Lulusan banyak jadi pengangguran,
Kemenristekdikti Stop Prodi Ilmu Kependidikan
Kemenristekdikti
mengeluarkan moratorium atau pemberhentian semenatara penerbitan izin program
studi baru atau prodi, hal tersebut terjadi karena Lapangan pekerjaan yang tersedia
tidak dapat memenuhi kebutuhan pekerjaan para lulusan perguruan negeri. Semakin
banyak lulusan perguruan negeri sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Dapat
dilihat dari tahun ke tahun peningkatan angka pengangguran lulusan perguruan
tinggi pada agustus 2013 mencapai 434,185 jiwa sedangkan pada agustus 2014
mencapai 495,143 jiwa. Dapat dikatakan persaingan yang terjadi antara angkatan
sangtlah ketat. Antara Jumlah lulusan perguruan negeri yang lulus dengan
lapangan kerja yang tersedia sangatlah berbanding daya serap dari lapangan
pekerjaaan masih sangat rendah. Pengangguran meruupakan masalah yang sangat crucial. Pengangguran merupakan salah
satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteran suatu negara. Terlebih
lagi pengangguran terdidik yang dimana sudah dibekali dengan ilmu yang mumpuni
untuk masuk dalam dunia kerja tidak dapat terserap, paradigma seperti ini akan
menyebabkan bahwa percuma sekolah tinggi-tinggi dan pada akhirnya nasib sama
dengan mereka yang tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.
Tidak
imbangnya jumlah lulusan dan kebutuhan pasar akan kerja menimbulkan banyak
lulusan tidak terserap ke dunia kerja. Di Indonesia spesifikasi pekerjaan maih
belum diterapkan dengan baik, karena banyak para pekerja yang bekerja bukan di
bidangnya seperti banyak pegawai bank yang lulusan di luar ilmu ekonomi dan
masih bnayak lagi, banyak kerugian yang ditimbulkan akibat ketidaksesuaian
pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki. Yang pertama tidak adanya efisiensi,
suatu pekerjaan akan lebih maksimal apabila yang mengerjakan mengetahui bidang
yang dikerjakan, jika pekerjaan yang dilakukan bukan dengan orang yang dalam
bidangnya maka akan menyebabkan inefisienitas, yang kedua kemampuan yang
dimiliki apabila sesuai dengan pekerjaan yang dimiliki maka akan teori-teori
yang diajarkan pada masa perkuliahaan akan diaplikasikan ke dunia nyata
walaupun terkadang teori yang kita pelajari tidak relevan dengan keadaan yang
ada. Hal tersebut membuktikan bahwa lapangan pekerjaan yang tersedia tidak
seimbang dengan kebutuhan pasar, misal banyaknya lulusan perawat atau bidan
tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang tersedia sehingga banyak dari
lulusan ini tidak terserap dalam dunia kerja.
Keputusan
yang diambil oleh kemerintekdikti sudah sangat tepat apabila tidak segera
dihentikan maka akan menyebabkan makin banyaknya lulusan yang tidak terserap
dunia kerja pada bidangnya. Monotorium pembukaan prodi baru akan berlaku pada
tahun 2016. Semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka prodi baru namun
tidak memperhatikan bahwa prosi tersebut di dunia kerja terdapat peluaang atau
tidak. Tidak mempungkiri alasan untuk masuk ke perguruan tinggi adalah untuk
mendapatkan pekerjaan yang baik. Sangat disayangkan apabila ekspektasi tersebut
tidak dapat dilakukan karena minimnya lapangan pekerjaan.
Pengangguran
bukan hanya masalah yang hanya dihadapi Indonesia namun banyak negara lain juga
menghadapi masalah yang sama namun dalam jumla yang berbeda. Pengangguran dapat
mempengaruhi perekonomian global, misal data pengangguran yang diterbirkan oleh
the Fed akan mempengaruhi perekonomian dunia, saat the Fed mempubliskan data
pengangguran yang terjadi di Amerika mengalami kenaikan maka kenaikan tersebut
akan di respon neagatif oleh pasar mengingat perdagangan internasional yang
menghubungakan negara satu dengan negara lain akan mempengaruhi negara lain tak
terkecuali negara berkembang. Peningkatan angka pengangguran yang terjadi di
Amerika mengisyaratkan bahwa perekonmian di Amerika tidak stabil sehingga
banyak PHK, saat pelemahan perekonomian yang terjadi di Amerika maka negara
lain akan merespon negatif, contoh Indonesia saat data pengangguran Amerika
meningkat maka bursa saham akan melemah dan mengakibatkan investasi berkurang.
Investasi berkurang kareana para investor enggan untuk menamkan uang mereka
karena perkonomian dalam keadaan tidak stabil dan apabila dilanjutkan akan
menimbulkan resiko yang lebih besar. Investor tidak mau rugi mereka menarik
investasi mereka dengan menjual saham yang mereka miliki sehingga aksi jual
meningkat dan menyebabkan kondisi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) melemah.
Investasi menurun maka yang terjadi adalah perlambatan perekonomian.
Perlambatan ekonomi yang berlarut-larut akan menjadi krisis ekonomi, krisis
ekonomi yang terjadi akan menyebabkan produkstifitas dan daya beli masyakat
akan rendah dampak dari inflasi dan yang terjadi saat prosuktifitas rendah dan
perusahaan tidak mampu membiayai produksi mereka sehingga PHK (Pemutusan
Hubungan Kerja) tidak dapat dihindari dan berakhir pada tingkat pengangguran
yang tinggi.
Monotorium
pemberhentian prodi ini ditunjukan pada prodi D-3 kebidanan dan keperawatan
serta fakulatas kedokteran. Mengapa monotoruim ini terjadi pada bidang
kesehatan, beberpa tahun terkahir tren masyarakat untuk masuk ke prodi ini
sangtlah besar dan banyak bermunculan
sekolah tinggi yang muncul pada bidang kesehatan. Karena banyaknya peminat dan masuk ke bidang kesehatan membuat
membludaknya lulusan yang berasal dari bidang ini, dan tidak di imbangi dengan
lapangan pekerjaan yang tersedia. Jadi monotorium penerbitan izin pembukaan
prodi baru ini adalah upaya pemerintah untuk menekan jumlah pengangguran yang
terdidik, bagi perguruan tinggi harus berhati-hati dalam mendirikan prodi baru
karena dapat menambah jumlah pengangguran yang ada. Peranpemerintah juga harus
berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan agar tidak terjdi penumpukan tenaga
kerja yang mempunyai skill pada
bidangnya seperti yang terjadi pada bidang kesehatan.






0 komentar:
Posting Komentar