Keterpengaruh
Investasi Reksadana terhadap sikuls bisnis yang semakin berkembang
Negara Indonesia merupakan negara
berkembang, proses pertumbuhan ekonomi yang selalu diinginkan oleh pemerintah
mengalami kenaikan setiap harinya. Terjadinya berbagai fenomena ekonomi, dapat
mengidestivikasi bagaimana pertumbuhan ekonomi yang terjadi di negara Indonesia
saat ini. Salah satu cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini, dengan
memperbanyak investasi didalam negeri maupun luar negeri. semakin banyak investasi
yang masuk maka pembangunan infrastruktur akan semakin meningkat dan dalam
jangka panjang akan terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya di
Indonesia negara – negara lain di dunia akan melakukan segala cara untuk
meningkatkan laju perrtumbuhan. Di dunia ini hanya terdapat 2 negara sebagai
patokan laju ekonomi seperti Amerika serikat dan Republik Rakyat Cina yang dikenal dengan RRI. Kedua negara ini
merupakan negara yang denga laju pertumbuhan yang amat maju dan akan selalu
mengalami peningkatan. Negara ini terkenal dengan negara adidaya.
Sebuah ekonomi di negara – negara
merupakan proses awal sebuah bisnis yang sangat dinamis dan teratur. Pada saat
satu periode, laju bisnis mungkin akan
bergerak kearah kenaikan dan di periode lain akan mengalami hal yang berbeda
dari sebelumnya. proses kenaikan dan penurunan inilah yang menjadikan
pergerakan ekonomi atau bisnis merupakan sebuah nama menjadi siklus. Selayaknya
sebuah siklus, sudah tentu ada terdapat titik yang diatas ada pula titik yang
berada di bawah. Dengan kata lain, didalam siklus ekonomi terdapat sikuls
bisnis yang bergerak naik dan pasti ada pula yang bergerak turun. Dalam sikuls
bisnis, tidak aka terjadi situasi dimana semua sector bisnis berada diatas atau
dibawah secara bersamaan. Kejadian ini akan selalu mengalami perbedaan dan dan
menimbulkan dampak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Apapun yang
terjadi dalam pergerakan siklus bisnis pasti seorang investor menginginkan agar
investasinya berada pada sector yang turu bergerak naik ketika sikuls bisnis
sedag memuncak ( ekspansi ). Atau ketika siklus bisnis berada dalam keadaan
menurun ( resesi ), paling tidak seorang investor berinvestasi pada sector
industry yang paling defensive.
Seiring dengan perkembangan zaman
dan berlalunya waktum perkembangan bisnis menjadi berbeda dari kehidupan dan
jalannya bisnis seperti biasanya. Seiring dengan berjalan nya sebuah waktu,
timbul banyak faktor – faktor lain yang juga memainkan peran penting dalam
sikuls bisnis. Perkembangan ini pasti akan mengalami dampak positif maupun
negative dalam perjalanannya. Dalam hal perubahan sikuls bisnis mau tidak mau
semua pembisnis wajib mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Dalam hal bisnis,
perusahaan adalah hal yang paling menonjol. Sebuah perusahaan harus dapat
memperhatikan bagaimana untuk dapat bertahan di pasaran, mecinptakan peluang
bisnis terbaru, dan bertahan dalam berbagai macam saingan maupun masalah yang
timbul daam bisnis. Seorang pembisnis harus mempunyai jiwa berani dan membuat
suatu terbosan baru. Untuk menangkap pasar, bisnis harus melalui progam dan
kebijakan yang membantu untuk mendapatkan popularitas yang ketat. Dengan
diperkenalkannya bisnis di pasar, epenting untuk dapat mengimplementasikan
perencanaan yang tepat dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan tepat demi
pertumbuhan dan perkembangannya.
Siklus Bisnis akan selalu
menjelaskan bagaimana sebuah jalan maupun perkembangan bisnis yang ada. Bisnis
menetapkan sendiri pedoman dan proses yang diranvang untuk dapat berfungsi
secara efisien. Namun, dalam hal ini secara umum bisnis apapun akan dipengaruhi
oleh berbagai faktor sepeeti permintaan dan penawaran, kepercayaan
konsumen,dll.
Faktor – faktor tersebut
mempengaruhi keadaan bisnis sehingga mengalami kenaikan dan penurunan berkala. Pada
dasarnya ada empat fase yang berbeda dalam sikuls hidup dari bisnis apapun,
yaitu pertumbuhan, puncak, resesi dan penurunan.
Pada fase pertumbuhan, banyak
kebijakan harus dibingkai dalam fase awal ini. Sisebut sebagai fase ekspansi
karena bisnis sedang berusaha untuk memiliki tempat di pasar. Pemilik usaha
berusaha membangun identitas merek mereka dan menghasilkan loyalitas pelanggan.
