Uang
Palsu Masih Menjadi Musuh Indonesia
Ade
Linda
130810101076
Monetary
2013
Bank
Indonesia merupakan lembaga Independen yang dimiliki oleh Indonesia. hal ini
membuat posisi dari Bank Indonesia di dalam pemerintahan berada di luar skema
pemerintahan Indonesia. tidak banyak orang mengetahui posisi ini, terutama
masyarakat Indonesia yang berada di desa maupun pinggiran tidak mengetahuinya.
Padahal jika dilihat dengan seksama tugas dari Bank Indonesia sendiri sangat
berat, Bank Indonesia harus berupaya untuk menstabilkan perekonomian melalui
kebijakan penetapan atau keluaran kebijakan yang diterapkan. Mengingat tugas
dari Bank Indonesia sendiri seperti itu, maka Bank Indonesia sangat
berhati-hati dalam mengeluarkan dan menetapkan kebijakan. Hal ini akan langsung
berdampak pada sisi perekonomian Indonesia. Artinya, apabila kebijakan BI tidak
sesuai dengan perekonomian maka otomatis perekonomian Indonesia akan mengalami
keguncangan. Tetapi, jika berhasil kebijakan tersebut maka perekonomian
Indonesia akan mengalami kestabilan dan hal itulah yang di inginkan pemerintah
maupun bangsa Indonesia.
Setiap
kebijakan yang dikeluarkan memiliki fungsinya sendiri-sendiri, penetapan
kebijakan yang tepat menjadi strategi yang harus di pikirkan dengan seksama, Bank
Indonesia menjadi suatu lembaga yang dapat membantu pemerintah dalam
menstabilkan perekonomian.
Perekonomian
Indonesia ditahun sekarang mengalami ke stabilan, ini bisa dilihat nilai kurs
Indonesia mengalami penguatan di angka 13.000-an. Angka ini benar-benar
mengalami perubahan yang diharapkan dibandingkan dengan beberapa bulan yang
lalu nilai kurs Indonesia berada posisi atau menyentuh angka 14.000. sehingga
ketika itu perekonomian Indonesia sangat mengalami kegunjangan yang sangat
berat dihadapi pemerintah. Berbagai kebijakan moneter telah dilakukan hingga
nilai kurs berubah pada posisi 13.000. melihat hal ini, dengan hasil yang
sangat bagus maka sudah tentu pengendalian oleh Bank Indonesia dalam menstabilkan
nilai kurs sangat baik dalam mengeluarkan kebijakan moneter, sebenarnya bukan
hanya kebijakan moneter dalam menstabilkan nilai kurs tetapi bisa dilakukan
dengan yang lainnya misalnya dalam sisi sektor riil nya. Kebijakan moneter
hanya merupakan salah satu alat dalam menstabilkan nilai kurs saja. Hal yang
perlu diperhatikan oleh Bank Indonesia selain menstabilkan nilai kurs rupiah
terhadap dollar tetapi juga dalam rupiah sendiri atas kepercayaan masyarakat
Indonesia. dalam artian pemlsuan rupiah di jaman yang secanggih ini. pemalsuan
rupiah juga perlu diperhatikan. Karena hal ini juga berdampak pada
perekonomian.
Zaman
sekarang yang telah kita jalani menjadi era perubahan, banyak perubahan yang
terjadi di dunia ini. Semua orang di dunia ini tentunya akan mengatakan bahwa
zaman ini benar-benar dunia yang begitu canggih dalam beberapa aspek. Hampir setiap hari manuisa
memiliki kesibukan dan kebutuhan. Dimana hal tersebut yang menjadi pembeda di
zaman dahulu dengan zaman sekarang. Ini bisa dilihat dari kemudahan-kemudahan
yang ditawarkan oleh sebagian masyarakat yang bertindak sebagai produsen yang
memberikan kebutuhan bagi konsumen yang membutuhkan kebutuhan tersebut. Semua
juga merasakan kemudahan dalam melakukan tindakan, serta teknologi yang
dimiliki pun maju. Kemudian apakah hal tersebut merupakan hal positif ? pada
dasarnya perubahan itu memberikan dampak positif, tetapi disini kita tidak boleh
memungkiri bahwa perubahan zaman juga memberikan dampak negatif. Semakin
mudahnya dalam teknologi utamanya, terkadang banyak tindakan kejahatan yang
diakibatkan teknologi. Bukan teknoloigi yang disalahkan, melainkan perilaku
orang tersebut memanfaatkan teknologi untuk hal negatif. Terkadang kitapun
tidak boleh mengecap tindakan tersebut salah sebab ada banyak alasan tindakan
kejahatan teresebut dilakukan. Disini bukan berarti penulis mensetujui tindakan
kejahatan hanya saja, terkadang alasan yang dilakukan oleh seseorang melakukan
tindakan karena kebutuhan yang harus mereka tutupi.
