Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Keterpengaruh Investasi Reksadana terhadap sikuls bisnis yang semakin berkembang



Keterpengaruh Investasi Reksadana terhadap sikuls bisnis yang semakin berkembang
            Negara Indonesia merupakan negara berkembang, proses pertumbuhan ekonomi yang selalu diinginkan oleh pemerintah mengalami kenaikan setiap harinya. Terjadinya berbagai fenomena ekonomi, dapat mengidestivikasi bagaimana pertumbuhan ekonomi yang terjadi di negara Indonesia saat ini. Salah satu cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini, dengan memperbanyak investasi didalam negeri maupun luar negeri. semakin banyak investasi yang masuk maka pembangunan infrastruktur akan semakin meningkat dan dalam jangka panjang akan terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya di Indonesia negara – negara lain di dunia akan melakukan segala cara untuk meningkatkan laju perrtumbuhan. Di dunia ini hanya terdapat 2 negara sebagai patokan laju ekonomi seperti Amerika serikat dan Republik Rakyat Cina  yang dikenal dengan RRI. Kedua negara ini merupakan negara yang denga laju pertumbuhan yang amat maju dan akan selalu mengalami peningkatan. Negara ini terkenal dengan negara adidaya.
            Sebuah ekonomi di negara – negara merupakan proses awal sebuah bisnis yang sangat dinamis dan teratur. Pada saat satu  periode, laju bisnis mungkin akan bergerak kearah kenaikan dan di periode lain akan mengalami hal yang berbeda dari sebelumnya. proses kenaikan dan penurunan inilah yang menjadikan pergerakan ekonomi atau bisnis merupakan sebuah nama menjadi siklus. Selayaknya sebuah siklus, sudah tentu ada terdapat titik yang diatas ada pula titik yang berada di bawah. Dengan kata lain, didalam siklus ekonomi terdapat sikuls bisnis yang bergerak naik dan pasti ada pula yang bergerak turun. Dalam sikuls bisnis, tidak aka terjadi situasi dimana semua sector bisnis berada diatas atau dibawah secara bersamaan. Kejadian ini akan selalu mengalami perbedaan dan dan menimbulkan dampak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Apapun yang terjadi dalam pergerakan siklus bisnis pasti seorang investor menginginkan agar investasinya berada pada sector yang turu bergerak naik ketika sikuls bisnis sedag memuncak ( ekspansi ). Atau ketika siklus bisnis berada dalam keadaan menurun ( resesi ), paling tidak seorang investor berinvestasi pada sector industry yang paling defensive.
            Seiring dengan perkembangan zaman dan berlalunya waktum perkembangan bisnis menjadi berbeda dari kehidupan dan jalannya bisnis seperti biasanya. Seiring dengan berjalan nya sebuah waktu, timbul banyak faktor – faktor lain yang juga memainkan peran penting dalam sikuls bisnis. Perkembangan ini pasti akan mengalami dampak positif maupun negative dalam perjalanannya. Dalam hal perubahan sikuls bisnis mau tidak mau semua pembisnis wajib mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Dalam hal bisnis, perusahaan adalah hal yang paling menonjol. Sebuah perusahaan harus dapat memperhatikan bagaimana untuk dapat bertahan di pasaran, mecinptakan peluang bisnis terbaru, dan bertahan dalam berbagai macam saingan maupun masalah yang timbul daam bisnis. Seorang pembisnis harus mempunyai jiwa berani dan membuat suatu terbosan baru. Untuk menangkap pasar, bisnis harus melalui progam dan kebijakan yang membantu untuk mendapatkan popularitas yang ketat. Dengan diperkenalkannya bisnis di pasar, epenting untuk dapat mengimplementasikan perencanaan yang tepat dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan tepat demi pertumbuhan dan perkembangannya.
            Siklus Bisnis akan selalu menjelaskan bagaimana sebuah jalan maupun perkembangan bisnis yang ada. Bisnis menetapkan sendiri pedoman dan proses yang diranvang untuk dapat berfungsi secara efisien. Namun, dalam hal ini secara umum bisnis apapun akan dipengaruhi oleh berbagai faktor sepeeti permintaan dan penawaran, kepercayaan konsumen,dll.
            Faktor – faktor tersebut mempengaruhi keadaan bisnis sehingga mengalami kenaikan dan penurunan berkala. Pada dasarnya ada empat fase yang berbeda dalam sikuls hidup dari bisnis apapun, yaitu pertumbuhan, puncak, resesi dan penurunan.  
Pada fase pertumbuhan, banyak kebijakan harus dibingkai dalam fase awal ini. Sisebut sebagai fase ekspansi karena bisnis sedang berusaha untuk memiliki tempat di pasar. Pemilik usaha berusaha membangun identitas merek mereka dan menghasilkan loyalitas pelanggan.