Tahap ini ditandai kenaikan permintaan konsumen dan kebutuhan akibat input yang meningkat dalam produksi, manufaktur, dan operasi umum.
Tahap ini ditandai kenaikan permintaan konsumen dan kebutuhan akibat input yang meningkat dalam produksi, manufaktur, dan operasi umum.
Pada fase kedua timbul yang dinamakan puncak. Bisnis memasuki tiitk kematangan dan kemapanan di pasa.
Basis pelayanan untuk pelanggan, investor, dan jaringan bisis pentingharus
diatur pada saat ini. Beberapa hal yang
muncul dalam tahapan ini antara lain: permintaan yang tinggi, pasokan yang
tinggi, pendapatan yang tinggi, pangsa pasar yang tinggi, kurangnya iklan, dan
citra merek yang kuat.
Pada fase ketiga disebut dengan resesi, dimana dala masa ini keadaan
dimana penjualan pasar mengalami penurunan bisnis. Bisa ada banyak faktor yang
bertanggung jawab untuk degradasi bisnis. Hal ini merupakan kebijakan
pemerintah dalam pesaing baru yang kuat, masalah ketenagakerjaan yang masih
belum menguntungkan. Pada tahapan ini perusahaan harus berjuang untuk menjaga
pasar. Beberapa hal yang akan terlewati dalam tahap ini adalah: penurunan
permintaan, kerugian dalam penjualan, penghasilan yang menurun, hilangnya
pangsa pasar, dan kompetisi yang kuat.
Bagian terakhir disebut dengan penurunan, saat bisnis
mencapai tiitk terendah dalam hal pangsa penjualan. Harga dan keuntungan mulai
jatuh, penjualan berkurang serta terjadi keadaan permintaan konsumen dan
tingakt kepercayaan tetap rendah tanpa adanya perubahan kepuasaan Persaingan
tinggi di pasar menyebabkan kejatuhan bisnis. Fitur yang ada pada umumnya
adalah: pendapatan terendah, hilangnya kepercayaan pelanggan, pengangguran yang
tinggi, pemotongan biaya dan pengurangan, dan kejatuhan di pasar.
Keemapat tahapan sikuls bisnis tersebut, dapat dialami
oleh setiap bisnis tanpa terkecualian meski dalam urutan yang sama. Kadang –
kadang bisnis berkembang dan memperoleh keuntungan maksimal sementara pada ada
pula bisnis menghadapi krisis besar . keadaan diatas mengajarkan kita harus
memiliki sikap dan perspektif positif dari pengusaha yang membuat setiap bisnis
akan melalui pasang surut, namun selalu bertujuan untuk sebuah puncak
kesuksesan.
Setelah
membicarakan bagaiman perkembangan sikuls bisnis. Sikuls bisnis dengan pengaruh terhadap
investasi portofolio ini memunculkan sebuah investasi terbaru yang dinamakan
Reksa Danareksa Mawar Rotasi Sektor Stratergis
( MARSS ). MARSS adalah Reksa Dana saham yang
portofolionya difokuskan pada saham sektor-sektor unggulan dalam IHSG.
Pengambilan keputusan investasi didukung oleh Danareksa Research Institute,
sebuah lembaga riset ekonomi independen yang terkemuka di Indonesia. Dengan
dukungan data dan riset yang sangat kuat, pemilihan sektor industri dapat
dilakukan dengan tepat untuk memberikan imbal hasil investasi yang optimal.
Rotasi sektor unggulan dilakukan oleh Manajer Investasi secara berkala dan
bersifat antisipatif terhadap perubahan kondisi ekonomi global, regional maupun
domestic. MARSS merupakan sebuah pasar saham dan obligasi yang dikelola
oleh PT Danareksa Investment
Management (DIM). Untuk bulan februari
nilai investasi mencatat angka 10-17,5% mengikuti kebijakan makro. Diungkapkan
Damhuri Nasution, Senior Economist Danareksa Research Institute bahwa instrumen
investasi tahun ini sektor konsumsi menjadi kontributor 2/3 dari PDB setiap
tahun. Artinya, strategi investasi fokus pada emiten terkait sektor konsumsi
nasional yang diperkirakan akan terus meningkat seiring peningkatan segmen
kelas menengah maupun angkatan kerja usia produktif.
Perkembangan
Investasi yang dikenal sebagai reksa dana ini mengalami kenaikan maupun
penurunan. Dalam investasi reksa dana, pastinya akan terjadi yang namanya
sebuah resiko. Resiko ini akan menimbulkan masalah fenomenan ekonomi
berkurangnya nilai pokok investor. Maka dari masyarakat akan muncul berbagai
pertayaan, bagaimana sebaliknya investor beraksi atau keluar dari timbulnya
resiko ? apakah sebaliknya dihindari atau dihadapi ?pertayaan – pertayaan ini
akan sulit dijawab, jika kita tidak mengerti bagaimana proses reksa dana dan
proses investasi yang benar dan tersusun. Sebaiknya kita mulai dari pertayaan
tentang menghindari resiko. Apakah memungkinkan bagi investor untuk menghindari
resiko ? jawabannya bisa. Sesuai dengan teori dan prosedur tetang investasi
cara untuk menghidari resiko secara sempurna adalah dengan tidak berinvestasi.
