Investasi suatu
kegiatan penanaman modal yang dilakukan oleh perseorangan ataupun lembaga untuk
mendapatkan keuntungan maupun berjaga-jaga apabila perekonomian tidak stabil.
Investasi bisa didapatkan dari uang masyarakat di sektor rumah tangga dimana di
tabungkan kedalam institusi-institusi
keuangan atau bank umum lalu tabungan tersebut disalurkan kepada
perusahaan-perusahaan. Perusahaan ataupun para pengusaha yang mendapatkan
investasi akan menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang modal dan
untuk mengembangkan perusahannya. Menurut Sadono Sukirno dalam buku
makroekonomi, teori pengantar menyatakan bahwa investasi merupakan suatu
pengeluaran atau pengeluaran penanaman modal atau perusahaan untuk membeli
barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan
memproduksi barang-barang dan jasa-jasa
yang tersedia dalam perekonomian. Dan investasi merupakan komponen dari produk
domestik bruto (PDB). Dan juga merupakan fungsi dari pendapatan dan tingkat
bunga. Dengan adanya investasi bisa digunakan
untuk menambah volume produksi sehingga ouput berupa barang maupun jasa
meningkat.
Investasi merupakan instrumen yang
sangat penting terutama bagi negara berkembang untuk meningkatkan
perekonomonian. Dan dalam negara berkembang umumnya investasi langsung luar
negeri atau foreign direct investment
(FDI) maupun investasi portofolio merupakan investasi yang di butuhkan. Maka
dari itu pemerintah berusaha untuk menciptakan iklim investasi postitif. Dimana
ketika iklim investasi positif maka akan menarik adanya investor yang akan
menginvesatsikan modalnya, baik investor dari dalam maupun luar negeri.
Investasi atau penanaman modal dalam
suatu ekonomi makro dapat diartikan menjadi dua. Yaitu investasi langsung luar
negeri atau foreign direct investment
(FDI) dan investasi portofolio. Pertama adalah investasi portofolio atau
portofolio investment. Investasi portofolio merupakan investasi yang dilakukan
dengan pasar modal yang menjadi perantaranya. Investasi ini juga ditujukan
untuk meningkatkan aset pada suatu surat-surat berharga yang diterbitkan oleh
pengusaha individu, perusahaan, maupun pemerintah. Surat berharga ada berbagai jenisnya seperti
surat berharga dan obligasi. Kedua adalah sautu inbestasi langsung atau foreign
direct investment. Investasi ini juga lebih dikenal sebagai penanaman modal
asing dimana seperti namanya investor dari kegiatan investasi tersebut adalah
orang asing atau bukan merupakan warga negara indonesia, investor dalam foreign
direct investement bisa merupakan perseorang maupun suatu lembaga. Hal ini
tercantung dalam undang-undang tahun 25 tahun 2007. Pada pasal 1 “Penanaman modal
adalah segala bentuk
kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam
modal asing untuk
melakukan usaha di wilayah negara
Republik Indonesia “. Berarti penanaman modal asing di Indonesia sudah diatur
dan diperbolehkan.
Foreign
direct investment (FDI) atau foreign direct investment
merupakan investasi yang investor berperan lansung atau turun dalam kegiatan
perusahaan. foreign direct investment
(FDI) biasanya bersifat jangka panjang dimana, ada waktu tunggu untuk investor
dalam mendapatkan pengembalian modalnya maupun dapat mendapatkan keuntungan.
Jadi investasi jenis ini membutuhkan bertahun- tahun untuk dapat mendapatkan
keuntungan.
Portofolio investment atau investasi
portofolio merupakan investasi yang bersifat jangka pendek. Investasi portofolio
merupakan investasi dalam bentuk aset finansial. Investor dalam investasi ini
tidak berperan langsung dalam kegiatan perputaran modalnya. Investor hanya akan
mendapatakan keuntungan berbentuk defiden. Jadi tidak ada peran serta secara
langsung dari pihak investor. Invetasi ini sebenarnya bersifat hot money atau
uang panas. Investasi yang bersifat hot money modal dengan mudal keluar masuk
dari satu negara ke negara lain. Investasi ini sangat bergantung pada kondisi
tingkat bunga suatu negara. Dipengaruhi oleh suku bunga trade of antara investasi dan suku bunga karena investasi ini Dalam
sektor finansial jadi yang menjadi acuan adanya investasi adalah suku bunga.
