Blogroll

Rabu, 08 Juni 2016

MENEKAN INFLASI LEBIH PENTING BAGI INDONESIA



MENEKAN INFLASI LEBIH PENTING BAGI INDONESIA
Oleh fatimatuz Zahroh Ilmu Ekonomi Universitas Jember
Masalah ekonomi merupakan  suatu masalah yang dialami  oleh setiap  negara entah  negara maju maupun negara berkembang. Masalah ekonomi ditandai dengan  adanya kesenjangan, pengangguran dan kemiskinan,inflasi dan hutang luar negeri. Dari  semua aspek masalah tersebut memberikan dampak bagi siklus perekonomian seperti menghambat laju pertumbuhan perekonomian dan menurunya kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi dari semua aspek masalah tersebut yang sedikit sulit diatasi yaitu inflasi dan pengangguran, Inflasi merupakan keadaan diman baharga barang yang ada di pasar terus mengalami kenaikan dan hal tersebut disebaban karena banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat. Menurut kurva phillips inflasi dan pengangguran mempuyai hubungan yang negatif,karena   apabila suatu pemerintah ingin menurunkan inflasi maka diwaktu yang sama pula jumlah pengangguran akan terus meningkat dan sebaliknya apabila  pemerintah ingin mengurangi jumlah pengangguran di waktu yang sama inflasi meningkat, dalam hal ini pemerintah harus meprioritaskan salah satu dari masalah tersebut. Inflasi dikatakan ringan apabila angka inflasi kurang dari 10% per tahun, Inflasi sedang apabila angka inflasi antara 10% sampai 30% per tahun dan hiper inflasi pabila angka inflasi mencapai lebih dari 100% per tahunya. Akan tetapi pada umumnya angka inflasi disetiap negara kurang dari 6%.
            Alasan pemerintah Indonesia lebih meprioritaskan inflasi karena  Pemerintah berfikir bahwa apabila harga semua barang dan yang paling ditekankan yaitu harga sembako dan kebutuhan sehari-hari maka kebutuhan masyrakat akan terpenuhi,dan semua kalangan masyrakat dapat mengkonsumsi kebutuhan pokok mereka, apabila masyarakat mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari  maka bisa dikatan bahwa masyarakat tersebut dalam keadaan sejahtera atau terjadi  kesejahteraan masyarakat di Indonesia sendiri. Akan tetapi pada kenyataan yang ada jumlah pengangguran yang ada di Indonesia terus meningkat setiap tahunya,hal tersebut disebabkan karena jumlah penduduk yang ada di Indonesia meningkat dalam setipa tahunya, angka kelahiran lebih besar daripada angka kematianya, selain itu pengangguran yang ada di Indonesia terjadi karena tidak adanya keseimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan  lapangan pekerjaan yang tersedia. Penganngguran merupakan suatu kondisi dimana jumlah angkatan kerja lebih banyak daripada jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia atau keterampiran (softskill) yang mereka miliki tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan yang ada. Dalam Pengangguran sendiri mempunyai banyak pengertian, jika dilihat dalam segi penyebabnya ada pengangguran friksional,pengangguran musiman,pengangguran struktural, dan penganguran terbuka.
           
Jika dilihat dari segi penyebabnya Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat pengangguranya tinggi dan di Indonesia penyebab pengagguranya yaitu pengangguran musiman. Pengangguran musiman merupakan pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan musim,jadi masyarakat bekerja susuai dengan musim atau cuaca yang terjadi misal para petani bercocok tanam saat musim hujan dan para nelayan pergi menangkap ikan sesuai dengan keadaan posisi bulan, pasang surutnya air lain dan kondisi ombak, karena pada dasarnya masyarakat yang ada di Indonesia masih menganut pada tradisi  nenek moyang zaman dahulu saat bekerja masih berpatokan pada musim dan masyarakat di Indonesia mayoritas bekerja dengan mengandalakan fisik daripada mengandalkan kecerdasan otak dan tingkat pendidikan yang ada di Indonesia juga rendah.Pengangguran dapat menyebabkan menurunya produktivitas masyarakat,selain itu juga meningkatkaan jumlah kriminalitas apabila banyak orang yang menganggur karena tidak mempunyai pekerjaan maupun kehilangan pekerjaan akan memicu seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan kriminal misalnya, melakukan pencurian, perampokan dan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhanya.
Seperti yang dijelaskan sebelumya bahwa inflasi mempunyai pengaruh terhadap pengangguran, Jika dalm jangka pendek inflasi hanya berpengaruh terhadap harga  barangyang ada di pasar, harga di pasar akan cenderung naik, dan dalam jangka panjang inflasi dapat mengakibatkan pengangguran dan menganggu kesehatan ekonomi,karena inflasi dan pengangguran merupakan indikator untuk mengukur perekonomian dalam suatu negara baik atau tidak. Saat harga barang yang ada dipasar naik maka masyarakat cenderung untuk membeli barang impor yang lebih murah, dan tingkat impor semakin meningkat sedangkan ekspor semakin menurun, apabila ekspor menurun maka perusahaan akan mengurangi produksi dan menekan biaya agar tidak terjadi kerugian yang besar,  jika hal tersebut terjadi secara terus menerus maka akan banyak pegawai ataupun karyawan yang di PHK sehingga akan menamah jumlah pengangguran.
            Oleh karena itu pemerintah harus mengeluarkan kebijakan fiskal untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian seperti pengangguran dan inflasi entah itu kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter, jika dilihat dari sisi fiskal pemerintah bisa mengatasi masalah pengangguran dengan cara memfasilitasi pendidikan sperti memberikan pendidikan gratis mualai dari TK ke jenjang pergurun tinggi sampi S3. Karena apabila tingakat pendidikan tinggi disuatu negara maka akan menghasilakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas danberketerampialan, tidak hanya pendidikan gratis tetapi juga menambah lapangan pekerjan dan menyediakan lapangan pekerjaaan sesuai dengan  keterampilan yang dimiliki oleh angaktan kerja. Jika dilihat dari sisi moneter  Inflasi dapat diatasi dengan kebijakan pasar terbuka karena dalam kebijakan pasar terbuka bank sentral menerima uang dari masyarakat karena membeli Surat Bank Indonesia (SBI) shingga jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang selain  kebijakan pasar terbuka juga bisa dengan kebijakan politik diskonto.

0 komentar:

Posting Komentar