MUNGKINKAH
INDONESIA MENCAPAI FULL EMPLOYMENT?
Indonesia
digolongkan sebagai Negara berkembang, tentunya banyak sekali kriteria yang
ditinjau dari penggolongan suatu Negara menjadi Negara maju atau Negara
berkembang. Salah satu aspek yang paling utama dalam penggolongan suatu Negara
menjadi Negara maju atau berkembang adalah aspek perekonomian. Aspek
perekonomian menggambarkan secara garis besar keadaan suatu Negara, karena
keadaan perekonomian merupakan suatu indikator yang tepat dalam penentuan suatu
Negara menjadi Negara maju atau berkembang. Jika Indonesia sendiri digolongkan
ke dalam Negara berkembang, tentunya hal tersebut menggambarkan keadaan
perekonomian Indonesia belum cukup kriterianya jika harus dikategorikan sebagai
Negara maju.
Keadaan
perekonomian suatu Negara sebenarnya juga memiliki banyak sekali indikator yang
dijadikan patokan untuk penentuan perekonomian suatu Negara baik atau tidak.
Salah satu indikator tersebut adalah jumlah pengangguran di suatu Negara.
Jumlah pengangguran dirasa bisa menjadi indikator yang cukup penting dalam
menggambarkan keadaan perekonomian suatu Negara. Karena jika tingkat
pengangguran tinggi, maka roda perekonomian akan bergerak lamban. Tentunya
setiap Negara menginginkan roda perekonomian yang bergerak cepat dan efektif
dengan ekspektasi memperoleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Di Indonesia
sendiri tingkat penganggurannya cukup tinggi, dan penyebab dari hal tersebut
sangat beragam. Salah satunya adalah tingkat penawaran tenaga kerja di
Indonesia yang masih belum bisa mengimbangi permintaan akan tenaga yang tinggi.
Seperti yang kita tahu, penduduk Indonesia jumlahnya yang mencapai sekitar 250
juta jiwa. Jumlah tersebut tentunya sangatlah besar. Sedangkan jumlah penduduk
yang sangat banyak tidak diimbangi dengan perekonomian yang memadai. Dalam hal
penyediaan penawaran tenaga kerja, Indonesia masih mengalami kesulitan untuk
mengimbangi permintaan yang ada.
Di Indonesia
sektor yang menjadi unggulan dalam menyumbang stabilisasi perekonomian masih
belum sepenuhnya tercakup pada sektor industri, dimana sektor industri
merupakan sektor yang paling besar menyumbang penawaran tenaga kerja di
Indonesia. Karena setiap industri, terutama industri dengan skala besar banyak
menyumbang penawaran tenaga kerja yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan
sektor lain. Karena tentunya fakor produksi dari industri dengan skala besar
tentu nilainya sangat besar pula. Dimana yang kita tahu bahwa faktor produksi
berupa modal dan tenaga kerja, sesuai dengan fungsi produksi.
Sedangkan sektor
industri di Indonesia masih belum bisa diandalkan dalam menopang perekonomian
Negaranya. Hal tersebut dikarenakan banyak sebab, salah satunya adalah industri
di Indonesia jumlahnya masih belum begitu banyak terutama industri dengan skala
besar. Industri dengan skala besar di Indonesia masih belum bisa menyerap
kelebihan tenaga kerja yang ada pada pasar tenaga kerja yang ada di Indonesia.
Dan kelebihan tenaga kerja tadi akan membuat tingkat pengangguran di Indonesia
nilainya cukup tinggi dan belum bisa diatasi secara tuntas oleh pemerintah.
Hal lain yang menjadi
penyebab Indonesia masih belum bisa mengandalkan sektor industri adalah karena
beberapa dari industri berskala besar yang ada di Indonesia kepemilikannya
masih dikuasi oleh asing. Industri pertambangan misalnya, dimana Indonesia
memiliki sumber-sumber tambang yang sangat melimpah namun Indonesia sendiri
masih belum bisa mengoptimalkan diri untuk mengelola sumber-sumber tambang yang
ada. Karena teknologi yang dimiliki oleh Indonesia masih sangat rendah jika
dibandingkan dengan Negara maju lainnya. Selain itu, kualitas dari SDM (Sumber
Daya Manusia) di Indonesia yang masih rendah dan belum bisa mengolah
sumber-sumber tambang yang ada. Kedua faktor tersebut, rendahnya teknologi dan
sumber daya manusia, membuat Indonesia hanya bisa pasrah jika sumber-sumber
tambang yang seharusnya menjadi komditas andalan justru dikelola oleh asing.