Apabila dalam perekonomian tingkat suku bunga tinggi maka investor lebih
memilik menginvestasikan modalnya dalam aset finansial. Dan juga sebaliknya
apabila tingkat suku bunga rendah maka investor lebih memilih menginvestasikan
modalnya dalam sektor rii. Tingkat suku bunga dipengaruhi oleh faktor lainnya.
Ketika pertumbuhan ekonomi meningkat tingkat suku bunga renda. Kondisi ini
mempengaruhi investasi di sektir riil, iklim investasi positif maka banyak
investor yang bersedia menanamkan modalnya di dalam negeri. Juga sebaliknya
apabila iklim investasi negatif maka investor tidak bersedia menanamkam modalnya
di dalam negeri.
Siklus bisnis untuk menganalisis
siklus binsis indikator yang digunakan adalah produk domestik bruto (GDP).
Dalam perkonomian tentunya ada atau pernah tejadi gejolak. Perekonomian selalu
berjalan fluktuatif, karena perekonomian diperngaruhi oleh berbagai macam
masalah baik dalam maupun luar negeri. Seperti krisis ekonomi yang melanda
indonesia pada tahun 2008, krisis tersebut disebabkan oleh krisis keunagn
gloabl. Maka pada saat itu perekonomian Indonesia mengalami masa resesi. Di
dalam masa resesi siklus bisnis menjadi rendah karena investor tidak mau merugi
dengan menginvestasikan modalnya dalam bentuk aset finansial, investor lebih
memilih menginvestasikan modalnya dalam bentuk aset riil. Ketika perekonomian
dalam kondisi yang resesi maka rumah tangga akan mendapatkan pendapatan yang
rendah dalam menanggapi konsisi perekonomian tersebut dengan mengurangi
konsumsi, namun di dalam perusahaan terdapatan pendapatan yang lebih banayk
dalam perlengkapan dan persedian barang-barang.
Dalam keadaan perekonomian yang
resesi pertumbuhan ekonomi menanggapinya dengan pelambatan pertumbuhan ekonomi.
Karena dalam keadaan ini konsumsi yang dilakukan masyarakat akan berkurang dan
hal ini mendorong perusahaan untuk megurangai outputnya.
Apa yang di butuhkan pemerintah untuk
menarik investor untuk mengivestasikan modalnya. Ada berbagai macam faktor yang
bisa menarik investor untuk berinvestasi. Maka pemerintah harus menjaga
kestabilan perekonomian karena investor sebelum menginvestasikan uangnya akan
meramalkan tingkat keutungan yang akan diterima dan hal ini di sebabkan juga
oleh ramalan tentang keadaan pereonomian yang akan datang. Karena pengembalian
modal terhadap investasi yang ditanamkan tidaklah langsung dengan kata lain
harus ada masa tunggu bebrapa waktu agar modal yang di keluarkan kembali dan
mendapatkan keuntungan. Maka dari itu dilakukan peramalan keadaan perekonoman
di masa yang akan datang. Agar perekonomian yang akan datang stabil maka
pemerintah harus menjaga harga-harga tetap stabil dan pertumbuhan ekonomi
mengalami kenaikan lalu pendapatan masyarakat juga mengalami peningkatan.
Apabila faktor-faktor tersebut terpenuhi maka bisa dikatakan iklim investasi di
masa sekarang maupun dimasa depan positif.
Apa yang di butuhkan pemerintah untuk
menarik investor untuk mengivestasikan modalnya. Ada berbagai macam faktor yang
bisa menarik investor untuk berinvestasi. Maka pemerintah harus menjaga
kestabilan perekonomian karena investor sebelum menginvestasikan uangnya akan
meramalkan tingkat keutungan yang akan diterima dan hal ini di sebabkan juga
oleh ramalan tentang keadaan pereonomian yang akan datang. Karena pengembalian
modal terhadap investasi yang ditanamkan tidaklah langsung dengan kata lain
harus ada masa tunggu bebrapa waktu agar modal yang di keluarkan kembali dan
mendapatkan keuntungan. Maka dari itu dilakukan peramalan keadaan perekonoman
di masa yang akan datang. Agar perekonomian yang akan datang stabil maka
pemerintah harus menjaga harga-harga tetap stabil dan pertumbuhan ekonomi mengalami
kenaikan lalu pendapatan masyarakat juga mengalami peningkatan. Apabila
faktor-faktor tersebut terpenuhi maka bisa dikatakan iklim investasi di masa
sekarang maupun dimasa depan positif.






0 komentar:
Posting Komentar