Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

Pergerakan Siklus Bisnis Mempengaruhi Permintaan Investasi Portofolio



Pergerakan Siklus Bisnis Mempengaruhi Permintaan Investasi Portofolio
Siklus bisnis berupa sebuah keadan ekonomi yang terdiri dari proses masa boom, resesi, palung/ bottom, dan bottom. Siklus bisnis menggambarkan keadaan ekonomi yang terjadi dan dapat menjadi acuan benuk kebijkan apa yang akan di buat.  Siklus bisnis di Indonesia menurut konsultan properti internasional Jones Lang Lasalle (JLL) menyatakan siklus bisnis di Indonesia sesuai dengan siklus bisnis pemilu yang berlangsung pada lima tahun sekali. Pemuli yang berlangsung di Indonesia pada lima tahun sekali memberikan dampak yang beragam di samping sebagai pesta demikrasi. Dampak dari pemilu dalam bidang perekonomian adalah dengan meningkatnya pemrintaan kaos, baliho pamflet, kalender dan masih banyak lagi properti yang digunakan berkampanye membuat para pengusaha dibidang tersebut mendapatkan tambahan order yang banyak sehingga menambah produksi mereka, dalam bidang sosial pemilu sebagai pesta rakyat untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Todd Lauchlan mengatakan bahwa sektor properti di Indonesia pada tahun 2013 memiliki kemiripan dengan apa yang terjadi pada tahun 2008 atau setahun sebelum pemilu  2009. Pada tahun 2013 sektor properti di Indonesia mengalami perlambatan diakibatkan para investor masih wait and see karena pada tahun itu keadaan perekonomomian belum pasti sehingga pada saat itu sektor properti mengalami penurunan namun setelah pemilu mengalami kenaikan ini disebabkan karena sudah adanya kepastian dari kepemerintahaan, yang menyakinkan para investor. Perlambatan yang terjadi pada sektor properti ini dibenarkan oleh berbagai pihak sebagai akibat dari pemilu yang akan berlangsung  tahun depan.
Perlambatan yang terjadi dilihat para ekonom sebagai hal yang bagus karena pada setahun terakhir diperkirakan laju ekonomi terlalu panas sehingga perlu pengerem untuk meredam laju ekonomi yang panas. Apabila laju pertumbuhan ekonomi suatu negara terlalu cepat atau deras maka akan menyebabkan ketidak seimbnagn antara pertumbuhan dan pembangunan. Ketika suatu laju ekonomi terlalu cepat dalam kacamata makro dapat mengakibatkan jarak antara orang kaya dan miskin menjadi tinggi dan mengakibatkan pemerataan pendapatan tidak tercapai, maka dari itu dibutuhkan sebuah kebijaka untuk mengerem laju ekonomi dan memperlambat perekonomian. Ini terkait dengan siklus bisnis pada saat laju perekonomian panas maka posisi dalam siklus bisnis berada pada masa boom untuk meredamkan itu maka di buat resesi namun dengan batasan-batasan tertentu ini dilakukan agar perekonomian tidak terjadi diluar kendali untuk memperlambat kaju perekonomian dapat dilakukan dengan kebijakan kontraktif. Pertumbuhan sektor industri yang melambaat diperkirakan akan berlangsung selama triwulan kedepa menunggu keadaan pemilu yang lebih tenang. Todd mengatakan kondisi ekonomi dan sosial politik menjelang pelaksanaan pemilu diperkirakan membuat dinamika bisnis properti akan sedit mereda.
Investasi merupakan salah satu menyalurkan dana yan berlebih yang dimiliki individu maupun kelompok yang dengan tujuan untuk mendapatkan retrun. Dalam pandangan makro investasi sangat penting untuk membangun pertumbuhan negara. Dana dari investasi ini dapat digunakan untuk pengembangan dan pembiayaan suatu proyek. Sebagai negara berkembang Foreign Direct Investement (FDI) sangat diperlukan untuk membiayai pembangunan meningkatkan produktifitas. Pertengahan tahun 2015 Bank Indonesia mencatat adanya penurunan aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan Indonesia pada akhir agustus tercatat investasi asing mencapai US$3,4 miliar, angka tersebut tercatat menurun dibandingkan dengan juni 2015 aliran dana investasi portofiolio yang masuk sebesar US$6,3 miliar. Penurunan investasi potofolio antara bulan agustus ke juni hampir setengahnya merupkan penurunan yang cukup besar, penurunan ini disebabkan karena ketidakpastian pasar keuangan yang dipengaruhi oleh perekonomian global pada tahun 2015 merupakan tahun diman negara-negara maju di eropa mengalami gunjangan ekonomi. Namun menurut Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta meskipun aliran modal masuk asing mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global, secara akumulatif aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan Indonesia hingga agustus 2015 mencapai US$3,4 miliar.  Neraca perdagangan pada bulan agusus 2015 mencatat surplus, neraca perdagangan tercatat senilai US$0,43$ lebih rendah daru bulan sebelumnya. Peneuruna pada investasi portofolio dan neraca perdagangan mengidentasikan bahwa perekonomian di Indonesia kurang menarik bagi para pelaku usaha, namun banyak faktor yang terjadi perekonomian global juga mempengaruhi banyak pada perekonomian di Indonesia. Penurunan surplus neraca perdagangan ini dikarenakan adanya peningkatan impor nonmigas, khususnya pada mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik dan besi baja. Peningkatan pada impor pada peralatan produksi menandakan adanya peningkatan produksi. Peningkatan produksi mengsyatkan bahwa kedepanya akan meningkatkan kegiatan ekonomi.
Menurunya angka investasi portofolio pada bulan Agustus dipicu karena terjadi tekanan pasar keuangan global dan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus meskipun mengalami penurunan atas bulan sebelumnya ini diakibatkan menigkatnya impor non migas .

