MINYAK
BUMI DAN INVESTOR
Oleh : Eka Wahyu Utami
Fakultas Ekonomi , Universitas
Jember
Minyak adalah salah satu kebutuhan
pokok yang wajib dimiliki oleh seluruh kalangan masyarakat terutama di
Indonesia. Sehingga kenaikan dan penurunan harga yang disebabkan oleh minyak
akan sangat berpengaruh terhadap seluruh aspek di Indonesia. Seperti contohnya,
ketika harga minyak dunia naik sedikit, maka harga minyak di Indonesia juga
akan naik. Minyak di Indonesia sperti contohnya BBM telah menjadi konsumsi
wajib bagi seluruh kalangan baik yang miskin, kaya ataupun konglomerat
sekalipun. Mereka membutuhkan BBM untuk kendaraan bermotor yang harus mereka
gunakan untuk kelangsungan hidup mereka dari hari ke hari.
Ketika
harga BBM tersebut dinaikkan, maka seluruh harga barang barang pokok juga ikut
naik. Karena biaya yang dikeluarkan masyarakat juga ikut meningkat. Akibat yang
akan ditimbulkan nantinya adalah inflasi terus menerus karena kenaikan harga
barang - barang secara umum apabila
tidak ada kebijakan dari bank sentral Indonesia. Cara menekan inflasi yang
tinggi adalah dengan menaikkan tingkat suku bunga bank. Apabila tingkat suku
bunga tersebut naik, maka akan menarik para masyarakat untuk lebih memilih
menyimpan uangnya di bank daripada
membelanjakannya. Selain itu, kenaikan tingkat suku bunga bank tersebut akan
menyebabkan para investor asing lebih tertarik menginvestasikan uangnya di
Indonesia. Karena tingkat bunga yang tinggi sehingga permintaan rupiah juga
akan ikut meningkat dan menguat secara perlahan-lahan.
Pada
berita yang di muat di Kompas tersebut mengungkapkan pada ruang lingkup yang
lebph luas lagi. Kali in itidak membahas mengenai sebuah negara, akan tetapi
menmbahas perekonomian secara global. Fluktuasi Harga minyak yang tidak stabil
akan ikut menyebabkan perekonomian seluruh negara yang bergantung pada minyak
juga ikut tidak stabil.
Kali
ini yang dibahas adalah lebih fokus kepada perilaku atau respon yang diberikan
dari para investor – investor terhadap ketidakstabilan harga minyak dunia.
Kebanyakan para investor memang lebih memilih berinvestasi pada sektor – sektor
tertentu yang memiliki potensi baik pada jangka panjang. Namun, ketika harga
minyak tidak stabil maka para investor akan ragu untuk menanamkan modalnya
disana. Karena mereka takut akan menanggung kerugian yang ditimbulkan melihat
ketidakpastian harga minyak dunia. Selain para investor, kita sebagai para
konsumen juga secara otomatis akan ikut merespon kondisi tersebut, karena
kenaikan dan penurunan yang ditimbulkan pasti akan berdampak pada kondisi
keuangan suatu negara.
Saat
ini ada beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya harga minyak secara terus
menerus. Agustus tahun lalu, harga minyak dunia turun hingga menyentuh angka
US$ 41,35 per barel. Menurut data yang dikutip oleh CNNMoney, angka tersebut adalah angka terendah sejak Maret 2009
melihat sejarah penurunan harga minyak bumi. Menurutnya CNNMoney juga
mengungkapkan bahwa ada beberapa pemicu yang menyebabkan harga minyak bumi
tersebut turun secara terus menerus, yaitu :
1.
Pasokan yang
berlebihan
Pada
tahun 2008, harga minyak telah mencapai puncaknya pada angka $150 per barel.
Namun, sejak Amerika Serikat merebut posisi produsen eksportir terbesar, harga
minyak menjadi rusak dan turun secara terus menerus. Adapaun peningkatan hanya
sedikit saja. Amerika Serikat menguasai pasar minyak bumi mencapai presentase
kisaran 65% daripada OPEC atau negara eksportir minyak yang terdiri dari Iran,
Irak, Kuwait, Saudi Arabia, Venezuela, Qatar, Libya, Uni Emirat Arab, Aljazair,
Nigeria, Gabon, dan Angola ).
