PROBLEMATIKA
NEGARA TERBESAR TUJUAN INVESTASI
Oleh
: Shella Elly Sritrisniawati (130810101093)
Jurusan
Ilmu ekonomi Studi Pembangunan angkatan 2013, Konsentrasi Ekonomi Moneter,
Fakultas Ekonomi Universitas Jember
Indonesia merupakan salah satu negara yang istimewa,
hal tersebut merupakan anugrah luar biasa yang dapat dimiliki oleh negara
Indonesia. Memang tidak semua negara memiliki keistimewaan seperti ini, mereka
mempunyai karakteristik dan keunggulan dalam hal tertentu. Indonesia mempunyai
letak geografi yang luas dan strategis, dan melimpah akan sumberdaya. Sebagai
negara yang mempunyai jumlah penduduk yang besar dapat memberikan nilai tambah
dalam mengembangkan prospek perekonomian menjadi lebih baik nantinya. Dengan
sumberdaya yang melimpah tersebut indonesia seharusnya dapat merubah arah
pandangan yang semula menjadi negara konsumtif menjadi negara yang berorientasi
pada produktifitas. Produktifitas dapat ditingkatkan dengan mengembangkan basis
ekonomi yang dimiliki Indonesia. Misalnya, meningkatkan dalam sektor aglaris
maupun industri. Sektor tersebut yang dapat dikembangkan lebih intensif lagi.
Namun, dalam mengembangkan dan meningkatkan produktifitas membutuhkan suntikan
modal baik dalam negeri maupun luar negeri, dimana yang kita tahu bahwa negara
Indonesia masih lemah dalam hal Capital
Intensive daripada Labor Intensive. Dengan
demikian, permasalahan ini memang menjadi tugas yang harus dijalankan oleh
seluruh warga negara Indonesia yang bersinergi dengan pemerintah pusat maupun
daerah.
Dorongan dalam hal investasi memang perlu dalam
mengembangkan jalannya perekonomian suatu negara. Pemerinah Indonesia
memberikan kelonggaran dan membuka peluang investasi baik dari domestik maupun
investasi dari mancanegara. Indonesia juga menjalin kerjasama dengan beberapa
negara dalam memberikan iklim investasi yang lebih apresiatif. Salah satunya
dengan negara – negara tetangga yang tergabung dalam ASEAN. Selain negara –
negara yang tergabung dalam kawasan ekonomi ASEAN, Indonesia juga menjadi
sasaran yang diinginkan oleh negara lain untuk menjadi tujuan investasi. Dalam
hal ini negara china memberikan respon yang baik terhadap indonesia, dan
melihat potensi yang dimiliki oleh negara Indonesia yang semakin menjanjikan.
Dengan perekonomian yang kondusif dan stabil dalam
sisi fiskal maupun sisi moneter, dapat menjadi pilihan tersendiri bagi negara –
negara investor. Investasi portofolio dan siklus bisnis yang beberapa dekade
yang lalu mengalami trend yang menguat positif menjadi daya tarik bagi negara
Indonesia. Tingkat inflasi yang tidak bergejolak dan BI Rate yang telah
diturunkan beberapa point untuk memperbaiki kondisi investasi yang ada di
Indonesia.
Berdasarkan data dari beberapa sumber menjelaskan
bahwa tingkat investasi yang telah disalurkan negara China ke negara Indonesia
telah berada pada kisaran 11 persen. Hal tersebut diprediksi akan terus
meningkat pada dekade berikutnya. Selain investasi yang berasal dari luar
negeri, seharusnya sebagai warga negara Indonesia juga ikut berpartisipasi
dalam dunia investasi. Dapat membantu permodalan di Indonesia melalui investasi
domestik yang dapat dilaksanakan dalam dunia akademisi maupun seluruh lapisan
masyarakat pada umumnya.
Rendahnya minat investasi domestik menjadi kendala
dalam membentu permodalan yang ada di dalam negari. Capital in flow dari dalam negeri masih pada tingkat yang rendah.
Minat investasi masyarakat indonesia belum dapat memberikan kontribusi yang
lebih. Kurangnya pemahaman dalam dunia investasi memang menjadi kendala dalam
meningkatkan investasi domestik, dan investasi dengan bentuk fisik masih
menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia. Investasi portofolio masih kurang
dipandang karena menimbulkan resiko yang cukup riskan. Kurangnya pengetahuan
tentang dunia investasi menghambat kenaikan investasi domestik. Edukasi kepada
masyarakat memang perlu ditingkatkan tentang dunia pasar modal. Agar masyarakat
tidak hanya mengetahui tentang investasi secara fisik, seperti tanah, emas,
maupun investasi dalam bentuk fisik lainnya. Bahwa investasi dalam bentuk
obligasi, saham, maupun investasi portofolio yang lain dapat menjadi pilihan
yang lebih menarik.
Bahasa merupakan suatu ciri khas suatu bangsa dan
setiap negara pasti memiliki bahasa sendiri -sendiri, bukan hanya di lingkup
negara bahkan dalam lingkup yang kecil seperti daerah mempunyai bahasa sebagai
ciri khas tersendiri. Bahasa muncul dari kebiasaan dan tradisi yang telah ada
sejak zaman dahulu. Bahasa sangat diperlukan dalam sarana komunikasi dalam
mendapatkan informasi – informasi baru. Padahal dewasa ini, bahasa asing sangat
diperlukan dimana negara kita sudah bergabung menjadi kawasan ASEAN yang mana
komunikasi dengan bahasa asing memang sangat dibutuhkan. Hal ini yang menjadi
problema dalam melakukan interaksi, tingkat pemahaman bahasa yang kurang baik
dapat menghambat terjadinya perubahan dan perkembangan. Misalnya fenomena
tentang kendala yang dialami oleh beberapa investor asing yang kesulitan dalam
melakukan negosiasi investasi dengan investor dalam negeri karena perbedaan
bahasa. Dengan begitu, sulitnya investor yang masuk dalam daerah – daerah kecil
yang mempunyai potensi sulit untuk dikembangkan. Hal tersebut yang membuat
perusahaan domestik yang berada dipelosok sulit mendapatkan mitra untuk
bekerjasama.
Dengan adanya kendala tersebut pemerintah memberikan
fasilitas dalam pelayanan bagi investor asing dalam mencari mitra di negara
Indonesia. Para investor asing baik yang berasal dari negara China, Philipina,
Thailand, Malaysia, maupun Singapura dapat menggunakan layanan dengan jalur
legal dan formal saat ingin berinvestasi di negara Indonesia. Jalur legal
tersebut dapat melalui lembaga BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Dengan
adanya lembaga yang dapat membantu dalam menyalurkan aliran investasi
diharapkan investasi yang masuk dapat secara merata disalurkan sampai ke
pelosok daerah. Sehingga dengan adanya investasi yang masuk dapat meningkatkan
pertumbuhan pada suatu daerah tersebut. Investasi yang masuk dapat menaikkan
produktifitas, dan pada akhirnya menciptakan perkembangan dan kesejahteraan
masyarakat.
Suatu negara memang membuutuhkan investor yang berasal
dari asing yang dapat menanamkan modalnya di negara tersebut. Alangkah lebih
baik dan lebih produktif jika negara Indonesia tidak hanya sebagai negara yang
menerima aliran investasi yang masuk saja, tetapi negara Indonesia juga harus
menjadi negara yang ikut serta dalam menanamkan modalnya di negara lain. Sehingga
Indonesia juga mendapatkan modal masuk dari keuntungan sebagai negara investor.






0 komentar:
Posting Komentar