Namun keadaan ini tdapat mengurangi pertumbuhan ekonomi dan dampak – dampak
lainya sampai jarak janka panjang. Tidak berinvestasi, berarti juga kehilangan
kesempatan kenaikan jangka panjang yang berpotensi dihasilkan oleh reksadana. Cara lain untuk menghindari risiko
adalah dengan melakukan market timing. Dalam bahasa sederhana market
timing adalah melakukan investasi ketika harga sudah mencapai titik
terendah dan menjualnya ketika harga sudah mencapai titik tertinggi.
Permasalahan market timing sangatlah sulit untuk dilakukan, berbagai cara telah dicoba. Anda dapat
melakukan analisis dengan sangat mendalam mulai dari analisa fundamental,
teknikal, ekonomi nasional, ekonomi global hingga perkembangan politik namun
tetap tidak bisa mengetahui kapan waktu jual beli yang tepat secara konsisten.
Bahkan dala keadaan dukungan sebuah data yang lengkap, alat analisa yang
canggih serta SDM berkualitas yang kerjanya hanya memantau saham setiap hari
sekalipun, yang namanya market timing juga bukan perkara mudah bagi para
Manajer Investasi. Percobaan menghindari
dengan melakukan market timing dan belum tentu berhasil juga, maka opsi lain
bagi investor yang dituntut untuk mendapatkan otensi keuntungan jangka panjang
dari investasi adalah dengan menghadapinya. Dalam hal ini timbul pertayaan
bagaiman acara menghadapi risiko? Jawaban ini akan menjelaskan apa makna dari munculnya
koperas, dll. Dalam Menghadapi risiko adalah bagaimana bisa tetap
bersikap tenang menghadapi penurunan pasar dan bahkan memiliki dana untuk
menambah investasi ketika harganya sedang turun. Jadi dalam prosesnya investor
pasti akan mengalami penurunan pada nilai investasi juga. Setelah terjadi
fenomena ekonomi, ketika keadaan pasar domestic dalam keadaan semakin menurun
tidak semua investor merasa sedih. dalam jumlah besar justru senang karena
berkesempatan untuk berinvestasi di harga rendah. Jadi kuncinya adalah tetap
memiliki kas.
Kondisi seperti ini berlaku untuk investor yang baru maupun
berinvestasi dan untuk investor yang
sudah berinvestasi sekalipun. Bagaimanapun caranya harus selalu memiliki
cadangan kas yang cukup atau dalam perencanaan keuangan. Cadangan kas disebut
dengan dana darurat. Dana darurat ini
dana yangs sering diebut sebagai dana yang memiliki banyak makna dan
kegunaan. Besaran dana darurat ini sangat relatif, bisa
berkisar antara 3 bulan hingga 12 bulan pengeluaran tergantung kondisi
masing-masing investor. Semakin tua usia, semakin banyak tanggungan keluarga
maka sebaiknya dana darurat juga semakin besar.
Dalam kondisi sekarang, ketika
melemahnya pertumbuhan ekonomi, membuat investasi dala hal reksa dana turun cukup dalam, fenomena ekonomi yang terjadi bahwa sebagian dari dana darurat ini dapat
digunakan untuk membeli di harga murah. Selain itu, dengan tetap memegang kas,
investor diharapkan dapat berpikir tenang dan mengambil keputusan secara
rasional. Cara kedua dalam menghadapi risiko adalah menyusun portofolio yang
terdiversifikasi. Atau dalam bahasa sederhana, jangan hanya berinvestasi pada
satu reksa dana saja. Tapi berinvestasilah pada
beberapa jenis reksa dana sesuai profil risiko. Apabila
profil risikonya konservatif, investor bisa berinvestasi sebagian besar dananya
pada jenis reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap,
baru bagian lainnya bisa dibagi pada reksa dana campuran dan saham dengan porsi
yang lebih kecil.
Apabila profil risikonya moderat, maka porsi paling besar
diletakkan dalam reksa dana campuran dan jika profil risikonya
agresif maka bagian terbesar diletakkan dalam reksa dana saham. Prinsip diversifikasi adalah investor membagi
dana investasi ke dalam beberapa jenis reksa dana yang berbeda. Harapannya ketika
pasar mengalami penurunan, ada jenis reksa dana yang penurunannya lebih sedikit
atau bahkan bisa memberikan keuntungan Dalam setiap periodenya, investor dapat
melakukan evaluasi. Apabila karena kenaikan atau penurunan harga sehingga
komposisi sudah tidak seperti di bentuk pada awal pertama kali, maka investor
dapat melakukan penyesuaian kembali. Periode evaluasi bisa 6 bulanan atau 1
tahunan.
