Blogroll

Rabu, 08 Juni 2016

Uang Palsu Masih Menjadi Musuh Indonesia





Uang Palsu Masih Menjadi Musuh Indonesia
Ade Linda
130810101076
Monetary 2013

Bank Indonesia merupakan lembaga Independen yang dimiliki oleh Indonesia. hal ini membuat posisi dari Bank Indonesia di dalam pemerintahan berada di luar skema pemerintahan Indonesia. tidak banyak orang mengetahui posisi ini, terutama masyarakat Indonesia yang berada di desa maupun pinggiran tidak mengetahuinya. Padahal jika dilihat dengan seksama tugas dari Bank Indonesia sendiri sangat berat, Bank Indonesia harus berupaya untuk menstabilkan perekonomian melalui kebijakan penetapan atau keluaran kebijakan yang diterapkan. Mengingat tugas dari Bank Indonesia sendiri seperti itu, maka Bank Indonesia sangat berhati-hati dalam mengeluarkan dan menetapkan kebijakan. Hal ini akan langsung berdampak pada sisi perekonomian Indonesia. Artinya, apabila kebijakan BI tidak sesuai dengan perekonomian maka otomatis perekonomian Indonesia akan mengalami keguncangan. Tetapi, jika berhasil kebijakan tersebut maka perekonomian Indonesia akan mengalami kestabilan dan hal itulah yang di inginkan pemerintah maupun bangsa Indonesia.
Setiap kebijakan yang dikeluarkan memiliki fungsinya sendiri-sendiri, penetapan kebijakan yang tepat menjadi strategi yang harus di pikirkan dengan seksama, Bank Indonesia menjadi suatu lembaga yang dapat membantu pemerintah dalam menstabilkan perekonomian.
Perekonomian Indonesia ditahun sekarang mengalami ke stabilan, ini bisa dilihat nilai kurs Indonesia mengalami penguatan di angka 13.000-an. Angka ini benar-benar mengalami perubahan yang diharapkan dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu nilai kurs Indonesia berada posisi atau menyentuh angka 14.000. sehingga ketika itu perekonomian Indonesia sangat mengalami kegunjangan yang sangat berat dihadapi pemerintah. Berbagai kebijakan moneter telah dilakukan hingga nilai kurs berubah pada posisi 13.000. melihat hal ini, dengan hasil yang sangat bagus maka sudah tentu pengendalian oleh Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai kurs sangat baik dalam mengeluarkan kebijakan moneter, sebenarnya bukan hanya kebijakan moneter dalam menstabilkan nilai kurs tetapi bisa dilakukan dengan yang lainnya misalnya dalam sisi sektor riil nya. Kebijakan moneter hanya merupakan salah satu alat dalam menstabilkan nilai kurs saja. Hal yang perlu diperhatikan oleh Bank Indonesia selain menstabilkan nilai kurs rupiah terhadap dollar tetapi juga dalam rupiah sendiri atas kepercayaan masyarakat Indonesia. dalam artian pemlsuan rupiah di jaman yang secanggih ini. pemalsuan rupiah juga perlu diperhatikan. Karena hal ini juga berdampak pada perekonomian.
Zaman sekarang yang telah kita jalani menjadi era perubahan, banyak perubahan yang terjadi di dunia ini. Semua orang di dunia ini tentunya akan mengatakan bahwa zaman ini benar-benar dunia yang begitu canggih dalam  beberapa aspek. Hampir setiap hari manuisa memiliki kesibukan dan kebutuhan. Dimana hal tersebut yang menjadi pembeda di zaman dahulu dengan zaman sekarang. Ini bisa dilihat dari kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh sebagian masyarakat yang bertindak sebagai produsen yang memberikan kebutuhan bagi konsumen yang membutuhkan kebutuhan tersebut. Semua juga merasakan kemudahan dalam melakukan tindakan, serta teknologi yang dimiliki pun maju. Kemudian apakah hal tersebut merupakan hal positif ? pada dasarnya perubahan itu memberikan dampak positif, tetapi disini kita tidak boleh memungkiri bahwa perubahan zaman juga memberikan dampak negatif. Semakin mudahnya dalam teknologi utamanya, terkadang banyak tindakan kejahatan yang diakibatkan teknologi. Bukan teknoloigi yang disalahkan, melainkan perilaku orang tersebut memanfaatkan teknologi untuk hal negatif. Terkadang kitapun tidak boleh mengecap tindakan tersebut salah sebab ada banyak alasan tindakan kejahatan teresebut dilakukan. Disini bukan berarti penulis mensetujui tindakan kejahatan hanya saja, terkadang alasan yang dilakukan oleh seseorang melakukan tindakan karena kebutuhan yang harus mereka tutupi.
