Instrumen Kebijakan
Moneter
oleh Habibi Firdaus Ash Shidiqi Syah,Ilmu
Ekonoi Studi Pembangunan
Universitas Jember
Kebijakan moneter merupakan suatu
tindakan atau upaya bank sentral (Bank Indonesia) untuk mempengaruhi suatu
perkembangan terhadap variabel moneter seperti jumlah uang beredar, suku bunga,
suku bunga kredit serta nilai tukar untuk mencapai sasaran yang diinginkan
dalam menjaga stabilitas perekonomian di Indonesia.sebagai salah satu bagian
dari kebijakan ekonomi makro, maka tujuan kebijakan moneter ialah untuk
mewujudkan serta mencapai sasaran-sasaran makroekonomi.dimana hal tersebut
bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan keseimbangan neraca pembayaran
dimana yang nantinya bertujuan untuk pertumbuhan ekonomi.kebijakan moneter yang
diterapkan tidaklah secara statis, namun bersifat dinamis yang disesuaikan
dengan keadaan perekonomian suatu negara.akan tetapi,kebanyakan negara
menerapkam empat hal yang dalam kebijakan moneter yaitu untuk pertumbuhan
ekonomi, pemerataan pendapatan, kesempatan kerja, serta menjaga keseimbangan
neraca pembayaran.Kebijakan moneter yang dilakukn atau diterapkan dapat berupa
instrumen langsung maupun tidak langsung. Instrumen langsung ialah dimna
instrumen pengendalian moneter yang dilakukan dapat secara langsung yang nantinya akan mempengaruhi sasaran
operasional yang diinginkan oleh bank sentral.serta sebalikmya instrumen tidak
langsung ialah instumen pengendalian kebijakan moneter yang secara tidak
langsung yang nantinya dapat mempengaruhi sasaran operasional yang diinginkan oleh
bank sentral.dimana dalam menjalankan suatu kebijakan moneter terdapat banyak
hambatan atau kendala dalam perkembangan perekonomian.dengan adanya hal itu
diperlukan suatu indicator.dimana indicator yang banyak diambil yaitu tentang tingkat
suku bunga dan uang beredar.efektivitas operasi moneter yang
berbasis suku bunga tidak terlepas dari adanya informasi yang akurat dari
seluruh pelaku pasar, sehingga tercipta sebuah persepsi yang sama antara bank
senral dengan pelaku pasar.hal ini bertujun untuk tercapainya atau terbentuknya
suku bunga yang wajar.dimana tingkat suku bunga
merupakan salah satu kunci dalam mekanisme kebijakan moneter dalam model IS,
model LM, model AS, dan model AD.jika terjadi suatu peningkatan terhadap jumlah
stok uang akan menyebabkan turunnya tingkat bunga riil yang nantinya akan
meningkatkan investasi bisnis. Dengan adanya peningkatan terhadap investasi pada akhirnya akan menyebabkan
peningkatkan terhadap output agregat.Namun
penurunan tingkat bunga riil juga akan menyebabkan meningkatnya
pengeluaran untuk pembelian rumah atau properti. Oleh karena itu, penurunan
terhadap tingkat suku bunga akibat ekspansi moneter akan meningkatkan belanja
atau konsumsi pada masyarakat. diamana kebijakan moneter yang menggunakan instrumen
uang beredar mempunyai dampak positif terhadap harga.Apabila terjadi sesuatu
yang tidak dinginkan dengan perencanaan sebelumnya yaitu melebihi atau kurang
dari jumlah yang sebelumnya ditetapkan,maka bank sentral akan melakukan suatu
tindakan atau kebijakan lain untuk menangani masalah tersebut agar tetap sesuai
dengan rencana sebelumnya.Langkah yang diambil bank Indonesia untuk tetap
sesuai dengan rencana yaitu dengan cara dengan melakukan operasi pasar terbuka
seperti bank sentral menjual atau membeli surat berharga seperti SBI,Tingkat
Bunga Diskonto yaitu fasilitas pinjaman dana jangka pendek dari Bank Sentral
kepada bank-bank komersial dalam mengendalikan likuiditasnya,Giro Wajib Minimum
yaitu dana yang harus dipelihara atau dikelola bank-bank komersial di bank
sentral serta himbauan moral.penggunaan instrumen tersebut dilakukan
berdasarkan pada prinsip konvensional yaitu dengan system bunga,maupun berdasarkan pada prinsip syariah
yaitu dengan system bagi hasil.dengan kegiatan Operasi Pasar Terbuka tersebut,
Bank sentral dapat mempengaruhi likuiditas perbankan melalui kebijakan ekspansi
dan kontraksi moneter.dalam pencapaian target operasional kebijakan moneter,diantaranya
berupa target terhadap kuantitas uang primer atau komponennya, atau suku bunga
pasar dalam jangka pendek. Untuk mencapai sasaran-sasaran kebijakan moneter
tersebut, Bank sentral mempunyai fungsi wewenang melalui pembiayaan pemberian kredit
dengan menggunakan prinsip syariah kepada bank untuk mengatasi kesulitan finansial
pendanaan jangka pendek, yang dijamin dengan agunan atau koletral yang
berkualitas tinggi dan mudah dicairkan.dalam pelaksanaannya,kebijakan moneter
yang dilakukan bank sentral biasanya menggunakan berbagai perangkat kebijakan sebagai
instrumen dalam mencapai sasaran.namun secara umum instrumen yang biasa
digunakan dibagi menjadi dua bagian,yaitu instrumen langsung dan instrumen
tidak langsung.mekanisme kebijakan moneter pada dasarnya menggambarkan
bagaimana kebijakan moneter yang dilakukam atau ditempuh oleh bank sentral