Amerika
Serikat ini menyebabkan kelebihan pasokan minyak dunia dan membanjiri pasokan
akibat adanya revolusi energi seperti teknologi pengeboran fracking dan
horizontal drilling yang dilakukan Amerika Serikat di Texas, Alaska. Keadaan
seperti ini harusnya para negara yang tergabung dalam OPEC mengurangi sedikit
pasokannya, namun mereka justru sebaliknya. Arab Saudi selaku pemimpin justru
terus menambah pasokan minyak bumui dengan alasan takut kehilangan pangsa pasar
yang selama ini telah mereka kendalikan. Sehingga pasokan minyak jadi melimpah
dan terus membanjiri dunia. Itulah sebabnya mengapa harga minyak turun secara
terus – menerus.
2.
Pasokan Shale gas
dari AS terus naik
Menurut
hipotesis atau teori mengenai sumber daya alam, minyak adalah salah satu sumber
daya alam yang termasuk kategori tidak dapat diperbaharui. Akan tetapi harga
minyak yang seharusnya terus meningkat justru malah menurun secara drastis.
Harga minyak akan kembali meningkat secara perlahan atau drastis hanya jika
perusahaan minyak bumi di Amerika Serikat ada yang mengalami kebangkrutan atau
kehabisan stok minyak bumi. Akan tetapi, belum ada teknologi yang menemukan
berapa jumlah minyak bumi yang ada di amerika serikat secara pasti. Sehingga
ngara-negara yang tergabung dlaam OPEC hanya dapat menunggu fluktuasi harga
minyak yg membaik dengan kebbijakan – kebijakan tertentu.
3.
Permintaan Menurun
Ketika
negara – negara maju mengalami perlambatan ekonomi , maka dampaknya juga akan
dirasakan oleh negara – negara berkembang. Perekonomian mereka juga akan ikut
melemah karena mereka bergantung kepada negara maju. Pada saat ini, Amerika
Serikat sedang melakukan penarikan jumlah uang dollar yang tersebar diseluruh
negara dengan menaikkan tingkat suku bunga. Dan
China sedang mengalami kelesusan dalam perekonomiannya. Amerika Serikat
juga membatasi permitaan minyak, sehingga permintaan terus menurun akan tetapi
pasokan yang diberika banyak. Sehingga menyebabkan kondisi harga minyak
menurun.
4.
Ekonomi China
sedang Lesu
China
adalah salah satu negara maju yang menjadi acuan bagi negara – negara lain
terutama negara berkembang. Masalah – masalah yang terjadi di China juga
menyebabkan masalah pada negara – negara lainnya. Perekonomian China saat ini
sedang melambat yang dampaknya menyebabkan penurunan harga komoditas dunia juga
ikut menurun. Hal tersebut juga sangat memicu turunnya harga minyak bumi.
5.
Kenaikan nilai
dolar Amerika Serikat
Dolar
Amerika Serikat telah menjadi mata uang acuan dunia. Naik turunnya nilai dolar
menyebabkan perekonomian global juga ikut berfluktuatif. Seperti yang terjadi
saat ini, Amerika sedang mengalami krisis yang menyebabkan pembatasan penawaran
mata uang dolar sehingga dolar menjadi sangat mahal. Akan tetapi China juga
mempengaruhi hal tersebut. Pelemahan perekomomian china menyebabkan tekanan
pada harga minyak di dunia. Sehingga kedua negara tersebut saling berpengaruh
terhadap harga minyak bumi.
6.
Iran bakal
membanjiri dunia dengan minyak
Menurut
CNNMoney , beberapa waktut lalu nuklir Iran telah melakukan kesepakatan dengan
negara - negara barat untuk membuat pasar dunia dibanjiri oleh minyak. Bahkan
menurut CNNMoney ada tanda – tanda bahwa Iran sedang menimbun minyak saat ini
yang nantinya akan disebar ke seluruh pasar dan merusak harga minyak bumi. Ada kemungkinan penurunan
kembali terhadap harga minyak nantinya.
Ketidakpastian tersebut yang menyebabkan para investor
ragu menginvestasikan uangnya ke sektor ini. Karena mereka takut harga akan
terus menurun seiring berjalannya waktu. Para konsumen pun harus pandai menbaca
kondisi yang demikian. Ketika harga minyak turun maka para konsumen harus pandai
memnfaatkan kondisi ini. Penambahan stok harga minyak yang murah akan
mengurangi harga biaya produksi. Pengurangan harga biaya produksi ini
seharusnya meningkatkan produktifitas. Yang hasilnya nanti akan menambah atau
meningkatkan pendapatan PDB negara dan menyebabkan eningkatan pertumbuhan
ekonomi suau negara.






0 komentar:
Posting Komentar