Perkembangan
System Alat Pembayaran Uang
Oleh
Zannatul Maulida
Konsentrasi
Moneter, Ekonomi Pembangunan, Universitas Jember
Pengalaman dari sejarah
mengenai peran penting uang dalam perekonomian , bahwa uang memiliki pengaruh
atau hubungan terhadap variabel makro seperti tingkat
tenaga kerja, pengangguran, output, suku bunga, harga, dan sebagainya. Dalam
suatu system pertukaran atau perdagangan yang semakin berkembang, uang
mempunyai fungsi pokok fundamental dalam
system ekonomi yang digunakan untuk memudahkan melakukan suatu transaksi
pertukaran barang dan jasa.
Transaksi perdagangan
di dalam masyarakat primitif yaitu melalui
media pertukaran barang secara langsung yang disebut dengan barter, hingga saat
ini media pertukaran (barter) masih
dikenal oleh sebagian kalangan di masyarakat. Namun, media pertukaran
(barter) ini sangat tidak efesien dalam
hal efesiensi waktu dan tenaga. Berikut merupakan kekurangan dari media
pertukaran (barter) :
Pertama, di dalam media
pertukaran (barter) tidak terdapat adanya unit pengukuran yang umum untuk
mengukur suatu nilai dari barang dan jasa. Dalam hal semacam ini, ukuran nilai
dari barang dan jasa tidak dapat dinyatakan dalam satu jumlah atau satu aspek,
melainkan dari beberapa jumlah atau aspek lain seperti jenis variasi dan kualitas barang dan jasa.
Maka, untuk menghitung antara laba dan rugi sulit diperhitungkan di dalam media
pertukaran (barter).
Kedua, media pertukaran
(barter) sering menggambarkan ketidaksesuaian minat atau keinginan dari kedua
pihak. Secara sederhana, jarang sekali terjadi dalam transaksi pertukaran
(barter) pemilik suatu barang atau jasa bertemu dengan mudah dengan orang yang
menginginkan barang tersebut. Contonhnya, ada seorang petani yang memiliki
seekor sapi betina dan ingin menukarkan sapi betina tersebut dengan pedati roda
dua, untuk menemukan seseorang yang memiliki pedati yang diinginkan oleh petani
tadi, tentunya merupakan suatu proses yang memakan waktu, itupun jika ada orang
yang mau menukarkan. Terdapat kemungkinan petani dengan terpaksa menerima suatu
barang yang kurang diinginkannya dan merasa tidak puas atau petani harus melalui
berbagai transaksi barter supaya petani tadi mendapatkan pedati roda dua yang
diinginkan.
Ketiga, tidak adanya
catatan kontrak yang perlukan untuk pembayaran-pembayaran dimasa depan. Kontrak
yang melibatkan pembayaran di masa depan merupakan suatu bagian dari pertukaran
ekonomi. Dalam media pertukaran (barter), pembayaran di masa depan dinyatakan
dalam bentuk barang dan jasa. Hal ini, mungkin akan menimbulkan tiga kesulitan
diantaranya menyebabkan pertentangan mengenai kualitas barang dan jasa yang
dibayar kembali di massa depan, pihak yang berkaitan akan sulit mencapai suatu
persetujuan mengenai komoditi yang akan dipakai untuk pembayaran di masa depan,
masing-masing pihak akan menanggung resiko apabila komoditi yang akan dibayar
nilainya akan naik atau turun selama masa kontrak.
Keempat, tidak adanya
cara atau metode untuk menyimpan daya beli yang bersifat umum, seseorang dapat
menyimpan daya beli untuk dipergunakan di masa depan hanya dengan menyimpan
komoditi. Komoditi yang disimpan mungkin mengalami penurunan atau peningkatan
nilainya. Jadi dapat di simpulkan bahwa media pertukaran (barter) tidak efesien
dalam hal waktu dan tenaga. Oleh sebab itu, jalan keluar dari media pertukaran (barter)
ini dengan menciptakan uang.
Uang merupakan bagian
yang sangat penting dari mekanisme pertukaran modern. Kita dapat menyatakan
bahwa tujuan dari uang di dalam perekonomian yaitu memudahkan transaksi
perdagangan dengan efesiensi biaya yang rendah untuk mencapai tingkat optimum
dan diikuti dengan meningkatnya tingkat produktifitas. Fungsi pokok uang : (1)
sebagai satuan nilai, (2) sebagai alat tukar, (3) sebagai standar pembayaran
yang tertunda, (4) sebagai alat penimbun kekayaan. Berikut merupakan penjabaran
dari keempat fungsi pokok uang.
