Operasi Pasar
Terbuka dalam Menekan Inflasi
Oleh
Fatimatuz Zahro Ilmu Ekonomi Universitas Jember
Didalam
perekonomian suatu negara pasi terjadi masalah dalam perekonomian, entah negara maju maupun negara berkembang. Masalah
ekonomi dapat ditandai dengan adanya
kesenjangan, pengangguran, kemiskinan,inflasi dan hutang luar negeri. Dari semua aspek masalah tersebut memberikan
dampak bagi siklus perekonomian seperti menghambat laju pertumbuhan
perekonomian dan menurunya kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi dari semua
aspek masalah tersebut yang sedikit sulit diatasi yaitu inflasi dan
pengangguran, Inflasi merupakan keadaan dimana harga barang yang ada di pasar
terus mengalami kenaikan dan hal tersebut disebabkan banyaknya jumlah uang yang
beredar di masyarakat. Inflasi dikatakan ringan apabila angka inflasi kurang
dari 10% per tahun, Inflasi sedang apabila angka inflasi antara 10% sampai 30%
per tahun dan hiper inflasi pabila angka inflasi mencapai lebih dari 100% per
tahunya. Akan tetapi pada umumnya angka inflasi disetiap negara kurang dari 6%.
Jika dalm jangka pendek inflasi hanya berpengaruh terhadap harga barang yang ada di pasar, harga di pasar akan
cenderung naik, dan dalam jangka panjang inflasi dapat mengakibatkan
pengangguran dan menganggu kesehatan ekonomi,karena inflasi dan pengangguran
merupakan indikator untuk mengukur perekonomian dalam suatu negara itu baik
atau tidak. Saat harga barang yang ada dipasar naik maka masyarakat cenderung
untuk membeli barang impor yang lebih murah, dan tingkat impor semakin
meningkat sedangkan ekspor semakin menurun, apabila ekspor menurun maka
perusahaan akan mengurangi produksi dan menekan biaya agar tidak terjadi
kerugian yang besar, jika hal tersebut terjadi secara terus
menerus maka akan banyak pegawai ataupun karyawan yang di PHK sehingga akan
menamah jumlah pengangguran.
Di
Indonesia Pemerintah lebih berfokus Menyelesaikan masalah perekonomian yaitu
inflasi, pemerintah lebih bekerja keras bagaimana tingkat inflasi bisa ditekan
serendah mungkin dalam hal ini pemerintah berkoordiansi dengan bank sentral
yang mempunyai tugas untuk mengatasi masalah inflasi tersebut, Bank sentral
mengeluarkan kebijakan moneter serta instrumen-instrumen moneter dalam
mengatasi inflasi. Kita tau bahwa Kebijakan moneter merupakan salah satu
kebijakan yang berperan penting dalam perekonomian suatu negara, Peran dari
kebijakan moneter yaitu dapat menstabilkan harga, memperluas kesempatan kerja,
meningkatkan daya belli masyarakat, keseimbangan neraca pembayaran tetapi dalam
kebijakan moneter yang paling ditekankan yaitu menciptakan stabilitas
harga. Selain itu kebijakan moneter
sebagai pengukur stabilisasi ekonomi, ekonomi berada dalam keadaan yang stabil
apabila perekonomian berjalan sesuai harapan
dan berkesinambungan yang berarti bahwa pertumbuhan jumlah uang yang
beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia, Saat perekonomian
berada dalam keadaan stabil maka banyak investor yang menginvestasikan modalnya dan hal tersebut
akan memungkinkan adanya lapangan pekerjaan baru sehingga jumlah tenaga kerja
yang diserap akan bertambah dan menyebabkan menurunya tingkat pengangguran..
Dalam hal ini kebijakan moneter sebenarnya lebih tertuju pada menstabilkan
harga, karena apabila harga stabil maka hasrat mngkonsumsi masyarakat yang
kurang mampu dapat terpenuhi.dan kebijakan moneter ada dua yaitu keijakan
moneter kontraktif dan kebijakan moneter ekspansif. Kebijakan moneter
kontraktiif merupakan kebijakan moneter yang dilakukan bank sentral dengan
cara mengurangi jumlah uang yang beredar
biasanya dalam kebijakan kontraktif ini dilakukan apabila terjadi inflasi dalam perekonomian, sedangkan
kebijakan moneter ekspansif merupakan
suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh bank sentral dengan cara menambah uang
yang beredar, kebijakan ini dilakukan
saat perekonomian mengalami resesi maupun depresi dalam kebijakan ini bank
sentral mengharapkan daya beli masyarakat meningkat dan angka pengangguran
berkurang.