Awal tahun 2016 merupakan awal yang baik bagi perekonomian Indonesia karena setelah mengalami krisis dalam depresiasi rupiah terghadap dollar yang  hampir mencapai 15.000 di tahun awal tahun 2016 harga minyak turun sangat tajam mencapai angka $27/barrel  dan inflasi di Indonesia yang rendah pada januar dan sempat mengalami deflasi pada bulan februari. Penurunan harga minyak bumi membuat para investor melirik investasi di bidang lain, PT Aberdeen Asset Managaement memilih portofolio investasi sebagai tujuan investasi mereka di tahun 2016. Portofolio Investasi adalah komitmen untuk mengikatkan aset surat berharga, surat berharga ini beragam mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah, dengan jenis yang beragam pula mudali dari surat piutang atar pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future contoh menabung di bank, membeli saham, obligasi, tau reksadana (fininsial.bisnis). Portofolio investasi merupaka salah satu pilihan investor untuk menginvestasikan kelebihan dana mereka dan untuk mendapatkan return yang mereka inginkan.
            Setelah mengalami peristiwa ekonomi  yang membuat panik para investor, perekonnomian diIndonesia masih belum pulih seutuhnya dan masih mencari kebijakan yang tepat yang sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini. Pada akhir tahun 2015 pemerintah Indonesia khususnya pada kepemimpinan presiden Jokowi membuat kebijakan dengan menerbitkan paket-paket kebijakan ekonomi yang dimana nantinya akan meningkatkan dan menompang perekonomian di Indonesia untuk jangka panjang. Beberpa kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah mengarah pada ekspansi ekonomi karena pada saat ini yang dibutuhkan Indonesia adalah dana untuk pembangunan yang dimana nantinya akan meningkatkan arus perekonomian, salah satunya yang  menjadi fokus utama pemerintah adalah pelonggaran kebijakan dalam bidang perpajakan. Pajak merupakan penerimaan terbesar di Indonesia namun masih banyak perusahaan dan wajib pajak belum sadar akan kewajibanya sehingga untuk menarik para pengusaha yang belum mendaftarkan perusahaan untuk urusan perpajakan pemerintah memberikan keringan dalah pajak yang berupa tax ammnesti atau pengampunan pajak dan untuk perdagangan dihapuskan pajak berganda, dan untuk para penunggak pajak di berlakukan revaluasi asset yang diberikan potongan-potongan apabila membayar pajak mereka pada akhir tahun 2015 sampai dengan akhir tahun 2016. Depresiasi nilai rupiah terhadap dollar yan terjadi pada tahun berdampak buruk bagi perekonomian di Indonesia penurunan yang mencapai 13%  menyebabkan berbagai sektor perekonomian maupun sosial tertanggu. Karena nilai tukar yang terdepreasi pada tahun lalu menurut PT Aberdeen Asset Management Indonesia Bharat Joshi menurutnya pasaar modal di Indonesia mengalami jenuh jual.
Selain terderesiasinya nilai rupiah akhir tahun 2015 sampai dengan 2016 membuat harga komooditas Indonesia tertekan dan kredit juga melambat. Saat nilai tukar terdpresiasi yang seharusnya terjadi adalah ekspor meningkat dan impor menurun, namun yang terjadi pada saat itu adalah ekspor Indonesia dalam keadaan stagnan impor juga tidak turun karena Indonesia merupakan salah saru pengimpor bahan pokok sehingga walaupun nilai impor tinggi harus tetap mengimpor untuk memenuhi kebutuhan didalam negeri. Stagnasi ekspor terjadi karena sebagian dari produk yang di ekspor bahan baku berasal dari impor sehingga nilai tukar rupiah yaang terdepresiasi tidak dapat mendongkrak nilai ekspor di Indonesia. Pemerintah harus bergerak cepat mengatasi masalah ini karena apabila di biarkan akan berdampak pada bidang lain selain ekonomi, yang dilakukan pemerintah pada saat itu asalah dengan meningkakan belanja pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Belanaja pemerintah dapat berupa dengan meningkatkan ekonomi masyarakat dalam bentuk menambah gajij sehingga konsumsi dapat meningakat dan prosuksi dapat berjalan dengan lancar, penyaluran dana ke  daerah untuk memperkuat