Blogroll

Kamis, 09 Juni 2016

Cermat Dalam Memilih Investasi



Cermat Dalam Memilih Investasi
Di era yang modern ini banyak keinginan yang perlu di penuhi. Hal ini menjadi masalah karena keinginan yang tak terbatas disandingkan dengan kemampuan yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan tersebut sehingga memaksa manusia untuk memikirkan pemenuhan kebutuhan di masa yang akan datang, baik itu kebutuhan sekunder maupun tersier. Mereka mulai menyisihkan pendapatan dengan motif berjaga-jaga dan spekulasi  yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di masa depan,rencana pernikahan yang akan datang, kelahiran bahkan untuk biaya kematian dan lain- lain. Setiap orang mempunyai karakter dan pemikiran yang berbeda-beda dalam menyimpan uangnya. beberapa orang memilih menyimpan sebagian dari  pendapatannya di dalam rumah misalnya dibawah kasur atau di celengan karena mereka berfikir jika di taruh di bank akan termakan bunga yang akibatnya bukan memperoleh keuntungan malah dapat mengurangi jumlah uang mereka. Pemikiran seperti ini dapat menghambat pertumbuhan eekonomi di suatu negara. Karena dengan  menyimpan uang di celengan atau di rumah mengakibatkan uang tersebut tidak berkembang dan nilainya dapat mengalami penyusutan jika kita berbicara penyimpanan dana dalam jangka panjang, tetapi dengan adanya investasi kita dapat memperoleh keuntungan di masa yang akan datang tergantung dari jenis investasi apa yang kita pilih.Tetapi sebagian besar terutama pada kota-kota metropolitan yang cenderung pemikiran masyarakatnya lebih maju dibanding masyarakat pedesaan mereka lebih senang menyisihkan pendapatannya untuk di investasikan di bank karena dapat berguna di masa yang akan datang dan berharap memperoleh keuntungan dari simpanan tersebut.
Investasi dalam masyarakat masih sangat awam terutama masyarakat yang berada di kota- kota terpencil. Oleh karena itu perlu adanya penyuluhan dan  pemberian informasi terkait pentingnya investasi dan tingkat keuntungan yang akan di peroleh. Investasi merupakan bentuk penanaman modal yang bersifat mencari keuntungan  di masa depan. Investasi sangat berkaitan dengan pendapatan dan tingkat suku bunga. Semakin tinggi pendapatan seseorang maka peluang untuk investasi semakin besar tetapi hal ini juga dipengaruhi oleh faktor suku bunga jika tingkat suku bunga naik maka investasi akan menurun karena orang akan cenderung menabungkan uangnya daripada berinvestasi dilihat dari resiko dan keuntungannya. Sedangkan ketika tingkat bunga naik seseorang akan lebih bergairah bermain investasi dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.
Saat ini berbagai instrumen investasi telah di tawarkan oleh pihak bank baik dengan penyuluhan atau bentuk-bentuk promosi terhadap masyarakat. Tetapi perlu diketahui bahwa memilih instrumen investasi harus dikaitkan dengan keadaan dan di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing masyarakat. Tergantung dari seberapa kemampuan dalam berinvestasi dan seberapa besar resiko yang diambil. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap instrumen investasi mempunyai resiko yang berbeda-beda. Semakin besar resiko yang diambil maka return yang diperoleh pun akan semakin besar pula.
Investasi mempunyai berbagai jenis instrumen seperti saham, obligasi, reksa dana, deposito,  emas,  dan lain­lain.
·         Saham yaitu bentuk kepemilikan perusahaan dengan penyertaan penanaman modal. Semakin banyak modal yang ditanamkan maka semakin besar pula kepemilikan saham terhadap perusahaan tersebut.
·         Obligasi yaitu suatu pernyataan utang dalam bentuk surat  berharga atau sertifikat yang menjadi beban bagi penerbit untuk melunasi atau memberikan bunga ( jumlahnya tergantung dari kesepakatan antar dua belah pihak) ketika jatuh tempo terhadap pihak pembeli obligasi.
·         Reksadana yaitu pola pengelolaan atau wadah bagi para investor untuk meng investasikan uangnya di pasar dengan penyertaan pembelian unit reksadana.
