Pergerakan
Siklus Bisnis Mempengaruhi Permintaan Investasi Portofolio
Siklus
bisnis berupa sebuah keadan ekonomi yang terdiri dari proses masa boom, resesi,
palung/ bottom, dan bottom. Siklus bisnis menggambarkan keadaan ekonomi yang
terjadi dan dapat menjadi acuan benuk kebijkan apa yang akan di buat. Siklus bisnis di Indonesia menurut konsultan
properti internasional Jones Lang Lasalle (JLL) menyatakan siklus bisnis di
Indonesia sesuai dengan siklus bisnis pemilu yang berlangsung pada lima tahun
sekali. Pemuli yang berlangsung di Indonesia pada lima tahun sekali memberikan
dampak yang beragam di samping sebagai pesta demikrasi. Dampak dari pemilu
dalam bidang perekonomian adalah dengan meningkatnya pemrintaan kaos, baliho
pamflet, kalender dan masih banyak lagi properti yang digunakan berkampanye
membuat para pengusaha dibidang tersebut mendapatkan tambahan order yang banyak
sehingga menambah produksi mereka, dalam bidang sosial pemilu sebagai pesta
rakyat untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Todd
Lauchlan mengatakan bahwa sektor properti di Indonesia pada tahun 2013 memiliki
kemiripan dengan apa yang terjadi pada tahun 2008 atau setahun sebelum
pemilu 2009. Pada tahun 2013 sektor
properti di Indonesia mengalami perlambatan diakibatkan para investor masih wait and see karena pada tahun itu
keadaan perekonomomian belum pasti sehingga pada saat itu sektor properti
mengalami penurunan namun setelah pemilu mengalami kenaikan ini disebabkan
karena sudah adanya kepastian dari kepemerintahaan, yang menyakinkan para
investor. Perlambatan yang terjadi pada sektor properti ini dibenarkan oleh
berbagai pihak sebagai akibat dari pemilu yang akan berlangsung tahun depan.
Perlambatan
yang terjadi dilihat para ekonom sebagai hal yang bagus karena pada setahun
terakhir diperkirakan laju ekonomi terlalu panas sehingga perlu pengerem untuk
meredam laju ekonomi yang panas. Apabila laju pertumbuhan ekonomi suatu negara
terlalu cepat atau deras maka akan menyebabkan ketidak seimbnagn antara
pertumbuhan dan pembangunan. Ketika suatu laju ekonomi terlalu cepat dalam
kacamata makro dapat mengakibatkan jarak antara orang kaya dan miskin menjadi
tinggi dan mengakibatkan pemerataan pendapatan tidak tercapai, maka dari itu
dibutuhkan sebuah kebijaka untuk mengerem laju ekonomi dan memperlambat
perekonomian. Ini terkait dengan siklus bisnis pada saat laju perekonomian
panas maka posisi dalam siklus bisnis berada pada masa boom untuk meredamkan
itu maka di buat resesi namun dengan batasan-batasan tertentu ini dilakukan
agar perekonomian tidak terjadi diluar kendali untuk memperlambat kaju
perekonomian dapat dilakukan dengan kebijakan kontraktif. Pertumbuhan sektor
industri yang melambaat diperkirakan akan berlangsung selama triwulan kedepa
menunggu keadaan pemilu yang lebih tenang. Todd mengatakan kondisi ekonomi dan
sosial politik menjelang pelaksanaan pemilu diperkirakan membuat dinamika
bisnis properti akan sedit mereda.
Investasi
merupakan salah satu menyalurkan dana yan berlebih yang dimiliki individu
maupun kelompok yang dengan tujuan untuk mendapatkan retrun. Dalam pandangan
makro investasi sangat penting untuk membangun pertumbuhan negara. Dana dari
investasi ini dapat digunakan untuk pengembangan dan pembiayaan suatu proyek.
Sebagai negara berkembang Foreign Direct Investement (FDI) sangat diperlukan
untuk membiayai pembangunan meningkatkan produktifitas. Pertengahan tahun 2015
Bank Indonesia mencatat adanya penurunan aliran masuk portofolio asing ke pasar
keuangan Indonesia pada akhir agustus tercatat investasi asing mencapai US$3,4
miliar, angka tersebut tercatat menurun dibandingkan dengan juni 2015 aliran
dana investasi portofiolio yang masuk sebesar US$6,3 miliar. Penurunan
investasi potofolio antara bulan agustus ke juni hampir setengahnya merupkan
penurunan yang cukup besar, penurunan ini disebabkan karena ketidakpastian
pasar keuangan yang dipengaruhi oleh perekonomian global pada tahun 2015
merupakan tahun diman negara-negara maju di eropa mengalami gunjangan ekonomi.
