meliputi dari ketiga instrument target tersebut seuapaya tercapai dan terkendali, dan pembangunan inklusif. Menurut IDDC (International disability and Development Consortium) pembangunan inklusi merupakan proses untuk memastikan semua kelompok atau penduduk yang  terpinggirkan dapat terlibat dalam proses pembangunan. Hal tersebut untuk mengupayakan pemberian hak bagi kelompok atau penduduk yang terpinggirkan tersebut dalam proses pembangunan.
Dari ketiga target tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di akhir tahun 2015 menjadi 5,5 persen ampai dengan 6,3 persen. Dengan sasaran percepatan pembangunan ekonomi melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Percepatan pembangunan ekonomi, pembangunan haruus dilihat sebagai suatu proses yang multidimensional seperti halnya dengan kemiskinan karena mencakup perubahan yang mendasar di dalam strukur social , perilaku masyarakat, system kelembagaan selain dari aspek-aspek ekonomi seperti kenaikan pendapatan perkapita, kemerataan distribusi pendapatan, dan pengentasan kemiskinan.
Dengan menargetkan laju inflasi yang terkendali dengan kisaran sebesar 4,5 persen. Pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran yang signifikan pada akhir tahun 2015. Dengan target penurunan kemisikinan turun menjadi 9 sapai 10 persen, sedangkan target penurunan pengangguran sebesar 5,7 persen sampai dengan 5,9 persen. Diharapkan target Pemerintah pengendalian inflasi, kemiskinan dan pengangguran turun pada tahun 2015. Dan tiga hal utama dalam perencanaan pembangunan nasional tahun 2014 yang di keluarkan oleh Menteri perencanaan Pembangunan nasional terlaksana sesuai dengan rencana.



0 komentar:

Posting Komentar