Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Siklus Bisnis Sebagai Indikator Investasi


Investasi suatu kegiatan penanaman modal yang dilakukan oleh perseorangan ataupun lembaga untuk mendapatkan keuntungan maupun berjaga-jaga apabila perekonomian tidak stabil. Investasi bisa didapatkan dari uang masyarakat di sektor rumah tangga dimana di tabungkan kedalam  institusi-institusi keuangan atau bank umum lalu tabungan tersebut disalurkan kepada perusahaan-perusahaan. Perusahaan ataupun para pengusaha yang mendapatkan investasi akan menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang modal dan untuk mengembangkan perusahannya. Menurut Sadono Sukirno dalam buku makroekonomi, teori pengantar menyatakan bahwa investasi merupakan suatu pengeluaran atau pengeluaran penanaman modal atau perusahaan untuk membeli barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi  barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. Dan investasi merupakan komponen dari produk domestik bruto (PDB). Dan juga merupakan fungsi dari pendapatan dan tingkat bunga. Dengan adanya  investasi bisa digunakan untuk menambah volume produksi sehingga ouput berupa barang maupun jasa meningkat.
Investasi merupakan instrumen yang sangat penting terutama bagi negara berkembang untuk meningkatkan perekonomonian. Dan dalam negara berkembang umumnya investasi langsung luar negeri atau foreign direct investment (FDI) maupun investasi portofolio merupakan investasi yang di butuhkan. Maka dari itu pemerintah berusaha untuk menciptakan iklim investasi postitif. Dimana ketika iklim investasi positif maka akan menarik adanya investor yang akan menginvesatsikan modalnya, baik investor dari dalam maupun luar negeri.
Investasi atau penanaman modal dalam suatu ekonomi makro dapat diartikan menjadi dua. Yaitu investasi langsung luar negeri atau foreign direct investment (FDI) dan investasi portofolio. Pertama adalah investasi portofolio atau portofolio investment. Investasi portofolio merupakan investasi yang dilakukan dengan pasar modal yang menjadi perantaranya. Investasi ini juga ditujukan untuk meningkatkan aset pada suatu surat-surat berharga yang diterbitkan oleh pengusaha individu, perusahaan, maupun pemerintah.  Surat berharga ada berbagai jenisnya seperti surat berharga dan obligasi. Kedua adalah sautu inbestasi langsung atau foreign direct investment. Investasi ini juga lebih dikenal sebagai penanaman modal asing dimana seperti namanya investor dari kegiatan investasi tersebut adalah orang asing atau bukan merupakan warga negara indonesia, investor dalam foreign direct investement bisa merupakan perseorang maupun suatu lembaga. Hal ini tercantung dalam undang-undang tahun 25 tahun 2007. Pada pasal 1 “Penanaman    modal    adalah    segala    bentuk    kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun  penanam  modal  asing  untuk  melakukan  usaha di wilayah negara Republik Indonesia “. Berarti penanaman modal asing di Indonesia sudah diatur dan diperbolehkan.
Foreign direct investment (FDI) atau foreign direct investment merupakan investasi yang investor berperan lansung atau turun dalam kegiatan perusahaan. foreign direct investment (FDI) biasanya bersifat jangka panjang dimana, ada waktu tunggu untuk investor dalam mendapatkan pengembalian modalnya maupun dapat mendapatkan keuntungan. Jadi investasi jenis ini membutuhkan bertahun- tahun untuk dapat mendapatkan keuntungan.
Portofolio investment atau investasi portofolio merupakan investasi yang bersifat jangka pendek. Investasi portofolio merupakan investasi dalam bentuk aset finansial. Investor dalam investasi ini tidak berperan langsung dalam kegiatan perputaran modalnya. Investor hanya akan mendapatakan keuntungan berbentuk defiden. Jadi tidak ada peran serta secara langsung dari pihak investor. Invetasi ini sebenarnya bersifat hot money atau uang panas. Investasi yang bersifat hot money modal dengan mudal keluar masuk dari satu negara ke negara lain. Investasi ini sangat bergantung pada kondisi tingkat bunga suatu negara. Dipengaruhi oleh suku bunga trade of antara