Suku Bunga The Fed Meningkat dan Pelemahan Rupiah
Pada
dua bulan yang lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar mengalami apresiasi
mencapai Rp. 12.000,- per dollar Amerika. Dalam sepekan ini, nilai tukar rupiah
terhadap dollar Amerika terus terdepresiasi. Pada tanggal 30 Mei 2015, nilai
tukar rupiah terhadap dollar Amerika memiliki kurs tegah Rp. 13.615,-.
Menurut teori, Nilai tukar adalah harga atau satuan
suatu mata uang terhadap mata uang lain yang digunakan dalam transaksi ekonomi. Suatu mata uang dikatakan
terdepresiasi apabila harga mata uang domestik dibawah nilai tukar fleksibel
lebih murah terhadap mata uang lain, sedangkan apresiasi mata uang terjadi
apabila harga, mata uang domestik lebih mahal terhadap mata uang lain. Kedua
hal ini akan mempengaruhi neraca pemabyaran dalam transaksi internasional (Dornbusch,
2004: 279-280).
Efek depresiasi mata uang yaitu meningkatkan jumlah
mata uang yang diminta (kecuali permintaan inelatis sempurna) dan meningkatkan
pengeluaran mata uang asing, jika permintaan elastis, serta menurunkan
pengeluaran mata uang asing kalau permintaan in elastis. Sedangkan jika nilai
mata uang mengalami apresiasi maka, menurunkan jumlah mata uang yang diminta
(kecuali permintaan in elastis sempurna) dan menurunkan pengeluaran mata uang
asing jika permintaan elastis serta meningkatkan pengeluaran mata uang asing
jika permintaan in elastis.
Nilai tukar secara sederhana dapat diartikan sebagai
semacam harga. Nilai tukar muncul ketika transaksi perdagangan atau pertukaran
barang atau jasa terjadi sehingga menghasilkan perbandingan nilai tukar antar
keduanya (Krugman dan Obstfeld, 1988; Ditria et al, 2008).
Menurut sejarahnya, berbagai upaya pemerintah
indonesia telah di lakukan untuk menjaga agar stabilisasi nilai tukar rupiah
diantaranya dengan menerapkan kebijakan moneter. Yang pertama menerapkan sistem
nilai tukar tetap (fixed exchange rate).
Sistem ini menjelaskan bahwa lembaga otoritas moneter (Bank Indonesia)
menetapkan tingkat nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang negara
lainnya pada tingkat harga tertentu, tanpa memperhatikan penawaran (supply) atau permintaan (demand) terhadap valuta asing yang
terjadi. Sistem Nilai Tukar Tetap terjadi di Indonesia pada tahun (1971-maret
1983). Dalam sistem ini, bank indonesia akan membeli dan menjual mata uang
mereka dalam harga dollar Amerika Serikat yang tetap sehingga penjaga harga
tetap harus melayani kelebihan permintaan atau menyerap kelebihan penawaran
agar dapat menjaga harga (exchange rate)
tetap, dimana Bank Indonesia harus memiliki persedian dalam mata uang asing
atau valuta asing yang dapat ditukarkan dengan ata uang domestik.
Upaya pemerintah yang kedua adalah berupa sistem nilai
tukar mengambang terkendali ( Manage Floating Exchange Rate), dimana
pemerintah mempengaruhi tingkat nilai tukar melalui penawaran (supply) atau permintaan (demand) terhadap valuta asing yang
terjadi, sistem ini pun digunakan untuk tetap menjaga stabilitas moneter dan
neraca pembayaran. Sistem ini pernah dilakukan di Indonesia dengan 2 model.
Pada April 1983 – sep 1986, Indonesia menggunakan Sistem nilai tukar mengambang terkendali
secara ketat dan Pada Sep 1986 – agustus 1997, Indonesia menggunakan Sistem
Nilai Tukar Mengambang Fleksibel. Dalam menggunakan Sistem Nilai Tukar
Mengambang Fleksibel, nilai tukar ditentukan tidak hanya pada mekanisme pasar,
tetapi juga dipengaruhi oleh unsur “managed”
dari Bank Indonesia melalui intervensi.
