REKSADANA
: PORTOFOLIO INVESTASI MASA TUA
OLeh,
Suci
Arvilia
130810101122
Monetary
Ketika ingin melakukan investasi, pemilik dana harus
memahami toleransi terhadap risiko, besaran tingkat pengembalian yang
diharapkan, dan pertimbangan lain yang diinginkan untuk melakukan investasi
tersebut, termasuk periode waktu dan karakteristik keagamaan yang tidak
melakukan investasi pada riba. Pemilik dana untuk investasi bisa dikelompokkan
ke dalam empat besar fase kelompok, yaitu fase penumpukan/akumulasi dana
(accumulation phase), fase konsolidasi (consolidation phase), fase pengeluaran
(expenditure phase), dan gifting phase. Melihat pertanyaan di awal tulisan,
pemilik dana masuk fase akumulasi. Fase ini ada pada usia kelompok mulai
bekerja, yakni sekitar 22 tahun sampai 35 tahun. Di posisi ini, pemilik baru
mulai bekerja dan menikah pada usia sekitar 27 tahun sampai 30 tahun. Padafase
ini, semua orang selalu memikirkan dua hal apabila memiliki dana, baik dari
gaji atau usaha lainnya, yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.
Untuk tujuan jangka pendek, semua orang selalu berpikir bahwa dana yang
dimiliki dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari, memiliki rumah, dan
kendaraan (motor atau mobil).
Jika pernah berkomunikasi dengan para perencana keuangan
atau membaca buku tentang perencanaan keuangan, nasihat yang diperoleh adalah
30 persen dari gaji harus langsung diinvestasikan dan sisanya untuk kebutuhan
sehari-hari dan dirancang untuk mencicil rumah ataupun mobil. Pada fase ini
sebenarnya tujuan jangka panjang yang sangat penting adalah menyiapkan dana
untuk kebutuhan pensiun dan pendidikan anak-anak di perguruan tinggi sekitar 20
tahun sampai 30 tahun mendatang. Pemilik dana bisa memenuhi kebutuhan tersebut
apabila investasi dilakukan dengan benar dan sesuai pertanyaan di awal tulisan
ini.
Pemilik dana harus mengumpulkan sebanyak mungkin agar saat
pensiun mempunyai dana yang cukup besar sehingga bisa hidup dengan tenang
akibat dana yang sudah cukup dipegang. Pada fase ini, adrenalin anak muda masih
meluap-luap dan tidak takut risiko sehingga investasi saham sangat disukai
karena fluktuasi yang cukup besar serta tingkat pengembalian atau keuntungan
besar. Karena itu, investasi dalam saham sangat cocok bagi anak muda pada
faseini. Namun, pemilihan saham, yang cukup, penting agar dana yang dimiliki
tidak merosot terus sehingga kebutuhan di masa pensiun bisa terpenuhi. Tahapan
Investasi pertama harus dilakukan dengan baik agar portofolio berhasil dengan
baik di masa mendatang. Dana disediakan dengan langsung menabung sebesar 30
persen dari penghasilan yang diperoleh. Dana yang terkumpul sampai Rp 8 juta
lalu didepositokan pada bank kelompok menengah yang cukup bagus. Penyimpanan
dana di tabungan dan berpindah ke deposito perlu hati-hati dengan memilih bank
tertentu agar bunga yang diperoleh lebih besar atau wajar. Jika dana mencapai
sebesar Rp 25 juta, sudah saatnya melakukan investasi pada saham sambil
menabung dalam bentuk tabungan dari 30 persen hasil pendapatan setiap bulannya.
Lalu, dana bertambah terus untuk membeli saham atas tabungan 30 persen
tersebut.
Saham yang dipilih harus saham yang cukup berkualitas, biasa
disebut blue chip atau saham yang bertumbuh. Pemilik dana harus menghindari
saham yang dipermainkan oleh pemain pasar, atau biasa disebut saham gorengan.
Pemilik saham bisa berdiskusi dengan analis dari manajer investasi. Biasanya,
pemantauan terhadap saham perlu agar hasil yang diinginkan tercapai. Pemilik
dana tidak bisa membeli saham lalu mendiamkannya sampai sangat lama. Tindakan mendiamkan
saham sangat lama tidak berlaku di pasar saham seperti Indonesia karena
fluktuasi saham sudah sangat tinggi serta investor belum matang.