·         Deposito yaitu bentuk penyimpanan dana di bank yang dapat memberikan keuntungan dengan resiko yang kecil. Keuntungan disini tergantung terhadap jangka waktu dan jumlah modal yang di tanamkan  serta penarikan dan penyetorannya tidak bisa dilakukan seenaknya karena hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja tergantung kesepakatan antara investor dengan pihak bank.
·         Emas merupakan bentuk investasi yang tidak mempunyai resiko karena harga emas setiap waktu ke depannya terus mengalami kenaikan sehingga jika anda ingin berinvestasi secara aman dengan harapan mendapatkan keuntungan tanpa memikirkan resiko maka pilihlah investasi dalam bentuk emas.
Di atas merupakan pengertian dari beberapa jenis instrumen dalam investasi, dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa setiap instrumen memiliki resiko dan tingkat keuntungan yang berbeda-beda sehingga kita perlu mencermati sebelum memastikan untuk menyimpan dana kita dalam bentuk investasi.
Investasi saham dan obligasi,  masyarakat masih mengira bahwa investasi dalam bentuk saham memiliki resiko yang sangat tinggi daripada investasi dalam bentuk obligasi yang dapat menekan adanya resiko di masa yang akan datang. Hal ini di karenakan investasi dalam bentuk saham mempunyai hubungan yang positif dengan keadaan di pasar uang. Jika dalam  pasar uang turun maka portofolio saham juga akan menurun begitu juga ketika pasar uang naik maka portofolio saham juga akan naik. Oleh karena itu resiko investasi dalam bentuk saham tidak menentu setiap waktunya tergantung dari keadaan pasar. Sedangkan investasi dalam bentuk obligasi hanya penanaman modal yang memiliki bunga tetap dalam kurun waktu tertentu sehingga resikonya lebih rendah dibanding investasi dalam bentuk saham serta memiliki keuntungan yang tetap yang berdampak investasi dalam bentuk obligasi di elu-elukan sebagai investasi yang aman dalam masyarakat. Meskipun begitu, tingkat keuntungan yang di peroleh tidak sebanding, semakin besar resiko yang dialami maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang akan di peroleh. Dalam hal ini jika kita berbicara profit maka investasi dalam bentuk saham lebih menggiurkan bagi para investor.
Apabila untuk pemula yang ingin bermain investasi tetapi tidak memiliki banyak waktu dan pengetahuan yag mendalam tentang investasi lebih baik memilih investasi reksadana yang cenderung memiliki resiko yang rendah dibandingkan dengan investasi saham. Investasi reksadana merupakan wadah yang mengelola kumpulan dana untuk membeli saham,obligasi dan lain-lain. Investasi reksadana berguna bagi para pemodal yang memiliki dana yang kecil dan orang-orang yang cenderung tidak memiliki waktu banyak. Sementara itu jika anda ingin berinvestasi dengan resiko yang sangat rendah, dapat berinvestasi dalam bentuk emas karena harga emas yang cenderung stabil dan terus mengalami kenaikan- kenaikan setiap waktunya. Sehingga dana yang di peroleh akan lebih banyak ketika kita berinvestasi dalam jangka menengah. Jika dana tersebut sudah terkumpul dan kita mempunyai dana yang cukup dianjurkan untuk memilih investasi di sektor properti yang dapat memberikan keuntungan yang berlipat ganda dibandingkan investasi emas karena prospeknya dalam jangka panjang sehingga dapat di gunakan untuk masa yang lama seperti merencanakan dana pensiun.
Pada tahun 2015  hingga bulan april 2016 sekarang harga minyak dunia mengalami penurunan sehingga dapat mempengaruhi perekonomian di indonesia. Hal ini mempengaruhi semua sektor yang ada termasuk dalam sektor pembangunan infrastruktur yang mulai menurun dan investasi yang juga mengalami penurunan. Masalah ini menjadi pertimbangan bagi PT Aberdeen Asset Management untuk memilih investasi portofolio yang cocok pada saham 2016.
Seperti yang dikatakan Head of Investment PT Aberdeen Asset Management Indonesia, Bharat Joshi bahwa pada tahun 2015 pasar modal indonesia telah mengalami titik kejenuhan dalam penjualan. Hal ini dikarenakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika serikat (AS) sekitar 13 persen yang berdampak terhadap perekonomian indonesia termasuk pada pasar modal.