Uang
merupakan suatu alat pembayaran yang sah dalam suatu negara yang digunakan
sebagai alat transaksi pembayaran yang dilakukan oleh masyarakat. Jadi
dipastikan bahwa uang memiliki fungsi nya sendiri, setiap manusia yang hidup di
dunia ini pasti akan mengenal setidaknya mata uang yang pernah ia jumpai.
Terkadang, uang menjadi identitas bagi suatu negara. misalnya saja mata uang
rupiah yang dimiliki oleh Indonesia yang menurut sebagian ekonom merupakan
jenis uang lemah tidak seperti Dollar Amerika disebut sebagi Hard Currency yang
artinya mata uang tersebut menjadi mata uang yang tidak mudah terguncang dan
dapat dijadikan sebagai mata uang Internasional dalam bertransaksi. seperti
yang sudah diketahui uang dollar menjadi mata uang internasional. Sedangkan
mata uang di mata dunia masih mengalami kelemahan jika dijadikan sebagai mata
uang Internasional. Hal ini menjadikan Bank Indonesia harus benar-benar
memwaspadai kestabilan nilai rupiah karena rawannya terhadap guncangan baik
dari sisi dalam negeri maupun luar negeri seperti beberapa bulan yang lalu,
nilai mata uang Indonesia mengalami keguncangan hingga melemahkan nilai rupiah.
Hal ini disebabkan oleh penetapan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed selaku
Bank Sentral Amerika Serikat, meskipun hal tersebut merupakan desas-desus
tetapi tetap saja menjadi kewaspadain pemerintah terutama Bank Indonesia.
Uang
Rupiah di cetak dan dikeluarkan oleh Bank Indonesia, sehingga apabila terjadi
sesuatu hal mengenai rupiah BI akan melakukan kebijakan untuk rupiah. Sampai
saat ini Bank Indonesia sudah bebrapa mengeluarkan mata uang rupiah baru. Hal
ini dilakukan karena agar masyarakat tetap percaaya dengan mata uang rupiah
sebagai alat transaksi mereka. Karena apabila masyarakat tidak percaya dengan
rupiah maka akan menganggu perekonomian Indonesia. untuk BI sangat
memperhatikan kebijakan yang berkaitan mengenai uang. BI seberusaha mungkin
melkaukan ke stabilan terhadap peredaran uang, sehingga peredaran uang tidak
berlebih dan tidak kurang karena hal ini akan menyebabkan terjadinya inflasi
dan deflasi.
Akhir-akhir
ini, Indonesia sedang di hebohkan dengan peredaran mata uang rupiah palsu.
Dimana jumlah uang palsu tersebut hampir triliunan. Hal ini sangat merugikan
bagi pemeirntah. Untuk itu perlu adanya suatu ketegasan yang harus dilakukan
mengingat jumlah uang palsu tersebut triliunan. Lalu apa yang harus dilakukan
oleh Bank Indonesia selaku lembaga yang berkaitan mengenai hal ini. ada banyak
hal yang dilkaukan oleh Bank Indonesia dalam mengendalikan uang palsu, salah
satunya adalah dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat dalam pengenalan
dan membedakan mata uang asli dan palsu. Pemberian edukasi ini merupakan salah
satu cara pencegahan yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia, pemberian
edukasi pengenalan mata uang bisa melalui terjun langsung kepada masyarakat.
Selain pengendalian dilakukan oleh Bank Indonesia hal ini juga harus dilakukan
pewaspadaan oleh masyarakat sendiri agar tidak dirugikan atas pemalsuan uang
rupiah. Kemudian apakah kebijakan dari Bank Indonesia sendiri hanya memberikan
edukasi ? disini Bank Indonesia perlu juga dalam pemberian kebijakan mengenai
bahan atau penciri yang berbeda sehingga hal ini memberikan pencegahan terhadap
pemalsuan rupiah. Hal ini bisa dilakukan melalui pemilihan bahan uang yang
dipakai, karena pada hakekatnya bahan uang rupiah yang dipakai Indonesia sangat
mudah memenag untuk di palsukan dibandingkan dengan nilai mata uang yang berada
diluar yang bahan dari uangnya memiliki kualitas baik.






0 komentar:
Posting Komentar