Investasi dalam suatu masyarakat
ditujukan agar modal yang dipunya dapat berkembang dan memberikan hasil di
kemudian hari. Dari sabang sampai merauke semua orang mengenal apa itu
investasi, tetapi banyak juga dari mereka yang tidak memahami apa itu
investasi. Bagi masyarakat menengah keatas myngkin banyak yang sudah tau
investasi dan kemana akan melakukan investasi tersebut.
Terdapat beberapa jenis investasi
diantaranya, yaitu real asset investment
and financial asset investment.
Seperti kita tahu investasi real sering digunakan diluar sektor keuangan,
seperti industri, pertanian, perdagangan. Inti dari investasi ini untuk
meningkatkan aset pada sektor real. Sebagai contoh investasi ini adalah
pembangunan gedung sekolah, pembangunan rel kereta api, pembelian gedung untuk
membuat toko, hotel, dan lain-lain. Investasi real ini bersifat langsung,
artinya ketika ingin berinvestasi harus
langsung pada obyek yang akan dijadikan investasi. Karena investasi real
merupakan investasi dalam obyek yang nyata sehingga segala informasi bisa
didapat secara langsung dengan melihat objeknya. Seperti sebuah contoh, membeli
tanah untuk membangun ruko. Kita dapat melihat langsung tanah yang akan kita
beli.
Sedangkan
financial asset investment atau yang
sering kita sebut dengan investasi sektor keuangan dan sering pula disebut
sebagai investasi portfolio. Investasi portfolio ini ditujukan pada aset-aset
keuangan seperti surat-surat berharga yang diterbitkan. Penerbit surat berharga
berasal dari berbagai kalangan mulai dari individu, perusahaan hingga
pemerintah. Selain itu jenis dari surat berharga sangatlah beragam. Sebagai
contoh kita membeli surat berhaga yang dikeluakan pemerintah dengan harapan
adanya keuntungan dimasa yang akan datang. Hal yang membedakan antara investasi
real dengan investasi keuangan adalah dalam investasi keuangan dibutuhkan
adanya perantara dan perolehan informasi terbatas hanya bisa diperoleh dari laporan
tahuhan atau proposal. Karena manajemen investasi menyajikan teori-teori
tentang Portofolio, maka konsentrasi kita akan kita curahkan pada investasi di
sektor keuangan ini.
Investasi dipengaruhi oleh berbagai keadaan makroekonomi seperti suku bunga
dan suku bunga yang terlalu tuinggi tidak baik bagi iklim usaha. Karena
investasi di bidang real tidak bisa lepas dari kredit perbankan yang salah
satunya berpatokan pada suku bunga. Sehingga dalam kondisi global yang sering
mengalami ketidakpastian menyebabkan investor domestik maupun asing enggan dan
memilih jika ingin berinvestasi. Jika keadaan sedang tidak menguntungkan, bunga
sedang berada pada tingkat yang tinggi mengakibatkan adanya tingkat biaya yang
tinggi yang mana akan berpengaruh harga
jual. Harga yang naik mengakibatkan inflasi sedangkan apabila terjadi inflasi
suku bunga pasti akan ikut naik sementara para investor tidak menyukai suku
bunga yang terlalu tinggi. Bila investor saja sudah takut bagaimana dengan
keadaan pereonomian yang semakin hari semakin membutuhkan modal untuk
pembangunan nasional?
Di Indonesia sendiri minat investasi tergolong
meningkat dari tahun ke tahun sesuai dengan data Bank Indonesia, meskipun
kenaikannya tidak cukup banyak per tahun namun tetap menunjukan tren kenaikan.
Kemajuan teknologi menjadi penyebab investor tertarik untuk berinvestasi, mengapa
demikian? Karena perkembangan teknologi yang semakin pesat akan mendorong laju
pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dalam perkembangannya
perusahaan yang semula bekerja menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin
yang berdampak pada kefektifan dan efisiensi sehingga tercipta produk yang
lebih berkualitas dengan kuantitas yang semakin banyak pula.
Apa yang terjadi jika teknologi di Indonesia tidak
mengikuti perkembangan zaman, mungkin investor kurang berminat dalam
berinvestasi. Seorang investor yang menginginkan keuntungan pasti akan
mengawali perjalanan investasinya dengan menyusun portofolio secara cermat
dengan memperhatikan aspek-aspek yang harus dipertimbangkan. Pertama, kita
harus menentukan tujuan dari investasi tersebut bisa untuk mencari keuntungan,
mengurangi resiko, kemudian pertimbangkan juga jangka waktu investasinya agar
keuntungan dapat dilihat pada waktu yang telah direncanakan. Kedua,
memperhatikan resiko yang akan ditanggung dari investasi.
Seperti kita tahu bahwa investasi sangatlah berpengaruh pada perekonomian,
seperti meningkatkan lapangan pekerjaan sehingga berkurangnya pengangguran.
Tenaga kerja sosial akan terserap terutama apabila investasi tersebut menkankan
labor insentive. Sehingga tenaga
kerja tidak akan kekurangan lapangan pekerjaan. Investasi juga akan
meningkatkan tenaga kerja dalam bidang industri-industri di Indonesia seperti
industri makanan, minuman, kimia dan sebagainya. Selain itu, investasi akan
berpengaruh pada tambahan output yang dapat dihasilkan pada suatu negara,
seperti listrik, gas, air yang sangat diperlukan oeh seluruh lapisan
masyarakat.
Baik dampak jangka pendek maupun jangka panjang investasi akan memberikan
keuntungan pada pertumbuhan dan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Juga
dapat memakmurkan negara apabila investasi dilakukan dalam jangka panjang.
Didalam perekonomian investasi selain memberikan keuntungan bagi negara juga
dapat meningkatkan konsumsi masyarakatnya. Investasi akan dipengaruhi GDP suatu
negara bila GDP tinggi investasi pun akan tinggi, dan apabila GDP tinggi
konsumsipun akan meningkat. Jadi, besar kecilnya tingkat investasi suatu negara
dipengaruhi oleh berbagai sebab dan dampaknya pun meluas mulai dari masyarakat,
pemerintah dan perbankan.
Oleh sebab itu, investasi darimanapun
sangat diharapkan bagi pertumbuhan ekonomi yang semakin berkembang dan
meningkatkan kesejahteraan dan menghilangkan kesenjangan, terutama bagi
masyarakat menengah kebawah yan notabene pendapatan masih rendah karena belum
mempunyai pekerjaan yang tetap.






0 komentar:
Posting Komentar