perekonomian daerah belanja tanah dan pembayaran utang, utang pemerintah dalam bentuk SUN atau obligasi pemerintah sehingga jumlah uang yang beredar meningkat, namun peningkatan belanja pemerintah ini tidak sesuai dengan yang diharapkan karena tidak dapat memberhentikan perlambatan ekonomi karena produsen banyak yang tidak dapat menambah kapasitas produksinya. Pada saat yang sama terjadi perlambatan kredit yang juga mempengaruhi perekonomian Indonesia,  penurunan kredit terjadi karena iklim investasi di Indonesia menurun dan sebab utama kredit yang menurun adalah kondisi ekonomi yang kurang stabil sehingga para pengusaha menunda untuk memperluas usahanya.
            Awal tahun 2016 merupakan awal yang baik karena perekonomian Indonesia berangsur-angsur membaik ditujukan nilai tukar rupiah yang semakin membaik atau terapresiasi walaupun keadaanya masih tinggi disekiatar 13.000 dan inflasi yang rendah. Semakin membaikanya perekonomian Indonesia membuat pasar modal di Insonesia kembali diminati oleh para investor dengan berbagai valuasi sahamnya yang sudah murah. Fokus pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, infrasturktur ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas perekonomian di daerah maupun memperlanjar mobilitas perekonomian di kota. Infrastur yang menjadi fokus pemerintah adalah pembangunan jalan dan jembatan yang menghungkan antar daerah target dari pembangunan infrastruktur ini adalah daerah-daerah yang tertinggal sehingga akses untuk ppenyaluran bahan pokok dan bahan dasar dapat lancar memnbua biaya transportasi yang murah sehingga harga dapat lebih murah. Dari terjangkaunya daerah daaerah tertinggal tujuan utamannya adalah pemerataan pembangunan yang dapat meningkatkan pertumbuhan daerah sehingga menambah PDB nasional, program ini sudah dilakukan oleh pememrintah sejak awal tahun 2016. Penurunan harga minyak juga memberikan dampak yang positif terhadap rencana pemerintah dalam menggenjot pembangunan infrastuktur, dari penurunan minyak ini alokasi dana yang biasaya besar dalam impor minyak dapat dialihkan untuk alokasi pembangunan infrastruktur. Beberpa tahun sebelumnya harga minyak pernah mencapai $150/barrel yang menyebabkan pembengkakan pada APBN. Pembangunan Infrasturktur diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan dapat tercapai dan memanfaat moment penurunan harga minyak sebaik-baiknya. Seperti yang dikatakan oleh bharat, harga minyak dunia sudah mmurah ini dapat membuat pemerintah Indonesia mengalihakan anggaranya untuk mengenjot proyek infrasruktur.
Namun tak selamanya penurunan harga minyak dapat berdampak positif apabila tidak di imbangi maka akan mengakibatkan penurunan pendapatan negara, agar penurunan harga minyak yang tajam tidak menganggu perekonomian maka yang dilakukan adalah dengan mengundang investor asing atau foreign direct investment (FDI). Untuk mereleasisasikan maka PT Aberdeen Asset Management memilih sektor saham yang dipilih antara lain sektor sahan bank, barang konsumsi, telekomunikasi, dan semen. Pilihan ini di atas dasarkan karena pada sektor barang konsumsi merupakan bahan pokok walupun sempat menglami penurunan sektor ini masih menjanjikan, pada sektor telekomunikasi, mengingat kenikan penggunaan ponsel dan dibarengi dengan naiknya permintaan akan data membuat sektor ini semakin menjanjikan dan pada sektor semen ini terjadi karena kebijakan pemerintah yang memfokuskan pada pembangunan infrastruktur yang dimana akan berdampak pada perusahaan semen karena merupaka bahan dasar untuk membangun, PT Arberdeen Asset Management memilih sektor industri yang memiliki fundamental perusahaan yang kuat dan kas besar.  Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). PT Ace Hardware Tbk (ACES), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk ( ISAT). Pada sektor semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Saham-saham tersebut merupaka investasi portofolio yang dapat dipilih pada tahun 2016.
           

0 komentar:

Posting Komentar