Namun menurut Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta meskipun
aliran modal masuk asing mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian
di pasar keuangan global, secara akumulatif aliran masuk portofolio asing ke
pasar keuangan Indonesia hingga agustus 2015 mencapai US$3,4 miliar. Neraca perdagangan pada bulan agusus 2015
mencatat surplus, neraca perdagangan tercatat senilai US$0,43$ lebih rendah
daru bulan sebelumnya. Peneuruna pada investasi portofolio dan neraca
perdagangan mengidentasikan bahwa perekonomian di Indonesia kurang menarik bagi
para pelaku usaha, namun banyak faktor yang terjadi perekonomian global juga
mempengaruhi banyak pada perekonomian di Indonesia. Penurunan surplus neraca
perdagangan ini dikarenakan adanya peningkatan impor nonmigas, khususnya pada
mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik dan besi baja.
Peningkatan pada impor pada peralatan produksi menandakan adanya peningkatan
produksi. Peningkatan produksi mengsyatkan bahwa kedepanya akan meningkatkan
kegiatan ekonomi.
Menurunya
angka investasi portofolio pada bulan Agustus dipicu karena terjadi tekanan
pasar keuangan global dan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus
meskipun mengalami penurunan atas bulan sebelumnya ini diakibatkan menigkatnya
impor non migas .
Awal
tahun 2016 merupakan awal yang baik bagi perekonomian Indonesia karena setelah
mengalami krisis dalam depresiasi rupiah terghadap dollar yang hampir mencapai 15.000 di tahun awal tahun
2016 harga minyak turun sangat tajam mencapai angka $27/barrel dan inflasi di Indonesia yang rendah pada
januar dan sempat mengalami deflasi pada bulan februari. Penurunan harga minyak
bumi membuat para investor melirik investasi di bidang lain, PT Aberdeen Asset
Managaement memilih portofolio investasi sebagai tujuan investasi mereka di
tahun 2016. Portofolio Investasi adalah komitmen untuk mengikatkan aset surat
berharga, surat berharga ini beragam mulai dari individu, perusahaan hingga
pemerintah, dengan jenis yang beragam pula mudali dari surat piutang atar
pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future contoh menabung di bank, membeli
saham, obligasi, tau reksadana (fininsial.bisnis). Portofolio investasi
merupaka salah satu pilihan investor untuk menginvestasikan kelebihan dana
mereka dan untuk mendapatkan return yang mereka inginkan.
Setelah mengalami peristiwa
ekonomi yang membuat panik para
investor, perekonnomian diIndonesia masih belum pulih seutuhnya dan masih
mencari kebijakan yang tepat yang sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini.
Pada akhir tahun 2015 pemerintah Indonesia khususnya pada kepemimpinan presiden
Jokowi membuat kebijakan dengan menerbitkan paket-paket kebijakan ekonomi yang
dimana nantinya akan meningkatkan dan menompang perekonomian di Indonesia untuk
jangka panjang. Beberpa kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah
mengarah pada ekspansi ekonomi karena pada saat ini yang dibutuhkan Indonesia
adalah dana untuk pembangunan yang dimana nantinya akan meningkatkan arus
perekonomian, salah satunya yang menjadi
fokus utama pemerintah adalah pelonggaran kebijakan dalam bidang perpajakan.
Pajak merupakan penerimaan terbesar di Indonesia namun masih banyak perusahaan
dan wajib pajak belum sadar akan kewajibanya sehingga untuk menarik para
pengusaha yang belum mendaftarkan perusahaan untuk urusan perpajakan pemerintah
memberikan keringan dalah pajak yang berupa tax
ammnesti atau pengampunan pajak dan untuk perdagangan dihapuskan pajak
berganda, dan untuk para penunggak pajak di berlakukan revaluasi asset yang
diberikan potongan-potongan apabila membayar pajak mereka pada akhir tahun 2015
sampai dengan akhir tahun 2016. Depresiasi nilai rupiah terhadap dollar yan
terjadi pada tahun berdampak buruk bagi perekonomian di Indonesia penurunan
yang mencapai 13% menyebabkan berbagai
sektor perekonomian maupun sosial tertanggu. Karena nilai tukar yang
terdepreasi pada tahun lalu menurut PT Aberdeen Asset Management Indonesia
Bharat Joshi menurutnya pasaar modal di Indonesia mengalami jenuh jual.