investasi dan suku bunga karena investasi ini Dalam sektor finansial jadi yang menjadi acuan adanya investasi adalah suku bunga. Apabila dalam perekonomian tingkat suku bunga tinggi maka investor lebih memilik menginvestasikan modalnya dalam aset finansial. Dan juga sebaliknya apabila tingkat suku bunga rendah maka investor lebih memilih menginvestasikan modalnya dalam sektor rii. Tingkat suku bunga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Ketika pertumbuhan ekonomi meningkat tingkat suku bunga renda. Kondisi ini mempengaruhi investasi di sektir riil, iklim investasi positif maka banyak investor yang bersedia menanamkan modalnya di dalam negeri. Juga sebaliknya apabila iklim investasi negatif maka investor tidak bersedia menanamkam modalnya di dalam negeri.
Siklus bisnis untuk menganalisis siklus binsis indikator yang digunakan adalah produk domestik bruto (GDP). Dalam perkonomian tentunya ada atau pernah tejadi gejolak. Perekonomian selalu berjalan fluktuatif, karena perekonomian diperngaruhi oleh berbagai macam masalah baik dalam maupun luar negeri. Seperti krisis ekonomi yang melanda indonesia pada tahun 2008, krisis tersebut disebabkan oleh krisis keunagn gloabl. Maka pada saat itu perekonomian Indonesia mengalami masa resesi. Di dalam masa resesi siklus bisnis menjadi rendah karena investor tidak mau merugi dengan menginvestasikan modalnya dalam bentuk aset finansial, investor lebih memilih menginvestasikan modalnya dalam bentuk aset riil. Ketika perekonomian dalam kondisi yang resesi maka rumah tangga akan mendapatkan pendapatan yang rendah dalam menanggapi konsisi perekonomian tersebut dengan mengurangi konsumsi, namun di dalam perusahaan terdapatan pendapatan yang lebih banayk dalam perlengkapan dan persedian barang-barang.
Dalam keadaan perekonomian yang resesi pertumbuhan ekonomi menanggapinya dengan pelambatan pertumbuhan ekonomi. Karena dalam keadaan ini konsumsi yang dilakukan masyarakat akan berkurang dan hal ini mendorong perusahaan untuk megurangai outputnya.
Apa yang di butuhkan pemerintah untuk menarik investor untuk mengivestasikan modalnya. Ada berbagai macam faktor yang bisa menarik investor untuk berinvestasi. Maka pemerintah harus menjaga kestabilan perekonomian karena investor sebelum menginvestasikan uangnya akan meramalkan tingkat keutungan yang akan diterima dan hal ini di sebabkan juga oleh ramalan tentang keadaan pereonomian yang akan datang. Karena pengembalian modal terhadap investasi yang ditanamkan tidaklah langsung dengan kata lain harus ada masa tunggu bebrapa waktu agar modal yang di keluarkan kembali dan mendapatkan keuntungan. Maka dari itu dilakukan peramalan keadaan perekonoman di masa yang akan datang. Agar perekonomian yang akan datang stabil maka pemerintah harus menjaga harga-harga tetap stabil dan pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan lalu pendapatan masyarakat juga mengalami peningkatan. Apabila faktor-faktor tersebut terpenuhi maka bisa dikatakan iklim investasi di masa sekarang maupun dimasa depan positif.
Apa yang di butuhkan pemerintah untuk menarik investor untuk mengivestasikan modalnya. Ada berbagai macam faktor yang bisa menarik investor untuk berinvestasi. Maka pemerintah harus menjaga kestabilan perekonomian karena investor sebelum menginvestasikan uangnya akan meramalkan tingkat keutungan yang akan diterima dan hal ini di sebabkan juga oleh ramalan tentang keadaan pereonomian yang akan datang. Karena pengembalian modal terhadap investasi yang ditanamkan tidaklah langsung dengan kata lain harus ada masa tunggu bebrapa waktu agar modal yang di keluarkan kembali dan mendapatkan keuntungan. Maka dari itu dilakukan peramalan keadaan perekonoman di masa yang akan datang. Agar perekonomian yang akan datang stabil maka pemerintah harus menjaga harga-harga tetap stabil dan pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan lalu pendapatan masyarakat juga mengalami peningkatan. Apabila faktor-faktor tersebut terpenuhi maka bisa dikatakan iklim investasi di masa sekarang maupun dimasa depan positif.


0 komentar:

Posting Komentar