Hambatan lain yang dihadapi yaitu masalah permodalan, dimana devisa yang
dimiliki oleh Indonesia masih rendah dan harus dialokasikan untuk berbagai
kebutuhan. Sebenarnya, jika Indonesia memiliki devisa yang banyak namun masih
rendah kualitas sumber daya manusia dan juga teknologi untuk mengelola sumber
tambang, Indonesia bisa saja membeli teknologi sumber daya manusia dari Negara
lain. Namun hal tersebut belum memungkinkan untuk dilakukan karena devisa
Indonesia masih belum memadai.
Terlepas dari
kurangnya penawaran tenaga kerja yang ada di Indonesia, sebenarnya kuliatas
dari sumber daya manusia yang ada di Indonesia juga menyebabkan banyaknya
jumlah pengangguran di Indonesia. Rendahnya kualitas sumber daya manusia
tersebut dikarenakan masih rendahnya kualitas pendidikan yang dimiliki oleh
masing-masing individu. Kualitas pendidikan yang rendah tersebut dikarenakan
banyak masyarakat tidak mampu yang belum bisa membiayai biaya pendidikan
anak-anak mereka, karena untuk kebutuhan makan sehari-hari saja masih
pas-pasan. Padahal, pemerintah sudah mengupayakan banyak hal untuk menuntaskan
masalah tersebut. Salah satunya adalah dengan subsidi pendidikan berupa dana
BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk menuntaskan wajib belajar. Selain itu, banyak
juga beasiswa bagi siswa yang berprestasi dengan tujuan untuk membentuk sumber
daya manusia yang berkualitas. Namun, usaha-usaha yang telah dilakukan
pemerintah tersebut belum bisa direspon secara positif oleh masyarakat
dikarenakan kurang kesadaran dari masyarakat sendiri untuk menempuh pendidikan
untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Masyarakat masih banyak
yang menganggap bahwa pendidikan belum memiliki dampak yang signifkan dalam
kehidupannya.
Selain itu,
pemerintah juga telah berupaya untuk memeperbaiki kualitas sumber daya manusia
yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah dengan cara memberikan pelatihan
kepada masyarakat untuk mengembangkan kemampuan mereka, khususnya keterampilan
dalam bekerja. Sasaran dari pelatihan yang diprogram oleh pemerintah bertujuan
agar masyarakat menjadi lebih terampil sehingga mereka bisa membuat usaha
sendiri untuk menopang kehidupannya. Usaha yang dimaksud seperti misalnya
mengembangkan home industry untuk
menopang perekonomian mereka sendiri. Ketika masyarkat mampu menyalurkan
keterampilan yang dimiliknya maka secara tidak langsung mereka juga telah
mengurangi tingkat pengangguran yang ada. Mereka bisa mengembangkan home industry, dengan meminjam modal
yang juga telah disediakan oleh pemerintah melalui program kredit umkm, jika
mereka belum mempunyai modal yang cukup untuk membuka home industry. Karena sebenarnya pemerintah sendiri sudah melakukan
berbagai upaya dalam menanggapi banyaknya jumlah pengangguran yang ada di
Indonesia. Namun, upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah tersebut
masih belum bisa direspon sepenuhnya oleh masyarakat sehingga belum sepenuhnya
bisa terealisasi.
Maka dari itu,
untuk mencapai kategori full employment
Indonesia sendiri masih sangat jauh dari kriteria. Dikarenakan masih banyaknya
jumlah pengangguran yang ada di Indonesia dan sulitnya untuk menangani masalah
pengangguran itu sendiri. Maka dari itu masih sangat diperlukan upaya-upaya
lain yang lebih bisa mendukung upaya-upaya sebelumnya yang telah dilakukan
pemerintah. Selain itu, dari pribadi masyarakat sendiri juga harus dikondisikan
agar mau dan mampu menanggapi upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah.
Karena upaya-upaya tersebut tentunya telah memakan banyak biaya dan tenaga
dalam pelaksaannya, demi meminimalisir jumlah pengangguran yang ada di
Indonesia. Mungkin jika harus berorientasi pada full employment Indonesia masih belum mampu, namun upaya awal yang
perlu dilakukan adalah dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusia terlebih
dahulu karena kualitas tersebut sangat diperlukan oleh masing-masing individu
dalam mencari lapangan pekerjaan ataupun dengan menciptakan lapangan pekerjaan
bagi diri mereka sendiri yang salah satunya dengan mendirikan home industry itu tadi.






0 komentar:
Posting Komentar