dapat mempengaruhi berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan sehingga pada
akhirnya dapat terwujudnya suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.sektor
keuangan atau moneter mempunyai peranan penting dalam perekonomian,bukan hanya
sebagai pihak perantara finansial,namun juga sebagai pihak yang mempunyai
sebuah wewenang dalam menilai, membatasi ,dan mendistribusikan risiko yang
berhubungan dengan berbagai kegiatan finansial. kebijakan moneter pada awalnya
mengacu pada peranan uang dalam perekonomian, yang pertaman kali dikemukakan
oleh Fisher pada tahun 1991.seiring dengan kemajuan di bidang keuangan dan
terjadi perubahan dalam struktur ekonomi, terdapat lima saluran mekanisme
transmisi kebijakan moneter.Kelima saluran transmisi moneter dimaksud ialah
saluran moneter langsung,saluran suku bunga, saluran harga aset,saluran
kredit, saluran nilai tukar, dan saluran terhadap ekspektasi inflasi.mekanisme
terhadap saluran suku bunga menekankan pertingnya terhadap harga di pasar
keuangan dengan berbagai aktivitas ekonomi di sektor riil. Oleh sebab itu,
kebijakan moneter yang ditempuh oleh bank sentral akan berpengaruh langsung
terhadap perkembangan berbagai suku bunga di sektor keuangan dan akan
berpengaruh juga terhadap tingkat inflasi dan output riil.Interaksi bank
sentral dengan perbankan komersil serta merupakan para pelaku ekonomi dalam
proses perputaran uang.suku bunga dari sektor
keuangan ke sektor riil akan dipengaruhi oleh permintaan konsumsi terjadi dimana
bunga deposito merupakan komponen dari pendapatan masyarakat serta bunga
kredit sebagai pembiayaan konsumsi.disamping itu pengaruh suku bunga terhadap permintaan investasi
terjadi karena suku bunga kredit merupakan komponen terhadap biaya modal,pengaruh
terhadap investasi dan konsumsi tersebut selanjutnya akan berdampak terhadap
besarnya permintaan agregat sehingga pada akhirnya akan menentukan tingkat
inflasi dan output riil dalam ekonomi.Inflasi merupakan suatu penyakit
finansial yang tidak diharapkan oleh negara manapun. Inflasi meupakan suatu prosesnaiknya harga-harga barang dan jasa secara
keseluruhan dan terus-menerus
serta.dimana hal tersebut
disebabkan kesalahan dalam mekasnisme pasar, seperti halnya konsumsi masyarakat
yang meningkat yang berabnding lurus dengan kenaikan pendapatan pada
masyarakat, jumlah uang yang beredar(uang kas) dimasyarakat terlalu tinggi
sehingga membuat masyarakat melakukan
konsumsi atau bahkan spekulasi.meningkatnya harga barang dan jasa.kebijakan
moneter melalui saluran nilai tukar sama seperti dengan saluran suku bunga, dimana
sama-sama menekankan pentingnya aspek perubahan terhadap harga asset finansial
di berbagai aktivitas perekonomian.hubungannya dalam hal ini,nilai tukar dalam kebijakan
moneter sangat berpengaruh terhadap asset finansial dalam valuta asing yang
berasal dari hubungan kegiatan ekonomi suatu negara dengan negara lain.Pengaruhnya
bukan hanya saja terjadi pada perubahan nilai tukar, tetapi terdapat perubahan
pada aliran dana masuk dan keluar suatu negara yang terjadi,dikarenakan
aktivitas perdagangan antar negara serta aliran modal investasi, seperti yang tercermin
pada neraca pembayaran.Perubahan terhadap nilai tukar serta aliran dana luar
negeri akan mempengaruhi terhadap kegiatan ekonomi riil di negara yang
bersangkutan. Semakin terbukanya perekonomian suatu negara yang disertai dengan
sistem nilai tukar mengambang dan sistem devisa bebas, semakin besar pula
pengaruh nilai tukar serta aliran dana luar negeri yang masuk terhadap perekonomian dalam negeri.kebijakan
moneter berjalam memerlukan waktu.masing-masing saluran bisa berbeda dengan
yang lain.saluran nilai tukar biasanya bekerja lebih cepat dikarenakan dampak
perubahan terhadap suku bunga kepada nilai tukar bekerja sangat cepat.sektor
keuangan dan perbankan juga sangat berpengaruh terhadap kebijakan
moneter.apabila perbankan melihat risiko perekonomian cukup tinggi, reaksi
perbankan terhadap penurunan suku bunga acuan sangat lambat. kondisi sektor
keuangan, perbankan, dan kondisi sektor riil sangat berperan dalam hal
menentukan efektif atau tidaknya terhadap proses transmisi kebijakan moneter. Sistem
keuangan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap perekonomian. Sebagai
bagian dari sistem perekonomian,sistem keuangan bertujuan atau berfungsi untuk
mengalokasikan dana dari pihak yang mengalami surplus kepada pihak yang
mengalami defisit. Apabila sistem keuangan tidak stabil dan tidak berfungsi
atau berjalan secara efisien, pengalokasian dana tersebut tidak akan berjalan
dengan baik.hal tersebut nantinya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.seperti
halnya, sistem keuangan yang tidak stabil, terlebih lagi jika mengakibatkan
terjadinya suatu krisis,diamana hal tersebut memerlukan biaya yang sangat
tinggi untuk upaya penyelamatannya.






0 komentar:
Posting Komentar