(1) Uang
sebagai satuan nilai
Sebutan
yang paling umum digunakan dari fungsi uang pertama yaitu sebagai satuan nilai
(unit of value) , standar nilai (standar of value), satuan hitung (unit of account). Satuan standar moneter
dapat dinyatakan sebagai suatu satuan harga (price). Karena satuan moneter
berfungsi sebagai satuan nilai dari barang-barang dan jasa-jasa yang diukur dan
dinyatakan. Satuan moneter dikembangkan seperti dollar, pound sterling, franc,
peso atau rupiah. Maka, nilai dari setiapa barang dan jasa dapat dinyatakan.
Supaya kita lebih mudah untuk memahami apa itu satuan moneter, misal, kita
dapat menyatakan nilai dari baju itu Rp. 5000, harga daging ayam Rp. 3000 per
kilo dan lain sebagainya. Jadi, nilai dari suatu barang dan jasa diukur dan
dinyatakan dalam unit moneter.
Dengan
menggunakan fungsi uang sebagai satuan nilai, hal ini dapat mempermudah kita
dalam pengukuran nilai dari barang dan jasa yang dinyatakan dalam unit satuan
moneter di dalam kegiatan perdagangan atau pertukaran barang-barang atau
jasa-jasa.
(2) Uang
sebagai alat tukar
Terdapat
berbagai istilah dari fungsi uang sebagai alat tukar, diantaranya yaitu sebagai
alat tukar (medium exchange), sebagai
perantara pembayaran (medium of payment),
sebagai lat sirkulasi ( medium sirkulasi)dan
sebagai alata pembayaran (means of
payment). Dengan syarat bahwa orang-orang mau menerima uang dalam
pertukaran barang-barang dan jasa-jasa. Jika, dalam suatu kelompok orang sudah
menggunakan mekasisme pertukaran menggunakan uang, maka sekelompok orang
tersebut tidak perlu lagi membuang waktu dan energy seperti dalam media
pertukaran (barter). Dalam hal ini, uang
memberi kemudahan dalam transakasi perdagangan.
(3) Uang
sebagai standar pembayaran yang tertunda
Juga
dapat disebut sebagai fungsi pembayaran di masa depan. Dalam kegiatan ekonomi
modern, terdapat banyak kontrak. Kontrak yang dimaksud biasanya berupa kontrak
untuk pembayaran hutang dan bunga hutang yang ditetapkan di masa depan dalam
bentuk satuan unit moneter. Terdapat adanya kerugian dari kontrak yang ditulis
untuk pembayaran uang di masa depan karena jika terjadi pemerosotan nilai uang
di sepanjang waktu, hal ini dapat merugian dari pihak penerima dan menguntungkan
dari pihak yang membayar. Tetapi uang sebagai alat pembayaran yang tertunda
juga dapat bersifat memuaskan jika nilai uang dapat dipertahankan konstan
sepanjang waktu. Ataupun, nilai uang itu berubah, perubahan itu dapat
diprediksi.
(4) Uang
sebagai alat penimbun kekayaan.
Pada
hakekatnya, para pemegang uang adalah pemegang daya beli yang berlaku umum yang
dapat di belanjakan sepanjang waktu atas suatu barang yang ingin mereka beli.
Mereka tahu bahwa uang itu akan diterima
pada setiap waktu untuk setiap pembelian barang dan jasa dan uang itu
akan tetap konstan jika dilihat dari segi uang itu sendiri. Maka, uang
merupakan penimbun kekayaan yang baik dan yang dapat digunakan untuk membayar
hutang dan membayar keperluan mendadak yang tidak dapat diperhitungkan yang
ditetapkan dalam nilai uang. Akan tetapi, dalam prsaktek sebenarnya nilai uang
berfungsi tidak tetap.
Sepanjang sejarah,
sudah banyak membahas mengenai system alat pembayaran dan sejarah terciptanya
uang dari masa masyarakat primitive hingga masyarakat modern. Maka, definisi
uang secara tepat masih belum bisa didefinisikan secara tepat, karena sifat
nilai uang yang bisa berubah-ubah dan semakin luas cakupan definisi uang yang
mengikuti perkembangan zaman. Definisi uang secara umum yaitu suatu benda dalam
kenyataannya diterima secara umum sebagai pembayaran dan pada umumnya digunakan
sebagai perantara pembayaranyang syah (legal
tender).
