Cermat
Dalam Memilih Investasi
Di era yang modern ini banyak keinginan yang
perlu di penuhi. Hal ini menjadi masalah karena keinginan yang tak terbatas
disandingkan dengan kemampuan yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan tersebut sehingga
memaksa manusia untuk memikirkan pemenuhan kebutuhan di masa yang akan datang,
baik itu kebutuhan sekunder maupun tersier. Mereka mulai menyisihkan pendapatan
dengan motif berjaga-jaga dan spekulasi
yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di masa depan,rencana
pernikahan yang akan datang, kelahiran bahkan untuk biaya kematian dan lain-
lain. Setiap orang mempunyai karakter dan pemikiran yang berbeda-beda dalam
menyimpan uangnya. beberapa orang memilih menyimpan sebagian dari pendapatannya di dalam rumah misalnya dibawah
kasur atau di celengan karena mereka berfikir jika di taruh di bank akan
termakan bunga yang akibatnya bukan memperoleh keuntungan malah dapat
mengurangi jumlah uang mereka. Pemikiran seperti ini dapat menghambat
pertumbuhan eekonomi di suatu negara. Karena dengan menyimpan uang di celengan atau di rumah
mengakibatkan uang tersebut tidak berkembang dan
nilainya dapat mengalami penyusutan jika kita berbicara penyimpanan dana dalam
jangka panjang, tetapi dengan adanya investasi kita dapat memperoleh keuntungan
di masa yang akan datang tergantung dari jenis investasi apa yang kita pilih.Tetapi sebagian besar terutama pada kota-kota
metropolitan yang cenderung pemikiran masyarakatnya lebih maju dibanding
masyarakat pedesaan mereka lebih senang menyisihkan pendapatannya untuk di
investasikan di bank karena dapat berguna di masa yang akan datang dan berharap
memperoleh keuntungan dari simpanan tersebut.
Investasi
dalam masyarakat masih sangat awam terutama masyarakat yang berada di kota-
kota terpencil. Oleh karena itu perlu adanya penyuluhan dan pemberian informasi terkait pentingnya
investasi dan tingkat keuntungan yang akan di peroleh. Investasi merupakan
bentuk penanaman modal yang bersifat mencari keuntungan di masa depan. Investasi sangat berkaitan
dengan pendapatan dan tingkat suku bunga. Semakin tinggi pendapatan seseorang
maka peluang untuk investasi semakin besar tetapi hal ini juga dipengaruhi oleh
faktor suku bunga jika tingkat suku bunga naik maka investasi akan menurun
karena orang akan cenderung menabungkan uangnya daripada berinvestasi dilihat
dari resiko dan keuntungannya. Sedangkan ketika tingkat bunga naik seseorang
akan lebih bergairah bermain investasi dengan harapan mendapatkan keuntungan di
masa yang akan datang.
Saat ini berbagai instrumen investasi telah di
tawarkan oleh pihak bank baik dengan penyuluhan atau bentuk-bentuk promosi
terhadap masyarakat. Tetapi perlu diketahui bahwa memilih instrumen investasi
harus dikaitkan dengan keadaan dan di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing
masyarakat. Tergantung dari seberapa kemampuan dalam berinvestasi dan seberapa
besar resiko yang diambil. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap instrumen
investasi mempunyai resiko yang berbeda-beda. Semakin besar resiko yang diambil
maka return yang diperoleh pun akan semakin besar pula.
Investasi
mempunyai berbagai jenis instrumen
seperti saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas,
dan lainlain.
·
Saham yaitu bentuk
kepemilikan perusahaan dengan penyertaan penanaman modal. Semakin banyak modal
yang ditanamkan maka semakin besar pula kepemilikan saham terhadap perusahaan
tersebut.
·
Obligasi yaitu suatu
pernyataan utang dalam bentuk surat
berharga atau sertifikat yang menjadi beban bagi penerbit untuk melunasi
atau memberikan bunga ( jumlahnya tergantung dari kesepakatan antar dua belah
pihak) ketika jatuh tempo terhadap pihak pembeli obligasi.
·
Reksadana yaitu pola
pengelolaan atau wadah bagi para investor untuk meng investasikan uangnya di pasar
dengan penyertaan pembelian unit reksadana.