Selain itu, banyak faktor – faktor yang mempengaruhi merosotnya perekonomian indonesia seperti dengan tertekannya harga komoditas di pasaran dan melemahnya kredit juga turut memperburuk kondisi ekonomi di indonesia. Sehingga belanja pemerintah yang ditargetkan menjadi penopang untuk meningkatkan perekonomian di indonesia tidak sesuai harapan.
Tetapi pada saat ini kondisi tersebut mulai berubah dan mengalami perbaikan-perbaikan. Hal ini di tunjukkan dengan adanya ketertarikan masyarakat terhadap pasar modal karena adanya promosi dari pihak perbankan dan  valuasi saham yang murah dapat berdampak positif terhadap pasar sehingga dapat memancing para investor untuk membeli saham. Selain itu, dalam rangka meningkatkan perekonomian pemerintah memfokuskan untuk menggenjot proyek infrastruktur pada tahun 2016 hal ini terbukti dengan realisasi belanja pemerintah dengan cara menerbitkan surat utang negara (SUN) dengan jumlah yang di sesuaikan dengan kebutuhan sehingga waktu di manfaatkan untuk program pembangunan pemerintah dapat menjaga defisit anggaran yang di mulai sejak awal tahun 2016 kemarin. Selain itu dengan merosotnya harga minyak dunia dapat menjadi keuntungan bagi pemerintahan jokowi, karena dengan begitu dapat mengurangi anggaran belanja pemerintah pada sektor minyak sehingga dana APBN dapat di gunakan pada sektor- sektor yang lebih produktif seperti perbaikan infrastruktur. Dengan adanya perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memajukan perekonomian serta dapat mendorong investor untuk menanamkan modalnya baik investor dalam negeri maupun investor asing.
Dengan menurunnya harga minyak dunia tidak hanya berdampak positif terhadap anggaran pemerintah tetapi memiliki efek negatif. Seperti yang kita ketahui bahwa indonesia juga merupakan negara yang meng ekspor minyak sawit dan tambang sehingga dengan adanya penurunan harga minyak dunia akan berdampak terhadap ekspor yang berakibat menurunnya pendapatan negara. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan antisipasi misalnya dengan mencari pemasukan di sektor lain. Pemerintah juga harus mendorong foreign direct investment dengan harapan tingkat perekonomian menjadi lebih tinggi, perpajakan yang lebih menguntungkan dan dapat memperbaiki infrastruktur menjadi lebih baik lagi guna untuk menyeimbangkan harga minyak dunia yang merosot.
Dalam meningkatkan pendapatan negara pemerintah juga dapat menerapkan tax amnesty atau memberikan pajak pengampunan. Dengan adanya tax amnesty dapat  memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk masuk atau kembali ke dalam sistem administrasi perpajakan yang berdampak pada peningkatan penerimaan di masa yang akan datang. 
Kondisi melemahnya minyak dunia , nilai tukar rupiah yang stabil dan inflasi yang tergolong rendah di harapkan dapat mendorong kinerja keuangan emiten pada 2016.
Portofolio saham
Dalam keadaan seperti diatas yang telah di sebutkan dijadikan sebagai bahan pertimbangan  perusahaan manajer investasi asal london untuk memilih saham dalam portofolio investasi PT Aberdeen Asset Management. Dengan pertimbangan memilih saham – saham yang mampu bertahan dan mempunyai kinerja atau kas yang kuat di saat saham lain tertekan. Portofolio sektor saham yang menjadi pilihan antara lain sektor saham bank, barang konsumsi, telekomunikasi dan semen. Hal ini dikarenakan terjadinya kenaikan volume data yang diperkirakan akan terus mengalami peningkatan pada tahun 2016 ini. Selain itu dengan memilih berinvestasi dalam PT unilever indonesia tbk disaat harga minyak mengalami kemerosotan juga akan mendapatkan keuntungan dikarenakan pemangkasan biaya distribusi yang dilakukan PT unilever indonesia tbk sendiri. Dalam investasi saham dalam bentuk semen lebih memberikan keuntungan pada jangka pendek ketika proyek tersebut dijalankan daripada berinvestasi dalam infrastruktur dan jalan tol yang keuntungannya masih butuh lama untuk bisa menikmatinya akibat dampak dari proyek tersebut yang memakan jangka waktu panjang.


0 komentar:

Posting Komentar