Uang merupakan suatu alat pembayaran yang sah dalam suatu negara yang digunakan sebagai alat transaksi pembayaran yang dilakukan oleh masyarakat. Jadi dipastikan bahwa uang memiliki fungsi nya sendiri, setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan mengenal setidaknya mata uang yang pernah ia jumpai. Terkadang, uang menjadi identitas bagi suatu negara. misalnya saja mata uang rupiah yang dimiliki oleh Indonesia yang menurut sebagian ekonom merupakan jenis uang lemah tidak seperti Dollar Amerika disebut sebagi Hard Currency yang artinya mata uang tersebut menjadi mata uang yang tidak mudah terguncang dan dapat dijadikan sebagai mata uang Internasional dalam bertransaksi. seperti yang sudah diketahui uang dollar menjadi mata uang internasional. Sedangkan mata uang di mata dunia masih mengalami kelemahan jika dijadikan sebagai mata uang Internasional. Hal ini menjadikan Bank Indonesia harus benar-benar memwaspadai kestabilan nilai rupiah karena rawannya terhadap guncangan baik dari sisi dalam negeri maupun luar negeri seperti beberapa bulan yang lalu, nilai mata uang Indonesia mengalami keguncangan hingga melemahkan nilai rupiah. Hal ini disebabkan oleh penetapan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed selaku Bank Sentral Amerika Serikat, meskipun hal tersebut merupakan desas-desus tetapi tetap saja menjadi kewaspadain pemerintah terutama Bank Indonesia.
Uang Rupiah di cetak dan dikeluarkan oleh Bank Indonesia, sehingga apabila terjadi sesuatu hal mengenai rupiah BI akan melakukan kebijakan untuk rupiah. Sampai saat ini Bank Indonesia sudah bebrapa mengeluarkan mata uang rupiah baru. Hal ini dilakukan karena agar masyarakat tetap percaaya dengan mata uang rupiah sebagai alat transaksi mereka. Karena apabila masyarakat tidak percaya dengan rupiah maka akan menganggu perekonomian Indonesia. untuk BI sangat memperhatikan kebijakan yang berkaitan mengenai uang. BI seberusaha mungkin melkaukan ke stabilan terhadap peredaran uang, sehingga peredaran uang tidak berlebih dan tidak kurang karena hal ini akan menyebabkan terjadinya inflasi dan deflasi.
Akhir-akhir ini, Indonesia sedang di hebohkan dengan peredaran mata uang rupiah palsu. Dimana jumlah uang palsu tersebut hampir triliunan. Hal ini sangat merugikan bagi pemeirntah. Untuk itu perlu adanya suatu ketegasan yang harus dilakukan mengingat jumlah uang palsu tersebut triliunan. Lalu apa yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia selaku lembaga yang berkaitan mengenai hal ini. ada banyak hal yang dilkaukan oleh Bank Indonesia dalam mengendalikan uang palsu, salah satunya adalah dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat dalam pengenalan dan membedakan mata uang asli dan palsu. Pemberian edukasi ini merupakan salah satu cara pencegahan yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia, pemberian edukasi pengenalan mata uang bisa melalui terjun langsung kepada masyarakat. Selain pengendalian dilakukan oleh Bank Indonesia hal ini juga harus dilakukan pewaspadaan oleh masyarakat sendiri agar tidak dirugikan atas pemalsuan uang rupiah. Kemudian apakah kebijakan dari Bank Indonesia sendiri hanya memberikan edukasi ? disini Bank Indonesia perlu juga dalam pemberian kebijakan mengenai bahan atau penciri yang berbeda sehingga hal ini memberikan pencegahan terhadap pemalsuan rupiah. Hal ini bisa dilakukan melalui pemilihan bahan uang yang dipakai, karena pada hakekatnya bahan uang rupiah yang dipakai Indonesia sangat mudah memenag untuk di palsukan dibandingkan dengan nilai mata uang yang berada diluar yang bahan dari uangnya memiliki kualitas baik.

0 komentar:

Posting Komentar