·
Deposito yaitu bentuk
penyimpanan dana di bank yang dapat memberikan keuntungan dengan resiko yang
kecil. Keuntungan disini tergantung terhadap jangka waktu dan jumlah modal yang
di tanamkan serta penarikan dan
penyetorannya tidak bisa dilakukan seenaknya karena hanya bisa dilakukan pada
waktu tertentu saja tergantung kesepakatan antara investor dengan pihak bank.
·
Emas merupakan bentuk
investasi yang tidak mempunyai resiko karena harga emas setiap waktu ke depannya
terus mengalami kenaikan sehingga jika anda ingin berinvestasi secara aman
dengan harapan mendapatkan keuntungan tanpa memikirkan resiko maka pilihlah
investasi dalam bentuk emas.
Di
atas merupakan pengertian dari beberapa jenis instrumen dalam investasi, dari
pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa setiap instrumen memiliki resiko
dan tingkat keuntungan yang berbeda-beda sehingga kita perlu mencermati sebelum
memastikan untuk menyimpan dana kita dalam bentuk investasi.
Investasi
saham dan obligasi, masyarakat masih
mengira bahwa investasi dalam bentuk saham memiliki resiko yang sangat tinggi
daripada investasi dalam bentuk obligasi yang dapat menekan adanya resiko di
masa yang akan datang. Hal ini di karenakan investasi dalam bentuk saham mempunyai
hubungan yang positif dengan keadaan di pasar uang. Jika dalam pasar uang turun maka portofolio saham juga
akan menurun begitu juga ketika pasar uang naik maka portofolio saham juga akan
naik. Oleh karena itu resiko investasi dalam bentuk saham tidak menentu setiap
waktunya tergantung dari keadaan pasar. Sedangkan investasi dalam bentuk
obligasi hanya penanaman modal yang memiliki bunga tetap dalam kurun waktu
tertentu sehingga resikonya lebih rendah dibanding investasi dalam bentuk saham
serta memiliki keuntungan yang tetap yang berdampak investasi dalam bentuk
obligasi di elu-elukan sebagai investasi yang aman dalam masyarakat. Meskipun
begitu, tingkat keuntungan yang di peroleh tidak sebanding, semakin besar
resiko yang dialami maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang akan di
peroleh. Dalam hal ini jika kita berbicara profit maka investasi dalam bentuk
saham lebih menggiurkan bagi para investor.
Apabila untuk pemula yang ingin bermain investasi
tetapi tidak memiliki banyak waktu dan pengetahuan yag mendalam tentang
investasi lebih baik memilih investasi reksadana yang cenderung memiliki resiko
yang rendah dibandingkan dengan investasi saham. Investasi reksadana merupakan
wadah yang mengelola kumpulan dana untuk membeli saham,obligasi dan lain-lain.
Investasi reksadana berguna bagi para pemodal yang memiliki dana yang kecil dan
orang-orang yang cenderung tidak memiliki waktu banyak. Sementara itu jika anda
ingin berinvestasi dengan resiko yang sangat rendah, dapat berinvestasi dalam
bentuk emas karena harga emas yang cenderung stabil dan terus mengalami
kenaikan- kenaikan setiap waktunya. Sehingga dana yang di peroleh akan lebih
banyak ketika kita berinvestasi dalam jangka menengah. Jika dana tersebut sudah
terkumpul dan kita mempunyai dana yang cukup dianjurkan untuk memilih investasi
di sektor properti yang dapat memberikan keuntungan yang berlipat ganda
dibandingkan investasi emas karena prospeknya dalam jangka panjang sehingga
dapat di gunakan untuk masa yang lama seperti merencanakan dana pensiun.
Pada
tahun 2015 hingga bulan april 2016
sekarang harga minyak
dunia mengalami penurunan sehingga dapat mempengaruhi perekonomian di
indonesia. Hal ini mempengaruhi semua sektor yang ada termasuk dalam sektor
pembangunan infrastruktur yang mulai menurun dan investasi yang juga mengalami
penurunan. Masalah ini menjadi pertimbangan bagi PT Aberdeen
Asset Management untuk memilih investasi portofolio yang cocok pada saham 2016.
Seperti yang dikatakan Head of
Investment PT Aberdeen Asset Management Indonesia, Bharat Joshi bahwa pada
tahun 2015 pasar modal indonesia telah mengalami titik kejenuhan dalam
penjualan. Hal ini dikarenakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika
serikat (AS) sekitar 13 persen yang berdampak terhadap perekonomian indonesia
termasuk pada pasar modal.