Upaya ketiga yang pemerintah indonesia telah lakukan
yaitu, dengan menggunakan sistem nilai tukar mengambang bebas (free Floating Exchange Rate), dimana
pemerintah Indonesia tidak mencampuri tingkat niai tukar sama sekali sehingga
nilai tukar diserahkan pada melalui penawaran (supply) atau permintaan (demand)
terhadap valuta asing yang terjadi (mekanisme pasar). Sistem nilai tukar
mengambang bebas pernah dilaksanakan pada Indonesia pada 14 Agustus 1967.
Jenis nilai tukar dikaitkan dengan perdagangan yaitu
nilai tukar nominal dan nilai tuakr rill. Nilai tukar nominal (nominal exchange rate) adalah nilai yang
digunakan sebagai perjanjian yang dikenal dengan nilai tukar mata uang yang
digunakan seseorang untuk menukar nilai mata uang suatu negara dengan mata uang
negara lain untuk kebutuhan transaksi jual dan beli (Mankiw, 2002:242). Jika nilai
tukar berubah $1 dapat membeli mata uang asing lebih banyak, hal ini yang
disebut sebagai apresiasi nilai tukar terhadap nilai dollar. Sebaliknya,
apabila nilai tukar berubah dimana $1 hanya bisa membeli mata uang asing dalam
jumlah yang lebih sedikit makan hal ini dikatakan sebagai deresiasi nilai tukar
terhadap dolar. Nilai tukar rill adalah nilai yang digunakan seseorang sebagai
alat pembayaran padatransaski ekonomi yang terjadi antar negara. Nilai tukar
rill merupakan faktor penentu utama dalam menentukan seberapa banyak suatu
negara diijikan untuk mengekspor komoditasnya (Mankiw, 2002;244).
Penyebab
pertama nilai tukar rupiah terus melemah karena adanya spekulasi Bank Sentral
Amerika Serikat atau Federal Reserve yang akan menaikkan tingkat suku bungannya.
Karena di rencanakan The Fed akan menaikan tingkat suku bunganya sekitar bulan
Juni atau juli mendatang. Dan kemungkinan naiknya dua kali dalam setahun ini.
Sehingga terlihat, pelemahan nilai tukar rupiah datang dari pengaruh eksternal.
Menurut beberapa ahli
ekonomo di Indonesia, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi ini hanya
bersifat semstara karena hal ini banyak investor yang kemudian membawa dananya
ke luar dari pasar modal Indonesia. Penyebab lain dari pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dollar Amerika adalah tingginya permintaan dolar Amerika
Serikat di dalam negeri. Permintaan dolar Amerika Serikat meningkat tajam
dikarenakan untuk pembayaran utang luar negeri dan pembagian dividen
perusahaan. Memang hal ini selalu berlangsung pada periode-periode tertentu di
setiap tahunnya.
Walaupun terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, fudamental
perekonomian di Indonesia tetap baik-baik saja, tidak ada masalah. Indonesia
memang sudah terbiasa menghadapi ketidakpastian kenaikan suku bunga Amerika
Serikat yang akhirnya berdampak pada terombang ambingnya mata uang garuda
sehingga mendorong penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Sehingga
pemerintah menghimbau untuk tidak perlu terlalu khawatir dengan keadaan seperti
ini.; Walaupun memang kita memang terkena dampang sudah terjadi keluarnya dana
asing (capital outflow) dari pasar
modal di Indonesia.
Dalam keadaan seperti
ini, pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dari sisi fiskal dan
mendorong peningkatan iklim investasi di dalam negeri. Salah satu kebijakan
jangka panjang dan menegah yaitu dengan pengendalian harga oleh Bank Indonesia.
Dan dari pemerintah jokowi dengan membantu mengeluarkan paket kebijakan ekonomi
ke 12.






0 komentar:
Posting Komentar