Penggunaan cara dalam mengelola
investasi dan menghadapi resiko adalah
dengan memiliki rencana investasi yang sistematis. Hal ini berlaku khususnya
untuk investor besar yang berinvestasi secara lump sum dan jangka pendek. Dalam
hal ini pengertian yang dimaksud dengan rencana investasi yang sistematis
adalah rencana secara jelas pada harga berapa kegiatan seperti ; profit taking dan cutloss akan
dilakukan. Ketika harga tersebut tercapai, maka harus segera dieksekusi. Jangan
menunda dengan berharap harga masih akan naik atau turun lagi.
Acara terakhir sekaligus cara ketiga
ini memang tidak sesuai dengan prinsip investasi reksa dana yang mempercayakan pengelolaan ke
Manajer Investasi dan periode investasi yang jangka panjang. Tapi suka tidak
suka, banyak sekali investor terutama dari kalangan high net worth
individual yang mungkin lebih cocok dengan cara ini. Hal ini dimungkinkan
karena biasanya mereka memiliki akses informasi yang lebih baik meskipun dalam
jangka panjang belum tentu hasilnya lebih baik dibandingkan buy and hold.
Reksadana
juga telah mempunyai banyak anggota. Berinvestasi di reksa dana ibarat
mempekerjakan orang untuk mengelola uang di pasar modal. Namanya juga
mempekerjakan orang, selain cari yang ahli tentu cara kerjanya juga harus cocok
supaya investor merasa nyaman mempercayakan investasi. Divisi pengelola
investasi umumnya terdiri dari 3 bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Pertama, analis yang bertugas mengumpulkan
dan melakukan analisa terhadap data-data perekonomian dan perusahaan. Pekerjaan
analis ini juga sering disebut dengan riset. Bagian kedua yaitu manajer
investasi, yang bertugas mengambil kesimpulan mengenai berapa bobot saham,
obligasi dan pasar uang dalam membentuk portofolio reksa dana. Kebanyakan dari
para manajer investasi memulai karirnya dari bagian riset, namun ada juga yang
tidak.
Bagian ketiga yaitu dealer, yang bertugas mengeksekusi
transaksi pembelian saham, obligasi dan pasar uang berdasarkan perintah dari
manajer investasi.Mereka juga yang
menentukan
alokasi transaksi ke masing-masing sekuritas jika manajer investasi bertransaksi
menggunakan jasa beberapa perusahaan sekuritas sekaligus. Divisi pengelola
investasi umumnya terdiri dari 3 bagian yang memiliki fungsi masing-masing.
Pertama, analis yang bertugas mengumpulkan dan
melakukan analisa terhadap data-data perekonomian dan perusahaan. Pekerjaan
analis ini juga sering disebut dengan riset. Bagian kedua yaitu manajer
investasi, yang bertugas mengambil kesimpulan mengenai berapa bobot saham,
obligasi dan pasar uang dalam membentuk portofolio reksa dana. Kebanyakan dari
para manajer investasi memulai karirnya dari bagian riset, namun ada juga yang
tidak. Bagian ketiga yaitu dealer, yang bertugas mengeksekusi transaksi
pembelian saham, obligasi dan pasar uang berdasarkan perintah dari manajer
investasi.Mereka juga yang menentukan alokasi transaksi ke masing-masing
sekuritas jika manajer investasi bertransaksi menggunakan jasa beberapa
perusahaan sekuritas sekaligus.
Proses
Pengelolaan Reksa Dana Oleh Manajer Investasi adalah Analisa Data Pasar
Pekerjaan utama dari analis adalah melakukan analisa terhadap
data-data dan memberikan kesimpulan. agar bisa mendapatkan informasi aksi
perusahaan yang terkini. Dalam hal pembentukan Portofoli Reksa Dana, setelah
seluruh informasi yang dibutuhkan dianggap sudah mencukupi, manajer investasi akan melakukan transaksi pada
saham, obligasi dan pasar uang untuk membentuk portofolio reksa dana. Proses transaksi
umumnya tergantung pada strategi investasi dan risiko likuiditas reksa dana
Strategi investasi inilah yang membedakan antara
manajer investasi yang satu dengan manajer investasi yang lainnya. Ada berbagai
strategi investasi, bahkan dalam perusahaan manajer investasi yang sama, antara
reksa dana yang satu dengan reksa dana yang lain bisa
memiliki strategi investasi yang berbeda.






0 komentar:
Posting Komentar