Selain
terderesiasinya nilai rupiah akhir tahun 2015 sampai dengan 2016 membuat harga
komooditas Indonesia tertekan dan kredit juga melambat. Saat nilai tukar
terdpresiasi yang seharusnya terjadi adalah ekspor meningkat dan impor menurun,
namun yang terjadi pada saat itu adalah ekspor Indonesia dalam keadaan stagnan
impor juga tidak turun karena Indonesia merupakan salah saru pengimpor bahan
pokok sehingga walaupun nilai impor tinggi harus tetap mengimpor untuk memenuhi
kebutuhan didalam negeri. Stagnasi ekspor terjadi karena sebagian dari produk
yang di ekspor bahan baku berasal dari impor sehingga nilai tukar rupiah yaang
terdepresiasi tidak dapat mendongkrak nilai ekspor di Indonesia. Pemerintah
harus bergerak cepat mengatasi masalah ini karena apabila di biarkan akan
berdampak pada bidang lain selain ekonomi, yang dilakukan pemerintah pada saat
itu asalah dengan meningkakan belanja pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi. Belanaja pemerintah dapat berupa dengan meningkatkan ekonomi
masyarakat dalam bentuk menambah gajij sehingga konsumsi dapat meningakat dan
prosuksi dapat berjalan dengan lancar, penyaluran dana ke daerah untuk memperkuat perekonomian daerah
belanja tanah dan pembayaran utang, utang pemerintah dalam bentuk SUN atau
obligasi pemerintah sehingga jumlah uang yang beredar meningkat, namun
peningkatan belanja pemerintah ini tidak sesuai dengan yang diharapkan karena
tidak dapat memberhentikan perlambatan ekonomi karena produsen banyak yang
tidak dapat menambah kapasitas produksinya. Pada saat yang sama terjadi
perlambatan kredit yang juga mempengaruhi perekonomian Indonesia, penurunan kredit terjadi karena iklim
investasi di Indonesia menurun dan sebab utama kredit yang menurun adalah
kondisi ekonomi yang kurang stabil sehingga para pengusaha menunda untuk
memperluas usahanya.
Awal tahun 2016 merupakan awal yang
baik karena perekonomian Indonesia berangsur-angsur membaik ditujukan nilai
tukar rupiah yang semakin membaik atau terapresiasi walaupun keadaanya masih
tinggi disekiatar 13.000 dan inflasi yang rendah. Semakin membaikanya
perekonomian Indonesia membuat pasar modal di Insonesia kembali diminati oleh
para investor dengan berbagai valuasi sahamnya yang sudah murah. Fokus
pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, infrasturktur ini diharapkan dapat
meningkatkan mobilitas perekonomian di daerah maupun memperlanjar mobilitas
perekonomian di kota. Infrastur yang menjadi fokus pemerintah adalah
pembangunan jalan dan jembatan yang menghungkan antar daerah target dari
pembangunan infrastruktur ini adalah daerah-daerah yang tertinggal sehingga
akses untuk ppenyaluran bahan pokok dan bahan dasar dapat lancar memnbua biaya
transportasi yang murah sehingga harga dapat lebih murah. Dari terjangkaunya
daerah daaerah tertinggal tujuan utamannya adalah pemerataan pembangunan yang
dapat meningkatkan pertumbuhan daerah sehingga menambah PDB nasional, program
ini sudah dilakukan oleh pememrintah sejak awal tahun 2016. Penurunan harga
minyak juga memberikan dampak yang positif terhadap rencana pemerintah dalam
menggenjot pembangunan infrastuktur, dari penurunan minyak ini alokasi dana
yang biasaya besar dalam impor minyak dapat dialihkan untuk alokasi pembangunan
infrastruktur. Beberpa tahun sebelumnya harga minyak pernah mencapai
$150/barrel yang menyebabkan pembengkakan pada APBN. Pembangunan Infrasturktur
diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan dapat tercapai dan
memanfaat moment penurunan harga minyak sebaik-baiknya. Seperti yang dikatakan
oleh bharat, harga minyak dunia sudah mmurah ini dapat membuat pemerintah
Indonesia mengalihakan anggaranya untuk mengenjot proyek infrasruktur.
Namun
tak selamanya penurunan harga minyak dapat berdampak positif apabila tidak di
imbangi maka akan mengakibatkan penurunan pendapatan negara, agar penurunan
harga minyak yang tajam tidak menganggu perekonomian maka yang dilakukan adalah
dengan mengundang investor asing atau foreign
direct investment (FDI). Untuk mereleasisasikan maka PT Aberdeen Asset
Management memilih sektor saham yang dipilih antara lain sektor sahan bank,
barang konsumsi, telekomunikasi, dan semen. Pilihan ini di atas dasarkan karena
pada sektor barang konsumsi merupakan bahan pokok walupun sempat menglami
penurunan sektor ini masih menjanjikan, pada sektor telekomunikasi, mengingat
kenikan penggunaan ponsel dan dibarengi dengan naiknya permintaan akan data
membuat sektor ini semakin menjanjikan dan pada sektor semen ini terjadi karena
kebijakan pemerintah yang memfokuskan pada pembangunan infrastruktur yang
dimana akan berdampak pada perusahaan semen karena merupaka bahan dasar untuk
membangun, PT Arberdeen Asset Management memilih sektor industri yang memiliki
fundamental perusahaan yang kuat dan kas besar.
Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
PT Ace Hardware Tbk (ACES), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Telekomunikasi Indonesia
Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk ( ISAT). Pada sektor semen PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk (INTP). Saham-saham tersebut merupaka investasi portofolio yang
dapat dipilih pada tahun 2016.






0 komentar:
Posting Komentar