Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Mengoreksi Paket Kebijakan Jilid 1



Mengoreksi Paket Kebijakan Jilid 1
Oleh : Ika Wahyu Cahyani

Paket kebijakan ekonomi Jokowi sudah diterbitkan sejak tahun lalu. Jika tak salah, saat ini sudah mencapai paket ke sebelas. Namun, tanda-tanda keberhasilan paket kebijakan tersebut masih belum terasa. Seperti paket kebijakan jilid 1, yang berupaya untuk mendorong daya saing industri nasional, mempercepat proyek strategis nasional dengan menghilangkan berbagai hambatan, meningkatkan investasi disektor properti. Sampai saat ini masih ditunggu keberhasilannya.
Bahkan, terdapat rumor bahwa paket kebijakan Jokowi terkesan sebagai kebijakan panik. Artinya, pemerintahan Jokowi cenderung memaksakan kebijakan tersebut setelah beberapa ancaman perekonomian global membayangi wajah perekonomian nasional. Seperti kemunculan kebijakan ekonomi jilid 1yang diterbitkan pada 9 September 2015 lalu, ditenggarai adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Maka dari itu, pemerintah mengupayakan perbaikan untuk tetap menjaga tingkat daya beli masyarakat.
Namun beberapa pertimbangan sepertinya kurang diperhatikan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan tersebut. Dominasi masyarakat yang besar masih bergerak di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan sebagain lain di sektor ekonomi kreatif. Selain itu juga, sebagian besar masyarakat yang bergerak disektor tersebut cenderung tidak memiliki ketergantungan dengan impor. Dengan adanya pelemahan rupiah, alangkah lebih baik jika pemerintah mengupayakan stimulus pada sektor riil yang dapat mendorong kegiatan ekspor. Disamping, akan mengembangkan potensi ekonomi yang ada, juga akan menaikkan tingkat ekpor yang akan menambah pemasukan bagi negara.
Pemerintah mungkin memiliki tujuan baik dalam setiap penerbitan paket kebijakan. Namun perlu juga hati-hati dalam mengambil kebijakan tersebut. Sasaran tujuan juga harus jelas dan keuntungan dalam jangka panjang juga lebih tegas. Jangan serta merta melakukan kebijakan yang pada akhirnya akan mengamncam keberadaan potensi ekonomi lokal.

0 komentar:

Posting Komentar