Tahap ini ditandai kenaikan permintaan konsumen dan kebutuhan akibat input yang meningkat dalam produksi, manufaktur, dan operasi umum.
Pada fase kedua  timbul yang dinamakan puncak. Bisnis memasuki tiitk kematangan dan kemapanan di pasa. Basis pelayanan untuk pelanggan, investor, dan jaringan bisis pentingharus diatur pada saat ini.  Beberapa hal yang muncul dalam tahapan ini antara lain: permintaan yang tinggi, pasokan yang tinggi, pendapatan yang tinggi, pangsa pasar yang tinggi, kurangnya iklan, dan citra merek yang kuat.

Pada fase ketiga disebut dengan resesi, dimana dala masa ini keadaan dimana penjualan pasar mengalami penurunan bisnis. Bisa ada banyak faktor yang bertanggung jawab untuk degradasi bisnis. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah dalam pesaing baru yang kuat, masalah ketenagakerjaan yang masih belum menguntungkan. Pada tahapan ini perusahaan harus berjuang untuk menjaga pasar. Beberapa hal yang akan terlewati dalam tahap ini adalah: penurunan permintaan, kerugian dalam penjualan, penghasilan yang menurun, hilangnya pangsa pasar, dan kompetisi yang kuat.
            Bagian terakhir disebut dengan penurunan, saat bisnis mencapai tiitk terendah dalam hal pangsa penjualan. Harga dan keuntungan mulai jatuh, penjualan berkurang serta terjadi keadaan permintaan konsumen dan tingakt kepercayaan tetap rendah tanpa adanya perubahan kepuasaan Persaingan tinggi di pasar menyebabkan kejatuhan bisnis. Fitur yang ada pada umumnya adalah: pendapatan terendah, hilangnya kepercayaan pelanggan, pengangguran yang tinggi, pemotongan biaya dan pengurangan, dan kejatuhan di pasar.
            Keemapat tahapan sikuls bisnis tersebut, dapat dialami oleh setiap bisnis tanpa terkecualian meski dalam urutan yang sama. Kadang – kadang bisnis berkembang dan memperoleh keuntungan maksimal sementara pada ada pula bisnis menghadapi krisis besar . keadaan diatas mengajarkan kita harus memiliki sikap dan perspektif positif dari pengusaha yang membuat setiap bisnis akan melalui pasang surut, namun selalu bertujuan untuk sebuah puncak kesuksesan.
Setelah membicarakan bagaiman perkembangan sikuls bisnis.  Sikuls bisnis dengan pengaruh terhadap investasi portofolio ini memunculkan sebuah investasi terbaru yang dinamakan Reksa Danareksa Mawar Rotasi Sektor Stratergis  ( MARSS ).  MARSS adalah  Reksa Dana saham yang portofolionya difokuskan pada saham sektor-sektor unggulan dalam IHSG. Pengambilan keputusan investasi didukung oleh Danareksa Research Institute, sebuah lembaga riset ekonomi independen yang terkemuka di Indonesia. Dengan dukungan data dan riset yang sangat kuat, pemilihan sektor industri dapat dilakukan dengan tepat untuk memberikan imbal hasil investasi yang optimal. Rotasi sektor unggulan dilakukan oleh Manajer Investasi secara berkala dan bersifat antisipatif terhadap perubahan kondisi ekonomi global, regional maupun domestic. MARSS merupakan sebuah pasar saham dan obligasi yang dikelola oleh  PT Danareksa Investment Management (DIM).  Untuk bulan februari nilai investasi mencatat angka 10-17,5% mengikuti kebijakan makro. Diungkapkan Damhuri Nasution, Senior Economist Danareksa Research Institute bahwa instrumen investasi tahun ini sektor konsumsi menjadi kontributor 2/3 dari PDB setiap tahun. Artinya, strategi investasi fokus pada emiten terkait sektor konsumsi nasional yang diperkirakan akan terus meningkat seiring peningkatan segmen kelas menengah maupun angkatan kerja usia produktif.
