Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Lulusan banyak jadi pengangguran, Kemenristekdikti Stop Prodi Ilmu Kependidikan



Lulusan banyak jadi pengangguran, Kemenristekdikti Stop Prodi Ilmu Kependidikan
Kemenristekdikti mengeluarkan moratorium atau pemberhentian semenatara penerbitan izin program studi baru atau prodi, hal tersebut terjadi karena Lapangan pekerjaan yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan pekerjaan para lulusan perguruan negeri. Semakin banyak lulusan perguruan negeri sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Dapat dilihat dari tahun ke tahun peningkatan angka pengangguran lulusan perguruan tinggi pada agustus 2013 mencapai 434,185 jiwa sedangkan pada agustus 2014 mencapai 495,143 jiwa. Dapat dikatakan persaingan yang terjadi antara angkatan sangtlah ketat. Antara Jumlah lulusan perguruan negeri yang lulus dengan lapangan kerja yang tersedia sangatlah berbanding daya serap dari lapangan pekerjaaan masih sangat rendah. Pengangguran meruupakan masalah yang sangat crucial. Pengangguran merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteran suatu negara. Terlebih lagi pengangguran terdidik yang dimana sudah dibekali dengan ilmu yang mumpuni untuk masuk dalam dunia kerja tidak dapat terserap, paradigma seperti ini akan menyebabkan bahwa percuma sekolah tinggi-tinggi dan pada akhirnya nasib sama dengan mereka yang tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.
Tidak imbangnya jumlah lulusan dan kebutuhan pasar akan kerja menimbulkan banyak lulusan tidak terserap ke dunia kerja. Di Indonesia spesifikasi pekerjaan maih belum diterapkan dengan baik, karena banyak para pekerja yang bekerja bukan di bidangnya seperti banyak pegawai bank yang lulusan di luar ilmu ekonomi dan masih bnayak lagi, banyak kerugian yang ditimbulkan akibat ketidaksesuaian pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki. Yang pertama tidak adanya efisiensi, suatu pekerjaan akan lebih maksimal apabila yang mengerjakan mengetahui bidang yang dikerjakan, jika pekerjaan yang dilakukan bukan dengan orang yang dalam bidangnya maka akan menyebabkan inefisienitas, yang kedua kemampuan yang dimiliki apabila sesuai dengan pekerjaan yang dimiliki maka akan teori-teori yang diajarkan pada masa perkuliahaan akan diaplikasikan ke dunia nyata walaupun terkadang teori yang kita pelajari tidak relevan dengan keadaan yang ada. Hal tersebut membuktikan bahwa lapangan pekerjaan yang tersedia tidak seimbang dengan kebutuhan pasar, misal banyaknya lulusan perawat atau bidan tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang tersedia sehingga banyak dari lulusan ini tidak terserap dalam dunia kerja.
Keputusan yang diambil oleh kemerintekdikti sudah sangat tepat apabila tidak segera dihentikan maka akan menyebabkan makin banyaknya lulusan yang tidak terserap dunia kerja pada bidangnya. Monotorium pembukaan prodi baru akan berlaku pada tahun 2016. Semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka prodi baru namun tidak memperhatikan bahwa prosi tersebut di dunia kerja terdapat peluaang atau tidak. Tidak mempungkiri alasan untuk masuk ke perguruan tinggi adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Sangat disayangkan apabila ekspektasi tersebut tidak dapat dilakukan karena minimnya lapangan pekerjaan.
Pengangguran bukan hanya masalah yang hanya dihadapi Indonesia namun banyak negara lain juga menghadapi masalah yang sama namun dalam jumla yang berbeda. Pengangguran dapat mempengaruhi perekonomian global, misal data pengangguran yang diterbirkan oleh the Fed akan mempengaruhi perekonomian dunia, saat the Fed mempubliskan data pengangguran yang terjadi di Amerika mengalami kenaikan maka kenaikan tersebut akan di respon neagatif oleh pasar mengingat perdagangan internasional yang menghubungakan negara satu dengan negara lain akan mempengaruhi negara lain tak terkecuali negara berkembang. Peningkatan angka pengangguran yang terjadi di Amerika mengisyaratkan bahwa perekonmian di Amerika tidak stabil sehingga banyak PHK, saat pelemahan perekonomian yang terjadi di Amerika maka negara lain akan merespon negatif, contoh Indonesia saat data pengangguran Amerika meningkat maka bursa saham akan melemah dan mengakibatkan investasi berkurang. Investasi berkurang kareana para investor enggan untuk menamkan uang mereka karena perkonomian dalam keadaan tidak stabil dan apabila dilanjutkan akan menimbulkan resiko yang lebih besar. Investor tidak mau rugi mereka menarik investasi mereka dengan menjual saham yang mereka miliki sehingga aksi jual meningkat dan menyebabkan kondisi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) melemah. Investasi menurun maka yang terjadi adalah perlambatan perekonomian. Perlambatan ekonomi yang berlarut-larut akan menjadi krisis ekonomi, krisis ekonomi yang terjadi akan menyebabkan produkstifitas dan daya beli masyakat akan rendah dampak dari inflasi dan yang terjadi saat prosuktifitas rendah dan perusahaan tidak mampu membiayai produksi mereka sehingga PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tidak dapat dihindari dan berakhir pada tingkat pengangguran yang tinggi.
Monotorium pemberhentian prodi ini ditunjukan pada prodi D-3 kebidanan dan keperawatan serta fakulatas kedokteran. Mengapa monotoruim ini terjadi pada bidang kesehatan, beberpa tahun terkahir tren masyarakat untuk masuk ke prodi ini sangtlah  besar dan banyak bermunculan sekolah tinggi yang muncul pada bidang kesehatan. Karena banyaknya  peminat dan masuk ke bidang kesehatan membuat membludaknya lulusan yang berasal dari bidang ini, dan tidak di imbangi dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Jadi monotorium penerbitan izin pembukaan prodi baru ini adalah upaya pemerintah untuk menekan jumlah pengangguran yang terdidik, bagi perguruan tinggi harus berhati-hati dalam mendirikan prodi baru karena dapat menambah jumlah pengangguran yang ada. Peranpemerintah juga harus berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan agar tidak terjdi penumpukan tenaga kerja yang mempunyai skill pada bidangnya seperti yang terjadi pada bidang kesehatan.

0 komentar:

Posting Komentar