Peredaran jumlah uang
yang beredar meliputi uang logam dan uang kertas keduanya dikenal sebagai uang
kartal (currency) yang diterima
secara umum, tetapi uang kartal bukan alat tukar yang utama walaupun banyak
digunakan secara luas. Karena apa yang disebut dengan uang terdiri dari
rekening atau deposito yang disimpan di bank komersial atau lembaga deposito
lainnya. Walaupun tidak dianggap sebagai alat pembayar yang sah, tapi pada
umumnya dapat diterima sebagai alat pembayaran. Pembayaran menggunaka rekening
biasanya dalam bentuk selembar cek. Rekening yang dapat digunakan untuk
transaksi dapat disebut rekening cek (checkable
deposit) dan rekening transaksi (transaction
account), transaksi menggunakan rekening dapat dilakukan melalui alat
elektronis langsung atau memakai kartu gesek berkode elektronis yang diciptakan
oleh pihak bank komersial atau lembaga deposit lainnya. Definisi uang paling
konvensional atau definisi uang dalam arti sempit ditandai dengan symbol M-1
yang terdiri dari uang kartal dan rekening giro (rekening cek atau rekening
transaksi). Definisi uang dalam arti luas dapat simbolkan dengan M-2, M-3 diman,
symbol M-2 terdiri atas uang kartal dan rekening giro (rekening cek atau
rekening transaksi) ditambah dengan saham milik pemerintah, dan symbol M-3 yang
teridiri dari uang kartal dan rekening giro (rekening cek atau rekening
transaksi) ditambah dengan saham milik pemerintah dan saham milik swasta.
Definisi uang akan terus berubah-ubah mengikuti perkembangan teknologi dan
praktek kelembagaan perbankan.
Mekanisme perkembangan
system alat pembayaran merupakan
seperangkat peraturan yang dikeluarkan oleh institusi kelembagaan perbankan.
Penggunaan petukaran barang dengan barang, penggunaan uang logam dan uang
kertas (uang kartal) , penggunaan cek, penggunaan deposito itu semua merupakan
bentuk-bentuk dari mekanisme alat pembayaran. Di era modern seperti saat ini alat
pembayaran dapat dikatakan maju dan sangat berekmbang pesat, kalo di lihat dari
proses terciptanya uang. Hingga saat ini, uang tetap menjadi alata pembayaran
utama di dalam masyarakat. System alat pembayaran terus berkembang mengikuti
perubahan. Mulai dari, system media pertukaran (barter), alat pembayaran tunai
(cash based), selanjutnya alat pembayaran
nontunai (non cash) seperti alat pembayaran berbasis kertas seperti cek
dan giro, juga kenal alat pembayaran elektronik dengan menggunakan kartu
seperti (ATM, Kartu Kredit,Kartu Debit dan Kartu Prabayar). Maka alat pembayaran
dikategorikan menjadi dua, yaitu :
§ Alat
pembayaran tunai yaitu alat pembayaran dengan menggunakan uang kartal (uang
logam dan uang kertas) khususnya untuk transaksi yang bernilai kecil. Namun
penggunaaan uang kartal (uang logam dan uang kertas) tidak efesiensi dan
mengundnag banyak resiko seperti pemalsuan, perampokan dan pencurian.
§ Alat
pembayaran nontunai yaitu alata pembayaran dengan menggunakan kartu elektronik
yang sudah berkembang pesat di kalangan masyarakat dan terciptanya system pembayaran
yang efesiensi dan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di dalam
masyarakat.
Dapat disimpulkan,
bahwa uang adala titik awal dari perkembangan system alat pembayaran. Di dalam masyarakat primif yang
mengenal media pertukaran (barter), hingga terciptanya uang sebagai alat
pembayaran yang syah dan di akui di kalangan masyarakat dan definisi uang dalam
arti sempit dan arti luas. Dalam
masyarakat modern alat pembayaran yang digunakan cenderung menggunakan alat
pembayaran non tunai, akantetapi, alat pembayaran tunai tetap sebagai alat
pembayaran utama di kalangan masyarakat.






0 komentar:
Posting Komentar