Perkembangan Investasi yang dikenal sebagai reksa dana ini mengalami kenaikan maupun penurunan. Dalam investasi reksa dana, pastinya akan terjadi yang namanya sebuah resiko. Resiko ini akan menimbulkan masalah fenomenan ekonomi berkurangnya nilai pokok investor. Maka dari masyarakat akan muncul berbagai pertayaan, bagaimana sebaliknya investor beraksi atau keluar dari timbulnya resiko ? apakah sebaliknya dihindari atau dihadapi ?pertayaan – pertayaan ini akan sulit dijawab, jika kita tidak mengerti bagaimana proses reksa dana dan proses investasi yang benar dan tersusun. Sebaiknya kita mulai dari pertayaan tentang menghindari resiko. Apakah memungkinkan bagi investor untuk menghindari resiko ? jawabannya bisa. Sesuai dengan teori dan prosedur tetang investasi cara untuk menghidari resiko secara sempurna adalah dengan tidak berinvestasi. Namun keadaan ini tdapat mengurangi pertumbuhan ekonomi dan dampak – dampak lainya sampai jarak janka panjang. Tidak berinvestasi, berarti juga kehilangan kesempatan kenaikan jangka panjang yang berpotensi dihasilkan oleh reksadana. Cara lain untuk menghindari risiko adalah dengan melakukan market timing. Dalam bahasa sederhana market timing adalah melakukan investasi ketika harga sudah mencapai titik terendah dan menjualnya ketika harga sudah mencapai titik tertinggi.
            Permasalahan  market timing sangatlah sulit untuk dilakukan, berbagai cara telah dicoba. Anda dapat melakukan analisis dengan sangat mendalam mulai dari analisa fundamental, teknikal, ekonomi nasional, ekonomi global hingga perkembangan politik namun tetap tidak bisa mengetahui kapan waktu jual beli yang tepat secara konsisten. Bahkan dala keadaan dukungan sebuah data yang lengkap, alat analisa yang canggih serta SDM berkualitas yang kerjanya hanya memantau saham setiap hari sekalipun, yang namanya market timing juga bukan perkara mudah bagi para Manajer Investasi. Percobaan  menghindari dengan melakukan market timing dan belum tentu berhasil juga, maka opsi lain bagi investor yang dituntut untuk mendapatkan otensi keuntungan jangka panjang dari investasi adalah dengan menghadapinya. Dalam hal ini timbul pertayaan bagaiman acara  menghadapi risiko?  Jawaban ini akan menjelaskan apa makna dari munculnya koperas,  dll. Dalam  Menghadapi risiko adalah bagaimana bisa tetap bersikap tenang menghadapi penurunan pasar dan bahkan memiliki dana untuk menambah investasi ketika harganya sedang turun. Jadi dalam prosesnya investor pasti akan mengalami penurunan pada nilai investasi juga. Setelah terjadi fenomena ekonomi, ketika keadaan pasar domestic dalam keadaan semakin menurun tidak semua investor merasa sedih. dalam jumlah besar justru senang karena berkesempatan untuk berinvestasi di harga rendah. Jadi kuncinya adalah tetap memiliki kas.
Kondisi seperti ini  berlaku untuk investor yang baru maupun berinvestasi  dan untuk investor yang sudah berinvestasi sekalipun. Bagaimanapun caranya harus selalu memiliki cadangan kas yang cukup atau dalam perencanaan keuangan. Cadangan kas disebut dengan dana darurat. Dana darurat  ini dana yangs sering diebut sebagai dana yang memiliki banyak makna dan kegunaan.   Besaran dana darurat ini sangat relatif, bisa berkisar antara 3 bulan hingga 12 bulan pengeluaran tergantung kondisi masing-masing investor. Semakin tua usia, semakin banyak tanggungan keluarga maka sebaiknya dana darurat juga semakin besar.
Dalam kondisi sekarang, ketika melemahnya pertumbuhan ekonomi, membuat investasi dala hal reksa dana turun cukup dalam,  fenomena ekonomi yang terjadi  bahwa sebagian dari dana darurat ini dapat digunakan untuk membeli di harga murah. Selain itu, dengan tetap memegang kas, investor diharapkan dapat berpikir tenang dan mengambil keputusan secara rasional. Cara kedua dalam menghadapi risiko adalah menyusun portofolio yang terdiversifikasi. Atau dalam bahasa sederhana, jangan hanya berinvestasi pada satu reksa dana saja. Tapi berinvestasilah pada beberapa jenis reksa dana sesuai profil risiko. Apabila profil risikonya konservatif, investor bisa berinvestasi sebagian besar dananya pada jenis reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, baru bagian lainnya bisa dibagi pada reksa dana campuran dan saham dengan porsi yang lebih kecil.

Apabila profil risikonya moderat, maka porsi paling besar diletakkan dalam reksa dana campuran dan jika profil risikonya agresif maka bagian terbesar diletakkan dalam reksa dana saham.  Prinsip diversifikasi adalah investor membagi dana investasi ke dalam beberapa jenis reksa dana yang berbeda. Harapannya ketika pasar mengalami penurunan, ada jenis reksa dana yang penurunannya lebih sedikit atau bahkan bisa memberikan keuntungan Dalam setiap periodenya, investor dapat melakukan evaluasi. Apabila karena kenaikan atau penurunan harga sehingga komposisi sudah tidak seperti di bentuk pada awal pertama kali, maka investor dapat melakukan penyesuaian kembali. Periode evaluasi bisa 6 bulanan atau 1 tahunan.