Pemilik dana harus mengingat bahwa dana yang diinvestasikan
semakin besar karena dana sudah bertambah. Jika dana yang diinvestasikan pada
saham sudah besar dan bisa dibagi untuk membeli properti, tindakan pembelian
properti perlu juga dilakukan. Pemilik dana harus membeli properti yang
strategis, baik letak bangunan maupun peruntukannya. Dalam rangka membeli properti,
pemilik dana melakukan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan dana pensiun atau
kebutuhan lain dalam rangka kehidupan keluarga di masa datang. Evaluasi
terhadap properti perlu dilakukan dengan melihat perencanaan tata kota dan
aktivitas di lingkungan tersebut. Tujuannya untuk melihat kemajuan yang
berkorelasi terhadap harga properti. Siklus investasi tersebut perlu
diperhatikan pemilik dana untuk mendapatkan dana yang cukup besar dalam rangka
pensiun di masa mendatang.
Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber
daya lain yang dilakukan saat ini dengan tujuan agar dapat memperoleh
keuntungan di masa mendatang atau bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
investor (kesejahteraan moneter) (Kasmir, 2001). Sedangkan menurut Sharpe,
Alexander, dan Bailey (1997), investasi dalam arti luas adalah mengorbankan
dolar sekarang untuk dolar pada masa depan, dengan dua atribut berbeda yang
melekat yaitu risiko dan waktu.
Ahmad
(2004) memberikan pengertian investasi yaitu sebagai berikut :
a. Suatu tindakan membeli barang-barang
modal.
b. Pemanfaatan dana yang tersedia untuk
produksi dengan pendapatan dimasa yang akan dating
c. Suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi
atau surat penyertaan lainnya.
Reksadana (investment fund/mutual fund) adalah Suatu wadah
yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang
selanjutnya diinvestasikan dalam Portfolio Efek oleh Manajer Investasi (MI).
Manajer Investasi adalah Pihak yang kegiatan usahanya mengelola
Portfolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portfolio investasi kolektif
untuk sekelompok nasabah. Unit Penyertaan adalah Satuan ukuran yang
menunjukkan jumlah penyertaan yang dimiliki investor dalam Reksa Dana sesuai
dengan Portfolio Efek yang disimpan dan dihitung oleh Bank Kustodian. Bank
Kustodian adalah Bank yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang
berkaitan dengan Efek serta jasa lain dan mewakili pemegang rekening yang
menjadi nasabahnya. Salah satu tugasnya adalah menghitung Nilai
Aktiva Bersih (NAB) per unit penyertaan pada setiap hari bursa.Nilai Aktiva
Bersih (NAB) Merupakan salah satu tolak ukur dalam memantau hasil dari
suatu Reksa Dana. Nilai Aktiva Bersih juga mencerminkan nilai sebenarnya dari
dana masyarakat pemodal yang ditanamkan dalam Reksa Dana pada satu periode dan
dihitung oleh Bank Kustodian. NAB/Unit Penyertaan yang diinformasikan
merupakan NAB/Unit Penyertaan satu hari bursa sebelumnya (T-1).
JENIS-JENIS
REKSA DANA
1. Reksadana Pasar Uang ialah Komposisi
portfolio investasi pada efek bersifat hutang yang jatuh tempo kurang dari 1
(satu) tahun & instrumen pasar uang (Deposito,SBI)
2. Reksadana Pendapatan Tetap adalah
Komposisi portofolio investasi min. 80 % pada efek bersifat hutang, baik dalam
bentuk obligasi pemerintah ataupun obligasi perusahaan
3. Reksadana Saham merupakan Komposisi
portofolio investasi min. 80 % efek bersifat saham
4. Reksadana Campuran yaitu Komposisi
portofolio investasi pada efek bersifat hutang dan saham yang perbandingannya
tidak temasuk dalam Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap & Saham
5. Reksa Dana Terproteksi Merupakan
jenis Reksa Dana yang memberikan proteksi atas investasi awal investor melalui
mekanisme pengelolaan portofolionya. Dalam rangka pemberian proteksi atas
investasi awal tersebut, Manajer Investasi Reksa Dana Terproteksi akan
menginvestasikan sebagian dana yang dikelolanya pada Efek bersifat utang pada
saat jatuh tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang
diproteksi.






0 komentar:
Posting Komentar