Dengan
adanya masalah inflasi maka kebijakan yang dikeluarkan oleh bank sentral yaitu
kebijkan moneter kontraktif dimana kebijakan ini dilakukan oleh bank sentral
dengan cara mengurangi jumlah uang yang
beredar, karena salah satu penyebab terjadinya inflasi yaitu terlalu banyak
jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga hasrat mengkonsumsi masyarakat
tinggi pula. Sedangkan jumlah uang yang ada di lembaga keuangan tidak mengalami
peningkatan jasi disini tidak adanya keseimbangan jumlah uang yang beredar di
masyarakat dengan lembaga keuangan, Dengan demikian peran bank sentral sangat
penting dalam mengatasi masalah tersebut.
Dalam
kebijakan moneter pasti mempunyai tujuan
maupun sasaran serta instrumen-instrumen pengendalian moneter. Instrumen
pengendalian moneter dipergunakan oleh Bank sentral untuk mencapai tujuan
tertentu yang diinginkan oleh bank sentral dan instrumen tersebut dipergunakan
untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar.
Dalam hal ini instrumen kebijakan moneter terbagimenjadi dua menurut cara mempengaruhi sasaran
operasionalnya yaitu instumen langsung dan instrumen tidak langsung.Instrumen
langsung pengendalian moneter yaitu instrumen yang dapat secara langsung
mempengaruhi sasaran operasional yang diinginkan, sedangkan instrumen tidak
langsung yaitu dengan cara mempengaruhi neraca bank sentral.
Dalam mngeluararkan kebijkan moneter
kontraktif bank sentral memerlukan instrumen-instrumen dalam menjalanka
kebijkan moneter kontraktif tersebut instrumen yang diperlukan oleh bank
sentral dalam menjalankan kebijakan moneter kontraktif yaitu dengan menggunakan
instrumen moeter tidak langsung dimana instrumen tidak langsung ini suatu usaha yang dilakukan oleh bank sentral
dengan cara mempengaruhi neraca bank
sentral. Cara ini dikatakan tidak langsung karena bank sentral
melakukanya dengan mempengeruhi keadaan atau kondisi yang ada di pasar uang karena bank sentral mempunyai
wewenang dalam mengedarkan uang dalam memengaruhi kondisi yang mendasari
permintaan dan penawaran uang, bank sentral bisa mengendalikan jumlah uang yang
beredar dalam pasar uang tersebut. Salah
satu bentuk instumen tidak langsung yaitu Operasi Pasar Trbuka (OPT).
Operasi
Pasar Terbuka (OPT) merupakan salah satu instrumen moneter tidak langsung yanng
digunakan oleh pemerintah dalam mengurangi jumlah uang yang beredar di
masyarakat secara efektif, karena dengan adanya operasi pasar terbuka
pelaksanaanya dilakukan secara terbuka dan suku bunga yang ditentukan sesuai
dengan mekanisme pasar. Operasi pasar terbuka
berbentuk kegiatan jual beli surat-surat berharga yang diterbitkan oleh
bank sentral seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berhrarga Pasar Uang (SBPU), dan surat
berharga pemerintah seperti T-bills,baik dipasar primer maupun dipasar skunder
dengan mekanisme jual beli lalang maupun non lelang. SBI merupakan surat
berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai
pengakuan utang berjangka waktu pendek.Menurut
bank sentral tempat yang paling efektif untuk memperjual belikan surat-surat
berharga yaitu di Pasar Skunder karena pasar skunder dapat dilakukan jual beli
surat-surat berharga secara outright atau repo. Transaksi outright merupakan
transaksi jual beli Surat berhagarga seperti SBI atas dasar waktu yang
ditentukan, sehingga tidak ada kewajiban bagi penjual untuk membeli kembali
sebelum waktu yang ditentukan, sedangkan transaksi repo merupakan transaksi
dengan perjanjian penjual harus membeli kembali SBI sesuai waktu yang telah
ditentukan. Tetapi pasar skunder ini dapat terlaksana apabila pasar skunder
sudsh berkembang dengan baik dan surat-surat berharga ang diperjual belikan
tersedia dalam jmlah banyak.
Oleh
karena itu Dengan melakukan operasi pasar terbuka dengan cara memperjual belikan surat-surat berharga
tersebut maka jumalah uang yang beredar dimasyrakat berkurang karena saat
masyarakat membeli surat-surat berharga tersebut maka dengan otomatis uang yang
ada di masyarakat berpindah tangan kepada bank sentral dan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan
terserap oleh banksentral sehingga akan menciptakan stabilitas moneter dan dapat
mengendalikan inflasi.






0 komentar:
Posting Komentar