Blogroll

Jumat, 10 Juni 2016

PROBLEMATIKA NEGARA TERBESAR TUJUAN INVESTASI



PROBLEMATIKA NEGARA TERBESAR TUJUAN INVESTASI
Oleh : Shella Elly Sritrisniawati (130810101093)
Jurusan Ilmu ekonomi Studi Pembangunan angkatan 2013, Konsentrasi Ekonomi Moneter, Fakultas Ekonomi Universitas Jember

Indonesia merupakan salah satu negara yang istimewa, hal tersebut merupakan anugrah luar biasa yang dapat dimiliki oleh negara Indonesia. Memang tidak semua negara memiliki keistimewaan seperti ini, mereka mempunyai karakteristik dan keunggulan dalam hal tertentu. Indonesia mempunyai letak geografi yang luas dan strategis, dan melimpah akan sumberdaya. Sebagai negara yang mempunyai jumlah penduduk yang besar dapat memberikan nilai tambah dalam mengembangkan prospek perekonomian menjadi lebih baik nantinya. Dengan sumberdaya yang melimpah tersebut indonesia seharusnya dapat merubah arah pandangan yang semula menjadi negara konsumtif menjadi negara yang berorientasi pada produktifitas. Produktifitas dapat ditingkatkan dengan mengembangkan basis ekonomi yang dimiliki Indonesia. Misalnya, meningkatkan dalam sektor aglaris maupun industri. Sektor tersebut yang dapat dikembangkan lebih intensif lagi. Namun, dalam mengembangkan dan meningkatkan produktifitas membutuhkan suntikan modal baik dalam negeri maupun luar negeri, dimana yang kita tahu bahwa negara Indonesia masih lemah dalam hal Capital Intensive daripada Labor Intensive. Dengan demikian, permasalahan ini memang menjadi tugas yang harus dijalankan oleh seluruh warga negara Indonesia yang bersinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
Dorongan dalam hal investasi memang perlu dalam mengembangkan jalannya perekonomian suatu negara. Pemerinah Indonesia memberikan kelonggaran dan membuka peluang investasi baik dari domestik maupun investasi dari mancanegara. Indonesia juga menjalin kerjasama dengan beberapa negara dalam memberikan iklim investasi yang lebih apresiatif. Salah satunya dengan negara – negara tetangga yang tergabung dalam ASEAN. Selain negara – negara yang tergabung dalam kawasan ekonomi ASEAN, Indonesia juga menjadi sasaran yang diinginkan oleh negara lain untuk menjadi tujuan investasi. Dalam hal ini negara china memberikan respon yang baik terhadap indonesia, dan melihat potensi yang dimiliki oleh negara Indonesia yang semakin menjanjikan.
Dengan perekonomian yang kondusif dan stabil dalam sisi fiskal maupun sisi moneter, dapat menjadi pilihan tersendiri bagi negara – negara investor. Investasi portofolio dan siklus bisnis yang beberapa dekade yang lalu mengalami trend yang menguat positif menjadi daya tarik bagi negara Indonesia. Tingkat inflasi yang tidak bergejolak dan BI Rate yang telah diturunkan beberapa point untuk memperbaiki kondisi investasi yang ada di Indonesia.
Berdasarkan data dari beberapa sumber menjelaskan bahwa tingkat investasi yang telah disalurkan negara China ke negara Indonesia telah berada pada kisaran 11 persen. Hal tersebut diprediksi akan terus meningkat pada dekade berikutnya. Selain investasi yang berasal dari luar negeri, seharusnya sebagai warga negara Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam dunia investasi. Dapat membantu permodalan di Indonesia melalui investasi domestik yang dapat dilaksanakan dalam dunia akademisi maupun seluruh lapisan masyarakat pada umumnya.
Rendahnya minat investasi domestik menjadi kendala dalam membentu permodalan yang ada di dalam negari. Capital in flow dari dalam negeri masih pada tingkat yang rendah. Minat investasi masyarakat indonesia belum dapat memberikan kontribusi yang lebih. Kurangnya pemahaman dalam dunia investasi memang menjadi kendala dalam meningkatkan investasi domestik, dan investasi dengan bentuk fisik masih menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia. Investasi portofolio masih kurang dipandang karena menimbulkan resiko yang cukup riskan. Kurangnya pengetahuan tentang dunia investasi menghambat kenaikan investasi domestik. Edukasi kepada masyarakat memang perlu ditingkatkan tentang dunia pasar modal. Agar masyarakat tidak hanya mengetahui tentang investasi secara fisik, seperti tanah, emas, maupun investasi dalam bentuk fisik lainnya. Bahwa investasi dalam bentuk obligasi, saham, maupun investasi portofolio yang lain dapat menjadi pilihan yang lebih menarik.
Bahasa merupakan suatu ciri khas suatu bangsa dan setiap negara pasti memiliki bahasa sendiri -sendiri, bukan hanya di lingkup negara bahkan dalam lingkup yang kecil seperti daerah mempunyai bahasa sebagai ciri khas tersendiri. Bahasa muncul dari kebiasaan dan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu. Bahasa sangat diperlukan dalam sarana komunikasi dalam mendapatkan informasi – informasi baru. Padahal dewasa ini, bahasa asing sangat diperlukan dimana negara kita sudah bergabung menjadi kawasan ASEAN yang mana komunikasi dengan bahasa asing memang sangat dibutuhkan. Hal ini yang menjadi problema dalam melakukan interaksi, tingkat pemahaman bahasa yang kurang baik dapat menghambat terjadinya perubahan dan perkembangan. Misalnya fenomena tentang kendala yang dialami oleh beberapa investor asing yang kesulitan dalam melakukan negosiasi investasi dengan investor dalam negeri karena perbedaan bahasa. Dengan begitu, sulitnya investor yang masuk dalam daerah – daerah kecil yang mempunyai potensi sulit untuk dikembangkan. Hal tersebut yang membuat perusahaan domestik yang berada dipelosok sulit mendapatkan mitra untuk bekerjasama.
Dengan adanya kendala tersebut pemerintah memberikan fasilitas dalam pelayanan bagi investor asing dalam mencari mitra di negara Indonesia. Para investor asing baik yang berasal dari negara China, Philipina, Thailand, Malaysia, maupun Singapura dapat menggunakan layanan dengan jalur legal dan formal saat ingin berinvestasi di negara Indonesia. Jalur legal tersebut dapat melalui lembaga BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Dengan adanya lembaga yang dapat membantu dalam menyalurkan aliran investasi diharapkan investasi yang masuk dapat secara merata disalurkan sampai ke pelosok daerah. Sehingga dengan adanya investasi yang masuk dapat meningkatkan pertumbuhan pada suatu daerah tersebut. Investasi yang masuk dapat menaikkan produktifitas, dan pada akhirnya menciptakan perkembangan dan kesejahteraan masyarakat.
Suatu negara memang membuutuhkan investor yang berasal dari asing yang dapat menanamkan modalnya di negara tersebut. Alangkah lebih baik dan lebih produktif jika negara Indonesia tidak hanya sebagai negara yang menerima aliran investasi yang masuk saja, tetapi negara Indonesia juga harus menjadi negara yang ikut serta dalam menanamkan modalnya di negara lain. Sehingga Indonesia juga mendapatkan modal masuk dari keuntungan sebagai negara investor.

0 komentar:

Posting Komentar