Selain itu, banyak faktor – faktor
yang mempengaruhi merosotnya perekonomian indonesia seperti dengan tertekannya
harga komoditas di pasaran dan melemahnya kredit juga turut memperburuk kondisi
ekonomi di indonesia. Sehingga belanja pemerintah yang ditargetkan menjadi
penopang untuk meningkatkan perekonomian di indonesia tidak sesuai harapan.
Tetapi pada saat ini kondisi
tersebut mulai berubah dan mengalami perbaikan-perbaikan. Hal ini di tunjukkan
dengan adanya ketertarikan masyarakat terhadap pasar modal karena adanya
promosi dari pihak perbankan dan valuasi
saham yang murah dapat berdampak positif terhadap pasar sehingga dapat
memancing para investor untuk membeli saham. Selain itu, dalam rangka
meningkatkan perekonomian pemerintah memfokuskan untuk menggenjot proyek
infrastruktur pada tahun 2016 hal ini terbukti dengan realisasi belanja
pemerintah dengan cara menerbitkan surat utang negara (SUN) dengan jumlah yang
di sesuaikan dengan kebutuhan sehingga waktu di manfaatkan untuk program
pembangunan pemerintah dapat menjaga defisit anggaran yang di mulai sejak awal
tahun 2016 kemarin. Selain itu dengan merosotnya harga minyak dunia dapat
menjadi keuntungan bagi pemerintahan jokowi, karena dengan begitu dapat
mengurangi anggaran belanja pemerintah pada sektor minyak sehingga dana APBN
dapat di gunakan pada sektor- sektor yang lebih produktif seperti perbaikan
infrastruktur. Dengan adanya perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat
memajukan perekonomian serta dapat mendorong investor untuk menanamkan modalnya
baik investor dalam negeri maupun investor asing.
Dengan menurunnya harga minyak dunia
tidak hanya berdampak positif terhadap anggaran pemerintah tetapi memiliki efek
negatif. Seperti yang kita ketahui bahwa indonesia juga merupakan negara yang
meng ekspor minyak sawit dan tambang sehingga dengan adanya penurunan harga
minyak dunia akan berdampak terhadap ekspor yang berakibat menurunnya pendapatan
negara. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan antisipasi misalnya dengan
mencari pemasukan di sektor lain. Pemerintah juga harus mendorong foreign
direct investment dengan harapan tingkat perekonomian menjadi lebih tinggi,
perpajakan yang lebih menguntungkan dan dapat memperbaiki infrastruktur menjadi
lebih baik lagi guna untuk menyeimbangkan harga minyak dunia yang merosot.
Dalam meningkatkan pendapatan negara
pemerintah juga dapat menerapkan tax amnesty atau memberikan pajak pengampunan.
Dengan adanya tax amnesty dapat memberikan
kesempatan kepada wajib pajak untuk masuk atau kembali ke dalam sistem
administrasi perpajakan yang berdampak pada peningkatan penerimaan di masa yang
akan datang.
Kondisi
melemahnya minyak dunia , nilai tukar rupiah yang stabil dan inflasi yang
tergolong rendah di harapkan dapat mendorong kinerja keuangan emiten pada 2016.
Portofolio saham
Dalam
keadaan seperti diatas yang telah di sebutkan dijadikan sebagai bahan
pertimbangan perusahaan manajer
investasi asal london untuk memilih saham dalam portofolio investasi
PT Aberdeen
Asset Management. Dengan pertimbangan memilih saham – saham yang mampu bertahan
dan mempunyai kinerja atau kas yang kuat di saat saham lain tertekan.
Portofolio sektor saham yang menjadi pilihan antara lain sektor saham bank,
barang konsumsi, telekomunikasi dan semen. Hal ini dikarenakan terjadinya
kenaikan volume data yang diperkirakan akan terus mengalami peningkatan pada
tahun 2016 ini. Selain itu dengan memilih berinvestasi dalam PT unilever
indonesia tbk disaat harga minyak mengalami kemerosotan juga akan mendapatkan
keuntungan dikarenakan pemangkasan biaya distribusi yang dilakukan PT unilever
indonesia tbk sendiri. Dalam investasi saham dalam bentuk semen lebih
memberikan keuntungan pada jangka pendek ketika proyek tersebut dijalankan
daripada berinvestasi dalam infrastruktur dan jalan tol yang keuntungannya
masih butuh lama untuk bisa menikmatinya akibat dampak dari proyek tersebut
yang memakan jangka waktu panjang.






0 komentar:
Posting Komentar