Penggunaan cara dalam mengelola investasi dan menghadapi resiko  adalah dengan memiliki rencana investasi yang sistematis. Hal ini berlaku khususnya untuk investor besar yang berinvestasi secara lump sum dan jangka pendek. Dalam hal ini pengertian yang dimaksud dengan rencana investasi yang sistematis adalah rencana secara jelas pada harga berapa kegiatan seperti ;  profit taking dan cutloss akan dilakukan. Ketika harga tersebut tercapai, maka harus segera dieksekusi. Jangan menunda dengan berharap harga masih akan naik atau turun lagi.
Acara terakhir sekaligus cara ketiga ini memang tidak sesuai dengan prinsip investasi reksa dana yang mempercayakan pengelolaan ke Manajer Investasi dan periode investasi yang jangka panjang. Tapi suka tidak suka, banyak sekali investor terutama dari kalangan high net worth individual yang mungkin lebih cocok dengan cara ini. Hal ini dimungkinkan karena biasanya mereka memiliki akses informasi yang lebih baik meskipun dalam jangka panjang belum tentu hasilnya lebih baik dibandingkan buy and hold.
Reksadana juga telah mempunyai banyak anggota. Berinvestasi di reksa dana ibarat mempekerjakan orang untuk mengelola uang di pasar modal. Namanya juga mempekerjakan orang, selain cari yang ahli tentu cara kerjanya juga harus cocok supaya investor merasa nyaman mempercayakan investasi. Divisi pengelola investasi umumnya terdiri dari 3 bagian yang memiliki fungsi masing-masing.  Pertama, analis yang bertugas mengumpulkan dan melakukan analisa terhadap data-data perekonomian dan perusahaan. Pekerjaan analis ini juga sering disebut dengan riset. Bagian kedua yaitu manajer investasi, yang bertugas mengambil kesimpulan mengenai berapa bobot saham, obligasi dan pasar uang dalam membentuk portofolio reksa dana. Kebanyakan dari para manajer investasi memulai karirnya dari bagian riset, namun ada juga yang tidak.
Bagian ketiga yaitu dealer, yang bertugas mengeksekusi transaksi pembelian saham, obligasi dan pasar uang berdasarkan perintah dari manajer investasi.Mereka juga yang
menentukan alokasi transaksi ke masing-masing sekuritas jika manajer investasi bertransaksi menggunakan jasa beberapa perusahaan sekuritas sekaligus. Divisi pengelola investasi umumnya terdiri dari 3 bagian yang memiliki fungsi masing-masing.
Pertama, analis yang bertugas mengumpulkan dan melakukan analisa terhadap data-data perekonomian dan perusahaan. Pekerjaan analis ini juga sering disebut dengan riset. Bagian kedua yaitu manajer investasi, yang bertugas mengambil kesimpulan mengenai berapa bobot saham, obligasi dan pasar uang dalam membentuk portofolio reksa dana. Kebanyakan dari para manajer investasi memulai karirnya dari bagian riset, namun ada juga yang tidak. Bagian ketiga yaitu dealer, yang bertugas mengeksekusi transaksi pembelian saham, obligasi dan pasar uang berdasarkan perintah dari manajer investasi.Mereka juga yang menentukan alokasi transaksi ke masing-masing sekuritas jika manajer investasi bertransaksi menggunakan jasa beberapa perusahaan sekuritas sekaligus.
 Proses Pengelolaan Reksa Dana Oleh Manajer Investasi adalah Analisa Data Pasar Pekerjaan utama dari analis adalah melakukan analisa terhadap data-data dan memberikan kesimpulan. agar bisa mendapatkan informasi aksi perusahaan yang terkini. Dalam hal pembentukan Portofoli Reksa Dana, setelah seluruh informasi yang dibutuhkan dianggap sudah mencukupi,  manajer investasi akan melakukan transaksi pada saham, obligasi dan pasar uang untuk  membentuk portofolio reksa dana. Proses transaksi umumnya tergantung pada strategi investasi dan risiko likuiditas reksa dana
Strategi investasi inilah yang membedakan antara manajer investasi yang satu dengan manajer investasi yang lainnya. Ada berbagai strategi investasi, bahkan dalam perusahaan manajer investasi yang sama, antara reksa dana yang satu dengan reksa dana yang lain bisa memiliki strategi investasi yang berbeda.


0 komentar:

Posting Komentar